Sampul Novel Antara Dendam dan Penyesalan

Antara Dendam dan Penyesalan

8.0 / 10.0
Tiga tahun menikah, Selena harus menerima kenyataan bahwa Harvey tidak pernah mencintainya. Saat divonis kanker, suaminya justru menemani wanita lain. Memilih bercerai, Selena baru mengetahui bahwa pernikahan mereka hanyalah kedok balas dendam Harvey atas utang keluarganya. Kehancuran hidupnya kian lengkap saat sang ayah koma akibat kecelakaan. Hilang harapan, Selena melompat dari gedung untuk melunasi utang nyawa tersebut, meninggalkan Harvey yang kini didera penyesalan mendalam dan memohonnya kembali.
Ringkasan Antara Dendam dan Penyesalan
Tiga tahun menikah, Selena harus menerima kenyataan bahwa Harvey tidak pernah mencintainya. Saat divonis kanker, suaminya justru menemani wanita lain. Memilih bercerai, Selena baru mengetahui bahwa pernikahan mereka hanyalah kedok balas dendam Harvey atas utang keluarganya. Kehancuran hidupnya kian lengkap saat sang ayah koma akibat kecelakaan. Hilang harapan, Selena melompat dari gedung untuk melunasi utang nyawa tersebut, meninggalkan Harvey yang kini didera penyesalan mendalam dan memohonnya kembali.
Baca Selengkapnya

Antara Dendam dan Penyesalan Bab 1

Pada hari di mana Selena Bennett didiagnosis menderita kanker lambung, Harvey Irwin sedang menemani kekasihnya yang ingin melakukan tes kesehatan untuk putranya.

Di koridor rumah sakit, Lewis Martin yang memegang laporan biopsi berkata dengan wajah yang serius, "Selena, hasilnya sudah keluar, tumor ganas stadium 3A. Jika operasinya berhasil, persentase yang kamu miliki untuk bisa bertahan hidup selama 5 tahun mencapai 15-30%."

Jari-jari ramping Selena menarik tali bahu tasnya dengan erat. Dengan wajahnya yang agak pucat dan tampak serius itu, dia bertanya, "Kak, berapa lama aku bisa hidup tanpa operasi?"

"Setengah tahun hingga satu tahun, setiap orang berbeda-beda. Dalam kasusmu ini, lebih baik kamu melakukan dua tahap kemoterapi sebelum operasi, agar kamu dapat menghentikan risiko penyebaran dan metastasis."

Selena menggigit bibirnya dan berkata dengan ekspresi sedih, "Terima kasih."

"Untuk apa kamu harus berterima kasih padaku? Aku akan mengatur agar kamu dirawat di rumah sakit."

"Tidak perlu, aku tidak berniat melakukan pengobatan. Aku tidak akan sanggup bertahan."

Saat Lewis masih ingin mengatakan beberapa patah kata lagi, Selena dengan hormat membungkuk padanya sambil berkata, "Kak, tolong bantu aku merahasiakan hal ini, aku tidak ingin keluargaku khawatir."

Keluarga Bennett sudah bangkrut. Selena saja sampai bersusah payah menanggung biaya yang tinggi untuk ayahnya. Selena hanya akan menambah derita keluarganya jika sampai memberi tahu mereka tentang kondisinya.

Lewis dengan menghela napas dengan perasaan tak berdaya, lalu berkata, "Kamu tenang saja, aku akan menjaga rahasia ini dengan baik. Kudengar kamu sudah menikah, suamimu ... "

"Kak, tolong bantu jaga ayahku. Aku pergi dulu, masih ada urusan."

Selena sepertinya sangat enggan untuk membicarakan topik ini. Dia sudah berjalan pergi sebelum Lewis sempat bereaksi.

Lewis pun menggelengkan kepalanya. Bersadarkan rumor, Selena mengambil cuti dari studinya untuk menikah sebelum dia lulus dari universitas. Mantan mahasiswi jenius di sekolah kedokteran itu mengalami keadaan yang sangat terpuruk saat ini, kondisinya sangat menyedihkan.

Hanya Selena saja yang sibuk mengurusi perawatan ayahnya dalam dua tahun terakhir. Bahkan ketika penyakitnya sendiri kambuh, yang mengantarkannya ke rumah sakit adalah orang lain yang kebetulan melihat dirinya di jalan. Dari awal hingga saat ini tidak terlihat sosok suaminya.

Selena kembali mengingat kenangan di masa lalu. Harvey pernah bersikap tulus kepadanya di awal pernikahan mereka. Namun sayang sekali, semuanya berubah ketika kekasih Harvey pulang dari luar negeri dalam keadaan hamil. Pada saat yang bersamaan, Selena yang juga sedang hamil terjatuh ke dalam air bersama kekasih Harvey.

Di saat sedang meronta, Selena melihat Harvey mati-matian berenang ke arah Agatha Wilson. Agatha dan Selena yang sama-sama terguncang pun melahirkan secara prematur pada saat yang bersamaan. Karena Selena terlambat diselamatkan, anaknya meninggal di dalam perut ketika dia diantar ke rumah sakit.

Di hari ketujuh setelah kepergian anaknya, Harvey mengajukan gugatan cerai. Namun, Selena belum menyetujuinya.

Saat ini, setelah Selena mengetahui kondisi penyakitnya sendiri, dia merasa sudah tidak sanggup untuk bertahan lagi.

Dengan tangan yang gemetar, Selena menelepon Harvey. Setelah berdering tiga kali, suara Harvey yang berat dan dingin pun terdengar, "Selain untuk urusan perceraian, aku tidak ingin menemuimu."

Selena merasa sangat sedih, matanya terasa agak panas. Dia mengurungkan niatnya untuk memberitahukan kondisi penyakitnya pada Harvey. Suara Agatha tiba-tiba terdengar dari ponsel, "Harvey, bayi kita harus menjalani pemeriksaan."

Air mata yang dari tadi ditahan oleh Selena, akhirnya jatuh juga. Selain kehilangan anak, rumah tangganya juga hancur. Sedangkan Harvey malah membangun sebuah keluarga baru dengan orang lain. Sudah waktunya untuk mengakhiri semua ini.

Selena pun tidak lagi memohon dan memelas seperti dulu. Terdengar kata-katanya yang sayu, "Harvey, ayo kita bercerai."

Pria yang ada di ponsel itu terdiam sejenak, lalu terdengar tawa dingin. "Selena, trik apa lagi yang sedang kamu mainkan?" tanya Harvey.

Selena memejamkan mata dan berkata dengan tenang, "Harvey, aku akan menunggumu di rumah."

Setelah menutup telepon, saking lemasnya, Selena yang menyandarkan badannya di dinding sampai terjatuh. Air hujan yang deras di luar koridor pun masuk karena tertiup angin hingga membasahi tubuhnya. Dia mencengkeram ponsel dan menggigit lengan bajunya sembari menangis tanpa mengeluarkan suara.

Harvey tercengang begitu panggilan telepon itu tiba-tiba terputus. Selena melakukan perang dingin selama satu tahun dan enggan untuk bercerai. Kenapa hari ini dia tiba-tiba malah berubah pikiran?

Suara Selena terdengar agak terisak. Melihat hujan lebat yang turun di luar, Harvey pun segera melangkahkan kakinya meninggalkan ruang pemeriksaan.

"Harvey, mau ke mana kamu?" Agatha mengejarnya sambil menggendong anak mereka. Namun, yang terlihat hanyalah sosok Harvey yang berjalan semakin menjauh. Wajah yang hangat itu pun tiba-tiba berubah menjadi suram dan menakutkan.

"Dasar sialan, ternyata masih belum menyerah juga," ujar Harvey dalam hati.

Harvey sudah lama tidak menginjakkan kaki di kamar pernikahan mereka. Dia mengira Selena akan menyuguhkan satu meja penuh hidangan favoritnya dan menunggunya pulang. Namun, begitu dia tiba, vila itu terlihat kosong, kurang penerangan, dan terasa ada aura yang suram.

Malam di musim dingin selalu datang lebih cepat, baru pukul enam lewat saja di luar sana sudah tampak gelap.

Harvey melirik bunga yang layu di atas meja makan.

Dengan sifat yang dimilikinya, Selena tidak akan pernah membiarkan bunga layu seperti ini, dia pasti akan membuangnya. Jadi hanya ada satu kemungkinan, yaitu beberapa hari ini dia tidak ada di rumah, dia kemungkinan besar berada di rumah sakit.

Saat mendorong pintu dan berjalan masuk, Selena melihat seorang pria dengan postur tubuh yang tinggi sedang berdiri di samping meja dengan mengenakan setelan jas. Begitu pemilik wajah tampan yang sedingin es itu mengarahkan pandangannya pada Selena, terlihat kebencian yang luar biasa dari dalam bola matanya yang gelap itu.

Selena yang basah kuyup akibat berlari menerjang hujan lebat setelah turun dari bus, merasa tubuhnya gemetaran begitu melihat tatapan mata yang sangat dingin dari Harvey.

"Kamu pergi ke mana?" tanya Harvey dengan suara yang dingin.

Sepasang mata Selena yang biasanya cerah, saat ini terlihat sayu. Dia melihat ke arah Harvey sambil berkata dengan nada bicara yang datar, "Apakah kamu masih peduli dengan hidup dan matiku?"

Harvey mencibir dan berujar, "Aku khawatir tidak ada yang tanda tangan kalau kamu mati."

Kalimat itu terasa seperti ribuan duri yang menusuk dengan keras ke jantungnya. Selena berjalan ke dalam ruangan dalam kondisi basah kuyup. Dia tidak menangis, tidak juga membuat keributan. Selena dengan tenang mengeluarkan kantong dokumen berisikan surat perjanjian.

"Jangan khawatir, aku sudah membubuhkan tanda tangan."

Perjanjian hitam di atas putih itu diletakkan di atas meja makan. Harvey tidak pernah merasa bahwa kata "perceraian" yang tertera di kertas itu bisa begitu menyilaukan mata.

Selena hanya punya satu permintaan, yaitu uang 20 miliar rupiah sebagai kompensasi.

"Sudah kuduga, mana mungkin kamu mau bercerai? Ternyata itu demi uang."

Ekspresi mengejek dari Harvey memenuhi bola mata Selena. Jika sebelumnya Selena akan berusaha memberikan penjelasan, hari ini dia benar-benar sudah terlalu lelah.

Oleh karena itu, Selena hanya berdiri dengan tenang dan menjawab dengan lembut, "Pada dasarnya aku bisa saja mengambil setengah dari kekayaan Tuan Harvey, tapi aku hanya ingin 20 miliar rupiah saja. Bisa dibilang aku ini terlalu baik hati."

Harvey melangkah maju, sosoknya yang tinggi besar itu menutupi badan Selena. Jari-jarinya yang ramping mencengkeram dagu Selena, lalu dia berkata dengan suara yang dingin dan tegas, "Kamu memanggilku apa?"

"Jika Tuan Harvey tidak suka dipanggil seperti itu, aku juga tidak keberatan memanggilmu sebagai mantan suami. Kamu bisa pergi setelah membubuhkan tanda tangan."

Wajah wanita yang berwatak keras itu membuat Harvey merasa tidak senang. "Ini rumahku, apa kamu punya hak untuk memintaku pergi?" ujar Harvey.

Selena tersenyum sinis dan berkata, "Aku memang tidak punya hak. Tuan Harvey, jangan khawatir, aku akan pindah dari sini setelah mendapatkan akta cerai."

Setelah mengatakan hal itu, Selena menepis tangan Harvey. Matanya yang suram menatap lurus ke arah Harvey, lalu dia berkata dengan dingin, "Tuan Harvey, besok pagi jam sembilan, bawa surat cerai dan kartu keluarga. Kita akan bertemu di Kantor Catatan Sipil."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Antara Dendam dan Penyesalan

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya menghidupi kedua buah hati sendirian. Di masa sulit ini, Damar hadir. Sang ipar menaruh dendam akibat skandal masa lalu yang melibatkan rahasia saudara kembar Kayra. Sempat menolak mengakui darah daging dari relasi itu, Damar akhirnya luluh melihat kemiripan sang bayi. Akankah takdir baru bersama Damar ini menjadi akhir dari penderitaan panjang Kayra?
Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta matiku pada sang tunangan, Bima Wijoyo, berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang api di studio seni demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terbangun di masa lalu tepat sebelum rapat keluarga besar dimulai, aku membawa memori pahit tentang kobaran api itu. Kali ini, aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami di hadapan semua orang. Aku bersumpah tidak akan mati konyol untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali meminta cerai untuk ke-99 kalinya. Namun, Laurence Andrews justru menurunkannya di jalan demi menjawab telepon sang mantan, Rosalie Harris. Laurence terus meremehkan Josie dan yakin istrinya tidak akan berani pergi. Dia tidak sadar bahwa pengabaiannya kali ini telah melewati batas. Di sisi lain, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie agar segera menyelesaikan perceraiannya dan pergi meninggalkan negara ini untuk selamanya.
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan, punggungku hancur terbakar. Empat tahun aku merawatnya yang koma, tetapi saat terbangun, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan umum. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat diserang preman. Baginya, aku hanya beban. Di hari pernikahan, ia tega membuangku di jalan tol demi Stella. Akhirnya, aku memilih pergi meninggalkan semuanya menuju bandara.
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menebus adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari rela menjual kesuciannya pada Keyko Khayang Gumelar seharga 100 juta rupiah. Di tengah kemalangan itu, ia tanpa sengaja bertemu dengan duda tampan bernama Damian di supermarket. Kini, Daiva berada di persimpangan jalan ketika Keyko dan Damian sama-sama berjuang memenangkan hatinya. Siapa pria yang akan dipilih Daiva untuk menemani masa depannya dan melepaskannya dari bayang-bayang masa lalu?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED