Sementara di sebuah pinggiran kota pertempuran terus berlangsung, taktik taktik gerilya para pejuang membuat para pasukan penyerbu kuwalahan
Khaidir. : "kiai cepat masuk kedalam hutan biar aku yang menahan mereka"
Kiai. : "sabar dan berdoa lah nak"
Khaidir. ; ku tuk saudara saudara di hutan. Yang tengah berjuang kiai"
Di tengah dentuman meriam , dan hujanan peluru yang datang membawa gelak lantunan takbir dan sederet pasukan putih menyerang pertahanan pertahanan pasukan penjajah,
hingga petang hari tiba perjalanan menuju ke hutan,
Khaidir yang tengah tersasar peluru terus mengigau akibat luka mesiu yang merobek punggung hingga kaki. Nya.
Dengan sorban putih yang dilapisi dedaunan yang membalut luka khaidir, sang Kiai membawa khaidir masuk ke tengah hutan, ke tempat markas para pejuang tanah air. Namun di kala
senja itu angin kencang disertai awan mendung yang dilanda kabut di bawah pesisir sungai, Jalan pelarian menuju jalan pintas markas para pejuang.
Khaidir berkata
Khaidir. : lari kiai masuk hutan itu"
Kiai. : terus sebut nama allah dan berdoa lah nak"
Di tengah pelarian membawa luka khaidir terus mengigau berada Di tengah pertempuran.
Hingga senja itu pasukan penjajah telah berhasil Dipukul mundur.
Di tengah perhitungan tahun perintah untuk melaksanakan haji untuk umat islam tiba, namun Kolonial belanda.
melarang masyarakat nusantara untuk pergi melaksanakan perintah ibadah haji.
Perlawanan masyarakat nusantara pun kian tak dapat dibendung lagi,
Dari mulai pinggiran sungai desa, Kegeraman masyarakat sudah terkihat dan tak dapat tertahankan,
laju amarah yang terbendung kian memuncak.
Saat ini jalan jalan,
Hingga jalur laut, sarana sarana masyarakat untuk pergi menunaikan ibadah haji tertutup dan dari segala arah kepungan kolonial belanda mengawasi dan terus
mengitrvensi masyarakat nusantara,
Elok tepi sungai yang mengalir ke laut serta semilir angin sore di pantai masuk pelayaran laut pun telah dijaga sangat ketat oleh pasukan penjajah.
Negosiasi dengan penjajah belanda
kerap tidak membuahkan hasil, setelah penjajah melanggar perjanjian dan juga Penghianatan terhadap masyarakat.
Namun kiai mengingatkan,
setelah kembali menegosiasi perjanjian terhadap penjajah.
Mengingatkan Bahwasanya bergaul dan bernegosiasi dengan penjajah tidak akan bermanfaat dan berguna.
Karena kita harus memilih bernegosiasi dengan penjajah yang akan merusak jiwa dan mengkhianati kita.
"Khaidir yang tengah sadar terhentak, melihat sekeliling dan bertanya, dimanakah ini."
"Kiai menjawab istirahatlah pulihkan luka mu, dan banyak beristighfar."
"Khaidir yang ingin kembali ke medan pertempuran untuk mengusir penjajah."
Dengan sedikit tegap laju khaidir mencoba untuk berdiri dan berkata, "aku ingin sekali bertempur lagi, hingga penjajah pergi dari bumi nusantara.
Tuntun aku untuk kembali. Ke pertempuran."
Luka yang masih berwarna merah ditutupi perban itu kian terbuka. Diantara rerumputan hijau, khaidir terus berjalan memasuki hutan untuk menyerang pasukan tentara belanda
dengan taktik taktik gerilya.
Perlahan lahan Ayunan Langkah kaki dengan sepucuk senjata yang digendong di bahu nya, khaidir terus melangkah melewati jalur rahasia dengan langkah tertatih tatih langkah khaidir terhenti sejenak,
Setelah Melihat sekumpulan pasukan belanda yang melintas memasuki hutan Itu
Di tengah jalan dua tapak itu, yang Dikelilingi pohon pohon bambu bambu hutan,
khaidir mulai membuat senjata dan rencana untuk melawan pasukan belanda.
bambu bambu yang telah
Diruncingkan dan jebakan jebakan bambu yang tengah berdiri berderetan.
Dipersiapkan dengan di taburi garam di ujung nya, juga ranting ranting pohon yang menutup nutupi jebakan
jebakan bambu yang telah di runcingkan kian Dipersiapkan.
oleh Khaidir. khaidir mulai
mengintai para pasukan belanda dan membuat jebakan jebakan untuk
menjebak pasukan belanda dari bambu bambu yang di runcingkan.
Dengan sedikit Rasa geram di dalam dada khaidir bersembunyi untuk melihat ke arah pasukan
belanda yang memasuki hutan.
Namun di antara keringat yang menyerupai biji biji jagung Khaidir terkejut melihat sekumpulan pasukan putih yang datang menyergap
Para pasukan penjajah Belanda itu.
Dengan segudang bambu bambu yang diruncingkan, khaidir berencana mencegah para pasukan belanda yang datang dari balik tebing hutan.itu
pasukan ini datang untuk memberi bantuan untuk para pasukan lain yang telah datang terlebih dahulu.
Segudang ide Yang ada di kepala khaidir menyeruak pecah keluar.
Dengan persiapan jebakan jebakan bambu runcing yang ditanam didalam
lubang lubang di hutan yang ditutupi dedaunan.
Khaidir mulai melempari bambu bambu runcing itu ke arah
pasukan pasulan belanda dan berharap mereka dapat mengejar khaidir.
letnan yang memimpin pasukan itu
menyadari bahwa ada nya jebakan yang ditutupi dedaunan di dalam hutan.
Khaidir yang kala itu tengah berlari ke arah jebakan yang telah di buat Nya, harus terhenti sejenak ketika menoleh dan melihat kebelakang, para pasukan belanda itu tidak lagi mengejar. Khaidir
Letnan memerintahkan pasukan untuk bersembunyi dan membidik senapan.senapan para pasukan ke arah khaidir, untuk membuat khaidir gentar dan membuatnya takut.
Dan Letnan sendiri yang akan menyergap Khaidir di kala hutan itu telah membuat bising suasana dengan suara senapan dan hati
Khaidir yang mulai gelisah dan gentar.
Di tengah kabut hutan yang lebat menutupi pandangan mata , dan diantara kabut tebal yang mulai turun ke bawah. Khaidir mulai khawatir
dengan pasukan pasukan putih yang masih bertempur.
Dengan ada nya pasukan pasukan bantuan belanda yang datang
mengejar dan belum berhasil khaidir kalahkan.
Namun otak nya kembali menyusul kan imajinasi dan ide ide untuk segera kembali menyergap para
pasukan bantuan musuh Yang datang.
Khaidir pun mulai memanjati pohon pohon yang tinggi untuk menyergap para pasukan pasukan bantuan belanda.
sang letnan belanda yang terus menerus mengintai khaidir
Di tengah pepohonan itu akhir nya dapat menemukan khaidir yang tengah berdiri diatas pohon besar,
yang sedang mencoba memanjat ke atas pohon yang lebih tinggi. Seketika
Door........
Door.......
Sang letnan menembakan senapan.....
Khaidir pun terengah engah karena terkena bidikan senapan. Sang letnan.yang tepat mengenai nya, Khaidir yang terjatuh dari pohon itu akhir nya dapat selamat karena
terjatuh tepat di atas tubuh sang letnan. Yang Lalu menimpa tubuh sang letnan belanda itu.
Letnan belanda pun pingsan diterjang khaidir yang menimpa tubuh nya yang jatuh dari atas.
Mengenai Kepala letnan,
Khaidir yang terluka di tangan dan di
bahunya, terengah engah kesakitan.
Pasukan belanda yang mulai maju itu mendengar suara senapan sang letnan dan menyusul mulai maju. Untuk ikut dalam penyergapan Khaidir ,
Khaidir yang menyadari nya akhir nya memutuskan untuk membuat perangkap. Dengan menahan Sang letnan. Belanda itu.
Agar Pasukan belanda yang datang ingin menyergap Khaidir mau bernegosiasi.
Untuk melepaskan Sang letnan yang ditawan.
Perangkap Khaidir pun mulai digunakan khaidir Dengan memancing.... Para Pasukan pasukan belanda yang ingin bernegosiasi.
Untuk melepaskan sang letnan yang
tengah di tawan khaidir, dan mengikuti khaidir Menuju perangkap perangkap bambu yang telah di runcing kan di lubang tanah itu... yang telah ditutupi dedaunan.
Setelah berhasil menjebak pasukan belanda yang berjumlah puluhan pasukan itu memasuki lubang
perangkap. Yang ditanami bambu runcing di sisi nya.
Khaidir mulai merasakan luka pada nyeri di kaki dan sekujur tubuhnya karena luka luka tembak, yang di derita nya,
khaidir dengan mata yang agak berkunang kunang, dan
luka luka di yang belum pulih seutuhnya pun .
Luka luka Mulai meradang kembali,
Namun pasukan pasukan bantuan belanda masih terus berdatangan.
Memasuki hutan.
Hingga akhir nya Khaidir pun terjatuh. Dan Pingsan di pinggir pepohonan itu.
Jalan yang akan dilalui para pasukan bantuan belanda Itu tepat berada di sisi khaidir yang jatuh terkulai lemah dan pingsan tak sadarkan diri,
Sementara Hentakan kaki kaki kuda dan puluhan pasukan bantuan belanda yang datang berkali kali lipat pun mulai berdatangan memasuki hutan yang penuh dengan
Perangkap perangkap yang telah Khaidir buat sebelumnya.
di tengah perjalanan itu sang kapten pasukan belanda telah mengetahui adanya pertempuran dan jebakan,
sang Kapten pasukan pun tersadar melihat adanya pertempuran dengan melihat senapan senapan yang terjatuh tertinggal Di sisi sisi pohon besar di hutan itu,
Sang Kapten pun mulai menyiagakan posisi para pasukan nya
Setelah menyisir hutan itu beberapa lama. Sang kapten menemukan
Khaidir......
khaidir yang akhirnya tertangkap pasukan bantuan belanda dalam keadaan pingsan dan penuh luka Di tubuhnya itu yang tak sadarkan diri.
Namun Sang Kapten belanda belum menyadari adanya pasukan pasukan belanda yang tengah terjebak didalam lubang yang telah tertutup dedaunan.itu
Kapten pun mulai menyisir dan memeriksa kembali area hutan itu disertai dengan puluhan prajurit yang berjaga.
Ketika senja merah mulai tiba, hujan yang deras kala itu membasahi area hutan yang kala itu di selimuti kabut putih. Yang sangat tebal
Hingga aliran air pun mulai memasuki dan mengisi perangkap perangkap didalam lubang lubang yang telah di buat khaidir.
Kapten dengan langkah yang
perlahan lahan menggunakan sepatu dan perlahan lahan melangkah menuju tanah yang membasahi sepatu nya yang lengket,
dengan langkah yang perlahan lahan mulai mendekati lubang itu
Di Dedaunan yang tadinya kering kini mulai tengah di masuki air kedalam lubang itu,
yang diterjang rintihan rintihan air hujan yang kian deras.
Ketika itu malam pun mulai menyapa,
langit dihutan itu yang mulai gelap dan mendung nya awan yang menambah gelap suasana hutan.
Lubang yang dimasuki aliran air hujan pun kian dibuka pasukan pasukan belanda,
namun tidak terlihat ada apa apa di bawah Lubang itu.
Sang kapten pun mulai berbalik arah perlahan lahan melangkah menuju para pasukan belanda yang telah berangkat setengah hari sebelumnya,
Menuju hutan ,
lalu dengan tiba tiba sang kapten dikejutkan dengan suara suara yang berteriak, dari arah para prajurit belanda yang terjebak...... dan kian perlahan lahan tenggelam, di dalam Lubang jebakan itu
Mungkin suara suara teriakan itu berasal dari lubang yang berada di depan mereka,
Para pasukan belanda itu pun kian takut mendengar suara suara yang mulai berteriak,
Namun sang kapten memerintahkan pasukan nya untuk segera memeriksa asal suara dari lubang itu
Hingga langkah langkah sepatu para prajurit belanda itu mendekati lubang...... dan para pasukan belanda yang tengah mendatangi lubang itu. lalu membuka dedaunan di atas kubangan lubang , Dengan tiba tiba. Terdengar suara suara yang lain perlahan lahan mendekat, ke arah para. Para Pasukan belanda.
Lalu........
Suara Suara hentakan ayunan ayunan kaki kuda terdengar keras semakin mendekat yang berdatangan dari segala arah mata angin,
Para Pasukan belanda yang masih terbingung bingung oleh perangkap perangkap yang telah di buat khaidir, kini terkejut oleh serbuan para pasukan berkuda yang berjubah putih. Yang datang dengan tiba tiba menyerang mereka, hingga akhir nya
Khaidir pun terselamatkan oleh para pasukan putih.......
Akhir nya khiaidir yang tengah pingsan ber hari hari mulai tersadar
Dan bertanya.tanya
Khaidir : "dimana ini kiai."
Kiai : "engkau telah aman dari penjajah
itu nak."
Khaidir : "bagaimana pertempuran kemarin."
Kiai : "kita berhasil menawan mereka nak."
Di pagi itu , kabut yang dingin Hingga butiran butiran embun pagi yang berjatuhan membasahi kaca kaca jendela kamar khaidir, menyejukan suasana di dalam kamar khaidir kala itu,
Lalu khaidir pun bersyukur Dan menyadari bahwa diri nya telah di selamat dari pertempuran yang dilalui Nya, kemarin"
Di pagi yang cerah itu, jamilah, seorang keponakan kiai, dan hanif seorang pejuang nusantara yang tengah berbincang bincang tentang sesuatu mengenai markas penjajah belanda."
Jamilah adalah seorang penjual jamu yang memata matai matai seseorang jenderal di markas belanda itu, dan hanif adalah seorang pejuang nusantara yang sangat dicari cari oleh penjajah belanda.
Namun khaidir terkejut saat ketika mendengar sesuatu ,ternyata jenderal belanda saat ini juga mencari cari khaidir.
Kecerdasan khaidir dan perangkap perangkap yang di buatnya sangat berbahaya bagi prajurit belanda, yang kala itu terperangkap."
Kini khaidir bersembunyi di markas rahasia para pejuang di tengah pesisir hutan.
Kiai yang datang memecah perbincangan mereka, jamilah dan hanif" dan tiba tiba tengah duduk di tengah tengah mereka, serta memperkenalkan khaidri kepada mereka."
Hingga akhirnya Kiai pun menyusun rencana penyerangan yang Terakhir, untuk menyelamatkan dan melarikan khaidir dan hanif menuju bukit barisan di sumatera.
Namun khaidir yang masih terluka haruslah segera pulih untuk melaksanakan misi ini.
Di tengah pembicaraan kiai, memperkenalkan seorang pemimpin pasukan putih," yang sangat ditakuti para pasukan pasukan penjajah belanda. kepada khaidir, yang bernama Sultan."
"Sultan adalah pemimpin pasukan putih, seorang alim, dan ahli strategi tempur. Juga pemimpin di markas para Pejuang di pesisir hutan ini."
Ialah orang yang menyelamatkan khaidir dalam pertempuran kemarin.
Sultan merupakan orang yang ditakuti belanda dan juga sangat disegani di wilayah desa dan perkampungan di pesisir hutan.
Lalu Sultan menyarankan agar khaidir tetap beristirahat dan juga memulihkan luka luka nya," kembali
Karena misi kali ini sangat lah berbahaya." Sultan juga memerintahkan khaidir untuk selalu menjaga shalat ,dan mendirikan sholat lima waktu tepat pada waktu nya."
Setelah itu kiai, hanif dan jamilah pergi untuk meninggalkan khaidir yang tengah beristirahat. meninggalkan ramuan jamu jamu yang telah dibuat oleh jamilah. Untuk diminun oleh khaidir yang dapat luka luka menyembuhkan khaidir.
Teguk demi teguk ramuan itu di minun oleh khaidir yang lalu membuat seluruh badan khaidir terus bergetar, Karena rasa pahit yang sangat dahsyat jamu itu, sampai sampai khaidir pun mengunyah unyah bibir nya berkali kali setelah meminumnya.
Hingga di saat malam yang gelap menyelimuti markas para pejuang, setelah sholat isya khaidir kembali tertidur lelap dan dengan nyenyak. Yang seperti di cekoki obat tidur yang berdosis tinggi.
Hingga esok hari khaidir terbangun dan merasa telah pulih dari luka luka yang diterima nya sewaktu pertempuran kemarin, khaidir pun terkejut melihat markas para pejuang tidak lagi berpenghuni. Namun khaidir yakin bahwa pertempuran telah dimulai. Hingga para pejuang pergi meninggalkan markas mereka.
Khaidir pun pergi menyusul para pejuang yang telah pergi untuk bertempur di medan perang, ditengah tengah perjalanan khaidir mengingat percakapan kemarin,
Ketika kiai menyusun rencana untuk menyerang markas musuh, lalu khaidir pun memutuskan untuk mengintai dari ketinggian pepohonan hutan itu di dekat markas belanda,
Di atas pohon khaidir melihat dan menelusuri sekitar markas belanda, hingga khaidir menyusun jebakan jebakan untuk menyerang markas belanda.
Khaidir pun mengintai keberadaan pasukan putih. Yang akan menyerang markas musuh. Dari sebelah barat.
Khaidir yang punya rencana untuk menyerang markas belanda,
Lalu menyusup masuk melalui celah kecil dibelakang markas belanda yang menghadap hutan itu,
lalu dengan langkah yang perlahan lahan pergi menysup ke gudang persenjataan belanda dan membakar gudang amunisi dan persenjataan persenjataan.di markas besar belanda
Agar musuh dapat dilemahkan dengan persenjataan nya, dengan penyerangan tiba tiba.
Kebakaran gudang persenjataan yang mulai diketahui setelah asap asap mengepul ngepul tinggi di ruang persenjataan.
Sultan yang tengah mengintai pun mulai menyadari adanya kekacuan di markas musuh. Dan lalu mulai menyerang dengan pasukan berkuda dengan cepat memasuki markas belanda Itu."
Di Tengah kekacauan penyerbuan pasukan putih, dapat dengan mudah menyerbu pasukan belanda. Di pintu masuk. Markas belanda.
Namun sang jenderal pemimpin pasukan musuh, telah mengetahui ada nya penyerangan. Hingga saat itu jenderal lalu memutuskan untuk menggunakan pasukan meriam untuk melawan pasukan putih dan meminta pasukan bantuan di markas terdekat pasukan belanda.
Di pagi yang cerah itu pertempuran tidak dapat lagi di elakan hingga pasukan putih berhadapan dengan pasukan meriam belanda. Khaidir yang mengetahui bahwa pasukan pasukan meriam belanda memiliki puluuhan meriam, memutuskan untuk menyerang dari sisi belakang.
Sedangkan Sultan membelah pasukan menjadi dua sayap untuk menyergap pasukan belanda.
dentuman meriam di Tengah terik matahari menjelang siang itu terdengar keras pasukan meriam belanda menggempur pasukan putih dengan sangat dahsyat,
Sultan memerintahkan untuk menyerang dari sisi kiri untuk menembus pasukan meriam belanda, dan Sultan menyerang dari sisi kanan disamarkan asap asap Kebakaran di gudang persenjataan yang terbakar. Sementara khaidir menyerang dari sisi belakang dengan lemparan lemparan bambu bambu runcing yang bergetah untuk menghentikan tembakan meriam.
Lalu Hingga pasukan sayap kanan dapat menyerang pasukan meriam dan membuat gentar musuh.
Di Tengah hari itu matahari tepat berada di sisi kepala,
pasukan pasukan meriam yang akhirnya berhasil dilumpuhkan, dengan serangan dua arah.itu
Namun sang jenderal yang Tengah meminta bantuan pasukan di dekat markas belanda , melarikan diri menuju hutan. Dengan lumpuh nya pasukan meriam, pasukan putih berhasil menawan markas musuh para penjajah belanda,
Saat itu sultan memerintahkan jamilah dan zaitun saudarinya membawa pergi hanif dan khaidir pergi menuju bukit barisan di sumatera, sementara sultan bersama pasukan putih membakar markas belanda.
Khaidir : "panglima bersiaplah untuk bantuan pasukan musuh, mereka akan datang dari benteng terdekat."
Sultan : "wahai khaidir kiai bersama pasukan putih yang lain telah menunggu mereka. Sabar dan mohon lah doa untuk kemenangan."
Khaidir : "ini rute jebakan yang telah aku buat untuk memperangkap pasukan musuh di hutan semoga dapat bermanfaat."
Di sore itu di saat hari telah meredup dan cahaya senja kemerahan tiba. Lalu dengan tiba tiba khaidir, hanif, jamilah dan zaitun memulai untuk pergi meninggalkan markas belanda. menuju bukit barisan di sumatera utara. Dengan menaiki kuda pasukan putih ,khaidir dan jamilah menuju tebing untuk melihat sekali lagi desa dan hutan markas para pejuang.
Hingga malam pun telah tiba. pelarian menuju pulau seberang dimulai, sementara hanif dan zaitun mempersilahkan khaidir ber jalan mendahului mereka, untuk berjaga jaga di belakang, lalu jamilah memberikan jamu putih kepada khaidir dan mempersiapkan obat obatan untuk merawat luka khaidir.
Hingga malam pun mulai larut , hanif dan zaitun memutuskan untuk beristirahat di sebuah desa kecil yang mereka lewati. Namun tampak suasana desa tersebut seperti hening dan mencurigakan ,karena tidak ada penduduk yang berani keluar malam malam.
...............................................................
Hanif dan khaidir akhir nya memutuskan untuk mencari tahu apa yang terjadi di desa itu. Dan menyembunyikan jamilah dan zaitun di lereng hutan dekat desa Yang tersembunyi.