Bab 2

Perhatian kecil Rumi semakin dalam menusuk hati Aksara. Setelah malam yang sunyi di kantor, ia tidak bisa lagi memandang Rumi sebagai sekretaris biasa. Rumi bukan lagi sekadar karyawan yang efisien, melainkan sosok yang mengisi celah-celah kosong di hatinya. Aksara mulai sengaja menciptakan situasi agar bisa berinteraksi lebih lama dengan Rumi.

Sering kali, setelah jam kerja usai, Aksara meminta Rumi untuk menemaninya makan malam, dengan dalih membahas pekerjaan. Namun, topik pembicaraan selalu beralih dari rapat direksi menjadi cerita masa lalu mereka, impian yang belum tercapai, dan ketakutan-ketakutan yang tak pernah mereka utarakan kepada orang lain. Aksara mendapati dirinya menceritakan bagaimana ia merasa gagal sebagai suami, tentang rumah tangganya yang hampa, dan tentang impiannya untuk memiliki anak.

Rumi mendengarkan dengan penuh perhatian. Ia tidak menyela, tidak menghakimi. Ia hanya menatap Aksara dengan matanya yang teduh, seolah-olah ia bisa merasakan setiap beban yang Aksara pikul. Di hadapan Rumi, Aksara merasa jiwanya telanjang, namun bukan dalam arti yang memalukan, melainkan dalam arti yang membebaskan.

Pada suatu malam, di tengah obrolan mereka di sebuah restoran, Aksara tiba-tiba meraih tangan Rumi yang berada di atas meja. Rumi terkejut, namun tidak menolak. Jantungnya berdebar kencang, menyadari bahwa sentuhan itu bukan lagi sentuhan antara atasan dan bawahan. Aksara menatap Rumi dalam-dalam, "Rumi, aku... aku merasa hidup lagi saat bersamamu. Kamu adalah satu-satunya orang yang membuatku merasa tidak sendirian."

Rumi menarik tangannya perlahan. Ada kebingungan di matanya, campur aduk antara rasa senang dan khawatir. "Pak Aksara... kita tidak bisa seperti ini," bisiknya, suaranya bergetar.

Aksara mengabaikan peringatan Rumi. Ia sudah terlalu jauh tenggelam. Ia terbiasa mendapatkan apa yang ia inginkan, dan kini, yang ia inginkan adalah Rumi.

Hubungan mereka pun berubah. Momen-momen di kantor kini dipenuhi ketegangan yang manis. Sentuhan-sentuhan kecil yang disengaja, tatapan mata yang terlalu lama, dan senyum yang hanya mereka berdua pahami. Mereka tahu, mereka sedang bermain api.

Sementara itu, di rumah, Nareswari semakin jauh. Ia sering pulang larut, dan ketika di rumah pun, ia lebih sering sibuk dengan ponselnya atau pergi bersama teman-temannya. Ia tidak peduli dengan Aksara, dan Aksara pun sudah tidak peduli padanya. Pernikahan mereka menjadi sebuah rumah boneka, di mana mereka hanya berpura-pura hidup.

Suatu hari, Aksara menemukan sebuah tas belanja mewah di kamar Nareswari. Ia membuka tas itu dan menemukan sebuah lingerie yang sangat mahal. Di dalamnya terselip sebuah kartu nama yang mencurigakan. Aksara tidak ingin berpikir buruk, tetapi rasa curiga sudah lama tumbuh. Ia menyewa seorang detektif swasta untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Nareswari.

Beberapa hari kemudian, laporan dari detektif itu tiba. Isi laporan itu mengonfirmasi semua kecurigaan Aksara. Nareswari ternyata menjalin hubungan gelap dengan seorang instruktur yoga. Bukan hanya itu, detektif tersebut juga menemukan bukti bahwa Nareswari tidak bekerja di Sanjaya Corp seperti yang ia katakan, melainkan menghabiskan hari-harinya di spa dan butik mewah, semua dengan uang Aksara.

Hati Aksara hancur. Bukan karena ia masih mencintai Nareswari, tetapi karena pengkhianatan ini membuat semua usahanya selama tujuh tahun terasa sia-sia. Ia merasa bodoh, buta, dan dimanfaatkan. Namun, di tengah kehancuran itu, ia menemukan sebuah alasan. Alasan untuk mengakhiri segalanya dan memulai yang baru.

Dengan bukti yang ada di tangan, Aksara menemui Nareswari. Ia melemparkan amplop berisi foto-foto dan laporan detektif ke atas meja. Nareswari terdiam, wajahnya pucat. Tidak ada lagi bantahan, tidak ada lagi alasan yang dibuat-buat.

"Aku sudah tahu semuanya, Nareswari," ucap Aksara dengan suara dingin. "Tujuh tahun ini, kita sudah selesai."

Nareswari mencoba memohon, mencoba mencari simpati, tetapi Aksara sudah tidak memiliki hati untuknya. Ia hanya ingin melepaskan beban yang telah ia pikul terlalu lama. Aksara menuntut perceraian, dan Nareswari, tanpa daya, terpaksa menyetujuinya.

Dengan perceraian yang sudah di depan mata, Aksara merasa bebas. Bebas dari belenggu yang mengikatnya. Ia sekarang bisa sepenuhnya jujur pada perasaannya terhadap Rumi. Malam itu, setelah Nareswari pergi dari rumah, Aksara menghubungi Rumi.

"Rumi, aku ingin menemuimu," katanya dengan suara bergetar.

Rumi datang ke apartemen Aksara. Ia melihat Aksara yang terlihat lelah, tetapi matanya bersinar dengan sebuah harapan. Aksara menceritakan semuanya, tentang Nareswari, tentang perceraian, dan tentang perasaannya. Rumi mendengarkan dengan sabar.

"Aku tahu, ini tidak benar," kata Aksara. "Tapi Rumi, aku tidak bisa bohong lagi. Aku mencintaimu."

Rumi terdiam. Ia menatap Aksara, dan untuk pertama kalinya, ia tidak menyembunyikan perasaannya. Ia juga mencintai Aksara, lebih dari sekadar atasan. Cinta itu tumbuh di tengah perhatian-perhatian kecil, di tengah tawa dan air mata, di tengah kesunyian yang membuat mereka berdua merasa hidup.

Akhirnya, mereka berciuman. Ciuman yang penuh dengan kerinduan yang mendalam, yang menyegel pengakuan cinta mereka. Di tengah malam yang sepi, di apartemen yang tadinya hampa, Aksara dan Rumi menemukan satu sama lain. Sebuah babak baru dalam hidup mereka telah dimulai.

Bab 3

Ciuman itu menjadi awal dari babak baru. Hubungan Aksara dan Rumi tidak lagi hanya tentang pekerjaan. Apartemen Aksara yang tadinya hampa kini terasa hidup. Mereka menghabiskan malam-malam dengan obrolan panjang, tawa, dan sentuhan yang penuh kasih sayang. Aksara menemukan kebahagiaan yang selama ini ia cari. Ia melihat masa depan yang cerah, masa depan yang ia impikan, bersama Rumi.

Berita tentang perceraian Aksara dan Nareswari dengan cepat menyebar. Sanjaya Corp terkejut, namun banyak yang diam-diam merasa lega melihat Aksara terlihat lebih bahagia dan bersemangat. Namun, tidak semua orang bisa menerima hubungan mereka. Beberapa karyawan dan kolega Aksara mencibir, menuduh Rumi sebagai wanita perebut suami orang. Rumi berusaha tegar, tetapi gunjingan itu sangat menyakitinya. Ia takut bahwa hubungannya dengan Aksara akan merusak reputasi dan karier mereka berdua.

"Jangan dengarkan mereka," kata Aksara suatu malam, memeluk Rumi erat. "Yang terpenting adalah kita, dan kebahagiaan kita. Mereka tidak tahu apa yang kita lalui."

Aksara berniat serius dengan Rumi. Ia ingin membangun keluarga dengannya. Dalam sebuah makan malam romantis, Aksara membuka hatinya. "Rumi, aku ingin menikahimu. Aku ingin kita memiliki keluarga, anak-anak yang akan membuat rumah kita penuh tawa. Aku tahu ini terlalu cepat, tapi aku tidak ingin kehilanganmu."

Mendengar permintaan Aksara, Rumi terharu, namun juga ragu. Ia tahu bahwa ia sangat mencintai Aksara, dan ia juga menginginkan keluarga dengannya. Namun, ada satu hal yang mengganjal. Rumi belum menceritakan tentang masa lalunya.

Rumi lahir dari keluarga sederhana. Ibunya adalah seorang penjahit dan ayahnya seorang buruh pabrik. Di masa kecilnya, ia menyaksikan bagaimana ayah dan ibunya berjuang mati-matian hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia bertekad untuk sukses dan memberikan kehidupan yang lebih baik untuk keluarganya. Namun, ada juga rahasia yang tersembunyi.

Kakek Rumi adalah mantan direktur utama Sanjaya Corp, perusahaan yang kini dipimpin Aksara. Namun, ia dipecat secara tidak hormat karena sebuah skandal yang dituduhkan padanya. Tuduhan itu adalah tuduhan palsu, yang disebarkan oleh musuh-musuhnya, termasuk ayah Aksara. Keluarga Rumi hancur, dan mereka harus memulai hidup dari nol. Rumi tumbuh dengan luka itu, dan ia berjanji pada dirinya sendiri untuk membersihkan nama keluarganya.

Sejak awal, Rumi melamar sebagai sekretaris di Sanjaya Corp bukan hanya karena ingin mendapatkan pekerjaan, tetapi juga karena ingin mengumpulkan bukti-bukti untuk membersihkan nama kakeknya. Ia diam-diam mengumpulkan data, dokumen, dan saksi, yang semuanya mengarah pada kebenaran.

Rumi merasa bersalah karena ia mencintai Aksara, putra dari orang yang merusak keluarganya. Namun, ia tidak bisa mengendalikan hatinya. Ia melihat bahwa Aksara bukanlah ayahnya. Aksara adalah pria yang baik, yang juga terluka dan mencari cinta.

Ketika Aksara melamarnya, Rumi tidak bisa menyembunyikan kebingungannya. Ia tidak tahu apakah ia harus jujur dan menceritakan semuanya, atau apakah ia harus membiarkan masa lalu terkubur. Ia takut jika ia jujur, Aksara akan membencinya, dan hubungan mereka akan hancur. Namun, ia tidak bisa membangun masa depan di atas kebohongan.

Suatu malam, Rumi memutuskan untuk jujur. Dengan hati berdebar-debar, ia menceritakan semuanya pada Aksara. Tentang masa lalu keluarganya, tentang dendam yang ia bawa, dan tentang bagaimana ia menggunakan Aksara untuk mendapatkan akses ke dokumen perusahaan. Ia menyerahkan semua bukti yang ia kumpulkan, bukti yang bisa menghancurkan reputasi keluarga Sanjaya.

Aksara terkejut. Ia merasa dikhianati. Ia menatap Rumi, dan di matanya, ada kekecewaan yang mendalam. Rumi adalah satu-satunya orang yang ia percayai, dan sekarang ia tahu bahwa Rumi juga memiliki niat tersembunyi.

"Jadi, ini semua hanya sandiwara?" tanya Aksara dengan suara serak. "Kamu mendekatiku hanya untuk membalas dendam?"

Rumi menggelengkan kepalanya, air mata mengalir di pipinya. "Tidak, Aksara. Awalnya memang begitu. Tapi, seiring berjalannya waktu, aku jatuh cinta padamu. Aku mencintaimu, bukan karena siapa ayahmu, tapi karena siapa dirimu. Aku tahu aku salah, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku."

Aksara bingung. Ia tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Hatinya sakit. Di satu sisi, ia merasa dikhianati, tetapi di sisi lain, ia melihat ketulusan di mata Rumi. Ia tahu bahwa Rumi mengatakan yang sebenarnya.

Malam itu, mereka terdiam. Mereka berdua tenggelam dalam pikiran masing-masing. Aksara harus memilih: apakah ia akan memaafkan Rumi dan membangun masa depan dengannya, atau apakah ia akan menyerah pada amarah dan dendam, dan kehilangan Rumi selamanya. Di sisi lain, Rumi harus menunggu, menanti keputusan dari pria yang sangat ia cintai, sambil berharap bahwa cinta mereka cukup kuat untuk mengalahkan masa lalu yang kelam.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED