Bab 2

Shakira memandang ke semua orang ia merasakan sakit hati dan malu ia benar-benar dipermalukan oleh Andreas akan kebodohannya. Namun, ia berusaha untuk tegar.

Ia tidak mau menangis Shakira mengangkat kepalanya, "Maaf, Ibu! Ayah! Saya tidak bisa menikah dengan Kak Adam. Sebaiknya kita sudahi saja," ucap Shakira bergetar, ia berjalan keluar dari Gereja dan meninggalkan segalanya.

Hati dan jiwanya hancur ia tidak menyangka segalanya begitu menyakitkan, "Shakira!" Tina sang ibu memanggilnya ingin merengkuhnya.

"Tidak usah, Bu! Biarkan dia sendiri dulu. Biarkan dia menikmati dukanya. Nanti baru kita menghiburnya," sanggah Darius.

Shakira terus berjalan, meninggalkan semuanya membuang buket bunga mawarnya, berjalan di trotoar seperti orang gila dengan pandangan kosong menuju ke sebuah taman di Kota Settle, ia menatap lalu lintas yang padat di seberang.

Air mata bergulir, ia seperti seorang pengantin yang melarikan diri. Bola matanya yang berwarna hijau zamrud tak henti-hentinya meneteskan air mata, "Aku harus pergi!" hatinya berkata, "aku harus meninggalkan Settle! Aku meminta kepada Monica untuk mentransfer kerja di luar Settle, aku ingin berlibur!" batinnya.

Shakira pergi meninggalkan kepahitan di belakangnya ia tidak ingin menjadi bahan obrolan di sekelilingnya, ia tidak ingin orang melihat kesedihan dan kepedihannya. Ia terus melangkah menyetop sebuah taksi dan pulang ke apartemen.

Mengirimkan surel kepada Monica memintanya untuk berlibur dan pindah kerja, ia ingin melarikan diri. Gelungan rambutnya yang pirang sudah terlepas dari jepitan rambut, supir taksi hanya diam memandangnya dari spion di dalam mobil. Ia pun tidak berani bertanya ada apa? Dan mengapa? Si supir hanya melihat tetesan air mata yang masih terus bergulir.

Sesampai di apartemennya, Shakira membayar ongkos dan masuk secepatnya ke dalam apartemen. Menarik koper dari dalam lemari dan memasukkan baju tanpa perlu menyusunnya membuka baju pengantin dan melemparkannya ke sudut lemari. Menarik tas selempang mengendarai mobil tanpa arah tujuan, akhirnya ia sampai di bandara dan terbang menuju Tobermory-Skotlandia.

Ia menyewa sebuah penginapan kecil di tepi pantai ia ingin menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang. Ia tidak peduli lagi dengan keadaannya. Menikmati sunset dan sunrise di sebuah pantai indah dan mengenakan bikini seksinya berjemur di bawah sinar matahari.

Shakira membuat istana pasir yang tinggi menjulang, mencoba untuk menyembunyikan dirinya dari kemelut jiwa. Shakira tiba-tiba memiliki ide gila ia menoleh ke kanan dan kirinya.

Suasana sepi ia di antara batu terjal di tepi pantai, "Aku ingin berjemur tanpa mengenakan apa pun, suasana sepi. Aku ingin bersenang-senang," pikirnya.

Ia menanggalkan bikininya dan berbaring menikmati sinar pagi yang indah. Berbaring dikelilingi benteng pasir berusaha untuk memejamkan mata, "Aku tidak peduli jika Andreas akan mati!" lirihnya berusaha untuk menikmati sinar sunset pagi hari yang masih remang. Sinarnya menembus ke permukaan kulitnya hingga Shakira tertidur.

***

Sementara Adam begitu prihatin saat melihat calon adik iparnya yang bernama Shakira berjalan meninggalkan kehebohan yang dilakukan andreas sang adik dan kekasihnya Wilona. Adam mengetahui sekeping hati Shakira hancur namun harga dirinyalah yang masih membuatnya bertahan.

Adam pun pergi meninggalkan Gereja, "Sialan, mengapa wanita itu menolakku?" batinnya, "bagus juga, sih! Paling tidak hal itu tidak mengganggu hubunganku dengan Jennifer. Tapi …. " Adam mengendarai mobilnya.

Namun, secuil harga dirinya marah. Ia tidak pernah ditolak oleh wanita mana pun bahkan, mereka rela mengantri di tempat tidurnya Adam tinggal memilih saja.

Adam bermaksud mencari Shakira, ia takut jika Shakira akan bunuh diri atau berbuat gila, ia sendiri pun tidak tahu mengapa hati dan pikirannya selalu ke wajah cantik bermata hijau zamrud tersebut, "Andreas benar-benar sialan! Buat malu, saja!" batinnya.

Adam menyusuri jalanan Settle namun tidak mendapati Shakira. Ia terus berputar-putar di Kota Settle hatinya sedikit kecewa ia tidak menemui Shakira di mana pun.

"Apakah gadis itu ditelan bumi? Aku harap saja tidak terjadi masalah apa pun," batinnya. Akhirnya Adam pulang ke rumahnya di sudut Kota Seattle di salah satu perumahan elit.

Namun hatinya masih saja dipenuhi wajah Shakira, "Andre, siapkan koperku aku ingin berlibur! Aku ingin menghabiskan waktuku di Tobimorry," perintahnya.

Andre tanpa basa-basi langsung menyediakan keperluan majikannya yang dingin. Adam langsung pergi ke rumahnya di salah satu pantai di Tobimorry.

Setelah jetlag ia tidur semalaman dan bangun dengan keadaan segar, "Sial, wanita itu selalu saja menggangguku!" umpatnya kesal.

Ia tidak bisa mengusir bayangan Shakira dari benaknya, ia benci akan hal itu. Ia sudah mengabaikan telepon dan pesan dari kekasihnya Jennifer. Adam memakai sepatu sneaker nya dan pakaian sport mencoba melupakan Shakira berlari menyusuri pantai.

"Aw!" jerit kecil Adam saat tanpa sengaja ia hampir saja menginjak sesuatu di balik benteng pasir.

Ia tidak menyangka ada seorang manusia di sana, "Apa yang kau lakukan?" tanya Shakira langsung bangun dan berdiri, Adam memandangnya seperti seorang pemuja dengan tatapan terperangah.

Seakan ia baru saja melihat peri dengan kecantikan yang luar biasa. Jiwa playboynya langsung melayang. Shakira terperanjat ia menyadari jika ia tidak mengenakan apa pun sehingga ia langsung mengambil selendangnya dan memakai secepatnya.

"Shakira?!" lirih Adam mencoba untuk tersadar dari keterkejutan dan keterpanaan juga ketertarikan hasratnya bercampur menjadi satu.

"Pria mana yang tidak akan tergoda dan matanya akan tetap di tempatnya, bila disuguhi pemandangan indah begini?" batin Adam.

Jiwa petualangannya yang liar mulai menari-nari di benak bersamaan dengan iblis yang terus menggoda.

Shakira langsung berlari terbirit-birit ia tidak menyangka akan bertemu dengan Adam calon kakak iparnya yang tidak akan pernah kesampaian, "Sial! Mengapa aku bertemu dengannya dengan keadaan gila begini?" sesal Shakira.

Ia terus berlari dan masuk ke dalam cottage-nya, menutup dan mengunci pintu, debar di jantungnya bergemuruh rasa malu dan sangat hina bergelora di sana.

"Mengapa aku begitu teledor? Baru saja aku berbuat gila untuk pertama kalinya, sudah seperti ini?" sesalnya.

Shakira langsung mandi dan memakai baju yang sopan. Ia tidak ingin bertemu dengan Adam lagi, "Aku tidak ingin lagi berurusan dengan keluarga Karl," batinnya, "mengapa aku harus bertemu dengannya? Bukankah Adam Felix Karl seorang pengusaha sukses juga seorang playboy?

"Sedangkan adiknya saja yang tidak memiliki berjubel skandal bisa memiliki anak tanpa tahu. Apalagi seorang Adam Karl?" batinnya geram.

Untuk pertama kalinya Shakira merasa tidak nyaman, ia ingin pulang seketika ke Seattle.

Namun, "Mengapa aku harus pulang? Bukankah pantai ini untuk umum? Bila aku pulang sekarang itu artinya aku bersalah dan aku kekanak-kanakan. Masa, bodoh!" batin Shakira.

Ia mengenakan dres warna hijau dengan motif abstrak yang meriah. Ia ingin menikmati siang hari di kota dan sepanjang pantai. Ia menyewa sebuah mobil untuk mengunjungi dataran ia ingin mencoba untuk mencari inspirasi.

Shakira seorang arsitek sehingga ia bisa melukis dengan cat air maupun cat minyak ia tidak ingin berjalan di kota, "Aku tidak ingin bertemu dengan Adam," keluhnya tegas.

Bab 3

Shakira mengendarai mobilnya menuju sebuah bukit di Tobermory, ia ingin melukis keindahan alam dan pegunungan di sana. Ia berharap menemukan inspirasi juga menemukan sesuatu untuk menghilangkan rasa sedih dan kesalnya, ia ingin melupakan penghinaan yang dilakukan oleh Andreas kepadanya dan keluarga besar yang disayangi.

Ia tidak bisa membayangkan sakit hati dan rasa malu kedua orang tuanya. Ia harus menangis di altar hanya karena cinta palsu milik Andreas.

"Aku akan melupakanmu! Aku tidak akan pernah mengingatmu lagi!" ujarnya di kesunyian ceruk tebing.

Ia memasang kaki tiga kanvasnya dan memulai menggaris di sana, ia hanya melihat dan terus menarik garis-garis indah dan membubuhkan warna-warna cat air.

Untuk sesaat Shakira lupa akan waktu dan sakit hati, ia lupa jika ia sedang melarikan diri menghindari lukanya. Ia benar-benar menikmati waktu kesendirian tanpa mengingat sedikit pun wajah Andreas di sana apalagi Adam Karl, kakak beradik yang sangat mengerikan.

"Siapa itu Adam? Seorang pengusaha kaya dan seorang buaya darat, sialan! Malangnya dia dengan gratis dan begitu mudah melihat tubuhku tanpa busana betapa tololnya aku, menyebalkan!" batin Shakira kesal.

Ia semakin emosi dan marah melampiaskan kepada kanvas sehingga tanpa ia sadari hari sudah mulai senja. Shakira terkejut ia lupa akan waktu, "Sial, sudah sangat malam. Mengapa aku tidak tahu?" umpatnya.

Ia segera merapikan semua peralatannya dan memasukkan ke dalam bagasi mobil ia menyetir ingin pulang. Akan tetapi, lampu mobil semakin redup dan mati, cuaca pun sudah tidak mendukung.

Shakira terus melajukan mobilnya di dalam gelap malam dan hujan deras dengan dentuman petir membahana di angkasa karena suasana gelap ia lupa jalan, sehingga ia salah berbelok di simpang dua.

Ia membelok ke kiri, "Ya, Tuhan! Mengapa begitu jauh dari cottage-ku?" hatinya. Ia merasa saat pergi tadi ia tidak sejauh itu berkendaraan.

Ia terus mengendarai mobilnya tetapi mobil tiba-tiba terbatuk-batuk dan mogok, Shakira semangkin kacau dan takut. Ia berusaha mencari senter atau apa pun di dalam dashboard namun, ia tidak menemukan apa pun.

Shakira teringat akan ponselnya dan menyalakan senter lewat ponsel. Ia menyelempangkan tas selempangnya, ia ingin semua berkas penting seperti paspor dan surat-menyuratnya aman. Ia tidak ingin mendapatkan malapetaka di bagian birokrasi nantinya jika ia kehilangan semua itu.

Ia keluar dari mobil menguncinya dan berjalan menyusuri jalan yang lumayan lebar tetapi penuh dengan bebatuan yang tajam dan cadas, "Orang gila mana yang mau tinggal di daerah seperti ini?" batin Shakira.

Ia terus saja berjalan gaun pantainya sudah basah kuyup apalagi gaunnya terbuat dari sutra tipis sehingga dengan mudah menyatu dengan tubuh menempel dengan anggunnya di sana. Rambutnya pun sudah basah, berulang kali Shakira menyeka air hujan yang mengenai wajah dan mata ia merasa perih, sepatu kets-nya pun sudah penuh dengan air, ia harus melompat-lompat dari kubangan air.

"Syukurlah, Tuhan! Akhirnya aku menemukan cahaya lampu! Aku harap saja orangnya baik untuk semalam aku bisa menginap," batin Shakira yang terus berusaha berjalan terseok-seok secepatnya.

Ia melihat sebuah kastil indah di sana dengan cahaya lampu yang minim, "Apakah ini rumah vampir?" batinnya semakin galau.

Namun, hujan dan petir masih terus membahana dan memaksanya untuk pergi dari situ, "Masa bodohlah! Mau rumah vampir, hantu, atau apa pun itu. Yang terpenting untuk semalam ini aku akan selamat," batinnya.

Dengan setengah berlari Shakira menggedor pintu yang berlambang naga.

***

Tok! Tok! Tok!

Gedoran di pintu membuat Adam dengan malas bangkit dari tempat tidurnya, "Sialan! Siapa yang mengganggu di tengah malam berhujan ini?" batinnya kesal.

Ia baru saja 5 menit yang lalu tertidur bayangan Shakira dengan tubuh tanpa busananya benar-benar membuatnya kejang-kejang. Segala otot dan sirkulasi darahnya seakan mampet butuh pelampiasan.

"Biarkan, saja! Jika itu ulah anak-anak nakal, lagi! Besok aku akan menanam ranjau sekalian," makinya.

Tok! Tok! Tok!

Namun, gedoran itu semangkin kencang dan tidak berjeda. Adam dengan menggerutu seperti induk ayam yang kehilangan anaknya, langsung saja mencari jeans bututnya yang pendek dengan sobekan di paha.

Ia langsung berjalan menuruni anak tangga langsung membuka pintu, "Apa yang kau ing-" bentak Adam terhenti kala melihat wajah yang sudah membuatnya kacau balau seharian ini.

Kini sudah terdampar di muka pintu,

Shakira terbengong ia tidak menyangka jika si vampir itu adalah Adam Karl. Ingin rasanya ia berbalik arah, akan tetapi, petir dan hujan juga gelapnya malam membuatnya tidak mampu berbuat apa-apa.

"Lebih baik, dimakan vampir sialan ini! Daripada dibunuh perampok," batin Shakira.

Ia memandang dengan mengangkat dagunya tinggi-tinggi tidak mau kalah dengan Adam si vampir, "Bolehkah aku masuk? Maksudku, mobilku mogok dan aku … tidak tahu harus pulang.

"Aku ingin bermalam hanya satu malam saja, aku bisa tidur di …. " Shakira melongok ke dalam kastil yang kosong melompong hanya ada sebuah sofa tua dan sudah robek di sana-sini.

"Aku bisa tidur di situ!" tunjuk Shakira.

Adam masih saja terpaku, "aku akan membayar untuk penginapan dan secangkir kopi atau roti, tolonglah!" pinta Shakira setengah memohon.

Adam tidak menduga dengan semua kejutan yang diberikan oleh Tuhan. Ia hanya membuka pintunya lebar-lebar dan mempersilakan Shakira masuk, "Masuklah!" balasnya dingin.

Shakira masuk dengan tubuh menggigil kedinginan, bayangan lekuk tubuhnya di pantai membuat Adam semangkin di ambang normal, "Tetaplah di tempatmu! Dan bersikap normallah! Jangan gila! Adikmu baru saja mencampakkannya," batin Adam.

Ia melihat Shakira telah duduk di sofanya, Adam naik ke lantai atas dan kembali dengan sebuah baju dan handuk, "Naiklah ke atas di sebelah kiri ada kamar tamu dan kamar mandi di dalam," ujar Adam.

Shakira langsung mengambil dan melesat secepatnya ke kamar mandi.

Ia melihat lantai atas lebih manusiawi tanpa debu dan sawang lebih bersih dan terdapat beberapa pasang sofa dan meja makan juga peralatan dapur lainnya.

"Ternyata si vampir lebih manusia di sini," batinnya langsung menuju kamar tamu dan melihat kamar mandi yang luar biasa luas dan mewah.

Shakira langsung mandi dan berganti pakaian, ia menjemur daleman yang basah memakai kaos oblong milik Adam dan celana pendeknya yang lebih manusiawi daripada jeans sobek yang dikenakan si vampir. Shakira mengeringkan rambutnya yang basah, menggulung dengan handuk.

Ia mencoba untuk keluar kamar, ia mencium aroma bacon dan orak arik telur juga secangkir kopi susu. Shakira melihat si vampir tanpa mengenakan baju atasan dengan leluasa di daerahnya, ia tidak menganggap jika Shakira seorang wanita.

"Dasar buaya darat, yang tidak punya sopan santun!" umpat batin Shakira getir.

Matanya berulang kali melirik ke tubuh atletis milik Adam, Shakira hanya berdiri di depan pintu dapur tanpa tahu harus berbuat apa.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED