Sampul Novel Terlalu Lelah Untuk Bertahan

Terlalu Lelah Untuk Bertahan

7.9 / 10.0
Demi menyambung hidup sang anak, Liana terpaksa mengais sisa makanan di pasar. Alih-alih dibantu, ia justru diberi nasi basi oleh Nina, sang ibu mertua yang kejam. Penderitaannya kian lengkap akibat sikap dingin Damar, suaminya yang malah menyalahkannya atas kondisi finansial mereka. Di tengah rasa lapar dan kepedihan yang mendalam, Liana sadar harus keluar dari situasi ini. Rasa lelahnya kini berubah menjadi tekad kuat untuk bangkit demi masa depan buah hatinya.

Terlalu Lelah Untuk Bertahan Bab 1

Liana duduk di sudut ruang tamu yang gelap, hanya diterangi cahaya redup dari lampu minyak yang mulai padam. Hembusan angin malam masuk melalui celah-celah jendela yang tak sempurna, membuat tubuhnya menggigil. Matanya menatap kosong ke depan, seakan-akan mencoba mencari makna dalam setiap bayangan yang tampak samar di dinding rumah kayu yang sudah rapuh. Hidupnya seperti kaca pecah-terpental ke mana-mana, tak bisa lagi disatukan.

Sejak beberapa bulan terakhir, setiap harinya terasa seperti pertempuran. Hidupnya yang dulu sederhana kini dipenuhi dengan kesulitan yang tak pernah ia bayangkan. Dulu, ketika ia menikah dengan Damar, ia membayangkan kehidupan yang bahagia, penuh cinta, dan penuh dengan harapan. Namun, kenyataan justru jauh berbeda. Seperti sebuah mimpi buruk yang tak bisa ia hindari.

Liana menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan pikirannya yang semakin kacau. Di luar sana, malam semakin larut. Namun, perutnya yang kosong seakan tak peduli dengan waktu. Anak kecilnya, Nadya, sudah tidur dengan nyenyak di kamarnya, tidak tahu bahwa ibunya tengah berjuang melawan rasa lapar dan frustasi.

Pagi tadi, seperti biasa, Liana pergi keluar untuk mencari makanan. Tak ada pilihan lain. Ia berjalan berkeliling pasar, mencari apa yang bisa dimakan untuk anaknya. Damar, suaminya, seakan menutup mata terhadap kenyataan yang dihadapi istrinya. Ia bekerja, memang, namun lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain dengan ponselnya atau mengobrol dengan teman-temannya, sementara Liana berjuang dengan segala cara untuk menyelamatkan keluarga mereka dari kelaparan.

Ketika ia pulang dengan sedikit bahan makanan yang ia dapatkan dari seorang pedagang tua yang baik hati, ia berharap bisa memberi makan anaknya dengan makanan yang layak. Namun, yang ia temui justru kenyataan yang lebih pahit. Di dapur, mertuanya, Nina, duduk dengan tenang, seolah tak peduli dengan kedatangannya. Liana bisa merasakan tatapan Nina yang dingin, seolah-olah ia bukan bagian dari keluarga ini. Ibu mertuanya itu tidak pernah menyukainya, bahkan sejak hari pertama pernikahannya dengan Damar. Setiap langkah Liana selalu diawasi dengan penuh kecurigaan, dan setiap upaya yang ia lakukan untuk membantu rumah tangga ini selalu dianggap tidak cukup.

"Nasi itu cukup buatmu," ujar Nina, suaranya datar, bahkan cenderung sinis. Liana hanya bisa menelan ludah, menahan amarah yang hampir meledak. Nasi basi. Itu yang diberikan oleh mertuanya.

Liana mencoba menenangkan dirinya. Ia tahu, berbicara dengan Nina hanya akan membuat keadaan semakin buruk. Sudah cukup banyak kata-kata tajam yang pernah keluar dari mulut ibu mertuanya. Tapi kali ini, ada sesuatu yang berbeda. Rasa frustasi yang sudah lama terpendam akhirnya mencapai puncaknya. Ia merasa terjebak dalam sebuah hidup yang tak pernah ia pilih.

Liana berjalan menuju meja makan, di mana Damar sudah duduk, seperti biasa, dengan ponselnya di tangan. Suaminya itu tidak pernah sekalipun menanyakan kabarnya, apalagi tentang Nadya. Setiap kali ia merasa lapar atau lelah, Damar selalu mengabaikannya. Liana merasa dirinya semakin terasingkan, bahkan di rumahnya sendiri. Keberadaan Damar seakan tidak lebih dari bayangan yang melintas tanpa arti. Ia tahu Damar bekerja keras, tetapi apa gunanya jika suaminya itu hanya sibuk dengan dunia maya, tidak peduli dengan kenyataan yang dihadapi oleh keluarganya?

"Liana, kenapa kau lama sekali? Kau tidak membawa banyak bahan makanan hari ini?" tanya Damar tanpa menatapnya. Suaranya terdengar acuh tak acuh, seakan-akan ia sedang berbicara dengan seorang pelayan, bukan istrinya.

Liana menatapnya, matanya penuh dengan kecemasan dan keputusasaan. "Apa kau tidak melihat bagaimana susahnya aku mendapatkan makanan untuk kita? Kau pikir aku hanya bisa membeli bahan makanan dengan uang yang kau berikan begitu saja?" Ia merasakan kata-katanya semakin keras, namun seakan tak ada yang mendengarnya.

Damar mengangkat bahu, tetap fokus pada layar ponselnya. "Aku sudah memberi cukup uang untuk belanja. Kau yang tidak tahu mengelola keuangan dengan baik."

Liana merasa hatinya seperti diiris pisau. Setiap kata Damar seperti tusukan yang membuat luka semakin dalam. Apa lagi yang harus ia lakukan? Ia sudah berusaha semampunya. Tidak ada satu pun penghargaan yang ia terima. Tidak ada satu pun kata-kata yang bisa membuat suaminya merasa iba.

Liana meraih piring yang berisi nasi basi itu dan duduk di meja, menghadap suaminya yang tampak tidak peduli. Ia mencoba menahan tangis yang hampir saja tumpah. Rasanya ia sudah tidak bisa lagi bertahan dalam hubungan yang seperti ini. Tidak ada cinta, tidak ada perhatian, hanya keheningan yang semakin mencekik.

Malam itu, setelah makan dengan hati yang penuh kecewa, Liana berbaring di ranjang, mencoba untuk tidur meskipun perasaannya terus terbangun. Di sampingnya, Damar terlelap dengan tenang, tanpa mengetahui apa yang sedang dirasakan istrinya. Ia berbaring dengan tubuh yang kaku, menatap langit-langit yang gelap. Air mata perlahan mengalir di pipinya. Bukan karena dia lemah, tapi karena dia tahu dia tidak bisa terus hidup seperti ini. Liana merasakan dirinya kehilangan arah, terperangkap dalam kehidupan yang seolah tidak memberikan jalan keluar.

Namun, ada sesuatu dalam dirinya yang tidak bisa padam. Api kecil itu masih menyala, meskipun perlahan. Di tengah kegelapan, ada keyakinan yang perlahan tumbuh: ia tidak bisa terus hidup seperti ini. Ia harus keluar dari bayang-bayang yang membelenggu hidupnya. Suatu hari nanti, ia akan menemukan jalan, jalan untuk dirinya sendiri dan untuk Nadya. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan bangkit, bahwa ia akan menemukan kekuatan untuk melawan ketidakadilan yang ada di hadapannya.

Liana menutup matanya, memeluk perutnya yang kosong, dan berdoa dalam hati. Besok, ia akan menghadapi dunia dengan cara yang berbeda. Ia akan menjadi lebih kuat, lebih berani. Meskipun ia tidak tahu bagaimana, ia yakin itu adalah langkah pertama untuk keluar dari kegelapan ini.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Terlalu Lelah Untuk Bertahan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an meminta cerai setelah tiga tahun pernikahan. Ia memohon kepada sang istri agar diizinkan memiliki anak lagi dengan mantan kekasihnya itu sebagai pendonor sel penyelamat. Di balik janji setianya untuk kembali setelah proses medis selesai, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang telah menanti kedatangan Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela nekat hamil diam-diam dari Jeremy, walau tahu dia hanya dimanfaatkan. Demi lepas dari cengkeraman pria kejam itu, Angela sengaja memicu kemarahannya agar diusir. Namun, pelariannya gagal setelah Jeremy menemukan tempat persembunyiannya. Saat Angela pasrah memohon dibebaskan, situasi justru berbalik karena kehadiran anak mereka. Jeremy yang semula begitu dingin kini berubah drastis, bahkan menawarkan diri untuk melayani Angela serta buah hati mereka.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Kasih sayang mendalam sebagai ibu memaksa Neva Zetrix mengesampingkan harga dirinya demi melindungi sang anak yang tak berdosa. Setiap hari, ia harus tunduk dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson yang sangat dominan. Demi keselamatan buah hatinya, Neva rela bertahan melewati penderitaan batin dan tekanan konstan. Kisah perjuangan penuh pengorbanan ini memperlihatkan ketegaran seorang wanita dalam menghadapi peliknya dinamika hubungan yang menjerat hidupnya.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Menjebak Ivander dalam pernikahan paksa rupanya menjadi penyesalan terbesar bagi Nada. Meski begitu, cara ekstrem ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa mendampingi pria yang dahulu pernah ia hancurkan hidupnya. Terbelenggu rasa bersalah, Nada kini bertekad menebus dosa masa lalu lewat pengabdiannya sebagai istri. Namun, mampukah ketulusan Nada melunakkan dinginnya kebencian Ivander, ataukah perjuangannya meraih maaf justru berujung sia-sia?
Sampul Novel LEMBAYUNG CINTA
9.2
Dalam kisah romansa modern ini, Rangga begitu terpikat oleh sosok Davina hingga merasa sangat terobsesi. Demi memikat wanita impiannya tersebut, Rangga rela menyusun berbagai rencana dan menempuh segala metode untuk menarik perhatiannya. Ia tiada henti berupaya membangkitkan simpati Davina, berharap perasaannya yang mendalam akan berbalas. Perjuangan gigih sang pria demi memenangkan hati wanita pilihannya menjadi inti dari perjalanan cinta yang penuh ambisi ini.
Sampul Novel Membawa Kabur Benih Presdir
8.8
Kebahagiaan Aurora Winters sirna seketika saat mengetahui dirinya hamil. Sang suami, Julian Ryder, sejak awal sudah menegaskan enggan memiliki anak dalam pernikahan mereka. Berada di posisi sulit antara naluri keibuan dan sikap dingin suaminya, Aurora menolak keras untuk menggugurkan kandungannya. Demi melindungi sang buah hati, ia pun terpaksa menyusun rencana rahasia untuk melarikan diri dan menyembunyikan kehamilan ini dari suaminya.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED