Sampul Novel Twin's

Twin's

8.8 / 10.0
Demi mengobati sang ibu, Laura rela menjadi ibu pengganti bagi CEO kaya bernama Mario. Walau menyimpan rasa, Laura tahu diri dan memilih pergi. Usai melahirkan, ia menyerahkan satu bayi kembar mereka kepada Mario, lalu membawa kabur kembarannya. Waktu berlalu, rahasia besar ini perlahan terungkap saat putri kembar mereka, Yusra dan Yumna, beranjak dewasa. Berbagai konflik rumit pun mulai bermunculan dan menguji takdir keluarga mereka.

Twin's Bab 1

Langkah kaki Laura tergesa menggema di sepanjang lorong rumah sakit, setelah dia mendapatkan kabar dari tetangganya, bahwa sang ibu dilarikan ke rumah sakit akibat penyakitnya kambuh lagi.

sesampainya di ruang perawatan Laura melihat sang ibu yang terbaring lemah di ranjang pesakitan. "Ibu," lirih Laura, kemudian dia mendekati sang ibu yang sedang terpejam dengan oksigen di hidungnya.

"Aku janji bu, akan buat ibu sembuh, tapi ibu janji sama aku ibu harus kuat yah." Lirihnya di antara isak tangis.

"Aku harus bertemu Dokter." Gumam Laura, setelah mencium sang ibu menuju ruangan Dokter untuk menanyakan kondisi sang ibu.

Dengan langkah gontai Laura menyusuri lorong kembali, untuk menemui dokter yang menangani ibunya tersebut.

"Laura," sapa seorang perawat, yang dia kenal bernama Nandi.

"Kamu dicariin dokter, kalo gitu aku antar." lanjutnya lagi.

Laura dan Nandi, adalah teman baik semasa mereka SMP, mereka melangkah bersama keruangan dokter setelah sampai Laura di perbolehkan masuk.

"Silahkan duduk, nona"

"Terima kasih Dok, Bagaimana kondisi ibu saya?" Tanya Laura to the point.

Dokter pun hanya menghela nafas dengan pelan, sebelum mengatakan hal penting dan menatap lekat Laura.

"Kondisi nyonya Anjani sudah sangat buruk, beliau secepatnya harus ditangani. Jika tidak maka nyawanya akan terancam." Jelas Dokter tersebut.

"Lakukan yang terbaik bagi ibu saya dok. Berapapun biayanya akan saya bayar." Kata Laura.

"Kira-kira butuh berapa jika ibu saya di operasi dok?" tanya Laura kemudian.

"Mungkin sekitar 300 juta, belum biaya perawatan selama disini." Tutur dokter.

Penuturan sang dokter membuat Laura kaget bukan main, bagaimana bisa dia mendapatkan uang sebanyak itu. Jika dia menjual rumah pun tidak akan ada yang membeli rumah gubuk tersebut. Laura menghembuskan nafasnya secara kasar.

"Baik dok, terima kasih saya permisi." Ucap Laura, sudah tidak bisa berkata-kata lagi.

Sepanjang perjalanan menuju ruangan sang ibu, Laura menatap kosong ke depan tak peduli dia menabrak seseorang. Pada saat dia akan berbelok dia tak sengaja bertabrakan dengan seorang pria berwajah tampan dan gagah, tanpa kedip Laura memandang pria tersebut sampai ucapan dingin pria tersebut membuyarkan lamunannya tentang pria di hadapannya ini.

"Apa kamu buta? Tidak bisa melihat jalan dengan baik, hah?" bentak pria itu.

"Maaf tuan, saya tidak sengaja." Jawab Laura menunduk.

Pria tersebut berdecak, dan melenggang pergi meninggalkan Laura.

"Cih, dasar sombong, menyebalkan." Umpat Laura.

Ruang perawatan VIP

"Sudah jangan menangis lagi, kasian anak kita jika ibu nya bersedih." Ucapnya sambil menyeka air mata sang istri.

"Tapi aku gagal menjaga anak kita, Mario." Lirih Dania, istri Mario Wiradinata.

Ya Mario Wiradinata adalah seorang CEO di sebuah perusahaan batu bara, dia dan sang istri baru saja kehilangan buah hati mereka yang telah lama mereka nantikan.

"Maafkan aku, aku tidak bisa menjadi istri dan ibu yang baik untukmu, dan anak kita yang telah pergi." Isak Dania dalam dekapan Mario.

"Kita bisa punya anak lagi, Dania."

Dania yang mendengar ucapan Mario, langsung melepas pelukannya dan menatap tajam Mario. "Apa kamu lupa Mario, akibat insiden tadi rahim ku juga diangkat." Pekik Dania.

"Kamu tau Mario, aku sudah tidak punya rahim lagi semuanya telah hilang. Aku tidak bisa memberikanmu anak lagi Mario," lirih Dania.

Dania merasakan pusing yang teramat, dan tak lama dia jatuh pingsan. "Dania… Dania sayang bangun, ya Tuhan."

Dengan panik Mario, membaringkan Dania dan dia menekan tombol darurat. Tak lama dokter dan perawat pun datang memeriksa kondisi Dania.

"Nyonya Dania, mengalami stres dan tekanan secara berlebih. Rasa kehilangan, dan rasa bersalah yang dihadapi membuat pertahanan tubuhnya menurun tuan Mario. Saya harap anda bisa menjaga perasaan nyonya Dania, dan bersabar menghadapi dirinya." Jelas dokter panjang kali lebar.

Mario bergeming menatap Dania.

"Kalau begitu, saya permisi dulu tuan." pamit Dokter pada Mario, dan Mario hanya bisa mengangguk saja.

Mario mendudukan diri di sofa, dia memijat pelipisnya yang terasa pening. Mengingat kejadian beberapa hari yang lalu.

****

"Nggak, pokoknya aku mau ikut." Kekeh Dania.

"Sayang kamu harus dengar kata-kata ku, kamu jangan pergi kemana-mana kamu sedang hamil besar dan dua bulan lagi kamu melahirkan."

"Tapi Mario, aku ingin ikut bersama teman-teman ku ke pantai." Lirih Dania mulai terisak, di masa kehamilan nya Dania sangat cengeng dan sensitif, sampai-sampai Mario kewalahan meladeni tingkah bumil tersebut.

"Sebelum anak ini lahir, mungkin aku gak bisa quality time sama teman-temanku." Celetuk Dania, menatap Mario yang juga menatapnya.

Mario menghela nafas kasar, dia tidak bisa jika melihat sang istri tercinta menangis. "Baiklah, tapi kamu janji harus hati-hati. Jika lelah istirahat saja oke." jelas Mario, dan Dania berbinar mendengar nya dia mendapatkan izin dari sang suaminya tersebut.

"Makasih yah sayang," ucap Dania manja, dan mencium pipi Mario. Membuat Mario terkekeh.

"Cepat siap-siap, aku antar kamu ke pantai dan nanti aku yang akan jemput kamu."

"Oke." Jawab Dania antusias, Dania berlalu menuju kamarnya di lantai satu, Mario memindahkan kamar mereka karena tidak ingin Dania naik turun tangga.

Tak butuh waktu lama, Dania sudah siap dengan dres ibu hamil berwarna navy bermotif bunga. "Kamu sangat cantik sayang," ucap Mario, kemudian mencium pipi Dania. Membuatnya tersipu malu.

"Hmm...aku tidak rela melepas istri yang sangat cantik ini, untuk pergi ke pantai." Mario meletakan dagunya di bahu Dania, dan mengusap perutnya yang sudah membuncit dengan lembut.

Dania mengerucutkan bibirnya. "Kamu ihh, gak usah modus, gak usah gombal nanti aku telat lagi ayo." Ajak Dania, melepaskan pelukan Mario dan menarik tangannya untuk keluar.

"Ayo, itu mereka udah nunggu loh sayang." Rajuk Dania.

"Iya-iya ayo." Mario menuntun sang istri, memasuki mobilnya dan akan mengantarkan sang istri berlibur bersama teman-temannya di pantai, yang berada di wilayah Jakarta.

tiga hari sudah Dania berlibur bersama teman-temannya, membuat Mario kesepian setiap malam dia merindukan istri dan calon anak yang ada di perut Dania.

Saat Mario sedang fokus pada berkas di depannya, tiba-tiba ponselnya berdering mengagetkan dirinya.

"Ya halo."

"..."

"Apa? Bagaimana bisa? Baik aku akan segera kesana sekarang."

Setelah menerima telpon, Mario pergi melesat meninggalkan pekerjaannya dan diserahkan kepada sekretarisnya, sekaligus asistennya Jimi.

Beberapa puluh menit kemudian, Mario telah sampai di rumah sakit tempat sang istri dirawat.

"Bagaimana keadaannya?" tanya Mario, pada salah satu teman Dania.

"Dia sedang di operasi." Lirih Ana.

"Duduklah dulu Mario, kita doakan supaya mereka selamat." Ucap suami Ana.

Mario menurut, dan duduk di sebelah suami Mario. "Ceritakan bagaimana, dia bisa terjatuh." Tanya Mario dengan suara yang dingin.

Kemudian Ana menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi, beberapa jam kemudian dokter keluar dengan wajah lelahnya, Mario segera bangkit dan bertanya pada dokter.

"Dokter, bagaimana keadaan istri dan anak saya?" tanya Mario tak sabar.

"Maafkan saya, tuan saya harus menyampaikan berita ini. Anak anda tidak selamat karena benturan yang kuat menyebabkan bayinya tidak selamat, dan..." Dokter tampak ragu mengatakannya.

"Dan apa?"

"Dan rahim nyonya Dania, sudah diangkat karena mengalami kerusakan." Jelas Dokter, membuat Mario membulatkan matanya dan begitu sangat terkejut.

"Kalau begitu saya permisi tuan, nyonya akan segera dipindahkan ke ruang perawatan. Dan anak anda sedang diurus di kamar jenazah." Tutur dokter, dan berlalu dari hadapan Mario.

****

Lamunan Mario buyar saat memikirkan kejadian di pantai tersebut, mau bagaimana lagi semua sudah terjadi. Anak yang dia idamkan selama empat tahun pernikahan mereka sudah tidak pergi, Mario tak bisa melakukan apapun lagi. Dia juga tak bisa membuat Dania hamil lagi, karena rahimnya sudah diangkat karena seringnya Dania hamil lalu keguguran.

"Aku harus tegar demi menguatkan Dania, kalau bukan aku, siapa lagi?" gumam Mario, sambil menatap wajah cantik Dania yang terlelap begitu damai.

Bersambung ..

Maaf ty

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Twin's

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, selalu dikecewakan oleh ibunya sendiri. Harapannya untuk bahagia sirna setelah menikah dengan Ardan Mahendra yang kaya raya. Alih-alih diterima, keluarga Ardan justru merendahkan fisiknya. Penderitaan Jasmine memuncak ketika Anindya, mantan kekasih suaminya, datang membongkar kepalsuan pernikahan mereka. Saat Jasmine menuntut cerai demi harga dirinya, Ardan menolak keras dan mengancam tidak akan membiarkannya pergi.
Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an meminta cerai setelah tiga tahun pernikahan. Ia memohon kepada sang istri agar diizinkan memiliki anak lagi dengan mantan kekasihnya itu sebagai pendonor sel penyelamat. Di balik janji setianya untuk kembali setelah proses medis selesai, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang telah menanti kedatangan Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Nasib malang menimpa seorang gadis setelah dikhianati dan dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Begitu beranjak dewasa, ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit tanpa ada celah untuk menghindar. Takdir menyeretnya menjadi istri seorang bandar narkoba yang sangat kejam. Kini, seluruh kehidupannya sepenuhnya terjebak di tengah lingkaran hitam dunia kriminal yang penuh intrik mematikan serta ancaman bahaya yang terus mengintai setiap saat.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina memilih membalas dendam lewat Charles, paman sang mantan. Walau Charles sempat menolak perasaan setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga terikat selamanya. Kini berstatus sebagai bibi mantannya, Sabrina yang kerap diremehkan ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar. Ia membuktikan diri bukan pemburu harta, melainkan pemilik takhta yang sesungguhnya.
Sampul Novel Pengantin Pengganti, Hati Pendendam
8.8
Hari pernikahan yang dirancang demi kampanye Baskara berakhir tragis. Diriku dibius demi membiarkannya menikahi selingkuhannya di hadapan para elite. Pengorbananku selama tujuh tahun demi kariernya dibalas dengan hinaan bahwa aku tak berguna. Di tengah proses cerai, Baskara mengalami kecelakaan, pura-pura amnesia, lalu memohon agar aku bertahan. Karena dia ingin bersandiwara, aku akan mengikuti permainannya demi menghancurkannya.
Sampul Novel PRIME MINISTRE'S DAUGHTER
8.2
Demi menikahi Eleanore, putri perdana menteri yang dingin, Ken nekat memakai cara licik. Kebahagiaan keponakan raja itu sirna setelah pernikahan terwujud, karena Ken justru mengungkap rahasia kelam masa lalu istrinya. Hal ini memicu kebencian mendalam dan mengubah sikap Ken menjadi sangat drastis. Meski hatinya hancur disakiti oleh sang suami, Eleanore tetap bertahan dalam cinta di tengah konflik masa lalu yang sulit dimaafkan.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED