Bab 1

Author hadir lagi dengan cerita baru.

Cerita ini merupakan kolab mini dengan Author nura0848.

Tokoh Alia ada di cerita author nura0848

Terimakasih atas kesempatan yg diberikan untuk memperoleh tokoh Alia di pakai di cerita saya kemungkinan cerita ini hanya di buat beberapa part saja.

Semoga kalian para reader suka

Selamat membaca 😉

💜💜💜

Alia hanya seorang gadis biasa yg memutuskan untuk menikah muda dengan kekasihnya yg merupakan teman kampusnya sendiri. Pernikahan yg awalnya Alia pikir akan menjadi pernikahan yg membahagiakan ternyata tidak sesuai dengan apa yg gadis itu pikirkan. Setelah menikah Alia dan suaminya masih tinggal di rumah orangtua Rizky dan di sanalah juga Alia merasakan begitu berat kehidupan pernikahannya dengan Rizky.

Mama Rizky, ibu mertuanya ternyata tidak terlalu menyukai Alia , semua apa yg di lakukan oleh Alia selalu salah di mata mertuanya itu. Tidak ada hari tanpa sindiran dan teguran yg di dapatkan oleh Alia apalagi suaminya Rizky bukan membelanya malah ikut menyalahkan dirinya.

Masalah Alia semakin bertambah ketika suaminya kepergok oleh dosennya sendiri pak Ronald ketika sedang berusaha untuk mengambil bahan skripsi dari dalam ruangan pak Ronald. Pria itu lalu malah mengancam Alia bila tidak ingin Rizky di keluarkan dari kampus Alia harus mau menjadi pemuas nafsu dosennya itu dan di mulai lah semua penderitaan Alia mulai saat itu.

Demi suaminya Alia rela mengorbankan harga dirinya. Tanpa setahu suaminya Rizky yg mengira bahwa Pak Ronald memaafkan dirinya ketika ketahuan sedang berusaha mengambil bahan skripsi di mulai affair Alia dengan dosennya itu. Semua di lakukan oleh Alia dengan terpaksa.

*******************************

Alia baru saja pulang dari kampus dengan badan yg begitu lelah. Setelah Melayani Ronald sampai puas baru dosennya itu membiarkan Alia pulang. Rasanya Alia sudah tidak tahan lagi dengan semua ini.

Alia baru saja masuk ke dalam rumah ketika terdengar suara mertuanya. "Jam segini baru pulang," kata mertua Alia keras.

"Maaf Bu tadi ada mata kuliah tambahan," sahut Alia pelan.

"Alah, alasan kamu saja. Rizky saja sudah pulang dari tadi. Dasar kamu malas. Ibu yakin kamu sengaja pulang telat agar tidak perlu berberes rumah," kata mertua Alia dengan sengitnya.

Alia hanya bisa menghela nafas berat. Selalu begini setiap bertemu dengan mertuanya. Selalu saja ada yg salah di mata Ibunya Rizky. Perempuan itu melihat pintu kamar terbuka dan suaminya Rizky keluar dari dalam kamar. Terlihat baru saja bangun tidur.

"Ada apa sih Bu ribut-ribut begitu ?" Tanya Rizky sambil masih mengucek matanya.

"Ini Alia istri kamu sudah pulang telat malah melawan ibu ketika ibu tegur," kata mertua Alia ketus.

"Bukan begitu Bu, Alia ada..."

"Tuh kan Rizky. Alia selalu membantah seperti ibu ngomong ."

"Lagian kalian sudah hampir satu tahun menikah tapi kenapa Alia belum juga hamil jangan-jangan mandul istri kamu Rizky. "

"Astagfirullah Bu jangan bilang begitu,"  sahut Alia sedih.

"Tapi itu kenyataan Alia, kalian sudah lama menikah kenapa kamu belum juga hamil," ucap mertua Alia ketus.

"Ibu bukan begitu , kami..

"Sudah cukup Alia jangan membantah Ibu lagi," ucap Rizky memutuskan perkataan Alia.

"Masuk kamu ke kamar," perintah Rizky tegas.

"Tapi Rizky , aku..."

"Masuk Alia.. !!

Alia dengan terpaksa melangkah masuk ke dalam kamar. Tetapi masih sempat gadis itu mendengar ucapan mertuanya yg menjelekkan dirinya dan lagi-lagi suaminya malah membela Ibunya.

Tanpa Alia sadari tetesan air mata mengalir di pipi mulus gadis itu. Selalu seperti ini. Padahal tanpa setahu suaminya Rizky , Alia sudah mati-matian menolong Rizky dengan merelakan dirinya menjadi pelampiasan nafsu Dosennya Ronald.

Setelah di dalam kamar, Alia segera membersihkan dirinya , membasuh sisa-sisa sperma yg masih melekat di selangkangannya akibat perbuatan Ronald. Gadis itu meringis menahan ngilu dan perih karena Ronald selalu melakukan tanpa foreplay dulu. Dosennya itu selalu melakukan tanpa memastikan Alia siap. Kembali air mata mengalir membasahi kedua pipinya. Kenapa Alia harus merasakan semua ini. Gadis itu menangis melepaskan semua beban yg terasa sesak di dadanya.

"Alia ngapain kamu lama-lama di dalam kamar mandi," teriak suami Alia  sambil mengetuk pintu kamar mandi dengan keras.

Alia tersentak buru-buru menghapus air matanya dan menyelesaikan mandi. Gadis itu lalu keluar dari dalam kamar mandi.

"Mandi saja lama, buruan bantuan Ibu menyiapkan makan malam," kata Rizky menyuruh Alia dengan keras.

"Iy... Iya.. " sahut Alia dan buru-buru langsung keluar dari dalam kamar tanpa sempat menyisir rambutnya lagi. Gadis itu hanya sempat mengambil jepitan rambut dan menjepit rambut basahnya.

Acara membantu mertuanya tidak luput dari sindiran dan cemoohan. Untung saja Bapak mertua Alia orangnya baik. Hanya beliau lah orang satu-satunya yg berusaha membela Alia dan menegur kelakuan istrinya.

Setelah selesai makan malam dan berberes dengan tubuh lelah Alia melangkah ke dalam kamar dan melihat Rizky suami sedang bersantai sambil sibuk dengan telepon seluler nya. Tampaknya suaminya itu sedang bermain game online melalui HP.

Alia lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan beberapa saat kemudian gadis itu keluar dan mendapati Rizky sedang berbaring santai. Dengan suara parau Rizky memanggil Alia. "Sini Alia."

Dengan pelan Alia mendekati Rizky setelah gadis itu berdiri di samping ranjang lengan Rizky langsung menarik lengan Alia sehingga gadis itu jatuh terjerembab ke dada Rizky dan suaminya langsung mencium bibir Alia dengan bernafsu.

"Kye jangan malam ini ," ucap Alia menolak keinginan suaminya yg dia tahu sedang bernafsu dan menginginkan dirinya. Sungguh Alia benar-benar lelah apalagi kewanitaannya masih terasa nyeri akibat perbuatan Ronald dosennya tadi siang di kampus.

"Aku mau Lia, jangan menolak suami, kamu ," sahut Rizky yg tanpa memperdulikan penolakan Alia  langsung melucuti pakaian istri dan sebentar saja Alia sudah telanjang di hadapan Rizky yg tanpa membuang waktu lagi melepaskan pakaiannya juga dan sebentar saja keduanya sudah bugil. Tanpa menunggu siap atau tidaknya Alia, sodokan kuat kejantanan Rizky berusaha masuk ke dalam kewanitaan Alia yg masih begitu kering karena wanita itu belum terangsang.

Rintihan kesakitan langsung terdengar dari mulut mungil Alia. "Pelan Kye , sakit."

"Tahan Lia pasti nanti enak ," ucap Rizky parau tanpa memperdulikan rintihan sakit istrinya. Malah pemuda itu semakin kuat menyodok penisnya masuk ke dalam vagina Alia. Dan tanpa menunggu lagi genjotan cepat dilakukan oleh Rizky.

Sebisa mungkin Alia menerima semua yg di lakukan Rizky. Alia mengigit bibirnya agar suara kesakitan tidak keluar darinya. Berusaha sebisa mungkin menerima kejantanan Rizky yg keluar masuk di dalam vaginanya. Dan sesaat kemudian erangan parau Rizky terdengar di ikuti sentakan tubuh pemuda itu menyemprotkan spermanya ke dalam vagina Alia. Lalu Rizky roboh di atas tubuh Alia setelah kepuasannya di dapat.

Alia menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong dan mata berkaca-kaca. Selalu seperti ini selama pernikahannya dengan Rizky. Pernikahan yg selalu di bilang indah oleh semua orang nyatanya bagi Alia hanya keindahan semu. Semuanya tidak seperti yg di bayangkan oleh Alia.

Rizky menarik keluar penisnya dari dalam vagina Alia lalu pemuda itu berbaring di samping Alia dengan senyum puas dan sebentar saja terdengar suara dengkuran halus pertanda Rizky tertidur. Alia beringsut turun dari kasur. Suara ringisan pelan terdengar dari mulut Alia. Dengan pelan gadis itu melangkah menuju ke kamar mandi. Sambil membersihkan sisa-sisa sperma Rizky yg melekat di kewanitaannya dan sela-sela pahanya.

Setelah berpakaian Alia kembali berbaring di atas kasur dan berbaring miring membelakangi Rizky yg telah tertidur lelap. Alia sudah tidak tahan dengan semuanya. Kehidupan pernikahannya seperti penjara yg membelenggu Alia. Kenikmatan bercinta yg selalu di bilang orang-orang tidak pernah di rasakan oleh Alia hanya kesakitan yg selalu di dapatkan oleh Alia apalagi Ibu mertuanya selalu membuat Alia salah. Di mata mertuanya apa yg di lakukan oleh Alia tidak pernah benar dan lagi masalah Rizky dengan Ronald membuat Alia yg harus merasakan penderitaan akibat kelakuan Ronald kepadanya.

Menghela napas berat. Alia berusaha untuk tidur dan melupakan beban yg terasa sesak di dadanya.

💜💜💜💜💜

Alia sudah bersiap untuk ke kampus. Setelah menyiapkan sarapan untuk Rizky dan mertuanya baru Alia bisa bersiap . Rasanya berat sekali bagi Alia untuk ke kampus apalagi harus bertemu dengan Ronald dosennya.

Setelah selesai sarapan Alia dan suaminya Rizky berboncengan dengan motor menuju kampus.

"Nanti kamu pulang sendiri saja ya. Aku ada acara dengan teman aku habis dari kampus ," kata Rizky langsung setelah mereka sampai di kampus mereka.

"Iya.. "sahut Alia singkat. Sambil melangkah menjauhi suami yg tidak memperdulikan Istrinya sendiri itu.

Sesampainya di koridor kampus Alia melihat kedua sahabatnya sedang duduk di kursi panjang mengobrol dengan santai. Menghela nafas panjang lalu Alia mendekati sahabatnya itu dan berusaha memasang wajah riang.

"Hei , Tari.. Hilda.. seru sekali kalian ngobrol nya," kata Alia riang.

"Baru datang Alia, kelihatan senang begitu ?" Tanya Tari.

"Iya.. , ada gosip apa nih ? Tanya Alia lagi.

"Tidak ada cuma ngobrol saja. Kemarin kamu ke mana sih Alia, aku cari in juga ," kata Hilda.

"Hmm.. itu .. " perkataan Alia terputus ketika suara teleponnya berbunyi, gadis itu melihat pesan yg terkirim dari seseorang yg langsung membuat Alia takut.

"Ada apa Li, kenapa wajah kamu pucat begitu ? Tanya Tari heran ketika sahabatnya itu setelah menerima pesan langsung wajah berubah seperti orang ketakutan.

"Eh, tidak apa-apa Tar, aku pergi dulu ya. Ada urusan sebentar," ucap Alia yg langsung berdiri dan meninggalkan kedua sahabatnya yg masih memandangi dirinya dengan kebingungan.

Rasanya langkah kaki Alia begitu berat ketika melangkah menuju ke ruangan yg terasa seperti ruangan penyiksaan bagi Alia.

Dengan pelan Alia mengetuk pintu tersebut ketika telah berada di depan ruangan yg begitu gadis itu takuti dan ketika suara yg menyuruhnya masuk terdengar. Dengan berat hati tangan Alia memegang gagang pintu dan memutarnya lalu gadis masuk ke dalam setelah menutup pintu.

Bagaimana menurut kalian ?

Alia benar-benar menyedihkan ya 😔.

To be continued

Bab 2

Ronald tersenyum lebar ketika melihat Alia mahasiswinya yang cantik masuk ke dalam ruangannya. Pria itu benar-benar ketagihan akan tubuh Alia setelah bisa menikmati tubuh Alia dengan sedikit ancaman membuat Ronald terus menerus menginginkan Alia, setiap ada kesempatan.

Ronald tidak menyangka bahwa Alia begitu melindungi suaminya Rizky. Suami Alia tertangkap tangan oleh Ronald sedang berusaha untuk mengambil skripsi untuk di jadikan bahan contekan . Pria itu menjadikan perbuatan Rizky sebagai ancaman bagi Alia dan semenjak kejadian itu, Alia menjadi tempat pelampiasan nafsu seksual Ronald.

"Bagus kamu sudah datang Alia. Bapak sudah kangen sekali dengan kamu," ucap Ronald sambil tersenyum mesum memperhatikan mahasiswinya itu berdiri diam di depan pintu yang telah tertutup rapat.

"Mendekatlah Alia," perintah Ronald.

Dengan langkah pelan Alia mendekati Ronald dosennya itu dengan jantung yang berdetak dengan kencang. Keringat dingin telah membasahi tubuh gadis itu. Alia tahu apa yang akan terjadi sebentar lagi dan gadis itu tidak akan pernah siap menghadapi semua itu. Ketakutan selalu di rasakan oleh Alia. Bahkan Alia masih bisa membayangkan rasa sakit di kewanitaannya ketika kejantanan Ronald memaksa masuk ke dalam vaginanya ketika dirinya belum siap.

Dengan santai Ronald telah bersandar di meja kerjanya dengan kedua tangannya terlipat di depan dada menatap Alia yg melangkah pelan menuju ke arahnya. Dan ketika gadis itu telah mendekat segera tangan Ronald menarik lengan Alia membuat gadis itu terjerembap jatuh ke pelukannya. Tangan Ronald dengan kasar langsung menggerayangi tubuh Alia, meremas payudara gadis itu dengan keras membuat Alia meringis kesakitan.

"Pak jangan... "ucap Alia memohon kepada Ronald agar tidak melanjutkan niatnya.

"Ingat Alia apa yang dilakukan oleh Rizky dan bila kamu mau suami kamu tidak di DO dari kampus ini , kamu harus mengikuti kemauan Bapak," sahut Ronald mengancam.

Mendengar ucapan Ronald akhirnya membuat Alia berdiam. Kembali lagi gadis itu harus merasakan pelecehan oleh dosennya sendiri. Gadis itu hanya diam dan pasrah ketika dengan nakalnya tangan Ronald sudah mulai membukakan kemeja kotak-kotak yang di kenakan oleh Alia.

Mata Alia terpejam. Gadis itu berusaha menahan dirinya untuk tidak mendorong tubuh Ronald yg sedang memeluk tubuhnya sambil menciumi leher jenjang gadis itu. Tetesan air mata telah jatuh di sudut mata Alia. Tubuh bagian atas Alia sudah terbuka memperlihatkan kedua payudara yang masih tertutup bra berwarna hitam. Dan sebentar saja penutup dada itu telah terbuka dan kedua bulatan montok Alia terpampang di depan mata Ronald.

Senyuman mesum menghiasi wajah Ronald dan pria itu langsung menciumi kedua payudara Alia yang indah. Suara cecapan Ronald terdengar di telinga Alia dan semakin membuat gadis itu bersedih.

Bahkan tangan Ronald sudah menyelusup masuk ke dalam celana jeans yang di kenakan oleh Alia. Suara rintihan sakit terdengar dari mulut Alia ketika dengan kasar Ronald menggigit puting payudara Alia.

Dan ketika Ronald baru akan membuka celana jeans yang di kenakan oleh Alia. Tiba-tiba pintu ruang kerja Ronald terbuka dengan lebar membuat kedua insan beda jenis itu tersentak terkejut. Alia segera bersimpuh di lantai sambil berusaha untuk menutupi dadanya yang terbuka sedangkan Ronald menoleh ke arah belakang dengan wajah tegang.

"Apa yang kalian lakukan," sentak suara serak dengan keras.

Rupanya Jamal dosen yang terkenal tegas sedang berdiri di depan pintu ruang kerja Ronald. Pria itu menatap dengan tajam ke arah Ronald. Sebagai pria, Jamal tahu apa yang sedang terjadi di dalam ruangan Ronald melihat mahasiswi yang duduk di lantai sambil menangis tahu lah pria itu adanya paksaan.

Jamal sesaat terkejut ketika mengetahui bahwa mahasiswi yang sedang terduduk di lantai itu adalah Alia mahasiswi yang terkenal pintar dan pendiam dan setahu Jamal , Alia juga sudah menikah bagaimana mungkin Alia bisa terjebak dengan Ronald dosen yang terkenal akan sikapnya yang mesum.

"Bukan urusan Anda, pak Jamal," sahut Ronald keras. "Keluar dari ruangan saya ," perintah Ronald.

Alia masih tertunduk malu dengan air mata telah deras mengalir di pipinya. Gadis itu hanya bisa menangis. Semuanya sudah hancur bagi gadis itu. Perbuatan Ronald terhadap dirinya telah di ketahui oleh pak Jamal. Dosen yang terkenal tegas dan mentaati peraturan.

Bila semua kejadian ini dilaporkan oleh Jamal ke rektor dan pihak kampus. Alia tidak tahu apa lagi yang harus Alia lakukan. Semuanya sudah hancur.

"Ini jadi urusan saya ketika kalian melakukan perbuatan tidak senonoh di kampus ini ," ucap Jamal keras.

"Tidak usah munafik Pak Jamal, saya juga tahu kalau Anda juga melakukan hal seperti ini," kata Ronald sinis.

Mendengar perkataan Ronald membuat Jamal tegang sesaat tetapi pria itu berusaha mengendalikan emosinya. Lalu dengan dingin Jamal berkata. "Mungkin saya tidak beda jauh dengan Pak Ronald tetapi saya tidak pernah memaksakan kehendak saya, dari yang saya lihat sepertinya mahasiswi anda tidak menginginkan hal ini, berarti Anda memaksa dan itu bisa saya laporkan."

"Alia segera rapikan pakaian kamu ,"perintah Jamal kepada Alia yan25g masih menangis sambil terduduk di lantai.

Mendengar perkataan Jamal membuat Alia segera merapikan kembali pakaiannya sementara Ronald hanya bisa diam karena pria itu juga sadar posisinya sekarang di pihak yg bersalah. Pria itu tidak mau Jamal rekan kerjanya itu melaporkan apa yg telah di lakukan olehnya terhadap mahasiswi itu kepada pihak kampus.

"Ronald , saya akan menutup mulut saya dan anggap kejadian ini tidak pernah terjadi tetapi saya juga tidak mau kejadian ini terulang kembali," kata Jamal dengan tegas.

"Ayo Alia , ikut saya ," perintah Jamal.

Alia bergegas bangkit dari posisinya bersimpuh dan melangkah ke arah Jamal dosennya. Gadis itu masih tertunduk ketakutan. Entah apa yg akan terjadi pada dirinya setelah Jamal melihat apa yg telah dilakukan oleh Ronald terhadap dirinya.

Jamal meninggalkan ruangan Ronald di ikuti oleh Alia. Pintu ruang kerja Ronald tertutup dengan suara berdentam kencang.

"Sialan," teriak Ronald marah. Pria itu begitu kesal perbuatannya di lihat oleh Jamal. Tetapi pria itu juga tidak bisa berbuat apa-apa karena semua sudah terjadi. Hilang sudah kenikmatan yg bisa di dapatnya oleh Alia bisa kejadiannya sudah seperti ini. Ronald juga tidak mungkin bertindak gegabah dengan kembali mengancam Alia karena bisa-bisa nanti Alia melaporkannya kepada Jamal.

"SIALAN JAMAL !!" Teriak Ronald kesal.

💜💜💜

Alia sudah berada di ruang kerja Jamal. Gadis itu sedang tertunduk ketakutan di bawah tatapan mata Jamal yg begitu tajam. Pikiran Alia penuh dengan ketakutan-ketakutan tentang apa yg akan di lakukan oleh Jamal. Apalagi sedari tadi dosen yg terkenal keras terhadap mahasiswa itu hanya diam menatap Alia tanpa berkata apa-apa.

"Cerita apa yg telah terjadi kepada saya ," perintah Jamal dengan nada tegas tanpa bisa di bantah.

Alia mengangkat kepalanya dan menatap Jamal dengan tatapan penuh kesedihan dan ketakutan dan mata berkaca-kaca.

Jamal memperhatikan mahasiswinya itu. Pria itu sedikit kasihan melihat keadaan Alia. Entah masalah apa yg terjadi antara Alia dengan Ronald sehingga Alia mau saja di lecehkan oleh Ronald padahal setahu Jamal mahasiswi itu sudah menikah dengan teman sesama mahasiswa.

Pria itu mengakui Alia gadis yg manis dengan tubuh ramping bahkan cenderung agak kurus walaupun Jamal masih bisa melihat tonjolan di dada Alia yg terlihat besar tidak sesuai dengan tubuhnya yg ramping.

Hembusan nafas panjang terdengar dari mulut Jamal. "Kalau kamu tidak bisa menceritakan masalah antara kamu dengan Pak Ronald, saya bisa mengerti tetapi tolong bila nanti pak Ronald melakukan tindakan seperti tadi lagi, kamu laporan kepada saya ya Alia," kata Jamal dengan lembut.

Gadis manis itu tertegun mendengar semua perkataan dosennya itu. Alia tidak menyangka Jamal begitu perhatian terhadap dirinya padahal tadi sempat pikiran buruk melintas di kepala Alia. Gadis itu sempat mengira Jamal akan mengambil kesempatan setelah melihat apa yg di lakukan oleh Ronald kepadanya tetapi ternyata dosennya itu bertindak sebaliknya membuat Alia sampai tidak bisa berkata-kata lagi.

"Terima kasih Pak," sahut Alia pelan sambil menangis terharu.

"Tolong Alia jangan menangis lagi. Bapak tahu masalah kamu tidak bisa di sepelekan tetapi bapak juga tidak bisa bertindak gegabah karena semua ini menyangkut kampus dan diri kamu sendiri. Kamu bisa mengertikan," jelas Jamal lagi.

"Iya pak , saya mengerti karena saya juga tidak mau sampai suami saya tahu, "ucap Alia pelan.

"Ini nomor telepon saya bila nanti Ronald masih menganggu kamu, tolong kamu telepon saya," kata Jamal. Pria itu menyodorkan kartu namanya ke hadapan Alia.

Alia mengambil kartu nama Jamal yang di letakkan oleh pria itu di atas meja kerjanya. Gadis itu lalu melihat dan menyimpan kartu itu dengan hati-hati di dalam tasnya. "Sekali lagi terima kasih Pak " kata Alia pelan.

"Tidak perlu terus-terusan bersikap begitu Alia. Kamu mahasiswi saya dan sudah seharusnya saya membantu kamu," sahut Jamal tenang.

Alia menatap dosennya Jamal dengan pandangan penuh rasa terima kasih. Gadis itu tidak menyangka bahwa dosen yang terkenal killer itu ternyata adalah pria yang baik. Sedangkan Jamal yg juga sedang menatap Alia merasa gadis di depannya ini gadis yang manis. Tetapi dari sorot mata Alia terlihat begitu banyak beban dan masalah yang di tanggung oleh gadis itu.

Setelah cukup lama saling bertatapan. Alia yang terlebih dahulu menyadari apa yang telah dilakukan oleh dirinya dengan sikap canggung. Alia lalu berdiri dan sekali berterima kasih sebelum izin keluar dari ruangan Dosen Jamal.

Jamal masih menatap pintu yang telah tertutup di depan matanya. Pria itu ingin sekali tahu apa masalah yang sedang di hadapi oleh Alia mahasiswinya itu. Entah kenapa tiba-tiba ada rasa berbeda yg di rasakan Jamal terhadapnya gadis itu tapi pria itu sadar kalau Alia sudah menjadi istri orang. Jamal juga sadar dirinya bukan pria yang baik apalagi kalau di bandingkan dengan Ronald , dirinya tidak beda jauh dengan rekannya sesama dosen itu karena Jamal juga mempunyai hubungan intim dengan mahasiswinya sendiri tetapi yang membedakan dirinya dengan Ronald hanya Jamal tidak pernah memaksakan kehendaknya terhadap mahasiswinya itu. Apa yang mereka lakukan di lakukan atas dasar suka sama suka.

Jamal menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya lalu memutuskan untuk segera bersiap memberikan perkuliahan. Pria itu hanya berharap Ronald mendengarkan perkataan dirinya tadi dan Alia tidak lagi mendapatkan pelecehan. Semoga semuanya baik-baik saja.

Adakah para reader yang terkejut ketika melihat Jamal muncul sebagai Dewa penolong Alia ? 😁

Kalo ada yang belum tahu siapa Jamal. Silakan baca cerita saya yang berjudul Gairah

To be continued..

Bab 3

Alia melangkahkan kakinya lebih ringan. Sudah lebih dari seminggu dosennya Ronald tidak pernah menganggu dirinya lagi. Rupanya setelah kejadian mereka terpergok oleh Jamal. Ronald tidak berani berbuat macam-macam kepada Alia lagi dan itu membuat Alia merasa lega.

Setelah kejadian itu hubungan Alia dengan Jamal dosennya malah menjadi lebih dekat setelah Alia mengirim pesan  mengucapkan terima kasih atas pertolongan Jamal waktu itu. Setelah pesan pertama Alia itu, malah membuat mereka jadi sering bertukar pesan walaupun terkadang hanya sekadar pesan ringan tanpa ada arti. Entah kenapa Alia merasa kalau sehari saja tidak mendapatkan kiriman pesan dari Jamal serasa ada yang hilang bagi wanita itu.

Seperti hari ini. Alia merasakan begitu sakit hatinya ketika kembali mertuanya menyindir Alia karena kembali gagal hamil karena kedapatan membuang pembalut di tempat sampah. Rasanya Alia ingin menceritakan hal sebenarnya bahwa Rizky anaknya sendiri yang tidak mau mempunyai anak dulu sehingga menyuruh Alia mengenakan pengaman ketika mereka berhubungan intim.

Dengan perasaan sedih dan kecewa entah kenapa Alia ingin rasanya bertukar pesan dengan Jamal dosennya. Wanita itu masuk ke dalam kamar dan segera di ambilnya telepon seluler miliknya dan mencari kontak Jamal untuk mengirim pesan.

Alia..

Pagi Pak Jamal. Jangan lupa sarapan ya Pak

Pesan yang di kirim Alia terkesan seperti seorang pacar kepada kekasihnya tetapi itulah yg sering terjadi antara Alia dengan Jamal dosennya itu. Hanya sekadar pesan-pesan singkat yg entah kenapa malah membuat mereka berdua semakin menjadi dekat.

Pintu kamar mandi terbuka keluarlah Jamal yang baru saja selesai mandi. Pria itu hari ini tidak ada jadwal mengajar menjadikan Jamal bangun agak siang. Masih mengenakan handuk pria itu mengambil HP nya ketika mendengar ada suara pesan di terima. Pria itu tersenyum ketika mendapati ada pesan yang dikirim oleh Alia mahasiswinya.

Semenjak kejadian Jamal menolong Alia dari pelecehan yang di lakukan oleh Ronald hubungan Jamal semakin dekat dengan Alia dan pria itu merasa ada sesuatu yang berbeda dirasakan oleh dirinya walaupun ia berusaha menepis semuanya karena sadar Alia sudah mempunyai suami tetapi Jamal juga merasa Alia seperti tidak keberatan dengan kedekatan mereka.

Dan entah kenapa hari ini Jamal seperti sudah tidak bisa menahan perasaannya lagi apalagi setelah membaca pesan yang di kirim oleh Alia kepada dirinya. Bergegas Jamal membalas pesan Alia.

Jamal..

Pagi Alia, saya baru saja selesai mandi. Terimakasih sudah mengingatkan saya untuk sarapan.

Jamal..

Alia hari ini ada kuliah ?

Tidak butuh waktu lama pesan tersebut bercentang biru dan tanda Alia sedang menuliskan balasannya. Jamal seperti remaja saja karena merasa begitu tidak sabar membaca balasan yang di kirimkan oleh Alia dan ketika bunyi tanda pesan masuk segera saja Jamal membuka pesan yang di kirimkan oleh Alia.

Alia..

Alia cuma ada jadwal ketemuan sama dosen pembimbing terus itu pulang

Jamal tersenyum menerima balasan pesan dari Alia dan dengan cepat pria itu mengirimkan pesan kepada Alia kembali.

Alia..

Mau tidak kalau nanti setelah ketemu dengan dosen , saya jemput kamu terus kita pergi makan. Ada yg mau saya bicarakan dengan kamu.

Pesan yang di kirimkan oleh Jamal masih bertanda abu-abu yg berarti wanita itu belum membacanya. Mata Jamal tidak berhenti melihat ke arah HP nya dan ketika tanda itu masih saja belum berubah menjadi biru membuat pria itu sedikit galau.

Sambil menghela napas pelan. Jamal lalu berniat untuk memakai pakaian. Pria itu mengambil pakaian di dalam lemarinya setelah hampir selesai berpakaian, kembali terdengar suara pesan masuk membuat Jamal melupakan niatnya untuk mengancingkan kemejanya dan segera mengambil HP.

Alia..

Boleh pak , di mana mau ketemunya ?

Jamal tersenyum senang karena ternyata Alia tidak menolak ajakannya dengan segera Jamal mengetikkan pesan.

Jamal..

Biar saya jemput Alia di kampus. Tunggu saya di halte bus di dekat kampus

Alia..

Iya deh kalau begitu. Sampai ketemu nanti

Tak henti-hentinya Jamal tersenyum senang. Rasanya pria itu sudah tidak sabar menunggu waktu untuk menjemput Alia. Pria yg terkenal berwibawa dan keras terhadap mahasiswa itu mendadak menjadi seperti remaja cowok yg baru mengenal perempuan. Tetapi Jamal langsung mengingat bahwa Alia sudah menjadi istri orang. Secepat Jamal mengingat tentang Alia istri orang,  secepat itu juga Jamal langsung melupakannya karena merasa Alia juga tidak keberatan selama ini membalas pesan dari dirinya bahkan terkadang gadis itu yang lebih sering mengirim pesan duluan berarti Alia mahasiswinya itu juga menyukainya. Terlalu banyak pikiran yg menghinggapi Jamal dan pria itu sudah tidak sabar untuk bertemu Alia untuk mengetahui apa perasaan wanita itu sama seperti perasaan yg Jamal rasakan.

Suasana hati Alia terlihat begitu senang hari ini apalagi karena nanti siang dirinya bisa bertemu dengan Jamal dosennya sendiri. Wanita itu merasa seperti jatuh cinta lagi walaupun dia juga sadar dirinya sudah bersuami tetapi Alia merasa nyaman untuk bercerita dengan Jamal.

Setelah selesai bimbingan skripsi Alia bermaksud untuk segera mengirimkan pesan kepada Jamal karena ternyata bimbingan skripsinya lebih cepat dari yang di kiranya. Langkah kaki Alia yg berniat untuk keluar dari ruangan dosen sedikit tersendat ketika melewati pintu ruang kerja Ronald. Semenjak kejadian waktu itu. Ronald tidak pernah lagi menganggu Alia entah apa yang telah di katakan Jamal kepada Ronald , awalnya Alia takut Ronald melaporkan perihal masalah Rizky ke pihak kampus tetapi itu juga tidak dilakukan oleh Ronald karena Rizky suaminya juga lancar-lancar saja menyusun skripsi untuk kelulusannya.

Alia merasa lega sekali karena Jamal menolongnya waktu itu hingga membuatnya bisa terlepas dari ancaman Ronald dan akhirnya malah membuat Alia menjadi dekat dengan Jamal.

Ketika hampir melewati pintu ruang kerja Ronald. Wanita itu sepertinya mendengar suara-suara aneh dari dalam ruangan tersebut. Banyak pikiran buruk yg hinggap di kepala Alia. "Apa mungkin ada gadis lain lagi yang terjebak bersama Ronald?"

Alia tidak mau apa yang di alami dirinya terjadi dengan gadis lain. Cukup dirinya saja yg merasakan keganasan Ronald dan pelecehan dari Dosennya itu. Dengan takut-takut Alia berusaha menghampiri pintu ruang kerja Ronald. Telapak tangannya sudah berkeringat. Wanita itu menoleh mengedarkan pandangannya ke ruangan luas itu dan ternyata begitu sepi karena kebanyakan dosen lagi memberikan mata kuliah.

Dengan memberanikan diri Alia nekat untuk melakukannya sendiri. Tangannya telah berada di gagang pintu. Lalu dengan cepat Alia memutar gagang pintu dan membukanya. Betapa terkejutnya wanita itu ketika melihat siapa yang berada di dalam ruangan tersebut.

"Apa yang kamu perbuat pada sahabat aku" teriak Alia yang menghentikan aktivitas yang sedang terjadi di dalam ruangan itu.

Alia berdiri di depan pintu dengan wajah merah menahan emosi. Gadis itu tidak menyangka sahabat baiknya Tari yang berada di dalam ruang kerja Ronald sedangkan Tari terlihat sama-sama terkejut juga, gadis itu langsung merapikan pakaiannya dan bergegas keluar dari ruang kerja Ronald.

"Saya tidak tahu apa ancaman Bapak kepada Tari tetapi saya akan laporkan ini kepada pihak kampus," kata Alia dengan berani lalu keluar dari ruang kerja Ronald bermaksud untuk mengejar Tari sahabat baiknya.

Setelah berada di luar Alia segera mencari Tari , wanita itu bermaksud untuk meminta penjelasan tentang apa yg baru saja di lihatnya. Dan untung saja Tari juga terlihat sedang menunggu dirinya tidak jauh dari ruangan dosen.

"Apa yang telah terjadi Tari ? Tanya Alia langsung ketika sudah mendekati sahabatnya itu.

"Tidak ada apa-apa," jawab Tari yang masih berusaha menghindar.

"Tapi aku tadi melihat Pak Ronald bermaksud melecehkan dirimu."

"Tolong jangan menanyakan hal itu. Terima kasih tadi kamu sudah menolong aku," sahut Tari yang masih tidak mau menjelaskan semuanya.

Alia hanya bisa menghela napas. Wanita itu juga tidak bisa memaksa bila sahabatnya itu tidak mau menceritakan tentang apa yang sedang terjadi antara dirinya dan Ronald.

"Tari lebih baik kita laporkan masalah ini dengan pihak kampus agar kejadian tadi tidak di alami lagi oleh mahasiswi yang lainnya," Saran Alia. Wanita itu merasa Ronald pria yang berbahaya karena mengunakan kedudukannya untuk memperoleh apa yang di inginkan pria itu.

Tari akhirnya mengikuti saran dari sahabatnya. Kedua sahabat itu akhirnya memutuskan untuk melaporkan apa yang terjadi pada pihak kampus dan menyerahkan semua keputusan kepada mereka.

Hmm... Tanda-tanda Alia bermain hati nih 🤔

Gimana menurut kalian ??

To be continued...

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab

Alia

Bab 1
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED