Bab 1

Disaat sedang sibuk dan panik mencari keberadaan Leon, tiba-tiba saja ponsel milik Sandi berdering.

" siapa san? " tanya Andre kala mendengar ponsel sahabatnya itu berdering.

" ini ibu Kookie, kita harus bagaimana sekarang? Apa yang akan kita katakan pada ibu? " tanya Sandi merasa takut.

" aku juga tidak tahu, tapi kita tidak boleh merahasiakan hal ini dari ibu. Cepat angkat saja dulu ponselnya " ujar Andre pada sandi

" baiklah, aku akan mengangkatnya" ucap Sandi sembari mengangkat telepon dari ibu.

" halo bu, apa ibu telah selesai? " tanya Sandi kala mengangkat ponsel itu.

" iya, ini ibu sudah selesai, bisakah kalian datang menjemput belanjaan ibu, ini sangat banyak dan berat. Ibu tidak bisa membawanya sendiri" ujar Ibu dari seberang sana.

" baik bu, kami akan segera menyusul ibu. Tolong kirimkan titik lokasi ibu saat ini" ujar

Sandi pada ibu.

" baiklah, ibu akan segera mengirimnya. Cepatlah datang" ujar ibu sembari menutup ponsel itu.

Kini Andre dan sandi mulai merasa takut, mereka tak tahu harus mengatakan apa pada ibu.

" bagaimana ini Kookie, ibu meminta kita untuk menyusulnya.

Lalu bagaimana dengan Leon, bagaimana kalau ibu menanyakan keberadaannya pada kita" ujar sandi yang mulai takut.

"aku tidak tahu Andre, tapi lebih

baik kita temui ibu dulu, kita akan memberitahu ibu saat kita bertemu ibu disana" ujar Andre

" baiklah kalau begitu, ayo kita pergi menyusul ibu sekarang" jawab Sandi.

Kini kedua sahabat itu mulai menghentikan pencarian mereka, kini keduanya berencana akan menemui ibu terlebih dahulu.

Mereka juga berniat akan memberitahu ibu panti tentang kejadian ini.

"ayo Kookie, percepat langkah kakimu itu" ujar sandi pada Andre.

" iya, ini aku juga sudah cepat jawab Andre nanti kau yang beritahu ibu tentang Leon ya, aku tak sanggup memberitahu ibu tentang hal ini" ujar sandi pada Andre

" kau selalu saja menyuruhku, kau kan lebih tua dariku, harusnya kau yang memberitahu ini pada ibu" ujar Andre

" ah kau ini, baiklah kalau begitu, hyungmu ini yang akan memberitahu ibu tentang Leon" jawab sandi yang tak bisa mengelak

Kini keduanya telah hampir sampai di tempat ibu berada,sebelum sampai di sana Sandi menghentikan langkah kakinya

" kenapa kau berhenti san? " tanya

Andre,

"tunggu, aku harus menarik nafasku dulu" jawab Sandi sembari menarik panjang nafasnya

" dasar anak konyol" ujar

Andre pada sandi.

Mereka kembali menerus perjalanan mereka, hingga kini mereka telah sampai di tempat ibu.

Disana terlihat ibu sedang menunggu keduanya, di sebelah ibu terdapat banyak sekali kantong belanjaan.

.

"San, Kookie, disini" teriak ibu kala melihat sandi dan Andre sambil melambaikan tangannya.

Sandi dan Andre berjalan mendekati ibu

" apa ibu sudah selesai? " tanya

Andy pada ibu.

" iya, ibu sudah selesai. Ini semua barang bawaan ibu, tolong kalian bawa semua ini ke mobil" ujar ibu pada sandi dan Andre

" baik bu, kami akan abawanya" jawab Andre

" eh tunggu sebentar, dimana Leon? " tanya ibu tiba-tiba mengagetkan Sandi dan Andre

Sandi dan Andre saling menatap satu sama lain, keduanya tampak begitu takut untuk memberitahu ibu tentang keberadaan Leon

" kenapa kalian diam saja? Apakah

Leon menunggu di mobil? " tanya ibu lagi.

" hmm begini bu, sebenarnya kita tidak tahu dimana keberadaan Leon saat ini" ujar sandi gugup.

"apa? Bagaimana bisa kalian tidak mengetahui keberadaan Leon, bukankah tadi dia bersama kalian? " tanya ibu merasa kaget dengan perkataan Sandi.

"maafkan kami bu, tadi Leon merajuk dan tak mau bicara, jadi kami mencoba membiarkannya sendiri, kami berpikir kalau saja dia mungkin ingin sendiri dan tak mau diganggu" ujar sandi mencoba menjelaskan membicarakannya sendiri.

"Dia " walaupun begitu, kalian harusnya membujuknya dan tak masih kecil, bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya " ujar Ibu marah pada sandi dan Andre

" maafkan kami ibu, kami memang salah, talk seharusnya kami meninggalkan bocah itu sendiri" ujar Andre meminta maaf

"kita harus segera mencarinya, dimana kalian meninggalkan Leon tadi? " tanya ibu

" di taman bu, tadi Leon sedang duduk sendiri di taman" jawab Andre

" baiklah kalau begitu, sekarang ayo kita antarkan semua belanjaan ini ke mobil terlebih dahulu. Lalu selanjutnya baru kita akan mencari

Leo " ujar ibu.

" baik bu" jawab sandi dan Andre serentak.

Kini ketiganya mulai membawa semua belanjaan itu menuju mobil, ketiganya berjalan dengan sangat cepat karena merasakhawatir dengan keadaan Leon.

Ibu sepertinya juga terlihat sangat panik sekali, sepertinya ibu benar-benar mencemaskan bocah iti sekarang.

" Kookie cepat masukkan semua belanjaan itu ke dalam bagasi mobil" ujar ibu pada Andre kala sampai di parkiran.

" baik bu" jawab Andre

Sandi juga membantu Andre memasukkan semua belanjaan itu ke dalam bagasi mobil.

Kini ketiganya tampak begitu panik dan khawatir akan keberadaan Leon, ibu juga tak henti-hentinya melihat ke sekeliling pasar berharap menemukan sosok bocah itu di keramaian pasar.

"sudah bu, semuanya sudah siap" ujar Andre pada ibu.

" baiklah, ayo kita segera menuju taman" ujar ibu pada sandi dan Andre

.

Kini ketiganya bergegas menuju ke taman tempat dimana mereka tadi meninggalkan Leon.

" dimana tadi kalian meninggalkan

Leon? " tanya ibu sesampainya di taman

"disebelah sana bu, tadi Leo tengah duduk di sana" tunjuk Andre ke salah satu sudut taman.

" kemananya perginya Leon saat ini, dia kan masih kecil" ujar ibu yang mulai merasa sedih.

" ibu sabarlah, ibu jangan sedih seperti ini, kita pasti akan segera menemukan Leon, ujar Andre mencoba menenangkan ibu.

" iya bu, ibu jangan menyerah seperti ini, Leon pasti masih berada di sekitar sini" ujar Sandi sembari mengelus pundak ibu

"iya ibu percaya sama kalian, semoga saja kita memang bisa

menemukan Leon, jawab ibu pada Sandi dan Andre

" iya bu, ayo kita segera mencari

Leon lagi disekitar sini" ajak

Andre pada Ibu dan Sandi

" Leon" teriak sandi lagi sembari terus memperhatikan sekeliling taman

" Leon, dimana kamu? Ini ibu Leon" teriak ibu juga

"sepertinya kita harus berpencar, biar kita bisa lebih cepat menemukan Leon" saran sandi pada semua.

" iya, aku setuju denganmu san" jawab Andre.

" ibu kalau ibu nanti merasa capek, ibu istirahat saja dulu biar nanti

Sandi dan Andre yang mencari

Leon" ujar sandi pada ibu.

" iya, kalian tak usah khawatirkan ibu, kita harus menemukan Leon secepat mungkin" ujar ibu.

" baiklah, ayo sekarang kita mulai berpencar" ujar Andre

" baik aku akan ke sebelah sana, kau pergilah ke sebelah sana

Kookie" ujar sandi pada Andre.

Kini ketiganya mulai berpencar, Sandi dan Andre mulai berpencar sedangkan ibu masih berada di tempat tadi karena

merasa masih letih dan belum siap berjalan.

Setelah cukup lama berjalan,

Sandi melihat ke sebuah kerumunan yang sangat ramai sekali. Sandi mulai mendekati kerumunan itu, disana sangat banyak anak-anak yang sedang berkumpul melihat pertunjukan badut.

Sandi mulai memperhatikan satu per satu anak di kerumunan itu, ia berharap jika Leonberada disana.

Tapi sayang ternyata tak ada sosok Leon di kerumunan bocah itu

Dalam kebingungan Sandi tak sengaja menabrak seorang anak

kecil perempuan.

" maaf, maafkan aku, aku tadi tak melihatmu" ujar sandi kala menabrak seorang bocah perempuan.

" kenapa kau terlihat sangat gelisah hyung? Sampai kau menabrakku seperti ini" tanya bocah perempuan itu pada

Sandi" oh ini, aku lagi mencari adik laki-laki ku, aku tak bisa menemukannya dari tadi" jawab Andre pada bocah perempuan itu.

" seperti apa dia? Tadi aku melihat seorang anak laki-laki seusiaku

sedang berada di dekat air mancur taman ini" ujar bocah itu pada

Sandi

" benarkah, kau sungguh melihatnya? Tunggu biar aku tunjukkan fotonya padamu" ujar

Sandi sembari mencari foto

Leo di ponsel miliknya.

Sansi sibuk melihat galeri di ponselnya, ia masih mencoba foto

Leon di ponselnya itu.

Setelah cukup lama mencari, akhirnya

Sandi menemukan foto bocah itu dan segera menunjukkannya.

" ini, ini dia fotonya. Apakah benar dia yang aku lihat? " tanya

Sandi pada bocah perempuan itu .

"iya, anak ini yang aku lihat tadi,dia sedang berada di dekat air mancur" jawab bocah itu.

" baiklah,terimakasih telah membantuku, aku harus segera pergi mencarinya" ujar Sandi pada bocah perempuan itu.

Kini sandi mulai berlari ke arah air mancur taman itu, walaupun sebenarnya ia masih belum tahu pasti dimana letak air mancur itu.

permisi apakah kau tau dimana letaknya air mancur di taman ini? " tanya Sandi pada seseorang disana,

" oh itu, air mancur itu berada di

Depan sana" tunjuk seseorang itu.

" baik, terimakasih" jawab Sandi pada orang itu.

Sandi terus berlari hingga tak lama ia pun sampai di depan air mancur itu. Di Sana sandi melihat Leon tengah duduk sendiri sambil menatap ke arah air mancur, pandanganya tampak kosong.

Dengan perlahan sansi mulai berjalan mendekati Leon, ia melihat bocah itu dengan sangat dalam.

Sandi merasa ikut sedih melihat bocah yang selalu ceria itu kini tengah cemberut dan bersedih.

Kini sandi mulai memahami perasaan bocah itu, ia merasa begitu jahat kala meninggalkan bocah itu tadi.

Pasti Leon tadi merasa sangat ketakutan, karena ia tak begitu terbiasa berada di keramaian, apalagi di tempat yang pertama kali ia datangi.

" maafkan aku Leon" ujar sandi dari kejauhan sembari terus memandang ke arah bocah itu.

Bab 2

" apa kau pikir kami dikejar orang?

Kami berlari karena merasa khawatir denganmu" ujar Andre kesal.

" Kookie sudahlah, hentikan semua ini, aku merasa sangat lelah hari ini jadi aku tak ingin mendengar perdebatan kalian" ujar Sandi mencoba menenangkan Andre.

" kau selalu saja marah, pasti nanti kau akan cepat tua karena sikap pemarahmu itu" ucap Leon pada Andre.

apa kau bilang? Kau yang selalu membuat aku marah begini" jawab Andre pada Leon

" astaga, bisakah kalian berhenti, kepalaku mau pecah rasanya mendengar kalian terus berdebat" ujar Sandi yang tak tahan dengan perdebatan Andre dan

Leon

Seketika keduanya langsung terdiam, mereka tak enak jika terus mengganggu sandj.

Namun sepertinya sandi memang lelah karena hari ini ia begitu sibuk terlihat sangat lelah, mungkin mencari Leon kesana kemari.

" Leon" teriak ibu dari kejauhan saat melihat sosok bocah itu

" ibuu" ujar Leon sembari berlari memeluk ibu

Sandi dan Andre berjalan di belakang mengikuti Leon yang menghampiri ibu.

"kau baik-baik saja? " tanya ibu pada Leon

" iya bu, aku baik-baik saja" jawab bocah itu.

" kemana saja kau pergi, kami semua begitu panik mencarimu ujar ibu pada Leon

" aku tadi hanya berusaha mencari hyung san dan hyung Kookie, jadi aku terus berjalan dan tak tahu arah" jawab bocah itu mencoba menjelaskan pada ibu.

" hmm sudahlah, yang penting kau baik-baik saja sekarang. Kau tau, jantung ibu mau copot rasanya saat mendengar kau hilang" ujar ibu lagi.

" iya bu, aku minta maaf karena telah membuat kalian semua khawatir denganku" ucap Leon dengan wajah penuh rasa bersalah.

" sudahlah, yang terjadi biarlah terjadi, yang penting kau ada disini sekarang" jawab ibu pada Leon

Kini sandi dan Andre hanya diam saja, mereka memberi waktu pada ibu dan Leon untuksaling bicara satu sama lain.

"ibu, apa aku boleh minta sesuatu sekarang? " tanya Leon pada ibu.

" astaga bocah ini, kau masih saja ingin merepotkan ibu setelah semua ini" ujar Andre pada Leon

" sudahlah Kookie, tidak apa-apa" ujar ibu pada Andre

" kau dengar, ibu bilang tidak apa-apa " ucap bocah itu pada Andre

Andre hanya diam dan merasa sangat kesal dengan kelakuan bocah nakal itu. Ia memilih diam karena tak ingin berdebat dengan bocah itu di depan ibu.

"apa yang kau inginkan Leon, kau bisa mengatakannya pada ibu" ujar ibu pada Leon

" begini bu, apa kita bisa makan, aku merasa sangat lapar sekarang.

Sepertinya tenagaku habis karena menangis dan berjalan sejak tadi" ujar Leon pada ibu

Mendengar perkataan Lee pada ibu,sandi tersenyum dan merasa senang. Karena memang dari tadi ia juga merasa sangat lapar, namun tidak sungkan mengatakannya pada ibu.

" oh tentu saja Leon, kita pasti akan makan dulu sebelum pulang.q

Sepertinya Sandi dan Kookie juga sudah lapar" ujar ibu sembari memandang ke arah Sandi dan Andre

Sandi semakin senang kala mendengar perkataan ibu, ia merasa kalau ibu memahami apa yang ia rasakan saat ini.

" Kookie, akhirnya kita bisa makan" bisik sandi pada Andre di sebelahnya.

" ah kau ini, kau selalu saja senang kala mendengar makanan" jawab Andre pada sandi

" biarkan saja, memangnya kau tidak merasa lapar saat ini?" tanya

Sandi pada Andre

"ya pasti aku lapar, aku merasa energiku habis saat mencari bocah nakal itu" jawab Andre

Kini sandi dan Andre terus berbisik satu sama lain, mereka terus berbicara di samping ibu dan Leon

Sandi, Kookie, apa yang kalian bicarakan, sepertinya seru sekali?" tanya ibu mengagetkan sandi dan Andre

" tidak bu, kami tidak membicarakan apa-apa, lagian ini bukan hal yang penting" jawab sandi pada ibu

" baiklah kalau begitu. Leon apa yang ingin kau makan sekarang?kali ini kau boleh memilikinya" tanya ibu pada Leon

Leon diam sesaat sembari memikirkan makanan apa yang ingin dia makan.

" hmm sepertinya saat ini aku ingin makan ramen bu, apakah boleh? " jawab Leon pada ibu.

" tentu saja boleh, hari ini kita akan makan ramen" ujar ibu pada semuanya

Sandi dan Andre juga merasa senang dengan pilihan Leon, sepertinya mereka juga ingin makan ramen sekarang ini

" wah kali ini pilihan Leon sangatlah tepat sekali,sudah lama sekali kita tidak

menikmati makanan seperti itu di panti, benarkan Kookie?" tanya

Sandi kembali berbisik pada Andre

ya, aku rasa begitu "jawab Andre singkat

yasudah, san, Kookie ayo kita cari tempat makan dekat-dekat sini sembari menuju arah pulang ujar Ibu pada sandi dan

Andre

" iya baik bu" jawab Andre

Kini semuanya mulai berjalan menuju ke tempat mobil mereka di parkir, kini mereka mulai meninggalkan taman dan kembali menuju ke area pasar.

semua barang sudah amankan? " tanya ibu sesampainya di parkiran

"iya, semuanya sudah aman bu" jawab Andre

" baiklah, kalau begitu ayo kita segera berangkat" ujar ibu.

" aku ingin duduk di belakang saja bersama ibu" ujar Leon tiba-tiba saat hendak memasuki mobil

" loh bukannya kau ingin duduk di depan" ujar sansi pada Leon

" tidak hyung, kali ini aku akan duduk di belakang saja. Hyung bisa duduk di depan" ujar Leon pada sandi

"baiklah, ayo segera masuk" ajak sandi pada Pada Leon

Kini semuanya telah memasuki mobil, kini mereka menuju arah pulang dan mencari tempat makan sebelum kembali pulang ke panti.

rasanya aku sangat kesal melihat bocah itu" ujar Andre pelan saat sibuk menyetir "

kau tidak boleh begitu Kookie, bukankah kali ini kita bisa makan enak karena dia" jawab Sandi yang duduk di sebelah Andre

iya sih, tapi entah kenapa setiap melihat wajahnya itu aku jadi sangat kesal" ujar Andre lagi.

" benarkah, bukankah wajah Leon itu sangat menggemaskan" jawab

Sandi

"sebenarnya sih iya, tapi karena cerewetnya itu aku jadi tak suka melihat wajahnya yang terlihat sok tahu itu" ujar Andre lagi.

" hmm sepertinya kalian memang tak akan pernah akur" jawab Andre

Kini Andre kembali fokus menyetir, sesekali ia terus melihat ke luar jendela untuk melihat tempat makan yang diinginkan Leon.

" hyung Kookie, kapan kita akan sampai? Aku Sudah sangat lapar tanya Leon pada Andre

" kau sabarlah, memang kau sudah tidak makan berapa hari, kau tidak akan mati jika menahan lapar sebentar saja" jawab Andre pada Leon

astaga, tahanlah emosimu itu

Kookie, kau tak lihat disini ada ibu" bisik Sandi pada Andre

" habisnya anak itu sangat mengesalkan" jawab Andre

Ibu hanya geleng-geleng saja mendengar Andre dan Leon sepertinya ibu sudah tau kalau keduanya memang tidak akur dan suka sekali berdebat

" Kookie, lihatlah, di depan sana ada tempat makan yang diinginkan

Leon" ujar Sandi pada Andre

" baiklah, kita akan berhenti di sana" jawab Andre

Kini Andre mulai memperlambat laju mobilnya, ia akan segera berhenti di tempat makan yang tadi di tunjuk

Sandi

" kita sudah sampai" ujar Andre ketika memarkirkan mobilnya di tempat parkiran sebuah restaurant.

" baiklah, ayo kita segera turun ajak ibu pada semuanya

Kini mereka semua mulai keluar dari mobil, dan mulai memasuki tempat makan itu.

Andre segera memilih tempat duduk untuk mereka semua, dan kini mereka telah duduk disana sambil menunggu pesanan mereka. hari ini rasanya sangat melelahkan sekali" ujar Leon Memulai pembicaraan.

" oh begitu ya, jadi kau merasa sangat lelah hari ini Leon? " tanya ibu setelah mendengar perkataan bocah itu

" iya ibu, aku merasa sangat lelah " jawab bocah itu.

" bukan kau saja yang lelah, kami

Juga merasa sangat lelah karena ulahmu itu" ujar Andre

"semua itu juga kesalahanmu hyung, kalau saja kalian tidak meninggalkan aku sendiri taman mungkin semua ini tak akan terjadi" jawab bocah itu pada Andre

" oh jadi kau sekarang mulai menyalahkan kami, lagian siapa suruh kau merajuk dan tak ingin bicara" ujar Andre pada Leon

.

Sandi hanya menutup kedua telinganya, karena ia sudah sangat bosan mendengar perdebatan

Andre dan Leon

" Kookie, Leon, sudahlah, hentikan semua perdebatan ini. Apa kalian tidak malu berdebat disini " ujar ibu pada Andre dan Leo

" maaf bu, aku jadi terpancing oleh bocah ini" ujar Andre meminta maafTak lama kemudian makanan mereka datang, dan mereka tampak begitu tak sabar untuk menikmati makanan itu.

" ayo ayo silahkan dimakan" ujar ibu

"iya ibu,selamat makan " ujar Sandi

Kini semuanya menikmati makanan mereka masing-masing,

Leon tampak begitu senang kala dapat memakan makanan kesukaannya itu.

" ini sangat enak ibu " ujar Leon pada ibu

" benarkah, apakah kau merasa senang sekarang?" tanya ibu pada

Leon

" iya bu, aku merasa sangat senang sekarang" jawab bocah itu

" San, Kookie, apa kalian sudah selesai? " tanya ibu pada sandi dan Andre

iya bu, kami sudah selesai " jawab Andre pada ibu

" baiklah kalau begitu, ayo kita segera pulang" ujar ibu pada semua

" iya bu, ayo" jawab Andre lagi

" kalian duluan saja ke mobil, ibu akan ke kasir dulu" ujar ibu pada semuanya " baik bu, kami akan menunggu di mobil" jawab sandi

Kini sandi, Andre dan Leon mulai berjalan ke arah parkiran mobil, menunggu ibu di mobil.

ketiganya memutuskan untuk

" San, bisakah sekarang kau yang menyetir, aku sungguh merasa sangat lelah sekarang" ujar Andre pada sandi

" iya tentu saja, aku yang akan menyetir sekarang" jawab

Sandi

" kalau hyung san menyetir, aku akan kembali duduk di depan" ujar

Leon tiba-tiba

Andre hanya diam saja mendengar perkataan bocah itu dan mengalah padanya.

Andre merasa sudah tidak ada energi untuk berdebat lagi dengan bocah itu.

" tentu Leon, kau bisa duduk di depan bersamaku" ujar Sandi pada Leon

" baiklah kalau begitu, aku akan pindah ke belakang sekarang dan kau bisa pindah ke depan" ujar Andre

Kini Andre dan Leon mulai berganti posisi,

Leon duduk di depan bersama sandi sedangkan andre di belakang bersama ibu.

Sandi merasa sedikit agak aneh ketika Andre dengan mudahnya mengalah pada Leon

.

Biasanya mereka akan berdebat dulu ketika berbicara satu sama lain, namun tidak kali ini.Namun walaupun begitu, sandi merasa senang jika

Andre kini mulai memahami Leon.

Sandi hanya bisa berharap kalau mereka akan akur seperti ini untuk kedepannya.

Bab 3

apa semua sudah siap?" tanya ibu ketika sampai di mobil "

sudah bu" jawab Sandi dari dalam mobil

Ibu mulai memasuki mobil, ibu sedikit kaget karena ada pertukaran posisi

" wah posisinya sudah berubah ya" ujar ibu kala memasuki mobil.

" iya bu, Kookie sepertinya lelah, jadi aku yang menggantikannya menyetir" jawab sandi

" oh begitu, dan kau Leon, sekarang kau duduk di depan lagi? " tanya ibu kala melihat Leon telah duduk di depan disamping sandi

" iya bu, aku rasa kali ini, aku ingin duduk di depan lagi" jawab bocah itu.

" baiklah kalau begitu, sekarang ayo jalan san, sebentar lagi akan ada tamu yang ingin bertemu ibu di panti, jadi kita harus sampai sebelum mereka datang" ujar ibu pada sandi

" baik bu, kita akan segera sampai" jawab Sandi pada ibu

Kini mereka mulai kembali melanjutkan perjalanan, dalam perjalanan kali ini semuanya hanya diam saja.

Hal ini mungkin karena mereka sama-sama telah merasa lelah karena telah beraktivitas seharian.

Sandi tampak sibuk menyetir, sedangkan Leo tertidur di sebelahnya. Di bangku belakang ibu sibuk bermain ponsel dan

Andre di sebelahnya hanya termenung sembari melihat ke arah luar jendela mobil. mereka telah sampai di panti.

Ibu, Andre, Leon dan sandi kini , keluar dari mobil.

" San, Kookie tolong bawa semua barang belanjaan ini ke ruang penyimpanan, ibu harus segera ke ruangan karena sebentar lagi tamunya akan datang" ujar ibu pada sandi dan Andre

" baik bu" jawab Andre

Kini ibu berlalu meninggalkan mereka, Leon juga masih berada disana. la masih berdiri mengeluarkan belanjaan dari memandangi sandi dan Andre yang sibuk mobil.

" Leon, kenapa kau masih disini?

Sana masuklah" ujar Sandi pada Leon

" tidak hyung, aku akan membantu kalian membawa semua barang ini ke tempat penyimpanan" jawab bocah itu.

" itu tidak perlu Leon, kami bisa melakukannya, lagian ini sangat berat kau tidak akan kuat mengangkatnya " ujar Sandi mencoba menjelaskan.

" tidak hyung, nanti aku bisa membawa barang yang ringan" jawab Leon bersikeras.

" baiklah kalau kau memaksa" ujar

Sandj pasrah

Andre hanya diam saja mendengar sandi dan Leon bicara, kali ini dia tidak menyangga apapun perkataan Leon. la hanya mencoba fokus pada pekerjaaan menurunkan semua barang dari mobil.

" apa semua sudah selesai Kookie? " tanya Sandi pada Andre

" iya san, semua barang telah keluar dari mobil, kita hanya perlu membawanya ke ruang penyimpanan " jawab Andre

" baiklah, ayo kita bawa semua barang inj" ujar Sandi

" aku harus bawa yang mana hyung?" tanya Leon pada sandi

" hmm kau bawa yang ini saja, ini sepertinya sayur-sayuran, kau bisa membawa ini dan mengantarkannya langsung ke dapur" ujar Sandi sembari memberikan satu kantong plastik sayur pada Leon

" baik hyung, aku akan pergi mengantarkan ini me dapur" jawab Leon sembari berlalu pergi

"San, ayo segera kita selesaikan tugas ini, aku sudah merasa sangat lelah sekarang" ujar Andre pada sandi

" baiklah Kookie, ayo kita selesaikan" jawab Sandi pada Andre

Kini kedua sahabat itu sedang membawa semua belanjaan dari pasar ke ruangan tempat penyimpanan panti. Keduanya sudah tampak sangat lelah sekali dan ingin segera beristirahat.

" bibi ini semua barang belanjaan yang baru dibeli ibu" ujar Andre pada bibi yang biasa menangani ruang penyimpanan panti.

" baiklah, kalian bisa meletakkannya disini, biar bibi yang nanti menyusunnya" jawab bibi itu

Segera Sandi dan Andre meletakkan semua barang itu satu per satu.

" bi semuanya sudah selesai ya, kami akan segera pergi" ujar Sandi pada ibu

" iya, terimakasih, sekarang kalian bisa pergi" ucap bibi itu pada Sandi dan Andre

Kini kedua sahabat itu telah keluar dari ruang penyimpanan, kedua terus berjalan melewati lorong panti

" San, ayo kita segera ke kamar,aku sudah sangat lelah" ajak Andre pada sandi

"iya ayo Kookie, aku juga merasa sangat lelah karena terus berjalan seharian ini" jawab Sandi pada Andre

Kini sandi dan Andre mulai berjalan menuju ke kamar mereka, keduanya tampak tak sabar untuk segera beristirahat.

" aku akan tidur sebentar san" ujar Andre

pada Sandi

" iya Kookie, aku sepertinya juga akan tidur" jawab Sandi

Andre langsung berbaring di atas tempat tidur sesampainya di kamar, ia tampak begitu lelah sekali karena seharian berjalan mencari Leon yang hilang.

.

Sementara itu sandi memutuskan untuk mencuci wajahnya terlebih dahulu, baru selanjutnya ia juga ikut berbaring.

Kini kedua sahabat itu tertidur pulas karena merasa sangat lelah.

Sementara itu..

Leon yang tadi mengantarkan sayuran ke dapur, kini mulai bingung. la tak tahu harus kemana sekarang, ia tak ingin kembali ke kamarnya.

Sebenarnya Leon sangat ingin bermain, tapi ia tak mempunyai teman. Kini ia hanya berjalan sendirian menyusuri panti, ia tak mempunyai tujuan yang akan di tujunya.

Dalam kebingungannya, Leon kembali teringat akan sosok Sandi dan Andre.

Kini ia berniat akan bermain dengan hyung nya itu, ia mulai berjalan ke ruang penyimpanan untuk mencari sandi dan Andre.

Sesampainya disana, Leon tidak melihat sosok Sandi maupun Andre

.

" hei sedang apa kau disini? " tanya bibi penjaga di sana

" bibi, apakah kau melihat hyung Sandi dan Andre ?

Tadi mereka mengantarkan barang-barang kesini" tanya Leon pada bibi.

" oh itu, mereka sudah pergi sedari tadi, mereka hanya meletaklkan barang dan langsung pergi" jawab bibi itu pada Leon

" apa bibi tahu kemana mereka pergitanya Leon lagi

" tidak, aku tidak tahu, mereka tadi tidak mengatakan apapun padaku" jawab bibi

"yasudah kalau begitu, aku akan pergi, terima kasih bibi" ujar Leon sembari berlalu dari sana

Kini Lee kembali berjalan, ia tak tahu harus mencari Sandi dan Andre dimana.

Kini ia memutuskan untuk duduk di sebuah bangku di lorong panti.

Leon tampak begitu bosan kala harus termenung sendiri, ia hanya menatap kosong ke lorong-lorong panti.

Di luar sana memang terdengar suara anak-anak yang sedang bermain di halaman, namun sepertinya Leon tidak tertarik bermain dengan mereka.

Dalam lamunannya, Leon kembali tersadar, ia kembali mengingat untuk mencari Sandi dan

Andre di kamar mereka.

" aku tahu sekarang, pasti hyung sandi dan Hyung Andre pasti sedang berada di kamarnya.

Aku akan melihat mereka di kamarnya" ujar Leon memulai sembari bangkit dari duduknya

Kini Leon memulai kembali berjalan menyusuri lorong panti untuk sampai di kamar sandi dan Andre.

Sesampainya disana, Leon melihat kamar mereka tertutup rapat, segara Leon mencoba mengetuk pintu kamar itu.

"hyung, apakah kalian ada di dalam? "ujar Leon sembari terus mengetuk pintu kamar sanri dan Andre

Namun setelah mencoba mengetuk pintu beberapa kali, tidak ada jawaban sama sekali dari sandi dan Andre.

" hyung, ini aku Leon, apa aku boleh masuk?" ujar bocah itu lagi

Namin sekeras apapun Leon mencoba, tetap saja tidak ada jawaban sama sekali. Saat ingin segera berbalik tak sengaja Leon mendorong pintu itu, ternyata pintu kamar sandi dan Andre tidak terkunci.

Leon mencoba memasuki kamar itu, saat sampai di dalam, Leon menjumpai kedua sahabat itu sedang tertidur pulas.

" yah ternyata mereka sedang tidur" ujar Leon pelan

Leon yang tak tahu harus kemana, kini mencoba duduk di sebuah kursi yang ada di kamar itu.

Leon terus merenung karena tak tahu harus berbuat apa.

Ketika asyik melamun, tak sadar

Leon kini mulai tertidur di kursi itu.

Leon sepertinya Juga merasa sangat letih sekali, karena seharian ini ada begitu banyak hal yang ia lewati.

Kini sandi dan Andre, dan Leon tampak tertidur sangat pulas, hingga tak terasa kini hari sudah malam.

Andre terbangun lebih awal dari tidurnya dengan perlahan berencana hendak mandi. Namun ketika bangkit dari tempat tidur,

Andre terkejut melihat Leon yang tertidur di atas kursi kamarnya. bangkit dari tempat tidur dan Andre mulai mendekati bocah itu, untuk memastikan pandangannya.

Ketika Andre mendekat, ia semakin jelas melihat sosok Leon tengah tertidur pulas di atas kursi.

" kapan bocah ini datang ke sini" ujar Andre pelan " kenapa ia tak bosan-bosannya mengganggu kami" ujar Andre lagi

Kini Andre mengalihkan pandangannya dari bocah itu tak ingin mengurus bocah itu.

Andre segera mengambil handuknya untuk segera mandi, namun saat akan melangkah ke kamar mandi, Andre kembali menatapbocah itu.

Seketika Andre merasa kasihan melihat bocah itu tidur di atas kursi, ia memutuskan untuk kembali mendekati bocah itu.

Anak ini selalu saja merepotkanku" ujar Andre sembari mengangkat tubuh bocah itu dan memindahkannya di atas kasur miliknya

Kini Andre mulai merasa lega karena telah melihat bocah itu

Kemudian Andre kembali menuju ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan mandi. dapat tidur dengan nyaman.

Sementara Andre pergi mandi, tiba-tiba sandj terbangun dari tidurnya. la mulai mencoba duduk dan mulai melihat ke sekeliling kamar.

Sandi tiba-tiba terkejut kala melihat Lee tertidur di atas kasur milik Andre.

Sandi menggosok-gosok kedua matanya seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat.

Sandi bangkit dari tempat tidurnya dan mulai mendekati Lee.

"kenapa bocah ini ada disini? tanya sandi pelan " lalu dimana Kookie, kenapa ia tak marah melihat bocah ini disini" ujar sandi lagi

Sandi mulai melihat-lihat lagi ke seluruh sudut kamar, namun tak melihat sosok Jungkook di kamar itu. Namun sesaat

Sandi mendengar suara air kamar mandi, dan kemudian sandi mulai paham kalau

Andre sedang mandi.

Sandi memutuskan untuk duduk lagi di atas tempat tidurnya, ia kembali menatap ke arah Lee lagi. anak ini terlihat sangat manis kalau sedang tertidur seperti sekarang ini" ujar sandi sembari terus melihat ke arah Lee kenapa aku merasa begitu kasihan melihat bocah ini" ujar

Sandi lagi

Sandi terus berbicara sendiri kala menatap bocah itu, ia merasa sangat kasihan melihat bOcah yang tengah tertidur pulas itu.

" San, kau sudah bangun? " tanya

Andre kala keluar dari kamar mandi iya, aku sudah bangun.

Ngomong-ngomong kenapa anak ini bisa ada disini? " tanya sandi pada Andre

"aku juga tak tahu bagaimana ia ada disini, tadi aku melihatnya tertidur di atas kursi itu, lalu aku memindahkannya ke tempat tidurku" jelas Andre pada

Sandi

" benarkah? Dia tertidur diatas kursi? " tanya sandi lagi iya, entah bagaimana anak ini terus mengganggu kita.

Padahalkan dia juga memiliki kamar sendiri, tapi entah kenapa dia senang sekali mengganggu kita" ujar Andre

Disaat pembicaraan andre dan sandi,

tiba-tiba ponsel Andre berbunyi, ia segera mengangkat ponsel itu

" iya halo" ujar Andre kala mengangkat ponsel itu.

" halo Kookie, datanglah ke kamar ibu bersama sandi sehabis makan malam nanti" ujar ibu dari seberang telepon

"ada apa emangnya bu?" tanya andre penasaran

" tidak usah banyak tanya, nanti kalian datang saja ke ruangan ibu ya. Sampai nanti" ujar ibu sembari menutup telepon itu

" ada apa Kookie? Siapa yang menelepon? " tanya sandi penasaran

" ibu, dia meminta kita untuk menemuinya sehabis makan malam nanti " jawab Andre

" kenapa ibu tiba-tiba memanggil kita ya? " tanya sandi

" aku juga tidak tahu, tapi sepertinya ini sesuatu yang penting" jawab Andre

" aku juga tidak tahu, tapi sepertinya ini sesuatu yang penting" jawab Andre

" baiklah kalau begitu, aku akan mandi terlebih dahulu" ujar sandi sembari berlalu pergi ke kamar mandi

Kini Andre terus berpikir dan menerka-nerka hal apa yang akan dibicarakan ibu padanya dan sandi.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED