Sampul Novel Aku Menunggumu, Cintaku

Aku Menunggumu, Cintaku

8.9 / 10.0
Natalia memilih pergi saat hamil setelah gagal mencairkan hati Kenzo yang dingin. Kepergiannya tanpa bekas membuat Kenzo frustrasi hingga nekat mengekspansi bisnisnya ke tingkat global demi melacak keberadaannya. Pencarian sia-sia itu nyaris merusak kewarasan Kenzo hingga mengacaukan kota. Bertahun-tahun kemudian, Natalia muncul lagi sebagai perempuan berkuasa dan kaya. Namun, takdir menyeretnya kembali ke dalam pusaran emosi bersama Kenzo yang masih terus mengejarnya.
Ringkasan Aku Menunggumu, Cintaku
Natalia memilih pergi saat hamil setelah gagal mencairkan hati Kenzo yang dingin. Kepergiannya tanpa bekas membuat Kenzo frustrasi hingga nekat mengekspansi bisnisnya ke tingkat global demi melacak keberadaannya. Pencarian sia-sia itu nyaris merusak kewarasan Kenzo hingga mengacaukan kota. Bertahun-tahun kemudian, Natalia muncul lagi sebagai perempuan berkuasa dan kaya. Namun, takdir menyeretnya kembali ke dalam pusaran emosi bersama Kenzo yang masih terus mengejarnya.
Baca Selengkapnya

Aku Menunggumu, Cintaku Bab 1

Malam setelah perpisahan yang panjang dipenuhi dengan gairah yang tak terkendali.

Setelah beberapa kali kehilangan kesadaran saat bercinta, Natalia Subandi akhirnya menyadari suara air mengalir di kamar mandi.

Sambil bersandar pada bantal, dia merasa benar-benar terkuras tenaganya, tetapi saat pria itu melangkah keluar, dia mengumpulkan semua tenaganya yang tersisa dan menegakkan tubuh.

Kenzo Hermansyah muncul tanpa baju, tetesan air masih mengalir dari rambutnya yang basah. Kulitnya, luar biasa halus untuk seorang pria, tampaknya memancarkan daya tarik yang hampir memukau yang mustahil untuk diabaikan.

Dia meraih sebuah map, menaruhnya di atas nakas, dan menyodorkannya ke arahnya.

"Kontrak berakhir."

Perkataannya bagaikan embusan angin dingin, membuatnya terpaku di tempatnya.

Pandangan Natalia tertuju pada judul tebal—Perjanjian Menafkahi—yang tercetak di dokumen itu. Getaran menjalar ke seluruh tubuhnya saat dia berusaha menjaga nada bicaranya tetap tenang.

"Masih ada tiga bulan lagi. "Tidak bisakah kamu menunggu sedikit lebih lama?"

Dia selalu tahu hari ini akan tiba. Setelah bertahun-tahun berada di sisinya, itu tidak dapat dihindari. Namun, dia masih berpegang teguh pada harapan—sedikit waktu lagi, sedikit waktu lagi—untuk tetap bersamanya.

Setidaknya tidak sekarang, ketika dia baru saja diberitahu bahwa dia hanya punya waktu enam bulan lagi.

Keheningan yang hebat di antara mereka memberinya jawaban yang paling jelas dan menghancurkan.

"Itu hanya candaan." Natalia mengangkat bahu dengan santai, mencoba berpura-pura tidak terpengaruh. "Sejujurnya, aku sudah bermaksud mengakhiri ini sejak lama. Keluargaku mendesakku untuk berumah tangga, dan mereka telah mengatur kencan buta untuk minggu depan. Aku sebenarnya bertanya-tanya bagaimana cara menyampaikannya kepadamu."

Dia memaksakan diri untuk tertawa, seolah-olah situasi itu tidak lebih dari masalah sepele.

Kenzo, yang tengah mengeringkan rambutnya, berhenti sejenak, matanya yang gelap melirik ke arahnya. "Kamu akan pergi kencan buta?"

Natalia mengangguk, ekspresinya memberikan kesan bahwa itu adalah hal yang paling wajar di dunia. "Lagi pula, aku tidak bisa bersamamu selamanya. Aku perlu berumah tangga."

Mengingat kondisi kesehatannya yang rapuh, memimpikan masa depan bersamanya adalah sesuatu yang mustahil. Yang diinginkannya hanyalah pergi tanpa membuat keributan.

Mata Kenzo menjadi gelap. Merasa kesal, dia melempar handuknya ke samping, buru-buru mengenakan pakaiannya, dan tidak mengeringkan rambutnya yang masih basah.

"Dhika akan mengurus sisanya."

Suaranya tidak menunjukkan kehangatan, memperlakukannya tidak lagi seperti pasangan, tetapi lebih seperti objek yang sudah tidak diminatinya lagi.

Rasa sakit yang tajam menusuk dadanya. Pada saat itu juga, semua pikiran yang masih tertahan di benaknya sirna. Dia tidak lagi memendam ilusi apa pun.

Pandangan Kenzo tertuju pada blus robek di lantai, menyadari bahwa itu tidak dapat diperbaiki. Setelah jeda sejenak, dia berbicara lagi. "Menginaplah di sini malam ini. Dhika akan membawakan pakaian bersih besok pagi."

Natalia memaksakan senyum dan berkata, "Jangan lupa ingatkan dia untuk membawa pil KB."

Tangan Kenzo berhenti sejenak saat dia menyesuaikan arlojinya. Tanpa menoleh ke belakang, dia berbalik untuk pergi. "Tidak bisakah kamu katakan sendiri padanya?"

Senyum yang dipaksakan di wajah Natalia menegang sebelum perlahan memudar.

Keesokan paginya, tepat pukul sepuluh, Dhika Wibowo, asisten Kenzo, muncul di pintu seperti yang diharapkan.

Dia menyerahkan secangkir air hangat beserta pil yang dikenalnya.

"Terima kasih atas kerja samanya, Nona Natalia."

Selama tiga tahun, dia meminum pil ini saat bersama Kenzo. Setiap kali, Dhika-lah yang mengantarkannya—selalu dengan ekspresi sopan dan cuek yang sama, memastikan dia menelannya.

Natalia menatap pil di telapak tangannya, rasa dingin yang meresahkan menjalar ke seluruh nadinya.

"Aku membawakan air hangat untukmu. Minumlah sebelum dingin," ucap Dhika, nada bicaranya tampak penuh perhatian, tetapi Natalia tahu pria itu mewaspadainya.

Dhika hanya memastikan dia tidak akan hamil anak Kenzo.

Natalia tersenyum tipis, menelan pil itu, dan meneguk air perlahan sebelum mengembalikan gelas kosong itu.

"Terima kasih, tapi aku lebih suka yang pakai es."

Tanpa merasa terganggu, Dhika mengeluarkan setumpuk dokumen dan mulai menatanya satu per satu.

"Sebuah vila di Kediaman Aroma Laut, sebuah penthouse di Menara Mekar, sebuah suite di Kediaman Sungai Awan ...."

Selagi dia terus membuat daftar properti, pikiran Natalia mengembara.

Dia pertama kali mengunjungi Kediaman Aroma Laut dua tahun lalu pada hari ulang tahunnya. Malam itu, dia dengan santai bercerita kepada Kenzo bahwa dia belum pernah melihat laut sebelumnya.

Meskipun baru saja kembali dari perjalanan ke Ures, pria itu berkendara selama berjam-jam untuk membawanya ke pantai, hanya agar dia bisa menyaksikan bintang-bintang berkelap-kelip di atas ombak.

Dia masih ingat angin sepoi-sepoi yang asin, deburan ombak yang berirama, bagaimana rambutnya kusut dengan butiran pasir—yang terutama, dia ingat suara Kenzo, yang membisikkan namanya berulang-ulang.

Malam itu adalah malam ulang tahun yang paling tak terlupakan dalam hidupnya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Aku Menunggumu, Cintaku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan nyawa demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menentang perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia yang diatur orang tua. Di tengah konflik perasaan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, selalu dikecewakan oleh ibunya sendiri. Harapannya untuk bahagia sirna setelah menikah dengan Ardan Mahendra yang kaya raya. Alih-alih diterima, keluarga Ardan justru merendahkan fisiknya. Penderitaan Jasmine memuncak ketika Anindya, mantan kekasih suaminya, datang membongkar kepalsuan pernikahan mereka. Saat Jasmine menuntut cerai demi harga dirinya, Ardan menolak keras dan mengancam tidak akan membiarkannya pergi.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berumur dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan bermain gawai meski otaknya sangat licik. Tabiat buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad merombak total kepribadian putranya. Ia pun memilih cara ekstrem dengan mengubah wujud fisik Sota. Akankah rencana drastis sang ibu berhasil mengubah jati diri Sota melalui transformasi tubuh tersebut?
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
9.3
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi demi menolong Zoey, membuat nenek Cherish syok hingga meninggal dunia tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey. Merasa dikhianati, Cherish tegas mengakhiri hubungan mereka. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dan bersedia memberikan apa saja, bahkan nyawanya, demi mendapatkan kembali cinta Cherish yang telah pergi.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Perpisahan yang terjadi menyisakan penyesalan mendalam dan duka yang tak bisa diubah oleh air mata. Kehadiranmu dahulu telah memberi warna, mengajarkan arti kesetiaan, serta pengorbanan tulus. Walau mengenalmu membawa kesedihan dan rasa sakit, bersamamu pula kebahagiaan sejati berhasil kutemukan. Kini, saat kesadaran terlambat itu datang, andai saja waktu dapat diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik berharga bersamamu.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
Pelajar muda bernama Lea dikejutkan oleh tawaran gila dari bos mafia, El Zibrano Elemanus. El bersedia memberikan kekayaan melimpah asalkan Lea mau menyusui putranya. Tentu saja Lea menolak mentah-mentah karena merasa permintaan itu sangat tidak masuk akal. Namun, sang mafia tidak mengenal kata menyerah dan siap memakai caranya sendiri. Kini, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam harga diri serta masa depannya akibat ambisi El.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED