Bab 2

Maira pergi dari Romeo tanpa berkata apa pun. 

Di saat Maira pergi, barulah dia sadar jika dia telah melukai hati Maira dengan menyebutnya Laura.

"Ya tuhan! Apa yang sudah aku lakukan, huft, maafkan Maira!" gumam Romeo.

***

Malamnya, Siddarth mengajak Laura berdansa di tengah ribuan bintang dan terangnya bulan malam itu .

Mereka terlihat sangat bahagia, siddarth merasa jika malam itu, adalah saat yang pas untuk mengatakan jika besok Laura sudah bisa melihat lagi, karena dia sudah mendapatkan donor mata. 

"Laura! Apa kamu tahu, malam ini sangat indah, malam ini, kita di temani seribu bintang yang berkelip di langit, serta bulan bersinar sangat terang. Tetapi tidak seterang wajahmu!" ungkap Siddarth tersenyum sembari menatap Laura, dengan masih berdansa 

"Hmm, Siddarth terimakasih ya, karena kamu sudah hadir dalam hidupku, aku bahagia bisa bersamamu dan terimakasih sudah mengubah tangisan ku menjadi cinta," ucap Laura tersenyum.

Siddarth tersenyum mendengar perkataan Laura, Siddarth kemudian mengatakan bahwa Laura akan bisa melihat indahnya dunia, ini, lagi. Sebab dia sudah menemukan donor mata untuknya.

Kebahagiaan Laura bertambah setelah Siddarth mengatakan hal itu, Laura berhenti berdansa lalu memeluk Siddarth dengan sangat erat

***

London, Inggris, Cruz terbangun dari tidurnya karena dia mimpi buruk tentang Laura

Cruz kemudian berjalan ke jendela kamarnya, lalu membuka jendela kamarnya sembari menatap langit yang tiada berbintang di langit Inggris 

"Laura, aku harap kamu selalu baik-baik saja, jujur. Aku masih sangat mencintaimu sampai saat ini," tutur Cruz bersedih 

Cruz mengambil fotonya bersama Laura yang terpajang di meja kamarnya 

"Aku berharap mimpi burukku tentangmu itu, tidaklah nyata, sebab aku tidak mau mimpi itu, menjadi nyata. Cukup aku yang hancur, aku tidak mau kamu juga ikut hancur!" pinta Cruz sambil mengelus fotonya bersama Laura 

***

Pagi itu, di sebuah restoran, Tiara kekasih Siddarth sedang menunggu kedatang Siddarth. Sebab sudah sebulan Siddarth tidak memberikannya kabar apa pun

"Semoga saja, kamu datang Sidd," ucap Tiara dengan penuh harap 

Bukannya Siddarth yang datang, malah Dev yang datang menemuinya di restoran itu. 

Tiara langsung berdiri sambil bertanya kenapa dia yang datang menemuinya, Tiara juga bertanya kemana Siddarth sebulan ini. 

"Sstt! Sudah! Kamu jangan banyak tanya, aku kemari hanya ingin memperlihatkan sebuah foto padamu serta juga harus tahu kebenaran tentang Siddarth!" jawab Dev tersenyum ke Tiara.

"Apa maksud Lo?" tanya Tiara penuh emosi.

Dev hanya diam sembari tersenyum dan Dev melemparkan sebuah foto pada Tiara, Tiara kaget di selingi emosi yang tinggi setelah melihat foto itu.

Tiara kemudian melemparkan foto itu, ke Dev. Dev kemudian menceritakan semuanya pada Tiara mengenai hubungan Siddarth dengan Laura .

Tanpa banyak bicara Tiara langsung pergi dari restoran itu. Dev tertawa bahagia karena rencananya berjalan lancar.

"Sebentar lagi Lo, akan jadi milik gue Tiara!" ucap Dev tersenyum jahat

***

Siddarth mondar-mandir di depan ruang operasi, sebab dia takut jika operasi yang Laura jalani gagal dan dia tidak mau Laura merasakan kesedihan lagi, apalagi hilang harapan untuk kedua kalinya 

Dokter pun keluar dari ruangan operasi, Siddarth langsung berlari masuk ruangan operasi untuk melihat kondisi Laura 

"Bagaimana Laura?, apa kata dokter?" tanya Siddarth pada Laura

"Sudah!, kamu tenang saja, alhamdulillah kata dokter operasinya berjalan dengan lancar dan perbannya baru bisa dibuka satu jam lagi, duh, aku nggak sabar untuk melihat kamu, kamu yang sangat aku cintai," ungkap Laura tersenyum 

***

Romeo sengaja menemui Maira pagi itu, karena dari kemarin dia bersikap dingin padanya. 

Sayangnya Maira tidak mau menemuinya, Maira sudah tidak tahan berpura-pura kuat di depan semua orang terutama pada dirinya sendiri. 

Maira mengintip Romeo dari jendela kamarnya di temani tangisan, sedangkan Romeo masih bersikeras untuk menemui Maira, meskipun asisten rumah tangga Maira sudah mengatakan jika Maira tidak ada di rumah, tetapi dia tahu jika Maira ada di rumah 

"Laura, aku tahu kamu ada di rumah, aku berjanji jika aku akan tetap di sini! Sampai kamu mau keluar untuk menemuiku!" ucap Romeo berteriak 

"Paling sebentar lagi kamu pergi, karena aku tahu kamu tidak pernah menganggap aku ada dan aku tidaklah berarti di hidupmu Romeo!" kata Maira menangis 

***

Tibalah saatnya Laura membuka perban matanya, Siddarth membukakan perban mata Laura dengan hati-hati dan dengan harapan jika Laura bisa kembali melihat lagi 

"Bagaimana Laura? Apa kamu sudah bisa melihatku?" tanya Siddarth pada Laura

"Ya, aku sudah bisa melihatmu, melihat pria yang sudah menemaniku dalam masa sulitku, pria yang sangat aku cintai, pria yang sudah mengubah tangisanku menjadi cinta dan kebahagiaan" jawab Laura tersenyum, kemudian dia memeluk Siddarth 

Laura sangat bahagia bisa melihat lagi, apalagi orang pertama dia lihat adalah Siddarth, matanya di saat dia buta 

"Terimakasih ya, kamu sudah hadir dihidupku dan mengubah hidupku, aku sangat mencintaimu!" ungkap Laura tersenyum menatap Siddarth 

Siddarth tidak mau Laura berterimakasih padanya, sebab baginya Laura adalah segalanya dalam hidupnya dan dia akan melakukan apa pun untuk membuat Laura bahagia, serta dia yang harus berterimakasih sudah bisa hadir di hidup Laura 

Laura memeluk Siddarth dengan sangat erat, tetapi datanglah Tiara melepaskan Siddarth dari pelukan Laura. 

Laura dan Siddarth kaget akan kedatangan Tiara yang tiba-tiba. Tanpa berbicara sepatah kata pun, Tiara langsung menampar Laura dengan sangat keras 

Siddarth yang tidak terima melihat Laura di tampar Tiara pun langsung membalas Tiara dengan menamparnya juga. 

"Haa, kamu menamparku Sidd?" tanya Tiara menangis sambil memegang pipinya yang di tampar Siddarth

Belum sempat Siddarth menjawab pertanyaan Tiara. Ucapannya sudah di potong oleh Laura yang bertanya siapa Tiara dan kenapa dia menampar dirinya tanpa sebab 

"Lo mau tahu kenapa gue menampar Lo? gue menampar Lo, karena lo itu pelakor, lo sudah merebut ayah dari calon anak gue!" bentak Tiara dengan tangisan pada Laura.

Laura tambah kaget setelah mendengar ucapan Tiara, air matanya mengalir begitu saja dari matanya. 

"Siddarth jawab, apa benar yang dia katakan itu?" tanya Laura menangis pada Siddarth

"Tidak, itu tidak benar. Aku gak pernah menghamili dia, aku bersumpah!" jawab Siddarth dengan memegang kedua tangan Tiara 

Tiara tidak terima dengan jawaban Siddarth itu, Tiara ingin menjelaskan semuanya pada Laura agar dia tidak kehilangan Siddarth. 

Sayangnya niat Tiara terpaksa terhalang karena tiba-tiba saja Arif abang Siddarth datang dan membawa Tiara pergi dari ruangan Laura .

Siddarth mencoba menjelaskan semuanya pada Laura di saat Tiara sudah berhasil di bawa oleh Arif. Namun sayangnya Laura tidak mau lagi mendengar perkataan Siddarth

"Pergi!, aku tidak mau melihat kamu lagi dan kamu itu sama saja dengan Cruz, kamu jahat, kamu melukaiku di saat aku baru akan merasakan kebahagiaan itu!" tangis Laura terisak pada Siddarth 

Siddarth tetap tidak mau pergi dari ruangan Laura.

Karena Siddarth tidak mau pergi dari ruangannya, maka Laura memutuskan untuk pergi dari ruangannya itu, tetapi sayangnya dia terjatuh ke lantai saat akan turun dari tempat tidurnya.

"Cukup?! Hentikan! Jangan sentuh aku! Haa, aku tidak mau di sentuh oleh orang jahat seperti kamu, kamu sudah menghamili dia dan yang lebih parahnya lagi aku sudah mencintaimu!" tangis Laura terisak di lantai 

"Pergi! Pergi! Aku bilang pergi!" teriak Laura menangis dengan penuh emosi pada Siddarth 

Dengan terpaksa Siddarth pergi dari ruangan Laura, Laura semakin hancur, bahkan dia ingin mengakhiri hidupnya, saking tidak berdayanya dia untuk melanjutkan hidupnya 

"haa, kenapa tuhan? Kenapa? Kenapa nasibku seperti ini, kenapa di saat aku baru saja merasakan kebahagiaan itu, harus di selingi tangisan, kenapa?" tangis Laura yang terduduk di lantai ruangannya. 

***

Arif membawa Tiara ke sebuah tebing yang sangat curam, Tiara berteriak, menangis dan memberontak. Dia tahu bahwa Arif akan mengakhiri hidupnya atas perbuatannya tadi yang sudah menyudutkan Siddarth di depan Laura .

Dengan kasarnya, Arif langsung mendorong Tiara yang terikat tali ke tanah. 

"BERSAMBUNG"

Bab 3

Tiara memohon meminta maaf pada Arif, meski sejuta kali pun Tiara memohon maaf padanya. Dia tetap tidak akan membatalkan niatnya untuk mengakhiri hidup Tiara.

"Jika Lo tidak ingin mati konyol di tangan gue, jangan pernah mengganggu keluarga Hartabrata kusuma!" ucap Arif pada  Tiara 

Tiara memegang kaki Arif untuk memohon ampun, bukannya menyuruh Tiara melepaskan tangannya dari kakinya, dia malah menendang Tiara hingga terjatuh ke dalam jurang yang di bawahnya sudah di sambut oleh sungai 

Tiara ternyata hanya bermimpi jika dia akan di lempar ke jurang oleh Arif, abangnya Siddarth yang sangat jahat dan licik. 

Saking sepertinya nyatanya mimpi Tiara, dia sampai terjatuh dari tempat tidurnya .

"Gak, gue gak mungkin langsung memberitahukan semua kebenarannya pada Laura, sebab, gue sangat tahu jika Bang Arif akan bunuh gue jika gue berani menghancurkan rencana mereka, tetapi tetap gue tidak terima jika Siddarth terlalu fokus pada Laura, gue takut jika nanti Siddarth benar-benar jatuh hati pada Laura!" ucap Tiara yang berdiri lalu duduk di atas tempat tidurnya sambil berpikir langkah apa yang harus dia ambil selanjutnya.

***

Maira duduk termenung di tepi kolam berenang rumahnya sambil memandang foto Romeo 

"Meo, kapan sih, kamu akan mencintaiku sepenuhnya seperti kamu mencintai Laura?" tanya Maira pada foto Romeo 

Tanpa Maira sadari ternyata Yoerlitta ibunya sudah lama ada di belakangnya, hingga Yoerlita mengetahui jika anaknya sedang bersedih dan tidak merasa bahagia dengan Romeo yang tidak bisa membalas cintanya. 

"Kalau seperti ini, lebih baik aku cari saja seseorang yang bisa dengan tulus mencintai Maira, tapi siapa ya?" ucap Yoerlitta dalam hatinya sambil berpikir 

Yoerlitta teringat pada Cruz sahabat kecil Maira yang dulu sangat dekat dengan putrinya itu. 

***

Satu jam sudah berlalu, kini tibalah saatnya Laura untuk membuka perban matanya. 

Siddarth membuka perban mata Laura dengan perlahan dan penuh kasih sayang. 

Laura akhirnya bisa melihat lagi, Laura kemudian memeluk Siddarth dengan sangat erat di temani senyum bahagia dari wajahnya. 

"Alhamdulillah, akhirnya aku bisa melihat kembali dan ini semua karena kamu, aku sangat beruntung bisa mengenal kamu Sidd, terimakasih ya karena kamu sudah selalu ada di sisiku dalam kondisi apa pun!" ucap Laura tersenyum pada Siddarth

"Dengar, aku akan melakukan apa pun untukmu Karena aku mencintaimu dan aku ingin kamu menjadi milikku selamanya, jadi, maukah kamu menjadi seseorang yang selalu aku cintai, maukah kamu jadi kekasihku?" tanya Siddarth tersenyum pada Laura. 

Laura menggangguk tersenyum, yang bertanda jika dia menerima Siddarth menjadi kekasihnya. 

Siddarth berteriak histeris saking bahagianya dia bisa menjadi kekasih Laura, bahkan dia sampai lupa jika sekarang dia sedang berada di rumah sakit, yang tidak boleh ada keributan. 

"Aduh, aku lupa kalau sekarang kita ada di rumah sakit, maafkan aku yang terlalu bersemangat dan bahagia bisa memiliki gadis secantik dan sebaik kamu menjadi kekasihku!" gumam Siddarth tersenyum pada Laura. 

***

Sorenya Laura sudah di perbolehkan pulang oleh dokter dan di saat dia dan Siddarth akan keluar dari rumah sakit, tanpa sengaja dia bertabrakan dengan Maira yang saat itu akan masuk ke dalam rumah sakit bersama Yoerlitta ibunya. 

"Maira, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Laura pada Maira

Maira ingin menjawab pertanyaan Laura akan tetapi Yoerlitta ibunya sudah menjawab dulu pertanyaan Laura

"Apa urusan kamu bertanya apa yang anak saya lakukan di sini, sedangkan anak saya bertambah sakit karena kamu!, kamu yang sudah membuat Romeo tidak bisa mencintai Maira!" jawab Yoerlitta ketus pada Laura 

Laura hanya bisa diam dimarahi oleh mama Maira, akan tetapi Siddarth kesal dan di saat Siddarth akan membela Laura, Laura malah meminta Siddarth untuk diam agar tidak memancing keributan 

Maira menarik tangan mamanya, lalu membawanya masuk ke rumah sakit.

Sesampainya di dalam rumah sakit, Maira memarahi mamanya atas sikapnya pada Laura tadi. 

Yoerlitta merasa jika omongannya pada Laura tadi, tidak ada yang salah. Baginya Laura memang pantas mendapatkan omongan itu. 

***

Di mobil, Siddarth bertanya pada Laura, mengapa dia melarangnya untuk melawan omongan Yoerlitta yang sangat tidak pantas padanya tadi.

"Sayang, dengar ya, bukannya aku tidak sakit hati atas omongan tante yoerlitta tadi, tapi kamu harus ingat jika kita tidak boleh dan tidak pantas untuk melawan orang yang lebih tua dari kita dan makasih ya karena kamu sudah mau membelaku tadi, ya, meskipun aku larang," jawab Laura tersenyum sembari bersandar di bahu Siddarth 

Siddarth sudah larut dalam cintanya pada Laura, hingga dia lupa rencana awalnya untuk menghancurkan kehidupan Cruz melalui Laura.

Tetapi hati tidak bisa berbohong jika dia sangat bahagia bisa mendapatkan cinta yang selama ini tak sampai .

***

Pagi itu, Cruz baru saja bangun tidur, bukannya mandi atau makan, dia malah sedang video call dengan Maira dan Yoerlitta. 

Yoerlitta sengaja mendekatkan Maira dengan Cruz, agar Maira bisa bahagia. Bukannya dengan Romeo yang hanya bisa membuat Maira menangis. 

"Iya, ni. Maira terlalu bucin sama Romeo hingga dia sebodoh itu, mau menikah dengan Romeo yang jelas-jelas sangat mencintai Laura," sambung Yoerlitta tersenyum ke arah kamera 

Mendengar Yoerlitta menyebutkan nama Laura, Cruz langsung terdiam dan terlihat sangat sedih.

"Bagaimana ya, keadaan Laura, aku harap dia baik-baik saja dan semoga mimpiku semalam tidak terjadi, karena aku tidak mau sesuatu yang buruk menimpa Laura gadis yang sangat aku cintai bahkan sampai saat ini!" ucap Cruz dalam hatinya 

Cruz tiba-tiba saja keceplosan mengatakan macan pada Maira yang sedang video call bersamanya. 

Maira langsung teringat masa sma nya besama cruz, yang mana, dulu cruz memanggilnya dengan sebutan macan yang berarti Maira cantik 

"Cruz, kamu masih ingat dengan panggilan itu?" tanya Maira tersipu malu pada cruz 

Cruz tersenyum sembari mengatakan jika dia tidak mungkin melupakan panggilan gemesnya pada Maira.

Pipi Maira langsung merah merona mendengar ucapan Cruz padanya 

***

Malamnya, Siddarth baru saja pulang kerumah setelah seharian sibuk menemani Laura dan mengantarkan Laura pulang ke rumahnya. 

Siddarth yang letih langsung masuk menuju ke kamarnya, sesampainya di kamar.

Siddarth langsung menghidupkan lampu kamarnya. Tetapi alangkah kagetnya Siddarth melihat Tiara yang tiba-tiba saja sedang duduk di atas kasurnya. 

Siddarth kemudian bergegas mengunci pintu kamarnya, lalu berlari menghampiri Tiara dengan penuh emosi. 

"Lo udah gila ya, beraninya lo, tanpa izin gue masuk ke dalam kamar gue, apa lo nggak takut jika nanti Bang Arif melihat lo di sini!" ancam Siddarth pada Tiara sembari memelintir tangan Tiara dengan sangat keras. 

Tiara merintih kesakitan, lalu Tiara menendang masa depannya Siddarth. Sehingga Siddarth melepaskan tangannya yang memilintir tangan Tiara. 

"Kamu pikir aku wanita bodoh yang habis manisnya langsung kamu buang begitu saja, oh, tentu saja tidak! Ingat ya, aku tahu semua rahasia kamu, jadi kamu jangan macam-macam padaku, dan jika Bang Arif sampai tahu aku ngancam kamu, awas saja semua rencana kamu akan gagal! " ancam balik Tiara pada Siddarth

Siddarth sudah semakin emosi, hampir saja Siddarth mencelakai Tiara, tapi untungnya Ratu mamanya memanggil sehingga Tiara bisa memanfaatkan kondisi itu, untuk kabur dari Siddarth.

"Sialan! Awas saja lo Tiara, gue gak akan biarin lo hidup tenang! Gue akan menyingkirkan lo, agar gue bisa mendapatkan apa yang gue mau!" gumam Siddarth dengan penuh emosi.

***

Paginya, Nunu mendatangi rumah Maira untuk mempertanyakan perihal hubungan Romeo dan Maira. Sayangnya Yoerlitta langsung mengusir Nunu, dia sudah memutuskan untuk membatalkan pernikahan Romeo dan Maira. 

Nunu tidak terima jika Yoerlitta memutuskan pernikahan itu, secara sepihak, tanpa adanya persetujuan dari dia ataupun Romeo

"Cukup! Tidak ada lagi yang harus kamu lakukan di sini, sekarang saya minta kamu pergi dari rumah saya, karena sekarang kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi, anak saya Maira tidak akan pernah menikah dengan Romeo!" ucap Yoerlitte ketus pada Nunu

Maira yang kebetulan akan keluar dari rumah, tiba-tiba saja terhenti langkahnya saat mendengar ucapan ibunya itu. 

Air mata Maira langsung jatuh membasahi pipinya, Maira berbalik badan dan berlari masuk kamar.

Maira mengunci pintu kamarnya sembari terduduk dengan bersandar di pintu kamarnya dan menangis. 

"haa, aku nggak mau rencana pernikahanku dengan Romeo gagal, aku sangat mencintai Romeo!" tangis Maira terisak 

"BERSAMBUNG "

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED