Setelah pertemuan dengan kenyataan yang sangat mengguncang, Selina tidak bisa duduk diam. Keesokan harinya, ia bangun lebih awal dari biasanya, dengan hati yang penuh kebencian dan tekad yang lebih kuat dari sebelumnya. Segala sesuatu yang ada di sekitar rumahnya, yang selama ini tampak seperti simbol kebahagiaan, kini terasa seperti penjara. Rumah besar ini, yang pernah menjadi tempat berlayarnya harapan, kini menjadi medan perang di mana segala pengorbanan akan dipertaruhkan.
Ia tahu bahwa pertempuran ini akan panjang. Daniel, pria yang selama ini ia percayai, tak hanya mengkhianatinya, tetapi berencana untuk merampas segala yang telah ia usahakan. Namun Selina tidak akan membiarkan itu terjadi. Jika ada satu hal yang ia pelajari dalam hidupnya, itu adalah bahwa ia tidak bisa lagi mempercayai siapa pun, bahkan orang yang ia cintai. Untuk bertahan, ia harus menjadi lebih kuat, lebih licik, dan lebih cerdik dari mereka.
Setelah menyiapkan diri, Selina memutuskan untuk mengunjungi kantor pengacaranya. Dia tahu bahwa permainan ini membutuhkan strategi yang sempurna, dan untuk itu, dia harus memiliki semua informasi yang diperlukan. Sambil melangkah menuju mobil, pikirannya terus berputar, merencanakan setiap langkah dengan seksama.
Di kantor pengacara, Selina duduk di hadapan seorang pria paruh baya dengan rambut abu-abu yang sudah berpengalaman. Namanya Geoffrey, seorang pengacara ternama yang telah membantunya dalam beberapa urusan bisnis sebelumnya. Geoffrey mengamati ekspresi Selina dengan seksama, merasakan perubahan besar dalam dirinya. Meskipun dia selalu menganggap Selina sebagai wanita yang kuat dan penuh wibawa, hari ini ada sesuatu yang berbeda. Sebuah aura kebencian dan perhitungan terpancar jelas di wajahnya.
"Ada yang ingin kamu bahas, Selina?" Geoffrey bertanya, suaranya yang lembut memecah keheningan ruangan.
Selina menatap Geoffrey dengan tajam. "Saya membutuhkan bantuanmu. Ini lebih dari sekadar urusan perceraian atau pembagian harta. Saya ingin menghancurkan Daniel."
Geoffrey mengernyitkan alis, tak menyangka mendengar kata-kata itu keluar dari bibir Selina. Dia tahu hubungan Selina dan Daniel sangat dekat, bahkan banyak orang di luar sana menganggap mereka sebagai pasangan yang sempurna. Tapi hari ini, ada yang jelas berubah dalam diri wanita ini.
"Jelaskan lebih lanjut," kata Geoffrey hati-hati, mencoba mencerna kata-kata itu.
Selina menarik napas panjang, matanya penuh tekad. "Daniel telah mengkhianati saya. Tidak hanya itu, dia dan wanita bernama Adriana telah merencanakan untuk merampas seluruh kekayaan saya. Mereka menikah diam-diam tanpa sepengetahuan saya. Semua yang saya miliki sekarang, mereka ingin ambil. Saya tidak akan membiarkan itu terjadi."
Geoffrey terdiam, menyimak setiap kata dengan serius. Ia tahu Selina tidak pernah berbicara tanpa dasar, dan jika dia sudah sampai pada titik ini, itu berarti sudah ada bukti yang tak bisa disangkal.
"Saya perlu tahu segalanya tentang mereka," lanjut Selina, matanya menyala penuh api. "Segala sesuatu yang bisa digunakan untuk menjatuhkan mereka. Semua transaksi, semua properti-apapun yang mereka coba sembunyikan. Saya akan menggulung mereka."
Geoffrey mengangguk pelan. "Saya akan mencari tahu lebih lanjut, tapi ini tidak akan mudah, Selina. Ini bukan sekadar perang bisnis. Ini akan melibatkan lebih dari sekadar pengacara dan hukum. Kamu harus siap menghadapi segalanya."
Selina menyeringai tipis. "Saya siap. Saya sudah cukup lemah untuk mempercayai orang lain. Sekarang saya yang akan mengatur semuanya."
Geoffrey tidak mengatakan apa-apa lagi. Sebagai pengacara yang profesional, dia tahu betul bahwa Selina sedang berada di persimpangan jalan. Apa yang dia rencanakan sekarang bukanlah balas dendam biasa. Ini adalah perang total, dan Selina sudah memasuki dunia yang sangat gelap.
Kembali di rumah, Selina merencanakan langkah berikutnya. Ia tahu bahwa Daniel tidak akan menyerah dengan mudah. Ia sudah terlalu lama menikmati hidup mewah berkat Selina, dan kali ini, ia harus memastikan bahwa pria itu merasakan kehilangan yang sama besar. Tapi ini bukan hanya soal kekayaan. Ini soal harga diri. Ini soal mengembalikan kendali atas hidupnya yang telah dicuri.
Selina menghubungi beberapa orang kepercayaannya, yang selama ini bekerja di perusahaan dan bisnis miliknya. Semua informasi yang mereka punya tentang Daniel dan Adriana harus didapatkan. Selina tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia harus menggali lebih dalam, menemukan setiap kebohongan yang mereka sembunyikan, dan menggunakannya untuk melawan mereka.
Namun, di balik segala perencanaan dan ketegangan itu, ada sesuatu yang lebih mendalam. Selina mulai merasakan kebingungan dan keraguan dalam hatinya. Meskipun ia tahu bahwa balas dendam adalah cara terbaik untuk menghancurkan Daniel, ia tidak bisa menahan perasaan kosong yang terus menghantui.
Apa yang terjadi jika ia tidak pernah bertemu Daniel? Apa yang terjadi jika ia memilih untuk tidak terjebak dalam cinta dan ambisi ini? Tetapi semua pertanyaan itu harus ditangguhkan-untuk saat ini, Selina tahu bahwa ia hanya memiliki satu tujuan: untuk menang.
Dan ia akan melakukannya dengan segala cara.
Saat malam tiba, Selina berdiri di jendela kamar tidur, memandangi kota yang sibuk di bawah. Lampu-lampu kota berkilauan seperti bintang, mengingatkan pada semua yang telah ia bangun dan raih. Dan sekarang, ia akan membangun kembali segalanya-tanpa Daniel, tanpa Adriana. Mereka tidak akan pernah tahu apa yang akan datang.
Dengan senyum tipis, ia menatap bayangannya di kaca, siap menghadapi perang ini dengan penuh perhitungan. Daniel mungkin sudah mengkhianatinya, tetapi sekarang, giliran Selina yang akan mengendalikan segalanya.
Hari-hari setelah pertemuannya dengan Geoffrey berlalu dengan cepat. Selina tahu bahwa waktu tidak berpihak padanya. Semakin lama ia menunda langkah balas dendamnya, semakin banyak kesempatan bagi Daniel dan Adriana untuk melaksanakan rencana mereka. Ia harus bertindak cepat-dan dengan keteguhan yang tak tergoyahkan, Selina merancang langkah berikutnya.
Dia tahu bahwa untuk benar-benar menggulingkan Daniel, dia harus memanfaatkan setiap informasi yang ada. Keputusan pertama adalah menggali lebih dalam tentang kehidupan pribadi Daniel, hubungan gelapnya dengan Adriana, dan kekayaan yang selama ini ia kumpulkan melalui usaha bersama Selina.
Pagi itu, Selina masuk ke ruang kerjanya yang besar di lantai dua rumah mereka. Langit yang mendung di luar memberi nuansa suram pada suasana hati Selina, namun itu justru semakin menambah ketegasan dalam dirinya. Dia membuka laptop dan mulai menyelidiki transaksi-transaksi bisnis yang terkait dengan Daniel. Semua yang bisa dia temukan akan digunakan.
Sementara itu, di luar kota, Daniel tengah bersantai bersama Adriana di sebuah vila mewah yang mereka sewa. Tanpa mengetahui bahwa Selina sedang mengintai setiap gerakannya, mereka berbicara tentang rencana jangka panjang mereka untuk menyingkirkan Selina dan mengambil alih seluruh kekayaan yang telah mereka rencanakan.
"Selina pasti sudah curiga," kata Adriana, menatap Daniel dengan wajah serius. "Tapi kita harus tetap tenang. Dia akan terkejut saat kita mulai mengambil langkah-langkah besar."
Daniel mengangguk, namun ada sedikit keraguan di matanya. "Aku tahu. Tapi jangan lupa, Selina bukan orang yang mudah dikalahkan. Dia tidak akan menyerah tanpa perlawanan."
Adriana tersenyum penuh keyakinan. "Itulah sebabnya kita harus bergerak lebih cepat dari yang dia duga. Dengan pernikahan kita yang diam-diam, dan dokumen yang sudah kita siapkan, dia tidak akan tahu apa yang menghantunya. Segera kita akan menguasai segalanya."
Tapi Daniel mulai merasa gelisah. Ada sesuatu dalam diri Adriana yang semakin berubah, semacam keganasan yang tak ia lihat sebelumnya. Dalam hatinya, dia mulai mempertanyakan apakah dia benar-benar melakukan hal yang benar. Namun, dia segera menepis keraguan itu, mengingat kekayaan dan pengaruh yang akan ia raih.
Di rumah Selina, dia memutuskan untuk melakukan langkah pertama dalam rencana balas dendamnya. Tanpa memberitahu siapapun, dia menghubungi seorang detektif swasta yang pernah bekerja dengannya sebelumnya. Selina tahu bahwa pria ini sangat terampil dalam menggali informasi dari sumber-sumber yang paling tersembunyi sekalipun.
"Aku ingin kamu menyelidiki segala sesuatu tentang Adriana dan Daniel. Semua transaksi yang melibatkan mereka, hubungan mereka, dan apa pun yang bisa digunakan untuk menjatuhkan mereka," kata Selina saat berada di ruang kerjanya, suaranya tegas namun penuh kebencian yang sulit disembunyikan.
Detektif itu mengangguk dan menuliskan catatan. "Aku akan mulai bekerja pada kasus ini, Selina. Kalau ada apa-apa, aku akan segera menghubungimu."
Begitu percakapan itu berakhir, Selina merasa sedikit lega. Ini adalah langkah pertama untuk menghancurkan mereka, dan dia tahu ini hanyalah awal dari sebuah pertempuran yang akan mengguncang semuanya.
Selina tidak hanya mengandalkan detektif itu. Di balik layar, ia mulai menyusun dokumen hukum yang rumit, mempersiapkan segala hal yang mungkin dibutuhkan jika pertempuran ini harus diselesaikan di ruang sidang. Ia meminta Geoffrey untuk menyusun taktik agar dapat membalas setiap langkah Daniel dan Adriana.
Sementara itu, Daniel mulai merasakan adanya ketegangan yang aneh dalam hubungannya dengan Adriana. Meski ia telah menikmati segala kemewahan yang datang bersamanya, ada saat-saat di mana ia mulai merasa cemas. Sesuatu dalam diri Adriana terasa terlalu manipulatif, terlalu berbahaya. Dia sering kali bertanya pada dirinya sendiri apakah ia telah salah memilih jalan, tetapi setiap kali keraguan itu datang, ia akan teringat pada keinginan untuk meraih lebih banyak kekayaan dan kekuasaan.
Adriana tahu cara mengendalikan Daniel dengan kata-kata manis dan janji-janji indah tentang masa depan bersama. Namun, meskipun Daniel berusaha meyakinkan dirinya bahwa semuanya akan baik-baik saja, di dalam hati, ia tak bisa menepis perasaan bahwa dirinya telah terjebak dalam permainan berbahaya yang lebih besar daripada yang ia bayangkan.
Di sisi lain, Selina semakin memantapkan langkahnya. Setiap hari, ia menyusun strategi baru, memastikan bahwa Daniel dan Adriana tak akan bisa lolos dari perhitungan yang sudah dibuatnya. Ia sudah memutuskan-ini bukan hanya soal mengambil kembali harta yang dirampas darinya. Ini adalah tentang mengembalikan kendali, tentang menunjukkan pada mereka bahwa Selina bukanlah wanita yang mudah dijatuhkan.
Pada suatu malam yang gelap, ketika Selina sedang duduk di ruang kerjanya, ia menerima sebuah pesan dari detektif yang dihubungi sebelumnya. Tanpa menunggu lebih lama, ia membuka pesan itu.
"Saya menemukan sesuatu yang sangat penting. Adriana dan Daniel memiliki rekening bank tersembunyi yang berisi sejumlah besar uang yang mereka sembunyikan selama ini. Mereka juga telah membuat perubahan pada beberapa properti yang terdaftar atas nama kamu."
Hati Selina berdegup kencang. Ini adalah bukti yang ia cari-cari. Dengan informasi ini, ia bisa merobohkan segala yang telah mereka bangun.
Dia menyeringai, merasa puas dengan hasil kerja kerasnya. Namun, ia tahu ini baru awal dari semuanya. Dalam pikirannya, pertempuran ini baru saja dimulai. Daniel dan Adriana akan segera merasakan dampak dari kesalahan mereka.
Selina sudah siap, dan kali ini, tak ada yang bisa menghentikannya.