Sampul Novel Ranjang Panas Istri Kedua

Ranjang Panas Istri Kedua

8.2 / 10.0
Di dalam kamar yang sunyi dan hangat, Bella terbuai oleh keintiman mendalam bersama Bram. Dekapan erat sang suami membuatnya tak berdaya, hingga jemarinya meremas sprei dengan kencang di tengah napas yang kian terengah-engah. Sentuhan demi sentuhan penuh gairah dari Bram membakar emosi Bella, memicu desah manja yang terus mengalir. Bram terus memanjakan istrinya, menikmati setiap getaran tubuh Bella yang pasrah. Derit ranjang malam itu menjadi saksi bisu kemesraan mereka.

Ranjang Panas Istri Kedua Bab 1

Bella mendesah pelan, wajahnya memerah, napasnya mulai tersengal. Sentuhan itu membuat tubuhnya bergetar, ini kali pertamanya merasakan tangan seorang pria di bagian yang begitu sensitif dan pria itu adalah suaminya sendiri.

Bram menatap wajah Bella yang memerah, bibirnya terangkat membentuk senyum tipis. Tangannya tetap di dada Bella, menggenggam dan memijat perlahan, membuat denyut hangat menjalar ke seluruh tubuhnya. Perlahan ia menggeser tubuhnya, menunduk hingga napas hangatnya menyapu pipi sang istri. Bella memejamkan mata, menunggu apa yang akan terjadi.

"Mas..." suara Bella bergetar, setengah ingin menahan, setengah ingin menyerah pada sensasi itu.

Bram menangkup wajah Bella dan menempelkan bibirnya. Ciuman itu dalam, panas, dan mendesak. Lidahnya menyapu lembut bibir bawah Bella, memaksanya terbuka, lalu menyelip masuk dengan gerakan yang membuat napas sang istri tercekat.

Tangan Bram yang sudah berada di dada Bella kini bergerak lebih berani. Jemarinya menekan dan mengelus, sementara bibirnya mulai turun, menyapu kulit di sekitar payudara Bella dengan lembut tapi penuh hasrat. Bella menegang, napasnya tercekat, suaranya berubah menjadi lirih yang nyaris seperti erangan.

"Ahh... mas... lidah kamu..." rintih Bella, tubuhnya melengkung tak terkendali di bawahnya.

"Begini maksudnya?" bisik Bram rendah, suaranya berat dan menuntut, sementara bibirnya mencium, menjilat, dan menempel di kulit yang sensitif itu, membuat seluruh tubuh Bella bergetar hebat.

Bella menggigit bibirnya, mencoba menahan, tapi sensasi itu terlalu kuat. "Ahhh... geli... uh... panas..."

Namun di sela dekap itu, pikiran Bella mulai melayang. Bagaimana ia sampai di titik ini, berada di pelukan pria yang dulunya hanya nama besar yang menakutkan di desanya? Ingatan itu menyeruak begitu saja, membawa Bella kembali pada siang yang mengubah seluruh hidupnya.

---

Siang itu, udara panas menyelimuti desa. Terik matahari memantulkan cahaya ke tanah berdebu, membuat udara bergetar tipis. Di warung kecilnya yang beratap seng, Bella duduk di kursi kayu, menggenggam gelas teh hangat yang mulai kehilangan uapnya. Tak ada pembeli. Ia hanya melamun, memikirkan cara menambah pemasukan agar ibunya tidak terlalu lelah berjualan.

Langkah kaki terdengar dari luar, disusul dua pria asing yang berhenti di depan warung. Mereka saling bertukar pandang.

"Ini warungnya," ucap salah satu pria dengan nada datar.

"Iya, dia ada di dalam," jawab yang lain.

Bella berdiri, tersenyum ramah. "Ada yang bisa saya bantu, Mas?"

Salah satu dari mereka menatap Bella dari kepala hingga kaki, tatapan yang membuatnya tidak nyaman. "Ikut kami."

Bella mengerutkan kening. "Ngapain? Saya jualan di sini."

"Jangan banyak tanya. Ikut." Suaranya meninggi, dan sebelum Bella sempat mundur, pergelangannya sudah dicengkeram kuat.

"Mas! Lepasin! Saya nggak kenal kalian!" teriak Bella, mencoba memberontak. Tapi genggaman mereka seperti besi. Ia terseret keluar, langkahnya terhuyung, hingga pintu mobil hitam yang terparkir di pinggir jalan terbuka.

Tanpa diberi pilihan, Bella didorong masuk. Aroma pengap bercampur parfum menyengat menyergap hidungnya. "Mas... mau bawa saya ke mana?!" tanyanya panik. Tak ada jawaban, hanya tatapan dingin dari pria di kursi depan. Mobil melaju meninggalkan warung, meninggalkan hidup Bella yang sederhana.

