Bab 2

Pagi ini sandi berencana akan berbicara pada ibu panti akan rencananya untuk keluar dari panti itu, jauh di dalam hatinya saat ini dia merasa kalau dia tidak sanggup jika harus mengatakan hal ini kepada ibu panti yang sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri itu.

Dia masih terduduk di dalam kamarnya dan termenung di sana, dia masih meragu untuk menemui ibu panti seperti apa yang telah dijanjikannya kepada Andre kemarin.

"Woi ngelamun aja ! "Ujar Andre yang tiba-tiba datang mengagetkan sandi.

Sandi yang saat itu tengah melamun akhirnya kaget karena Andre yang tiba-tiba menyapanya dengan cara seperti itu.

" Bisa nggak sih nggak usah ngagetin orang? "Protes sandi pada Andre.

"Lagian masak pagi-pagi begini kau sudah melamun?" Ujar Andre tidak mau disalahkan.

"Lagian masak pagi-pagi begini kau sudah melamun? "Ujar Andre yang merasa bingung dengan tingkah laku kakaknya itu.

"Sudahlah, kau pasti tidak akan paham dengan apa yang aku rasakan sekarang," ucap sandi merasa kesal kepada adiknya itu.

Mendengar apa yang diucapkan oleh sandi barusan, menimbulkan rasa penasaran yang teramat kuat di hati Andre.

"Memangnya Apa yang sedang mengganggumu? Kenapa kau tak membaginya denganku , "protes Andre.

Bagaimana aku bisa membaginya denganmu jika kau terus berkeliaran entah ke mana? "Jawab sandi.

"Hehehe maafkan aku san, tadi aku keluar untuk mencari udara segar. Sekarang aku sudah ada di sini, kamu bisa membaginya kepadaku sekarang," ujar Andre.

"Jadi begini, aku masih bingung dan ragu untuk pamit kepada ibu panti, "ucap sandi memulai percakapan kepada Andre.

"Kenapa kau masih ragu? Bukankah kita sudah sepakat akan keluar dari sini secepatnya?" Ujar Andre yang merasa bingung dengan pemikiran sandi barusan.

"Iya aku tahu, tapi aku merasa tidak tega jika melihat ibu panti nanti bersedih karena hal ini, "sandi.

"Oke sekarang aku mengerti, aku juga bisa membayangkan bagaimana ekspresi ibu panti nanti ketika dia mengetahui kalau kamu menyatakan keinginanmu untuk pergi dan keluar dari panti ini, "ujar Andre.

Sandi dan Andre kini sama-sama terdiam, keduanya sama-sama merasa tidak tega untuk berbicara kepada ibu panti. Mereka tidak bisa membayangkan kesedihan ibu panti kalah mendengar mereka akan keluar dari panti saat ini, jujur selama ini hanya mereka berdua yang bisa membantu ibu panti dalam mengelola pantai ini.

Lalu bagaimana nanti jika mereka pergi tanda tanya siapa yang akan membantu ibu dalam menangani banyak anak di sini. Namun keduanya juga tidak ingin mengabaikan masa depan mereka, menjadi seorang dancer dan idol terkenal sudah lama diimpikan oleh mereka berdua, keduanya bahkan sudah memimpikan hal itu dari mereka sama-sama kecil, Lalu bagaimana keduanya akan melupakan hal itu. Kini keduanya sama-sama merasa bimbang dan galau, mereka bingung harus berbuat apa sekarang.

"San" teriak seseorang dari luar kamar sandi.

Sandi dan Andre sama-sama kaget dan bangkit dari duduknya. Sepertinya mereka mengenali suara yang kini tengah memanggil sandi, suara itu adalah suara dari ibu panti.

Sandi segera berlari keluar dari kamarnya,begitu juga dengan Andre. Keduanya sama-sama merasa khawatir ketika mendengar suara ibu panti berteriak.

"Ada apa Bu?" Tanya anggrek di waktu menghampiri ibu panti.

"Ini lho, Leon tiba-tiba saja demam tinggi, kita harus segera membawanya ke dokter sekarang, "ucap ibu panti saat seorang anak panti di sana terserang demam.

"Iya bu, ayo kita bawa sekarang. Cookie sana cepat siapkan mobilnya, "ujar sandi kepada Andre.

Andre segera berlari keluar panti dan mulai mengeluarkan mobil dari garasi, sedangkan sandi dengan sigap langsung menggendong Leon dan membawanya menuju mobil.

"Kamu duluan bawa Leon ke mobil, ibu akan ambil tas terlebih dahulu," ujar ibu kepada sandi.

"Iya baik bu," sandi dan segera bergegas menuju mobil.

"Cookie ayo buka pintu mobilnya," teriak sandi pada Andre.

Andre membuka pintu mobil itu agar sandi dapat lebih mudah memasukkan Leon ke dalam mobil.

"Apa semuanya sudah siap?" Tanya ibu pada Andre dan juga sandi.

"Sudah Bu, ayo kita segera berangkat," ujar sandi pada ibu panti, kini mereka sudah dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, Andre saat ini sedang menyetir mobil itu, sedangkan sandi dan ibu panti tetap memastikan kondisi Leon baik-baik saja selama perjalanan ke rumah sakit.

"Sebentar lagi kita akan segera sampai," ujar Andre setelah cukup lama perjalanan kini mereka telah sampai di rumah sakit. Segera sandi kembali menggendong tubuh kecil Leon dan berlari membawanya memasuki rumah sakit.

Suster segera mempersilahkan sandi yang memasuki sebuah ruangan, setelah membaringkan Leon di tempat tidur ruangan itu, suster meminta agar sandi menunggu di luar.

"Apakah semua baik-baik saja san?" Tanya ibu panti yang datang belakangan.

"Belum tahu bu, dokter sedang memeriksa keadaan Leon," jawab sandi.

"Sudah Ibu tenang saja, Leon pasti akan baik-baik saja kok Bu," ujar Andre berusaha menenangkan ibu panti.

Kini ibu panti dan Andre sedang duduk di kursi di depan ruangan tempat Leon dirawat, sedangkan sandi tetap berdiri menunggu dokter keluar dari ruang pemeriksaan.

Setelah cukup lama menunggu, akhirnya dokter keluar.

"Bagaimana dengan keadaan Leon dokter?" Tanya ibu yang ketika bangkit dari duduknya.

"Sekarang dia sudah baik-baik saja, Ibu tidak perlu merasa begitu khawatir," ujar dokter kepada ibu itu dan sedikit mengeluarkan senyumannya agar ibu tidak terlalu tegang.

"Tetapi, Apa yang sebenarnya terjadi pada Leon dokter?" Tanya ibu kepada dokter tersebut.

"Dia terserang demam tinggi, namun kini suhu tubuhnya sudah mulai normal jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi," jawab dokter menenangkan ibu panti.

"Syukurlah kalau begitu, Apa kami bisa menemui Leon dokter?" Tanya ibu panti lagi.

"Iya Bu tentu, silakan," jawab dokter itu dan langsung pergi meninggalkan mereka

Segera ketiganya memasuki ruangan tempat Leon dirawat, di sana Leon tampak terbaring lemas di atas tempat tidur.

" Leon, apa kamu merasa lebih baik? "Tanya ibu panti kepada Leon

Leon hanya mengangguk ketika mendengar pertanyaan ibu panti, tubuh buat jatuh 7 tahun itu sepertinya masih lemas dan tidak bertenaga untuk berbicara.

Sandy dan Andre hanya berdiri dan terdiam melihat keadaan adik kecil mereka itu. Baik Andre maupun sandi sepertinya tidak tega melihat tangan kecil Leon harus diinfus, mereka tidak sanggup terus melihat hal itu, sandi memutuskan untuk keluar dari kamar itu.

Sandi kini menuju taman rumah sakit untuk menenangkan dirinya, dia tidak sanggup jika harus terus melihat ibu dan Leon di dalam ruangan itu.

Seketika sandi kembali mengingat tentang rencananya untuk meninggalkan panti, kini dia kembali dilanda keraguan. Dia merasa tidak tega jika harus meninggalkan ibu dan adik-adiknya itu dipanti, mereka semua telah dianggap sandi sebagai keluarganya sendiri, dia merasa tidak sanggup jika melihat ibu panti nantinya akan mengurus panti seorang diri.

Sebenarnya masih banyak yang membantu ibu di panti, namun hanya dia dan Andre yang 24 jam ada di panti. Petugas panti Yang lain sudah mempunyai keluarga sendiri, hal itu yang membuat mereka tidak bisa 24 jam stable ada di panti itu.

Di saat hal-hal darurat seperti hari inilah yang ditakutkan sandi, siapa yang akan membantu ibu di saat hal seperti ini terjadi lagi? Kini sandi tidak dapat berpikir dengan jernih, pikirannya kini terbagi-bagi hingga ia tidak mampu mengambil keputusan di saat seperti ini.

Di saat sandi larut dalam pikirannya, lagi-lagi Andre datang mengagetkannya.

"Pesan" ujar Andre sambil menepuk pundak sandi.

Seketika sandi terperanjak kaget karena ulah Andre.

"Astaga lagi-lagi anak ini, "ujar sandi kesal.

" Lagian Kenapa sih kau itu suka sekali melamun tanda tanya nggak di panti, nggak di rumah sakit pun kau terus saja melamun, "ujar Andre kepada sandi.

"Kau tahu, saat ini aku benar-benar sangat bingung. Bagaimana kita bisa pergi dari panti jika keadaannya seperti ini? Kau tahu kan cuman kita berdua yang bisa diharapkan ibu di saat-saat seperti ini. Lalu bagaimana nanti jika kita sudah tidak berada di pantai tanda tanya siapa yang akan menolong Ibu dan anak-anak lainnya?" Tanya sandi panjang lebar.

Andre seketika langsung terdiam, bagaimana bisa dia tidak memikirkan hal itu semua, dia bahkan tidak berpikir jauh seperti sandi, kini dia juga ikut ragu dengan keputusan mereka untuk meninggalkan panti.

Kini keduanya tidak tahu harus berbuat apa, mereka kini merasa ragu dengan keputusan mereka. Di satu sisi ini tentang cita-cita dan masa depan mereka, di sisi lain mereka tidak ingin meninggalkan keluarga yang selama ini dengan tulus dan penuh cinta selalu menerima mereka apa adanya.

Ini merupakan pilihan yang sangat sulit bagi mereka berdua, kini keduanya hanya diam dan larut dengan pemikiran mereka masing-masing. Entah keputusan apa yang akan keduanya ambil.

Keputusan apa yang akan diambil oleh sandi dan Andre nantinya? Apakah keduanya akan tetap memilih pergi dan mengejar cita-cita mereka atau justru akan tetap tinggal dan menjaga keluarga mereka di panti?

Bab 3

Di tengah kegalauan yang menghampiri sandi dan Andre, tiba-tiba ponsel Andre berdering, ia melihat nama ibu panti di layar ponsel itu, segera ia mengangkatnya.

"Halo Iya Bu, "jawab Andre.

"Cookie kamu dan sandi segera ke kamar Leon ya," ujar ibu panti dari seberang sana.

"Oke Bu, kami akan segera ke sana," Jawab Andre.

Sesegera mungkin Andre menutup teleponnya dan memberitahu sandi apa yang baru saja ibu panti katakan.

, San ibu menyuruh kita untuk segera pergi ke kamar Leon, ucap Andre memberitahu sandi apa yang baru saja dikatakan oleh ibu panti kepadanya.

""Ada apa? Apa terjadi sesuatu pada Leon? "Tanya sandi khawatir.

" Aku tidak tahu, lebih baik kita pergi ke sana sekarang, "ajak Andre pada sandi.

"Oke baiklah, ayo kita segera pergi!" Jawab sandi.

Kini sandi dan Andre sama-sama berlari ke dalam rumah sakit, karena keduanya begitu khawatir tentang keadaan Leon. Tidak butuh waktu lama mereka berdua sudah sampai di ruang rawat Leon, di sana terlihat ibu panti yang sedang duduk di kursi dan Leon yang sudah duduk menatap ke arah mereka berdua sambil tersenyum di atas tempat tidur.

"Aku sudah sembuh," teriak Leon dengan penuh semangat.

Sandi dan Andre seketika tersenyum lega kalau melihat adik kecil mereka itu kembali sembuh dan bersemangat.

"Apa kau benar-benar sudah sembuh?" Tanya sandi kepada Leon.

" Iya Kak, Sekarang kita akan bisa bermain lagi, "jawab Leon penuh semangat.

"Syukurlah, kau benar-benar membuat kami sangat khawatir Leon, "ujar Andre sambil mendekat ke arah Leon.

" Sekarang Leon sudah bisa pulang, kita akan segera membawanya pulang ke rumah, "ujar ibu panti.

"Baiklah kalau begitu, aku akan siapkan mobil dan membereskan urusan administrasinya," ujar Andre.

"Oke, aku akan segera membawa Leon ke mobil," jawab sandi.

Kini ibu panti mulai bersiap-siap untuk pulang, ia segera mengemas semua barang yang tadi ia bawa ke dalam sebuah tas. Sedangkan sandi dan Leon sibuk bercanda satu sama lain, sandi memang begitu dekat dengan Leon, baginya Leon sudah seperti adiknya sendiri.

Wajah tampan Leon juga akan membuat siapapun akan terpesona kalau menatap wajah bocah 7 tahun itu. Leon juga merupakan anak yang periang, dia juga merupakan salah satu penghibur untuk sandi dan Andre jika terkena masalah.

"Ayo kita segera pulang, Ibu sudah menyiapkan semuanya," ujar ibu panti yang sudah siap dengan sebuah tas di tangannya.

"Baiklah, ayo kita segera pulang," ujar sandi.

Sandi mulai menggendong tubuh kecil Leon, dia bahkan membawa tubuh kecil itu berlari hingga membuat Leon tertawa dan merasa begitu senang. Kini mereka bertiga menuju arah parkiran, sepertinya Andre telah menunggu mereka diperkiraan itu.

Benar saja, mobil Andre telah siap di waktu Taeyong ibu panti dan Leon sampai di sana, segera mereka bertiga memasuki mobil dan berlalu meninggalkan rumah sakit itu.

Selama perjalanan pulang sandi hanya diam saja, ia terus memikirkan tentang rencana untuk segera pergi dari panti. Kini dia harus bisa mengambil keputusan yang tegas demi masa depannya, Sampai kapan dia dan Andre harus tetap di panti dan menjadi beban di sana di saat usia mereka sudah dewasa.

Sandi juga merasa sudah tidak pantas berada dan bergantung hidup dari donasi panti, meskipun di sana dia dan Andre juga ikut bekerja dan mengelola panti namun dia tetap saja merasa sudah tidak pantas berada di sana.

Di luar sana masih banyak anak-anak seperti dirinya dulu yang membutuhkan bantuan dan tempat tinggal, bagaimana mungkin dia dan Andre akan terus membebani ibu panti dan anak-anak di sana. Dan kini keputusan sandi sudah bulat, ia akan mulai berbicara dengan ibu panti setelah sampai di panti.

Dia akan memberikan penjelasan kepada ibu panti, sandi yakin bahwa ibu panti akan mendukung keputusannya kali ini.

"Sandi, Kenapa kamu melamun? "Tanya Leon yang sedari tadi memperhatikan sandi.

"Tidak, aku tidak melamun, aku hanya sedang berpikir permainan apa yang akan kita mainkan sesampainya di panti nanti? "Ujar sandi mencari alasan.

" Benarkah? Aku jadi tidak sabar untuk bermain, "jawab Leon sambil tersenyum.

"Tetapi Leon Kamu harus istirahat dulu sesampainya di panti, kamu masih belum terlalu sehat. Jadi nanti perbanyak kita undur sampai besok pagi saja ya," ujar ibu panti memperingatkan Leon.

Leon hanya diam karena mendengar perkataan ibu panti, kini dia kembali murung dan tidak bersemangat. Ibu panti melakukan semua ini memang untuk demi kebaikan Leon, dia tidak ingin jika nanti Leon jatuh sakit lagi.

"Akhirnya kita sampai," dari Andre di waktu mobil mereka berhenti di depan panti.

"Leon ayo kita segera ke kamar," ajak ibu kepada Leon.

Segera ibu panti dan Leon berlalu meninggalkan sandi dan Andre yang masih berdiri di depan panti.

"Apa yang saat ini sedang kau pikirkan san?" Tanya Andre yang melihat sandi kembali melamun.

" Aku sudah memutuskan bahwa kita agar tetap keluar dari panti dan memulai karir kita sebagai seorang dancer "ujar sandi kepada Andre.

"Apa kau sudah yakin dengan keputusan ini?" Tanya Andre lagi.

" Iya aku sudah yakin, aku juga sudah memikirkannya. Ini semua adalah keputusan yang terbaik untuk hidup kita kedepannya, "jawab sandi penuh keyakinan.

"Baiklah kalau begitu, aku yakin jika kamu juga yakin, "ujar Andre meyakinkannya.

"Kita akan bicara kepada ibu panti nanti malam, dan jika sudah mendapatkan izin kita akan segera keluar besok atau lusa. Jadi mulailah mengawasi barang-barang milikmu," ujar sandi kepada Andre.

"Baiklah, aku akan segera mengamati barang-barangku," jawab Andre.

Mereka berdua kini begitu yakin dengan segala keputusan yang akan mereka ambil kali ini, keduanya akan benar-benar serius dalam mencapai impian mereka sebagai seorang dancer yang terkenal di mana-mana.

Mereka berdua akan mulai menata hidup baru di saat mereka sudah berada di luar sana, keduanya akan mulai fokus berlatih menari dan akan mulai mencari peluang-peluang yang akan bisa mengantarkan mereka menjadi seorang dancer.

"San bagaimana kalau sekarang kita berlatih dance di tepi danau lagi?" Usul Andre kepada sandi.

Wah boleh tuh, cepat sekarang kamu ambil speakernya di kamar lalu kita akan pergi ke tepi danau!" Ucap sandi kepada Andre.

" Kenapa sih selalu saja aku, mentang-mentang aku lebih mudah kau selalu saja menyuruhku, "protes Andre pada sandi.

"Hahaha itu salahmu, Kenapa kamu jauh lebih mudah dariku!" Ujar Sandy sambil tertawa ketika melihat Andre pergi dengan wajah yang kesal kepadanya.

Kini sandi memutuskan untuk duduk terlebih dahulu sambil menunggu Andre datang dan membawa speaker itu, sandi mulai melihat sekeliling pantai, ia mengingat setiap kenangan yang pernah dia lewati di pantai ini. Di setiap sudut panti tersimpan kenangan dirinya bersama Andre dan anak-anak lainnya yang telah lebih dulu keluar dari panti. Kini semua kenangan itu akan dia simpan di dalam hatinya, sebab mungkin besok atau lusa dia dan Andre akan benar-benar pergi meninggalkan pantai itu.

Lagi-lagi kini sandi kembali melamun, akhir-akhir ini dia memang suka sekali melamun. Entah karena banyak yang dipikirkannya atau entah kenapa ia pun tidak tahu, dia selalu saja termenung kalau sedang duduk sendiri, pikirannya seolah-olah tidak berhenti berpikir.

"Woi" dari Andre yang lagi-lagi mengagetkannya.

"Astaga, lama-lama bisa copot nih jantung karena kamu," protes sandi kesal kepada Andre.

"Lagian semua itu adalah kesalahanmu, siapa yang menyuruhmu selalu melamun di mana-mana? Katanya kita harus latihan, ayo Sekarang kita pergi, "ajak Andre kepada sandi.

Tanda baca Iya ayo, Apa kau sudah membawa semuanya kan? "Tanya sandi.

"Iya iya aku sudah membawa semuanya," jawab Andre

Kini keduanya mulai berjalan menuju danau yang berada tidak jauh dari pantai, di danau itulah sandi dan Andre sering menghabiskan waktu mereka mulai dari mereka kecil. Mereka selalu menari di sana dan berkhayal menjadi seorang dancer dan idola yang memiliki banyak penggemar. Tidak jarang keduanya berakting layaknya sebuah idol yang sedang dikemuni para fans, kesamaan diantara keduanya itulah yang membuat mereka seakan tidak bisa untuk dipisahkan.

Mereka juga berharap jika akan sukses bersama, sama-sama bisa menjadi seorang dancer dan idola terkenal pada, mereka juga berjanji jika suatu saat nanti mimpi mereka tercapai, maka mereka akan sama-sama memajukan dan mensejahterakan panti yang sudah seperti rumah mereka selama ini.

Tidak hanya itu mereka juga bermimpi, kelak akan menikah dan membeli rumah yang berdampingan agar mereka selalu dekat satu sama lain. Ada begitu banyak mimpi yang telah mereka berdua rencanakan sedari kecil, mimpi-mimpi yang kini perlahan ingin mereka wujudkan.

Mereka berdua kini bahkan tidak lagi berpikir tentang keluarga mereka yang mungkin saja ada di luar sana, apalagi sandi yang masih mempunyai harapan untuk bertemu kedua orang tua yang telah membuangnya.

Namun sepertinya bagi sandi mereka sudah tidak ada lagi, saat ini satu-satunya keluarga yang dia punya hanyalah sandi adalah Andre dan keluarganya di panti ini.

Ini mereka hanya akan fokus mengejar mimpi mereka dan mengabaikan orang-orang di luar sana. Bagi mereka sekarang hanya ada sebuah mimpi menjadi seorang dancer terkenal dan menjadi idol besar di masa yang akan datang.

Akankah mimpi kedua nya akan benar-benar terwujud? "

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED