Tiba saat sangmin dan Mr Park menyalami Pengantin..
Dimulai dengan menyalami pak Thoriq yang juga berdiri diatas disamping Bu Yuni..
Lalu sangmin menyalami Bagus dan memeluk nya juga menyalami Bagas dan memeluk nya .. pelukan tanpa kata.
Ayu melihat Sangmin.
Alfons menggenggam jemari Ayu sambil tersenyum...
" Ibu..." Ucap Sangmin lalu mencium tangan Bu Yuni dan memeluknya..
" Maafkan saya Bu... Saya turut bahagia untuk Ayu..." Ucap sangmin... Bu Yuni mengangguk dan tersenyum
" Terimakasih nak Sangmin..." Jawab Bu Yuni
Sangmin melangkah dengan berat sampai juga dihadapan Ayu.
" Selamat ya... Hope you happy wedding... Happy forever.. dan mengizinkan aku mengunjungi Putri..." Ucap Sangmin..
Ayu tersenyum dan mengangguk...tanpa berkata apapun...
" Terimakasih sudah berkenan datang..." Ujar Alfons saat disalami sangmin,,
Rombongan staff karaoke terlihat menatap kasian pada Sangmin yang berjalan turun dari pelaminan dengan kepala tertunduk.
Alfons mengajak Ayu turun dari panggung pelaminan untuk menyapa para undangan...
Tuan lawendatu terlihat berbicara dengan beberapa Mentri yang hadir. Banyak tokoh politik yang datang dan berbicara dengan tuan lawendatu.
Group Maxwell semakin berkembang pesat sejak dipimpin Alfons lebih banyak bermain di luar negeri.
" Brow...." Alfons meninju Robby yang datang dengan istrinya perempuan cantik dan terlihat smart.
" Hey brow.... Congrat for your wedding... " Ujar Robby... Lalu mereka berpelukan...
Keakraban Robby dan Alfons tidak luput dari pandangan Gustav dan Sani.. juga pak Surya yang juga hadir dan sedang berbincang dengan pebisnis lain...
" Mau bulan madu kemana ...?" Tanya Robby
Alfons memeluk pinggang Ayu... Mata mereka saling bertatapan mesra...
" Bulan madu kami dibawah langit dengan siraman cahaya rembulan...." Jawab Alfons Dengan memandang mesra Ayu....
" Halah Halah Halah.... Bini gue bisa sirik ini mah...." Ujar Robby yang lalu dicubit mesra oleh istrinya...
" Oh iya Tu... Kenalin ini Robby...dan ini Diana istrinya..." Ujar Alfons yang lalu disambut oleh Robby dan Diana menjabat tangan ayu...
" Brow kita keliling dulu..." Ujar Alfons kembali meninju lengan Robby...
" Okey Brow.... Semangat honey moon nya...!" Alfons melambaikan tangan..
" Bucin banget tuan Alfons sama ayu ya mas....?" Ujar Diana istri Robby...
" Aku juga bucin sama kamu...." Ujar Robby sambil memeluk istrinya.
" Hus hus hus....dimana iniiiii...?" Diana dengan tersenyum melerai tangan Robby..
" Ga apa-apa ... Bucin sama istrinya kok..." Jawab Robby...
Gladys dan Sandra melihat Robby dari pinggir kolam renang..
" Bangsat...." Guman Gladys
" Jangan bikin masalah di pesta ini...bisa dibakar hidup-hidup loe sama tuan Gustav..." Sandra melotot pada Gladys
Ayu mengajak Alfons menghampiri Bu ghofar yang terlihat duduk sendiri..
" Raja.... Kita ke meja ibunya mas Yanto...kok dia sendirian... ?" Ajak ayu sambil menarik lengan Alfons perlahan..
Melihat ayu dan Alfons menghampiri mejanya.
Bu ghofar berdiri dan tersenyum.
" Selamat ya sayang..." Ujar Bu Ghofar seraya memeluk ayu dan mencium pipi nya.
" Bapak mana Bu...?" Tanya Ayu.
" Bapak mu ketemu temen-temen nya... Ibu pusing jadi duduk saja..." Ujar Bu ghofar
Alfons tersenyum.
" Ibu ga ngerti dengan Maharani...tadi ibu lihat dia ada disini, nyamperin ibu malah..." Mendengar nama Maharani Alfons terlihat tidak suka.
" Sayang... Kamu belum makan kan...? Kita coba hidangan nya .." ajak Alfons... Alyssa dan Rifki yang terus mengikuti Alfons dan ayu memberi isyarat pada Bu ghofar untuk tidak meneruskan pembicaraan.
Ayu pun mengangguk sambil tersenyum pada Bu ghofar... Yang terlihat bingung...
Ayu melihat Tante. Tiara sedang berbicara dengan Bu Yuni.
" Tante... Temani ibunya mas Yanto..m kasian dia sendirian..." Ujar ayu berbisik dan dibalas anggukan oleh Tante Tiara yang kemudian mengajak Bu Yuni menyapa Bu ghofar...
Tante Tiara mendorong kursi roda Bu Yuni menuju meja Bu ghofar yang terlihat senang melihat Tante Tiara dan Bu Yuni menghampiri nya.
Mereka saling mengalami dan saling berpelukan.
" Pesta nya meriah sekali mbakyu..." Ujar Bu Ghofar sambil tersenyum.
" Iya Alhamdulillah... Suaminya ayu yang bikin semua..." Jawab Bu Yuni
" Mbak yu... Saya minta maaf... Penasaran pengen nanya... Kok nikahnya ga jadi sama orang Korea itu... Tiba-tiba ganti sama ini... Saya sih seneng dengan siapapun ayu menikah lagi yang penting ayu bahagia... Maaf mbak yu kalau pertanyaan saya ga pantas..." Ujar Bu Ghofar...
" ga apa-apa mbak... Kita ini keluarga... Mbak boleh nanya apa saja..." Jawab Bu Yuni ramah
Lalu menghela nafasnya..
" Sangmin belum menyelesaikan administrasi syarat nikah Mbak.. syarat yang sangat prinsip bagi kami..." Jawab Bu Yuni..
" Kalau nak Alfons itu ....?" Tanya Bu ghofar terlihat sangat penasaran.
" Alfons itu dulu tetangga disini... Ayu dan Alfons sudah dekat dari ayu sekolah taman kanak-kanak dan Alfons sekolah dasar... Waktu kecil yaaa gitu mbak suka pengantin-pengantinan.. sampai ayu SMP Alfons SMA... Terus Alfons pindah keluar negri sama papah nya..." Papar Bu yuni.
" Emang sudah jodohnya mbak...." Senyuman Bu Ghofar mengembang.
" Iya mbak..." Jawab Bu Yuni
" Putri sama siapa mbak yu...?" Tanya Bu Ghofar...
" Barusan ikut disini sekarang tidur dibawa masuk sama susternya..." Jawab Tante Tiara
Alunan musik terdengar... Seorang penyanyi pria terkenal naik ke panggung dan menyanyikan lagu..
Ayu memandang Alfons...
" Special song for my queen..." Bisik Alfons..
Tatapan mereka bertemu, Alfons memeluk mesra ayu...
Para tamu undangan melihat iri pada pasangan pengantin yang terlihat sangat mesra
" Ini lagu kita ..." Bisik Alfons...
" Tapi jangan sampai seperti penyanyi nya..." Celetuk Rifki...
Ayu terkekeh...
" Ish... " Alfons melotot pada Rifki yang segera menutup mulutnya..
Alfons mengecup kening ayu...
" Alyssa... Kita akan istirahat..." Ujar Alfons...
Lalu mengajak ayu naik ke pelaminan... Dan berdiri disamping penyanyi pria terkenal itu...
Sang penyanyi memberikan mic pada Alfons...
" Kumiliki kamu ... Untuk bahagia...." Ujar Alfons memeluk Ayu...
" Kuhidup dengan mu ..bukan untuk sesaat..." Jawab ayu...
Hadirin bertepuk tangan mendengar suara pengantin yang memang merdu...
" Thanks for coming...." Ujar Alfons bersama dengan Ayu membungkukkan badannya... Lalu turun dari pelaminan...
Alfons membawa Ayu ke sisi kolam renang lalu masuk ke rumah di belakang rumah ayu mengikuti Alyssa yang seolah pembuka jalan... beberapa bodyguard berjaga...
" Kok kesini Ja...?" Tanya ayu...
Alyssa membuka pintu...
Ayu yang berpegangan tangan dengan Alfons memasuki rumah...
Mata ayu terbelalak...
" Welcome home my Queen... hope you happy with this .." ujar Alfons..
" Ja.... " Ayu tak bisa berkata apa-apa...
" Kamu mau rumah ini kan dulu... Rumah Barbie...." Ujar Alfons..
Dulu tiap melewati rumah besar ini ayu selalu bilang sama Alfons .. kalau rumah ini nyambung kerumahnya pasti asyik.. ada kolam renang dengan halaman belakang yang luas... Rumah ini tiga kali lipat rumah ayu ..
" Kamu kapan bikin ini semuanya...?" Tanya ayu
"Sejak nyonya ayu kecelakaan... Tuan membeli rumah ini dan merenovasinya.." jawab Alyssa..
" Jadi kamu tetap dekat dengan mama kamu sayang..." Ujar Alfons...
Sementara diluar acara masih berlangsung...
Robby membawa Diana naik ke panggung dengan tepuk tangan yang hadir..
Alfons dan ayu yang sudah berganti pakaian berdiri di balkon dan melambaikan tangan pada Robby dan Diana..
Tamu yang hadir melihat pasangan pengantin yang terlihat serasi dengan pakaian couple berwarna biru.. terlihat santai
Alfons mengangkat gelas wine nya... Disambut tamu yang hadir...
" Bahagia selamanya untuk pasangan Tuan ALFONSUS MAXWELL LAWENDATU dan Ayu Prameswari lawendatu...." Pekik Robby...
Lalu Robby turun dari panggung setelah bernyanyi dua buah lagu...
Seorang penyanyi wanita menyanyikan lagu romantis...
Robby dan beberapa tamu berpasangan berdansa...
" Auh.... Panas..." Diana menjerit... Kaget dengan siraman kopi panas diwajahnya...
" Maaf... Bu... Maaf tidak sengaja ujar Gladys..." Dengan refleks Robby menarik rambut Gladys yang disanggul ceplok keatas...
" Maaf pak menteri..saya ga sengaja..." Ujar Gladys dengan acting maksimal..
Orang-orang nya Gustav dan beberapa bodyguard menghampiri dan menarik Gladys...
Gustav dengan marah menyuruh Sandra membawa keluar Gladys..
Sani yang berdiri tidak jauh dari Gustav mendengar semuanya...
Sani lalu berjalan keluar di ikuti Rico.. dengan wajah tegang...
" Boss,, " panggil Rico... Sani terus berjalan..
Sani melihat bagaimana Gladys didorong dengan kasar masuk kedalam mobil oleh bodyguard nya Gustav..
Ternyata selama ini aku menyimpan ular dirumahku...
Batin Sani.. mengambil sebatang rokok lalu menghidupkan nya...
Rico menatap Boss nya...
" Jalan...!" Titah Sani
Rico menghidupkan mesin mobil dan menjalankan kendaraan nya perlahan...
" Boss.... Tuan Alfons itu sepertinya orang kuat ya ..?" Tanya Rico...
" Coba aja kamu colek ayu...!Hitungan detik kamu sudah tahu tinggal nama..." Jawab Sani...
" Kalau dia mau... Dia bisa nurunin anggota dewan sekalipun... Atau mecat Mentri..."
" Wuah... Se kuat itu...?" Ujar Rico dengan mata melotot mulut mangap...
" Aku baru beberapa kali lihat langsung... Tapi dari beberapa kali melihat.. saat dia samping ayu sangat berbeda... Ayu pantas bahagia..." Ujar Sani menghela nafas dan membuang pandangan nya keluar.
Saat mobil yang dikendarai Rico akan keluar perumahan elit itu...
Sani melihat mobil pak ghofar di halaman parkir toserba.
Sani menoleh...
" Rico... berhenti didepan ric..!" Titah Sani
Rico langsung menginjak rem dan putar arah menuju toserba yang ditunjuk oleh Boss nya ..
Kaca mobil Audi sport milik pak ghofar yang hitam gelap..
" Mesin mobil nya sepertinya hidup Boss..." Ujar Rico
Sani turun dari mobil, dan melihat mobil komandan nya yang parkir membelakangi jalan.. kaca samping dan belakang gelap..
Sani berjalan kedepan... Langsung berjalan cepat kembali masuk ke mobilnya...
" Ayo Rico jalan...!" Ajak nya
" Kenapa boss...?" Rico bingung
" Udaaaaah... Jalan ajaaaa .." ujar Sani sambil memijat keningnya sendiri pusing dengan yang barusan dilihatnya
Didalam mobil nya.. di jok belakang... Sani melihat komandannya baku enak dengan Maharani...
Ghofar melihat Sani dari dalam mobilnya...
Pandangan mereka bertemu. Ghofar menggerakkan tangannya memberi isyarat agar Sani pergi...
" Mertua...."desah Maharani
" Jangan panggil aku mertua!" Bentak ghofar sambil memegang pipi Maharani dengan tangan kanannya... Jari telunjuk dan jempol menekan kuat...
" Sekali lagi kamu panggil aku mertua ...!"
" Mertua mertua mertua... " Jawab Maharani tanpa takut dengan ancaman ghofar
" Menarik... pantas kamu jadi istri Jeremy hansen .." ujar ghofar berusaha membalikkan posisi Maharani yang duduk mengangkanginya.
Tapi Maharani mengunci nya dengan tangan berpegangan pada sandaran...
Tubuhnya naik turun ...
" Ayo mertua... Bukannya tadi bapak minta aku melayani..." Maharani tersenyum sambil menjilat bibir mertua nya..
" Sialnya kamu memang nikmat...." Ujar ghofar ikut menghentak mendorong dari bawah...
" Mertua ku kuat juga... Suamiku kalah besar dan panjang..m " guman Maharani sambil menyodorkan dada bulatnya...
Ghofar meraup dan menyesap nya...
" Bagaimana... mertua... .?" Tanya Maharani...
" Kamu gila... Dengan mengizinkan kamu masuk rumah ku... Sama saja aku mengundang gustav hansen datang..." Ujar ghofar.. yang mengambil kesempatan saat Maharani lengah. . Membanting perempuan itu berbaring dibawah kendali nya...
" aku akan mengakui kamu menantu ku asal kamu ikuti perintah ku....!" Ujar ghofar
" Ahk... Ahk... Perintah apa... perintah memuaskan nafsumu ...?" Jawab Maharani
Ghofar mendengus...
" Aku mau kamu membantu ku mendapatkan Ayu..."
" Ha ha ha ha...." Maharani tertawa...
" Bapak dan anak sama-sam gila..... Sama-sama ogah ngelepasin tubuh perempuan itu .." ada nada benci dan cemburu dari ucapan Maharani.....
" Baik... Aku bantu. .asal aku boleh tinggal dirumah bapak dan dekat dengan putra..." Ujar Maharani...
" Satu lagi... Bapak juga bantu aku menghancurkan bisnis valas lawendatu...!" Ghofar mendengus
Mimpi di siang bolong... Batin ghofar..
Bagaimana mungkin ghofar menghancurkan ladang emasnya...
" oke deal..." Ucap ghofar... Sambil menancap tajam menusuk kasar membuat Maharani tersenggal nikmat...
" Ahk mertua.... Ahk.... "
Maharani menarik wajah mertuanya... Dengan rakus melumat bibir nya dengan agresif....
Ghofar puas dengan layanan Maharani yang berani dan liar... Pantas saja putranya betah..
Ghofar menekan ... " Aaaaaah...."
Maharani terkekeh... Membenahi pakaiannya...
" Tunggu aku besok mertua...!" Ujarnya dan keluar dari mobil.. lalu membuka peluang pintu mobil disebelahnya..
" Jalan...!" Ujar Maharani
" Nona....tadi ada Pria yang melihat ke dalam mobil tapi langsung pergi lagi...apa perlu diselesaikan...?" Tanya Bianca bodyguard wanita yang dipercaya gustav mengawal Maharani..
" Sani....ga perlu... Dia ga akan ambil perkara dengan komandan nya dan juga aku..." Jawab Maharani
Brengsek... Kuat juga perempuan itu... Lihat besok .. aku buat dia memohon...
Guman ghofar merapikan kemejanya.. lalu kembali duduk di bangku supir dan mengendarai mobilnya kembali ke rumah Ayu...
Sampai di halaman belakang ..pesta bertambah meriah...
" Bapak lama banget..." Tegur Bu ghofar...
" Iya tadi diajak ngobrol diluar sama mentri..." Jawab pak ghofar lalu mengambil makanan dan minuman dan kembali ke mejanya..
Gustav melirik ghofar dengan ujung matanya..
Sangmin dan mr.park terlihat akan meninggalkan taman..
Sangmin mencari keberadaan Putri... Tapi tidak dilihat nya...
" De ... Kakak pulang .." pamit sangmin pada Bagas yang duduk disamping penerimaan tamu...
" Iya kak... Terimakasih... Salam buat yongsoo... Semoga lekas pulih dan balik ke Jakarta.." ujar Bagas..
Sangmin tersenyum dan mengangguk...
Beberapa tamu mulai meninggalkan Pesta...
Robby menghampiri Gustav...
" Kasih pelajaran jalang itu... Dasar kecoa..." Ujar Robby
" Siap...pak... Maaf atas kelakuannya ...!" Ujar gustav hormat
Ayah Gladys tuan Widjaja terlihat menghampiri Robby yang sedang berbicara dengan Gustav...
" Tuan Gustav... Pak Robby... Maaf tadi putri saya benar-benar tidak sengaja... Apa ibu Diana terluka...?" Tanya tuan Widjaja yang khawatir akan dapat masalah karena kelakuan anaknya...
Robby menatap tuan Widjaja...
" Anda yakin tidak sengaja...?" Ujarnya lalu pergi meninggalkan tuan Widjaja begitu saja...
" Tuan Gustav... " Tuan Widjaja menatap gustav dengan pandangan memohon...
" Bukan sekali ini putri mu berulah tuan Widjaja... Jangan Sampai banyak branch menarik iklannya...!" Jawab Gustav..
" Oh ya... Kalaupun Robby tidak jadi Mentri lagi... Dia tetap pengusaha yang bisa memboyong bisnis Tuan..." Ketus gustav dengan pandangan tajam...
Tuan Widjaja dalam hatinya mengakui kalau bisnis nya maju karena kemudahan pintu dari Robby dan lahan dari Gustav...
" Saya akan beri pelajaran Putri saya. Tuan..." Ujar tuan Widjaja...
Sebenarnya dia tahu tidak mungkin Gladys tidak sengaja...
Pesta pun usai... Halaman belakang sudah lenggang hanya beberapa orang terlihat sedang membersihkan sisa Pesta...
Diruang keluarga rumah Bu Yuni, semuanya berkumpul...
Alfons menggendong putri dan ayu duduk disampingnya...
" Momm... Ayu saya bawa pindah ya...!" Goda Alfons pada Bu Yuni...
" Iyaaaa... Jauh banget pindah nyaaaa..." Jawab Bagas...
" Itu mah bukan pindah rumah... Pindah kamar ...." Ujar Bagus.. semuanya tertawa...
Alfons mengusap kepala ayu...
Bu Yuni tersenyum bahagia melihat putri kesayangannya begitu dimanjakan oleh suaminya..
" Yuk makan malam udah siap...." Panggil Tante Tiara...
Alfons mengajak ayu berdiri..
" Sini putri sama nenek ..!" Ajak Tante Tiara pada putri .. bayi itu tersenyum dan merentangkan tangannya...
Semuanya berjalan ke meja makan...
Rifki yang baru masuk ke ruangan berdiri di pintu dan menatap Alfons..
Alfons menyuruh ayu duluan ke meja makan...
" Mulai sekarang jangan ganggu aku saat aku sedang dengan keluarga ku .. sebisanya kamu handle... Kecuali ada bom jatuh didepan mu... Baru panggil aku..."
Melihat ayu tertidur disampingnya, Alfons tersenyum..
Mengusap pipi putih ayu... Lalu mencium hidungnya...
Menyelimuti dengan penuh Cinta...
" Ratuku.... Tidurlah..." Bisik Alfons kembali mengecup kening ayu..
Perlahan turun dari ranjang dengan menggunakan piyama Alfons keluar kamar...
Kembali menoleh ... Seolah meyakinkan diri kalau ayu tidur lelap.
Di luar kamar berjaga dua orang body guard yang hormat membungkukkan badannya saat Alfons keluar kamar...
" Tetap berjaga...!" Titah Alfons
" Siap Boss.." jawab dua bodyguard
Perlahan Alfons menuruni tangga..
Alfons menghampiri Alyssa dan Rifki yang masih duduk menghadap laptop nya...
" Tadi kenapa...?" Tanya Alfons pada Rifki
" Zulfian gagal eksekusi kiriman dari Jerman..." Jawab Rifki
" Saya sudah hubungi pak Robby... Langsung ditangani beliau Boss..." Jawab Alyssa
" Menurut Zulfian... Saat akan eksekusi tiba-tiba ada patroli laut..." Ujar Rifki
" Bukannya ada Anton yang urus patroli...?" Tanya Alfons..
" Anton bilang dia tidak tau akan ada eksekusi barang... Tapi sekarang sudah aman... Barang ada di gudang Anton..."
Alfons tersenyum sinis...
" Permainan kotor manusia berseragam..." Alfons mengambil handphone Alyssa begitu saja dari meja.. lalu menghubungi salah satu kontak...
" Malam Bu Alyssa..." Terdengar suara berat pria menjawab telpon..
" Malam pak Taher... " Jawab Alfons
" Ma... malam tuan Maxwell..." Jawab suara pria itu terdengar gagap saat menjawab..
" Sepertinya anak buah bapak ada yang ngajak becanda sama saya... Sekali lagi ada ganjalan eksekusi... Saya pastikan bapak berakhir dengan seragam orange di layar TV..." Dan sambungan telepon terputus...
" Seminggu kedepan.. stop suntikan valas... Dollar biar kan menguat... turun kan saat semua eksekusi selesai..."
Titah Alfons lalu berjalan ke arah kolam renang...
Assisten nya segera berlari menyiapkan perlengkapan renang Alfons..
Rifki dan Alyssa membawa laptopnya dan pindah ke pinggir kolam renang...
Byurrrr....
Alfons meluncur indah kedalam kolam renang...
Rifki dan Alyssa fokus dengan layar laptopnya...
Alfons berdiri diujung kolam... Membenahi letak kacamata renang nya... Lalu kembali meluncur di kolam renang dengan gaya kupu-kupu...
Didalam kamar ayu yang terbangun langsung tangannya mencari tubuh suaminya... Tangan nya menggapai sisi kanannya...
Matanya terbuka... " Jaaaaa...." Panggil Ayu...
Lalu duduk melihat ke pintu kamar mandi .. lalu berjalan ke kamar mandi dan membuka nya...
" Jaaaaa..." Ayu kembali memanggil Alfons...
Dengan memakai piyama dan kimono ayu keluar kamar..
Dua orang body guard membungkukkan badannya memberi hormat... Ayu tersenyum dan melihat kebawah...
" Tuan di kolam renang nyonya..." Ujar salah satu bodyguard..
Ayu mengangguk lalu turun kebawah di ikuti dua orang body guard...
Rifki dan Alyssa menoleh dan berdiri melihat ayu datang...
Melihat suaminya berenang ayu membuka kimononya hanya dengan piyama ... Ayu melompat ke dalam kolam renang.... Dan berenang menghalangi Alfons..
Pandangan mereka bertemu dibawah air...
Alfons menarik ayu lebih dalam lalu memeluk nya... Dan berenang kepinggir kolam... Alfons membuka kacamata renang nya, Pandangan mereka bertemu.. Alfons mengecup bibir ayu
Rifki dan Alyssa saling berpandangan dan memutar matanya...
" Kamu ga ikutan loncat...?" Tanya Rifki...
" Kamu aja duluan loncat..." Jawab Alyssa..
" Kenapa... Kalian mau ikut berenang...?" Tanya Alfons
" Ga boss .. Rifki ga bisa berenang Boss..." Ujar Alyssa...
" Eits... Sembarangan yang ngajarin Boss berenang itu akuuuu..." Bisik Rifki...
" Yang benerrrr...?" Ujar Alfons..
" Ish denger aja dia.." guman Rifki...
Alfons melambaikan tangannya pada Alyssa...
Alyssa mengangguk dan membawakan dua gelas wine untuk Boss nya...
Ayu tersenyum pada Alyssa... " Terimakasih..." Ucapnya...
" Your welcome nyonya..." Jawab Alyssa lalu kembali berdiri disamping Rifki...
" Kok bangun...?" Tanya Alfons...
Ayu tersenyum... Lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Alfons...
Alfons tersenyum...
" Jaaaa... Aduuuuuh kaki ku jaaaa..." Pekik ayu sambil mengangkat kakinya ke atas...
Alfons terlihat panik...
Alyssa dan Rifki gegas mendekat pinggir kolam...
Begitu sampai dipinggir kolam.. ayu menarik Alyssa yang tak menyangka akan ditarik oleh ayu...
Byurrrr...
Tubuh Alyssa pun nyebur kedalam kolam renang... Rifki segera mundur..
Melihat Rifki mundur Alfons naik ke atas dan mengejar Rifki...
" Yaaaa... Boss no no no bosssss...." Teriak Rifki menghindari Alfons dan berlari..
Alfons berhenti mengejar dan menyeringai...
Grapppp...
Dua bodyguard memegang lengan Rifki. Dan melemparkannya ke dalam kolam renang
Lalu Alfons melompat masuk kedalam kolam renang...
Ayu dan Alfons
menciptakan air kolam renang pada Rifki dan Alyssa...
Malam itu tidak ada tuan Maxwell yang garang... Yang ada tuan Alfons yang begitu bahagia bercengkrama dengan istri dan assisten kepercayaan nya.
Empat orang dalam kolam tertawa...
Alfons mengangkat ayu naik dari kolam renang.
Dua orang assisten perempuan mendekat dengan handuk dan kimono ..
Alfons menurunkan ayu dan mengambil handuk lalu menutup tubuh ayu dengan handuk...
Rifki dan Alyssa segera naik dengan tubuh basah kuyup... Dan mengambil handuk ...
" Delapan tahun baru ini dijeburin ke kolam..." Guman Rifki...
Alyssa senyum.... " Makanya mandi... Boss tahu kamu ga pernah mandi..." Ujar Alyssa
" Ish sembarangan... Aku sehari mandi dua kali... Kalau ingat...." Jawab Rifki
Alfons mengajak ayu kembali ke kamarnya... Dengan bergandengan tangan mereka menaiki tangga menuju lantai dua...
Beberapa kali ayu bersin-bersin..
" Kamu kenapa nyebur ke kolam... Jadi bersin terus kan. . " ujar Alfons... Dan mengeringkan tubuh ayu dengan handuk..
" Aku siram air hangat aja .." jawab ayu lalu berjalan ke kamar mandi... Menyalakan shower... Air hangat pun mengguyur tubuh Ayu yang masih memakai piyama...
Alfons masuk kedalam kamar mandi... Lalu memeluk tubuh ayu dibawah guyuran shower...
Membuka piyama nya.. sampai tidak tersisa kain menutup tubuh mulus ayu...
Alfons menambi shampoo dengan telaten memandikan ayu...
Mereka saling menyabuni tubuh...
" Sudah... Nanti sakit..." Ujar Alfons sambil mengeringkan tubuh ayu dengan handuk dan memakai kan kimononya...
Keduanya keluar dari kamar mandi dengan kimono biru...
Alfons menarik ayu agar duduk... Lalu mengeringkan rambut basah ayu dengan hair dryer...
" Jaaaa... "
" Hmmmm"
Alfons mematikan hair dryer..
Lalu menyisir rambut ayu dengan tangannya...
" Ja... Apa kamu tidak mempunyai kekasih..?" Tanya ayu penasaran...
Alfons menggeleng..
" Sejak aku ikut papah ke Taiwan, aku langsung masuk asrama selama enam bulan aku diasrama... Cowok semua... Terus kita ke new York... Lima tahun disana juga masuk asrama... Udah kaya Harry Potter lah..." Jawab Alfons...
" Terus kenapa kamu ga ngabarin aku...?" Ujar ayu
" Mana bisa.... Waktu di new York sempat beberapa kali aku telpon.. tapi tidak tersambung... Lalu aku kecelakaan..." Wajah Alfons berubah ...
" Seandainya tidak terjadi kecelakaan itu... Tidak akan ada airmata yang jatuh disini..." Ujar Alfons menunjuk pipi ayu..
" Kecelakaan...?" Tanya ayu...
Alfons mengangguk..
Lalu menarik ayu kedalam pelukannya...
" Dalam komaku... Aku melihat kamu memanggil ku .. terus begitu..." Ujar Alfons membenamkan wajah ayu ke dadanya..."
Ayu menarik tubuh nya perlahan, dan menatap wajah Alfons
" Kamu sempat koma...? Kapan ?" Tanya ayu..
" Tiga tahun sebelum kamu menikah dengan Eko Pujo Haryanto..." Jawab Alfons
Ayu tersentak... Mendengar Alfons menyebutkan namanya lengkap...
" Seandainya tidak terjadi kecelakaan itu... Kamu tidak akan ada yang menyentuh..." Ujar Alfons geram...
Ayu mencium hidung Alfons...
Alfons menarik ayu dalam pelukannya.
" Maafin aku yaaa ..!" Ujar Alfons...
Dengan sekali hentakan... Alfons menggendong ayu yang melompat dan melingkarkan kakinya di pinggang Alfons...
" Ja... Kok bisa tahu nama lengkap mas Yanto...?" Tanya Ayu...
" Eko Pujo Haryanto mantan suami kamu membunuh sahabatku Jeremy,,, juga mencuri delapan puluh juta dollar ku..." Batin Alfons...
" Morning Ratu...." Kecup Alfons di hidung Ayu...
" Morning sayang..." Jawab ayu memeluk Alfons...
"Aku hari ini ke kantor... Jangan kemana-mana ya... Nikmati hari-hari kamu jadi ratu ku... Sebentar castil nya belum sempurna..." Ujar Alfons..
Ayu duduk bersandar menyandarkan kepalanya di lengan Alfons...
" Tu... Apa Eko pernah memberikan kamu hadiah ..?" Tanya Alfons...
" Ga pernah sih .. hanya setelah meninggal mertuaku menyerahkan rumah Cinere untuk ku... Tapi sekarang masih disewa orang kata mas Yanto sih dulu disewakan tiga tahun... " Jawab Ayu...
" Kamu pernah kesana...?" Alfons menoleh pada ayu, berharap ada petunjuk dimana Eko
menyembunyikan uangnya...
" Pernah dua kali... Sekali seminggu sebelum nikah mengambil mobil mas Yanto yang disimpan disana... Yang kedua kalinya, setelah menikah dua hari kalau ga salah sebelum berangkat ke Thailand kita mampir.. tapi aku ga turun dari mobil... Mas Eko memberikan apa gitu sama orang yang katanya menyewa rumah itu... " Ujar ayu...
" Mau Nemani aku mandi...?" Tanya Alfons.... Dengan mengedipkan mata...
Ayu beranjak dan mengangkat rambutnya keatas dan membuat sanggul kecil dengan rambut Nya...
Alfons berjalan ke kamar mandi di ikuti oleh ayu...
Sepertinya mandi bersama tiap pagi menjadi ritual pasangan pengantin baru ini...
Ayu membantu Alfons memasangkan dasi..
Kamar yang luasnya empat kali ruang keluarga ayu... Dengan kamar khusus pakai Alfons dan ayu yang berjejer memanjang dengan etalase kaca ditengahnya dengan koleksi dasi berwarna merk... Ayu seperti berjalan di tengah boutique...
Pakaian ayu yang tergantung semuanya masih berlebel...
Ayu benar-benar menjadi Ratu seperti janji Alfons...
" Pakai ini ya suami....?" Ayu menyodorkan jas kulit ...
Alfons mengangguk... Dan mencium kening ayuy...
" Handphone mu sudah aku ganti yang baru dengan nomor baru .." ujar Alfons,, ayu mengangguk...
Lalu mereka dengan berpegangan tangan berjalan turun... Lalu membuka pintu jalan tembus ke rumah Bu Yuni...
Mata ayu terbelalak..." Aku baru tahu kalau ini pintu ke rumah mama..." Ayu memeluk lengan Alfons...
Ruang makan rumah Bu Yuni sudah berubah menjadi ruang makan yang besar dengan meja makan yang mewah...
Terlihat beberapa pelayan berseragam menyiapkan hidangan
Ayu dan Alfons berjalan keruang keluarga yang juga sudah berubah...
Bu Yuni terlihat sedang melakukan theraphy dibantu dua orang perawat...
Ayu berlari menemui mamanya...
" Mama sudah bisa berdiri...?" Pekik ayu girang...
Dengan mata berkaca-kaca Bu Yuni mengangguk...
" Nak Alfons.... Terimakasih..." Ujar Bu Yuni sambil menoleh pada Alfons yang segera menghampiri mertuanya ... Dan memeluk Bu Yuni..
" Mama akan berjalan lagi... Soalnya nanti mama akan ramai dengan delapan orang cucu..." Ujar Alfons
Bagus dan Bagas memeluk ayu yang terlihat bahagia...
" Selamat mbak... Akhirnya kita bisa melihat wajah cantik mbak tanpa semburat sedih maupun lelah... " Ujar bagus
" Mama yang semangat theraphy nya.. sehari dua kali..." Ujar Alfons... Bu Yuni mengangguk...
" Hari pertama saja mama sudah bisa berdiri..." Ujar ayu senang...
Dua orang ahli theraphy yang khusus didatangkan Alfons dari China tersenyum lalu bicara dengan Alfons dengan bahasa Mandarin..
" Mertua Anda dalam sebulan akan bisa berjalan... Masalahnya ada syaraf terjepit... Tapi dengan akupuntur akan mempercepat penyembuhan nya..." Ujar wanita dengan seragam serba putih dengan mata sipit itu...
" Okey... Lakukan yang terbaik untuk mama mertua saya... Kalau ada kebutuhan apapun kamu hubungi Alyssa sekertaris saya..." Ujar Alfons... Kedua wanita itu mengangguk..
Tante Tiara memberi tahu kalau sarapan sudah siap...
Alfons membantu Bu Yuni berjalan perlahan...
" Tuan... Tolong jangan dipaksakan... !" Ujar perawat dari China itu dalam bahasa Mandarin...
" Mama pakai kursi roda lagi ya...!" Ujar Alfons...
" Mama bisa kok ..." Jawab Bu Yuni dengan semangat...
" Mama... Jangan terburu-buru... Jangan dipaksakan... Nanti sore kan masih theraphy lagi..." Ujar ayu membujuk ibunya untuk duduk dikursi roda...
Bu Yuni menyerah... Lalu duduk dikursi roda lalu didorong oleh Tante Tiara...
Bu Yuni duduk di ujung meja.. disampingnya Alfons dan ayu... Disamping kiri bagus dan Bagas... Lalu Tante Tiara dan Tanti...
" Mas Rifki mbak Alyssa ayo sama-sama sarapan...!" Ajak Bu Yuni...
" Kami sudah tadi Bu ... Terimakasih..." Tolak Alyssa
" Mereka sarapan duluan Bu dengan staff lainnya... Jaga-jaga ga kebagian waktu..." Jawab Alfons
Alfons memberi isyarat pada Rifki dan Alyssa untuk pergi dari ruang makan..
Pelayan dengan seragam hitam berdiri standby siap melayani...
Alfons mengambil paha atas ... Dan memberikan pada Bu Yuni...
" Mama makan yang banyak... Biar ada tenaga kalau theraphy nanti..." Bu Yuni tersenyum...
Acara sarapan pagi dengan senda gurau membuat ruangan hangat..
Oweeeee oweeeee oweeeee
Terdengar tangisan putri...
Suster Tita menggendong putri ke ruang makan..
" Baru bangun cucu kesayangan nenek.." ujar Bu Yuni menyapa cucunya...
Putri melihat Alfons..
" Mau gendong papah...?" Tanya Alfons lalu berdiri dan mengambil putri dari suster Tita...
Alfons mencium Putri lembut... Lalu membawa putri duduk...
Tangan putri memainkan dagu Alfons...
" Sini sama mama...!" Ajak ayu..
Putri menyembunyikan kepalanya di dada Alfons.. semua nya tertawa...
" Sebentar lagi kamar putri selesai ya .." ujar Alfons..
" Putri biar tidur sama mama saja ..!" Ujar Bu Yuni
Rumah ayu benar-benar dirubah jadi castil yang indah... Miniatur rumah Barbie...
Alfons membeli rumah dikiri kanan rumah ayu dan tiga rumah dibelakangnya..
" Sama mama dulu ya... Papa mau kekantor ..." Ujar Alfons pada putri Seolah pada putri kandungnya sendiri..
Ayu mengambil putri dari tangan Alfons ..
Dengan erat putri memegang kemeja Alfons..
Alfons tersenyum gemas..
Putri Tertawa Tergelak lucu... Semuanya ikut Tertawa...
Alfons berdiri dan mencium kepala ayu...
" Aku berangkat dulu..." Pamit Alfons... Lalu menyalami Bu yuni dan Tante Tiara lalu memukul kepala Tanti dengan handphone nya...
" Ouh... Sakit koh...." Teriak Tanti..
" Tante... Tanti naksir Rifki tuh..." Ledek Alfons...
Rifki yang merasa namanya disebut langsung masuk ke ruang makan...
" Iya Boss..?" Tanyanya..
" Kamu kapan melamar Tanti...?" Tanya Alfons...
Rifki dengan wajah merah terlihat malu... Sementara Tanti tertunduk malu..
" Cieeee.... Kapan nih ..?" Ledek Bagus...
" Mas Bagus dan mas Bagas dulu lah... Masa aku dulu...?" Ujar Tanti...
" Yeeee..kamu sama mbak ayu cuma beda setahun.... Nyuruh kita duluan ..." Ujar Bagus...
Alfons melambaikan tangan pada putri... Lalu berjalan meninggalkan ruangan diikuti Rifki dan Alyssa..
" Kamu kok ga bareng...?" Tanya Bagus
" Ga... Aku pakai motor nanti.." jawab Tanti walaupun sebenarnya berharap Rifki mengajaknya...
Alfons menoleh pada Rifki... "Kenapa ga ajak Tanti sekalian...?"
" Dia pakai motor Boss.. aneh perempuan kok sukanya pakai motor ninja..." Jawab Rifki...
" Baguslah... Keren kan ya... Al..?" Ujar afons pada Alyssa.. Alyssa mengangguk...
" Soalnya dia ga bisa naek motor Boss..." Jawab Alyssa...
Rifki langsung menarik rambut Alyssa yang dikuncir kuda...
" Ish ... Enak aja..." Ujar Rifki...
Diluar kantor ketiga orang ini memang sangat dekat.....
Didalam mobil nya... Alfons menyalakan handphone nya...
" Kamu coba datangi rumah Cinere... Rumah warisan Eko untuk Ratu ku..!" Titah Alfons...
Alyssa segera meminta staffnya dilapangan bergerak menuju rumah Cinere....
Mobil berjalan sedang membelah ramainya Jakarta pagi hari...
Alyssa menjawab telpon..
" Boss... Rumah Cinere seperti nya disewa oleh orang nya James... Atau memang Eko bekerja untuk James.. orang kita akan coba menyusup..." Ujar Alyssa...
Alfons mengangguk..