Perjalanan tiga puluh menit itu terasa seperti seharian penuh. Sinar matahari siang menembus kaca, membakar kulit, tapi hawa di dalam mobil dingin dan kaku. Pandangan Bella kosong menatap sawah yang berlari mundur di luar.

Laju mobil melambat saat gerbang besi hitam setinggi dua kali orang dewasa terlihat di depan. Di baliknya, rumah besar berdiri angkuh dengan cat putih yang menyilaukan, kontras dengan rumah-rumah sederhana desa. Mobil masuk ke pelataran berkerikil putih, ban berderit pelan sebelum berhenti tepat di depan pintu megah.

Bella mengenali tempat ini. "Juragan Bram..." gumamnya pelan.

"Turun," perintah salah satu pria dengan nada datar.

Begitu kakinya menginjak lantai teras, panas siang menyerang kulitnya. Tapi genggaman di pergelangan tangan memaksanya melangkah ke dalam. Pintu besar terbuka, dan hawa sejuk dari pendingin ruangan menyambut, kontras dengan teriknya luar.

Di ruang tengah, beberapa orang berkumpul. Langkah Bella terhenti begitu matanya menangkap dua sosok yang sangat ia kenal.

"Ibu... bapak..." suaranya pecah. Ia berlari memeluk ibunya yang tubuhnya bergetar hebat.

"Jelaskan. Sekarang." Suara berat memotong momen itu.

Bram berdiri tak jauh, tegap dengan kemeja putih, mata biru dingin menembus siapa pun yang menatapnya.

Joko, ayah Bella, menunduk. "Maaf, Nak... bapak dan ibumu... kami enggak sanggup bayar hutang. Juragan... minta kamu sebagai gantinya. Kami enggak tahu lagi harus apa..."

"Bapak... bapak menukar aku... dengan hutang?" suara Bella bergetar.

"Bapak janji... kalau bapak punya uang... bapak akan nebus kamu."

Intan hanya menangis, air matanya membasahi bahu Bella. Bella memeluk ibunya erat. "Kalau ini jalan terbaik... aku ikhlas, Pak... Buk..." meski hatinya terasa jatuh ke jurang gelap.

Bram tetap diam, tatapannya sulit diartikan, antara puas dan penuh perhitungan. Dalam hati, ia sudah menetapkan: gadis ini sekarang miliknya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Ranjang Panas Istri Kedua

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya menghidupi kedua buah hati sendirian. Di masa sulit ini, Damar hadir. Sang ipar menaruh dendam akibat skandal masa lalu yang melibatkan rahasia saudara kembar Kayra. Sempat menolak mengakui darah daging dari relasi itu, Damar akhirnya luluh melihat kemiripan sang bayi. Akankah takdir baru bersama Damar ini menjadi akhir dari penderitaan panjang Kayra?
Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil tanpa sengaja menemukan patung beruang di jalan dan membawanya pulang untuk dirawat dengan tulus. Ia tidak pernah menduga bahwa benda mati tersebut sebenarnya adalah inkarnasi dari sosok dewa muda yang sangat kuat. Wujud beruang itu terus bertahan menemani Melinda hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang cantik. Namun, sebuah konflik menegangkan mendadak muncul dan menguji ikatan unik mereka. Akankah kisah cinta antara manusia dan dewa ini berujung pada kebahagiaan?
Sampul Novel En-PD153
8.9
Kekasih lama yang kusangka sudah mati tiba-tiba kembali dengan membawa wanita hamil yang katanya telah menolongnya. Dengan lancang, dia menyuruhku tinggal bersama mereka dan menawarkan janji pernikahan palsu demi menikahi perempuan itu. Sebagai putri bangsawan sekaligus menantu dari dinasti konglomerat, aku menolak menjadi simpanan. Jika dia memilih melepaskan kemewahan ini, aku akan memastikan dia jatuh miskin tanpa sisa.
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Alicia Huang rela mendonorkan sumsum tulang belakang demi menyelamatkan kekasih Anthony Smith. Namun, ia mengajukan syarat agar Anthony bersedia menikahinya. Anthony pun setuju dengan satu tuntutan mutlak: pernikahan mereka wajib dirahasiakan dari publik. Kini, Alicia harus menjalani hari-hari sebagai istri yang disembunyikan layaknya wanita simpanan. Akankah pernikahan kontrak penuh rahasia ini menumbuhkan benih cinta sejati, atau justru menyisakan luka mendalam bagi mereka?
Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Divonis kanker rahim stadium lanjut membuat Fatma harus mengubur mimpinya memiliki keturunan. Demi membahagiakan Satria, ia bahkan rela memohon sambil menangis agar sang suami bersedia menikah lagi. Satria sempat menolak rencana itu karena tidak ingin melukai perasaannya. Namun, di balik pengorbanan tulus Fatma sebagai bukti cinta terakhirnya, sebuah kenyataan pahit justru terungkap. Fatma harus menerima fakta menyakitkan bahwa suaminya ternyata tidak pernah mencintainya.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED