PERGI KE DUNIA MANUSIA
Beberapa tahun berlalu, Alzack sudah tumbuh menjadi pria dewasa, bahkan sepupu dan keponakannya pun sudah tumbuh dewasa.
Ada Rion, Rey, Aiden, dan semua pangeran lain yang seakan sedang merekah dan bersinar. Kerajaan vampire kini penuh dengan pangeran tampan bak di negeri dongeng.
Namun, tetap saja semua kendali penuh ada pada pangeran Alzack yang merupakan anak dari Raja sang penguasa.
"Alzack...." Panggil raja Hades.
"Ya Ayah." Alzack menghentikan kegiatannya dan berlari menghadap sang ayah.
"Kau sudah tumbuh dewasa, bahkan usiamu sudah menginjak 100 tahun. Kita tidak bisa mati tetapi bisa hidup lama. Kita hanya bisa mati jika musuh menemukan kelemahan kita. Maka dari itu kau harus berhati-hati, jangan sampai kelemahanmu ditemukan dengan mudah. Kau mengerti?" terang sang Ayahanda.
"Mengerti Ayah." ucap Alzack menunduk hormat.
"Kau adalah anakku satu-satunya, kau juga yang akan menjadi penerusku jika aku sudah tiada, sudah ribuan tahun aku memimpin bangsa ini dan tidak ada yang yang berubah, Semua masih tetap sama. Bangsa yang semakin besar, alam yang hijau nan indah, udara yang sejuk." sang Raja menghirup udara bebas dengan bangga dan menghembuskannya pelan. Tangannya ia ikat dibelakang dengan tangan yang lain.
"Tetapi ..." ucapan sang Raja terhenti.
"Ada apa Ayah? Apakah ada masalah?" tanya Alzack kebingungan ketika melihat mimik wajah ayahnya yang tiba-tiba berubah sedih.
" Ibumu, ratuku sedang berjuang." lirih sang Raja. Azzura sangat berharga baginya, istri yang telah melahirkan putra tampan dan jenius. Sampai ia harus terkurung di kapsul kaca sampai menunggu gadis darah suci ditemukan.
" Alzack, ikut aku! ada sesuatu yang harus kau tahu." sang raja berjalan menuju ke tempat rahasia. Alzack mengerutkan dahinya bingung. Pasalnya jalan di kastil ini begitu asing baginya. Tapi ia menepis pikiran itu dan tetap mengikuti kemanapun sang raja pergi.
"Kita akan kemana Ayah?" Tanya Alzack.
"Kita akan pergi menemui ibumu." jawab raja Hades.
"Ibu?"
Tiba-tiba sebuah makhluk besar dan hitam bangun dari tidurnya dan menunduk hormat pada sang Raja.
Makhluk itu sangat mengerikan, memiliki wajah yang hitam dan ditumbui bulu, taring panjang seukuran tubuh manusia, tangan yang besar dan kuku tajam yang bisa merobek apapun yang ada di dekatnya, Dialah Cerberus, seekor anjing berkepala tiga. Cerberus adalah penjaga yang setia dan melayani Hades, Cerberus dikatakan hampir mustahil untuk dikalahkan. Dia diyakini sangat galak bahkan para dewa pun takut padanya. Dia dikenal bisa menyemburkan api dan mampu membunuh makhluk apa saja dengan kejam tanpa kenal ampun.
"Cerberus." panggil raja Hades, ia mengelus salah satu kepala Cerberus dengan lembut.
"Terimakasih kau telah menjalankan tugas dengan baik. Aku sangat berterima kasih karena kau sangat hebat dalam menjaga Azzurra istriku."
Terdengar suara ringkihan khas suara anjing.
"Alzack ... coba sentuh dia! perintah sang Ayah.
Tanpa ragu Alzack mendekati Cerberus dengan mantap. Mata merah Cerberus dan mata coklat kehijauan Alzack saling beradu pandang.
"Tetap tenang Alzack! Tahan nafasmu jika perlu, Cerberus harus diperlakukan dengan lembut, atau kau akan berhadapan dengan monster paling kejam di negeri ini." bisik raja Hades.
Alzack tidak gentar. Ia tetap berjalan maju mendekati Cerberus. Ia berhenti tepat didepan monster besar mengerikan tersebut, dan menunduk sebagai tanda hormat, kemudian bersimpuh dengan menekuk lututnya menyentuh lantai.
Cerberus pun menunduk melakukan hal yang sama, Ia menerima kehadiran Alzack, Ia menikmati saat Alzack mengelus kepalanya.
" Well done Alzack ... well done!" Ucap sang Ayah dengan bangga, ia bertepuk tangan sebagai ungkapan kekagumannnya.
Alzack tersenyum dan tertawa bahagia ketika kepala Cerberus mengendusnya, seperti anjing peliharaan yang manis dan jinak.
" Baiklah. Cerberus ... buka pintunya!" Perintah sang Raja.
Kemudian Cerberus menggeser tubuhnya yang besar dan mempersilahkan Rajanya untuk memasuki ruangan.
Banyak pintu disana, dan hanya bisa dibuka oleh raja. Karena sidik jari raja Hades adalah kuncinya.
''Ayah ruang apa ini?" Tanya Alzack.
"Sebentar lagi kau akan tahu." sang raja tetap berjalan tanpa menoleh kebelakang.
"Aku akan menunjukkan di mana ibumu berada"
Mereka sudah sampai di ruang dengan pintu berwarna emas.
Satu kali tarikan, pintu itu terbuka menampilkan sosok wanita cantik dengan gaun biru laut sedang terperangkap dalam sebuah kapsul kaca.
" Azzura ... Aku kemari membawa Alzack putra kita." lirih raja Hades sambil mengusap kaca tepat di depan wajah sang istri.
Alzack tercengang, baru pertama kali ini dalam hidupnya bertemu sang ibu.
"Alzack, dia adalah ibumu. Dia terperangkap di sini karena teknik Anastaseos, yaitu teknik untuk merawat tubuh agar awet dan tidak hancur. Teknik ini juga berfungsi mengikat roh agar tetap berada pada jasad sehingga jasad akan kembali hidup jika mendapat obat yang sesuai. Ibumu masih hidup, hanya saja dia kehilangan energinya. Kita bangsa vampire bukan darah yang berarti, namun energilah yang paling penting. Darah bisa kita minum sebagai makanan tapi kalau energi ketika kita sudah kehilangannya, kita berada di ambang hidup atau mati. Itu yang terjadi pada ibumu. Azura seperti ini tepat di hari saat dia melahirkanmu. Ibumu mengalami perdarahan hebat dan kehilangan energinya karena cakranya yang melemah. Terlalu banyak Cakra negatif di dalam tubuhnya sehingga Cakra positif pun semakin menghilang." Terang raja Hades.
"Apakah ada cara untuk menyelamatkan ibu ayah?" Tanya Alzack yang prihatin dengan kondisi sang bu.
"Ada satu cara untuk menyelamatkan Ibumu. Yaitu dengan mencari darah suci untuknya. Dia adalah manusia. Gadis suci yang memiliki darah suci. Namun, sampai sekarang belum bisa kita temukan. Archiles sudah memerintahkan anak buahnya dan semua pasukan untuk mencari gadis itu." terang raja Hades sendu.
"Aku yang akan mencarinya." ucap Alzack sambil mendekat ke arah sang ibu.
"Apa yang akan kau lakukan?" Hades menoleh kepada putra tampannya.
"Aku akan pergi ke dunia manusia ayah, aku akan mencari gadis itu sampai ketemu demi ibu." ucap pangeran Alzack mantap.
"Apa kau yakin dengan keputusanmu? kau masih banyak kekurangan, kau bisa saja ..."
"Ayah jangan khawatir! aku bisa menjaga diriku. Lagipula aku sudah berlatih bagaimana cara menghadapi musuh, dan mengendalikan diriku jika jiwa vampireku bergejolak dan terbangun." terang pangeran Alzack.
Raja Hades terdiam, ia sangat berpikir keras, apakah sudah saatnya Ia melepas sang putra kedunia luar, mengingat Alzack belum pernah ikut berperang dan menghadapi segalanya sendirian.
"Ayah ... apa yang membuat ayah ragu? aku akan baik-baik saja, aku bisa mengatasi semuanya." bujuk Alzack pada sang ayah.
"Archiles akan menemanimu"
"Tidak. Paman Archiles akan tetap disini, ayah membutuhkannya untuk membuat keputusan." tolak Alzack.
"Baiklah kalau begitu ajaklah Agathias untuk menemanimu! Kau harus membawa salah satu orang kepercayaan yang mengetahui seluk beluk dirimu dan kerajaan kita, agar kau mudah mengambil keputusan dan juga untuk melindungmu." perintah raja Hades.
"Baiklah ..." Alzack tidak membantah lagi, ia tahu apa yang ayahnya lakukan juga demi dirinya.
"Alzack ... jangan beritahukan kepada siapapun tentang tempat ini, sidik jari kita sama, baik kau maupun aku bisa membuka tempat ini, kau mengerti?" titah sang raja.
"Mengerti ayah" Alzack menunduk hormat kepada raja Hades.
"Azzura... Kami pergi dulu, sampai jumpa lagi." raja Hades dan Alzack pergi meninggalkan ruang rahasia.
***
"Hormat saya raja Hades, adakah yang bisa saya lakukan untuk anda raja?" tanya Agathias dengan menunduk hormat dan bersimpuh bertekuk lutut di hadapan raja.
"Agathias, kau adalah salah satu orang kepercayaanku, temanilah Alzack putraku pergi ke dunia manusia!" Perintah raja
"Ha?" Agathias mengerutkan dahinya bingung, perintah ini sangat aneh dan rancu baginya.
"Alzack akan pergi ke dunia manusia, ia bersikeras untuk menemukan gadis dengan darah suci itu untuk menyelamatkan ibunya. Untuk itu, kau temanilah dia, tekanlah dia jika dia tidak bisa mengontrol dirinya! tidak ada yang boleh tahu tentang jati dirinya, kau mengerti?" perintah raja Hades.
"Baik raja, saya mengerti. saya akan menjaga pangeran Alzack dengan segenap nyawa saya." ucap Agathias, meskipun dirinya masih bingung dengan perintah sang raja, namun janjinya adalah mengabdi pada kerajaan, perintah raja adalah tanggungjawabnya, untuk itu dia akan pergi menjalankan perintah tersebut.
***
Saat waktu itu tiba ...
" Alzack ... apakah keputusanmu sudah bulat?" tanya sang raja enggan melepas sang putra.
Bagaimana mungkin ia bisa rela melepas sang putra pergi ke dunia manusia, tempat yang seharusnya bukan untuk bangsa vampire.
"Iya ayah. Ayah jangan khawatir! Aku akan baik-baik saja, lagipula ada paman Agathias pergi bersamaku." terang Alzack.
"Benar raja, saya akan menyampaikan informasi jika kami dalam kesulitan." ucap Agathias menunduk hormat.
" Baiklah, kalian berhati-hatilah!" Ucap raja Hades.
" Pasti ayah. Paman Agathias, Ayo pergi!"
" Baik pangeran ..."
Bersambung
IRISH AURORA
"Hentikan! kumohon hentikan!" seorang gadis culun yang memakai kacamata bulat dengan rambut dikepang dua sedang memohon ampun pada segerombolan gadis yang terus menjahilinya.
"Makan ini! hahaha." seorang gadis berambut pirang yang terlihat lebih modis dari yang lain, sepertinya dialah pemimpin gengs tersebut. Ia terus mencekoki makanan basi pada gadis malang tersebut.
"Kau pasti kesulitan untuk makan kan? kau kan miskin, kenapa kau tidak mau makan ha? ini lezat lho, cobalah!" gadis pemimpin gengs tersebut terus memaksa gadis culun untuk memakan makanan tersebut.
"Aku tidak mau Barbara, tolong lepaskan aku!" ucap Irish memelas.
Gadis culun itu bernama Irish, Ia berpenampilan sangat payah dan tidak menarik sama sekali, maka dari itu ia selalu menjadi bulan-bulanan gengs terpopuler disekolah.
Barbara Rodrigo, ia adalah anak salah satu pengacara kondang di negara ini, ayahnya sangat hebat dalam memenangkan masalah atau kasus kriminal, maka dari itu semua akan dibabat habis oleh ayah Barbara jika sudah berada di pengadilan, itu jugalah yang membuat Barbara berbangga diri, menjadikan ayahnya sebagai tameng agar dirinya menjadi mahasiswi terpopuler, dan jangan lupa, diinginkan oleh para lelaki di dalam kampus maupun di luar kampus.
Sedangkan Irish Aurora adalah seorang gadis yang terlahir dari keluarga menengah ke bawah, ibunya hanyalah seorang penjual bunga, dan ayahnya meninggal karena sakit. Irish hanya hidup bersama ibu dan neneknya, Neneknya yang sudah renta tapi masih terlihat sangat segar, nenek yang selalu bersikap sabar dan bijaksana, dan selalu memberikan nasehat jika Irish sedang terkena masalah, sedekat itu memang Ia dengan neneknya.
"Kumohon hentikan! Lepaskan aku!" Irish terus meronta bahkan memelas, memohon bahkan mengemis belas kasihan agar Barbara dan geng nya berhenti mengganggunya.
Sebenarnya Irish sangat cantik dan manis, memiliki tubuh yang sexy, dada yang besar dan bokong yang padat, karena kelebihannya itu Ia sembunyikan karena malu diperlihatkan pada banyak orang, bahkan dirinya masih perawan di usia sembilan belas tahun, menginjak usia dua puluh tahun saat ini.
"Hah tidak seru. Kenapa dia sangat membosankan sekali hari ini. Semuanya, ikut aku! Aku memiliki hukuman yang pantas untuknya!" Barbara berdiri dan mengomando anak buahnya untuk menyeret Irish ke tempat yang ia siapkan untuk eksekusi lebih lanjut.
"Tidak. Tolong! kumohon lepaskan aku Barbara!" Bahkan dosen pun tidak ada yang berani membantu Irish, karena sokongan dana terbesar di kampus ini adalah dari ayah Barbara, jika sampai ada yang mengusiknya, ayahnya tidak akan segan-segan mencabut segala sokongan dana dan membuat dosen atau karyawan yang bekerja di kampus itu keluar dari pekerjaannya.
"Hahahaha ... tempatmu adalah disini." Barbara and the geng mendorong Irish memasuki toilet.
Irish terjatuh dan tubuhnya limbung ke lantai, Ia cepat berdiri dan segera berlari kearah pintu.
"No, Barbara lepaskan aku!" Pekik Irish sambil terus menggedor-gedor pintu toilet.
"Bye kecoak" Barbara and the gengs mengunci Irish di toilet.
"Selamat bermalam minggu di toilet bitch hahahahaha." Barbara tidak memperdulikan Irish yang berteriak dan menangis. Mereka berlalu begitu saja meninggalkan Irish sendiri yang terkunci di toilet.
"Bagaimana aku bisa keluar dari sini, hiks ... ibu, enek, tolong aku!" Irish terus menangis dan terus berteriak meminta tolong agar ada orang yang mendengar dan menolongnya keluar dari toilet.
***
Seorang lelaki cleaning service datang untuk membersihkan toilet.
Ia bersiul khas seorang bapak-bapak dan menyiapkan segala sesuatunya untuk membersihkan toilet.
"Wah ... kenapa pintu ini terkunci, perasaan kemarin tidak" setelah membuka pintu toilet betapa terkejutnya dia melihat ada seorang siswi yang sedang tertidur di atas lantai.
Ronald mendekati Irish dan menggoyangkan tubuhnya.
"Hei nona bangun! kenapa tidur di sini?"
Ronald memandang iba pada penampilan siswi tersebut, bajunya yang kotor dan lusuh serta rambut yang acak-acakan. Ia tahu dan mengenal gadis ini, setiap hari ia selalu diganggu dan dijahili oleh anak pengacara kondang itu.
"Hei bangunlah!"
Iris mengerjap perlahan membuka matanya. Matanya memicing dan melihat siapa orang di depannya ini.
"Mr Ronald ...." Lirih Irish.
"Astaga, bangunlah!" Ronald membantu Irish untuk berdiri.
"Baiklah, pelan-pelan! Ini minumlah aku ada air mineral." kebetulan Ronald selalu membawa air mineral kemana-mana, karena pekerjaannya yang melelahkan harus siap air mineral dimanapun ia berada.
"Te-terima kasih Mr. Ronald." tanpa ragu Irish terus meminum air mineral itu. Ia benar-benar merasa kering di tenggorokannya.
"Nona ... Anda terkunci disini sejak kapan ?" Tanya Mr Ronald iba.
Irish kembali menangis, Ia hanya menggeleng lemah sambil mengusap air matanya.
"Astaga, pulanglah nona! hari ini hari libur, seharusnya anda dirumah, beristirahatlah! maafkan kami yang tidak bisa apa-apa saat nona dijahili nona Barbara dan teman-temannya, karena kalau kami menolong nona, kami akan kehilangan pekerjaan." lirih Mr Ronald.
"Saya mengerti, tidak apa-apa Mr. Ronald, terimakasih untuk semuanya, saya pulang dulu." dengan tertatih Irish pergi meninggalkan tempat yang menyekapnya sepanjang malam,
***
Disepanjang jalan ia menangis , meratapi nasibnya yang bukan siapa-siapa. Dia tidak bisa menjadi apa-apa, sehingga banyak orang yang menghina dan menginjak-injak harga dirinya.
Sejak siang Ia dikunci Barbara di toilet, entah akan sampai kapan dia disana jika Mr Ronald tidak menemukannya mengingat besok adalah hari libur, tidak ada mahasiswa satupun dikampus.
"Ayah ... aku ingin ikut ayah saja, disini terlalu berat, hiks." lirih Irish.
Tiba-tiba ada sekelompok pria yang menghadangnya.
"Hai cantik ... kenapa pakaianmu seperti itu? seperti habis kerampokan." ucap seorang pria dengan tato di wajah.
Irish sangat ketakutan, ditempat itu sangat sepi, jika mereka berbuat jahat tidak ada satupun orang yang bisa dimintai tolong.
"Kenapa diam saja nona manis, wajahmu sangat cantik, ayolah ikut kami, kami akan mendandanimu dan mengganti bajumu." ucap seorang pria yang paling kurus diantara mereka.
"Berarti kau akan menelanjanginya terlebih dulu, hahhhaha ... dia pasti sangat sexy sekali, vibe nya seperti anak-anak SMA." kemudian disambut tawa oleh semua pria yang ada disana.
"Kumohon tuan jangan ganggu aku, aku hanya ingin segera pulang, please." ucap Irish semakin terisak. Ia merasa kenapa hidupnya berat sekali, di kampus ia selalu mendapat bullian dari Barbara dan teman-temannya, sekarang ia mendapat ancaman terbesar di jalanan.
"Ya Tuhanku." Irish menautkan kedua tangan di depan dada berharap ada seseorang yang akan membantu dan menyelamatkannya.
"Ayolah baby jangan takut, kami tidak jahat. Kami akan berlaku sangat lembut kepadamu, hahaha. " sambut gelak tawa dari semua pria di sana.
" Tidak. Lepaskan! kumohon lepaskan aku tuan!"
Para pria itu tidak menghiraukan rintihan Irish.
Pria berbadan tinggi besar berusaha memeluk dan mencium Irish.
"Tidak. Tolong ... kumohon siapapun tolong aku!" Tiba-tiba ada lemparan sebuah batu yang mengenai wajah pria itu.
Irish tercengang, siapa gerangan yang membantunya, padahal ia tidak melihat ada orang disekitar itu.
"What the fuck, Hei ... pecundang, jangan bersembunyi, keluarlah! tunjukan dirimu!" Pria besar itu meringis kesakitan ketika melihat wajahnya sedikit memar dan berdarah.
"Bukankah kau yang pecundang, ada pria sekitar tujuh orang, tapi mengganggu satu gadis lemah." ucap pria tampan dengan badan gagah sambil berjalan mendekat ditengah kegelapan.
" Fuck, berani sekali kau mengatakan itu padaku."
" Tuan, kita habisi saja mereka , sepertinya mereka bukan ancaman yang berat." ucap Agathias.
Ternyata Alzack sudah sampai di dunia manusia, malah ia disambut dengan pemandangan ini, ia melihat Irish yang menangis dan terlihat syok di pojokan.
"Kau benar paman, kita habisi mereka semuanya."
"Baik." Agathias menyeringai tajam, Ia mengambil pedang dan siap membabat habis tujuh orang pria mesum tersebut.
"Serang mereka berdua!" Perintah seorang pria dengan perawakan paling besar diantara mereka.
Terjadi baku hantam dengan suara dentingan pedang dan pukulan.
Tentu saja manusia bukan tandingan bagi bangsa vampire. Dalam hitungan menit, ketujuh pria itu jatuh tersungkur.
"Kaaabbuuurrr." pria itu lari terbirit-birit meninggalkan lokasi.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Alzack mensejajarkan posisinya pada Irish yang masih terduduk lemah.
Pandangan mereka bersatu, ada getaran berbeda yang terjadi diantara mereka, seakan tarik menarik bagai magnet.
"Te-terima kasih anda berdua sudah menyelamatkan saya, saya permisi dulu." ucap Irish berdiri dan menunduk hormat kemudian segera pulang.
"Paman! Cari tahu siapa dan dimana gadis itu tinggal!" Perintah Alzack
"Hmm, apakah anda sudah mulai jatuh cinta dengan manusia tuan?" Kikik Agathias
"Apa maksudmu, aku merasakan hawa berbeda ketika pandangan kita bertemu, dia pasti bukan gadis biasa." terang Alzack .
" Begitu ya, baik tuan akan saya laksanakan"
"Perasaanku mengatakan, sebentar lagi kita akan menemukan gadis itu." senyum terlukis diwajah tampan sang pangeran.
" Ayo paman, kita pergi!"
Bersambung