Sampul Novel Pesona Hantu CEO

Pesona Hantu CEO

8.0 / 10.0
Sion Alexander Robin, pemimpin Robin Group di Kota Mayro, mendapati jiwanya terpisah dari raga dalam sebuah peristiwa gaib. Terombang-ambing di dunia nyata, sang CEO tangguh bertemu Roura, gadis biasa yang rupanya bisa melihat dan berinteraksi fisik dengan wujud rohnya. Sion pun memohon bantuan Roura untuk mencari tubuh fisiknya dan menyelidiki dalang di balik petaka ini. Bersama-sama, mereka harus mengungkap kebenaran krusial: apakah Sion masih bernyawa atau telah tiada?
Ringkasan Pesona Hantu CEO
Sion Alexander Robin, pemimpin Robin Group di Kota Mayro, mendapati jiwanya terpisah dari raga dalam sebuah peristiwa gaib. Terombang-ambing di dunia nyata, sang CEO tangguh bertemu Roura, gadis biasa yang rupanya bisa melihat dan berinteraksi fisik dengan wujud rohnya. Sion pun memohon bantuan Roura untuk mencari tubuh fisiknya dan menyelidiki dalang di balik petaka ini. Bersama-sama, mereka harus mengungkap kebenaran krusial: apakah Sion masih bernyawa atau telah tiada?
Baca Selengkapnya

Pesona Hantu CEO Bab 1

Sion Alexander Robin, seorang pria dengan reputasi yang tak tertandingi, adalah CEO utama dari Robin Group, sebuah perusahaan raksasa yang berada di kota Mayro.

Namun dua hari terakhir, dunia di sekitarnya terasa tidak normal lagi. Orang-orang kini berjalan melewatinya seolah dia tidak ada.

Setiap kali Sion mencoba berbicara, suara yang keluar dari mulutnya, seperti tidak terdengar. Tangannya yang dulu menggenggam kendali perusahaan besar, kini tak mampu menyentuh apapun.

"Oh, Tuhan. Ada apa denganku? Apa aku sudah mati?"

Pria ini bicara sendiri, tapi tidak ada yang bisa menjawab pertanyaannya. Apakah dia sudah mati? Jika iya, mengapa dia masih ada di dunia ini? Jika belum, lalu mengapa semua orang mengabaikannya?

Sion yang putus asa duduk di sebuah bangku taman. Seperti biasanya, taman ini penuh dengan suara anak-anak bermain atau pasangan yang bercengkerama, tapi tetap tidak ada satupun pandangan yang menoleh padanya.

Membuat Sion semakin frustasi, pria ini mengurut pelispisnys, sambil mencoba mencari jawaban atas apa yang terjadi.

Tapi ketika dia sedang tenggelam dalam pikirannya, tiba-tiba seorang gadis muda duduk di sebelahnya. Gadis itu terlihat sederhana, dengan setumpuk dokumen di tangannya.

Ia sempat menoleh ke arah Sion dengan senyuman, membuat Sion terkejut, tapi masih diam.

"Sialan dosen itu! Tugas akhir tidak disetujui, biaya kuliah menunggak, gaji kecil, dan sekarang ada ancaman pemecatan karena aku dianggap aneh!"

Gadis ini menarik napas panjang, mengomel tanpa henti pada dirinya sendiri.

"Dasar hidup keparat! Kenapa aku harus dilahirkan jadi miskin?"

Sion tetap diam mendengarkan gadis itu bicara sendiri, tapi Sion terus memperhatikan wajahnya, sampai akhirnya gadis itu menoleh ke arah Sion lagi.

"Hei, Bung? Kenapa kau terus menatapku, hah? Apa kau punya masalah yang sama denganku?" tanya gadis itu.

Sion sangat terkejut saat mata gadis ini tertuju padanya. Mata Sion langsung membelalak tidak percaya.

"Hey! Kenapa kau ini? Oh, ya ampun, santai saja! Aku hanya bertanya, kenapa kau seperti baru melihat Lucifer di siang bolong?" tanya gadis itu lagi.

"Apa kau bisa melihatku?" Sion bertanya dengan suara berat.

Gadis muda ini tertawa, tapi setelah itu, ia menggelengkan kepala dengan jengkel

"Tentu saja bisa. Kau duduk di sini seperti orang yang putus asa, apa masalah mu lebih berat dariku, tuan?"

Sion memegang kepalanya, ia merasa semakin bingung. Kenapa gadis ini bisa melihat dirinya, sementara orang lain tidak bisa.

"Kau ini orang yang aneh. Oh, Ya Tuhan ... Aku punya banyak masalah dalam hidup, dan sekarang aku malah bertemu orang aneh sepertimu. Sudahlah!" gadis penggerutu itu pergi dari sana.

"Tunggu! Jangan pergi! Siapa namamu?" Sion berteriak, memohon pada gadis itu.

"Roura. Namaku Roura! Sudah yah! Aku punya banyak tugas yang harus diselesaikan, tagihan yang harus dibayar, dan bos yang siap memecatku. Maaf, aku tidak punya waktu untuk sekedar makan malam atau berjalan-jalan."

Roura kembali melangkah pergi, tidak menoleh sedikit pun lagi pada Sion.

Sementara Sion masih terpaku di tempatnya, merasa semakin bingung. Kenapa gadis bernama Roura itu bisa melihat dirinya, pria ini langsung berdiri dan mengikuti Roura dari belakang.

Roura sampai di sebuah kedai kopi kecil, tempat ini adalah tempat Roura bekerja paruh waktu. Begitu ia membuka pintu, aroma kopi dan suara mesin espresso menyambut, tetapi tak ada kehangatan di wajah sang manajer.

Pak Will, adalah pemilik kedai kopi kecil ini. Ia berdiri dengan tangan bersilang di dekat meja kasir. Ekspresi lelah dan penuh kebosanan terpampang jelas di wajahnya.

Roura tersenyum manis pada pria itu, tapi Pak Will hanya cemberut. "Ayolah, Pak Will. Tersenyumlah padaku! Aku tidak terlambat kan? Dan aku sudah membawa satu pelanggan lagi untukmu." Roura mencoba membujuk.

"Tuan, kemarilah! Kau akan minum secangkir kopi kan?" ucap Roura pada Sion.

Pak Will menoleh ke arah belakang Roura. Tapi tidak ada satupun orang yang ada di sana matanya menyipit pada Roura. Merasa jika karyawannya ini sedang bercanda padanya.

Roura berbisik. "Pria itu mengikuti aku dari taman tadi."

Pak Will menggeleng kepala, semakin kesal dengan sikap Roura. "Cukup, Roura. Kau mulai bersikap aneh lagi, kau sudah membuat beberapa pelanggan takut minggu lalu. Ingat? Wanita yang sampai keluar sambil menangis, karena kau bilang ada kakeknya di belakangnya? Lalu kau akan mencoba lelucon yang sama padaku, hmh?"

"Tapi aku benar, Pak. Kakeknya memang ada di belakangnya kala itu."

Pak Will menutup matanya sambil menghela napas panjang. Gadis ini selalu membuatnya kesal.

"Kau sangat menyebalkan, nak. Tapi baiklah, akan aku beri kamu satu kesempatan lagi! Tapi jangan bicara aneh lagi, kau mengerti?"

Roura menghela napas menyerah, apalagi ketika ia menoleh ke arah belakang dirinya. Sion memang sudah tidak ada di sana.

Tatapan Roura kembali pada Pak Will, lalu ia mengangguk, tidak ingin berdebat lagi dengan bosnya.

"Aku mengerti, pak Will. Kalau begitu aku ganti baju dulu."

Tapi tiba-tiba, Roura kembali terkejut, ketika Sion muncul dari balik dinding. Pria tampan di depannya ini bicara dengan serius.

"Hey, nona! Kita harus bicara."

Mata Roura membulat. "Hey, bisakah Anda tidak muncul mendadak seperti tadi?"

Pak Will kembali menoleh pada Roura, ia melihat gadis itu sedang bicara sendiri.

"Ada apa, Roura?"

Roura menunjuk pada Sion yang ada di depannya. "Orang ini mengagetkan ku, pak."

Pak Will mengerutkan kening, tidak melihat siapapun ada di sana. Pria tua ini kembali menatap Roura dengan tajam.

"Sudah kubilang untuk jangan bersikap aneh, Roura. Itu membuat orang lain takut. Jika pelanggan ku tidak nyaman, kau akan kupecat!"

Roura semakin bingung dengan ucapan Pak Will, kenapa pria ini menganggap Roura bercanda. Jelas-jelas seorang pria jangkung sedang berdiri di hadapannya.

"Pak Will, tolonglah. aku benar-benar butuh pekerjaan ini. Kuliahku belum selesai, tagihanku menumpuk. Kalau aku kehilangan pekerjaan ini, aku akan habis."

Pak Will diam sejenak, terlihat berpikir dengan berat. Matanya masih menatap Roura dengan ekspresi penuh keraguan.

"Aku janji, tidak akan ada lagi kejadian aneh. Aku akan kerja dengan serius," ucap Roura.

Pak Will menghela napas panjang, lalu mengangguk dengan berat hati. "Baiklah. Ini kesempatan terakhirmu, Roura. Jangan buat aku menyesal."

Ucapan Pak Will membuat wajah Roura langsung cerah, senyuman manis terlihat di wajahnya yang cantik.

"Terima kasih, Pak Will!" ucap Roura.

Roura melanjutkan langkahnya, berjalan ke toilet wanita untuk mengganti pakaiannya dengan seragam kerja.

Sion masih berdiri di depannya, tapi gadis ini mencoba tidak peduli, Roura segera masuk ke toilet, mengunci pintu itu rapat-rapat.

Di dalam toilet, Roura berdiri di depan cermin. Ia melihat pantulan dirinya di sana dan segera berganti pakaian dengan cepat, bersiap untuk memulai pekerjaannya hari ini.

Tapi tiba-tiba, seorang pria muncul di belakang Roura, mata tajamnya bagai menusuk mata gadis ini.

Bagaimana mungkin pria ini berdiri tepat di belakang Roura. Sedangkan pantulan dirinya tidak terlihat di cermin.

"Aaah! Kenapa kau ada toilet wanita?" teriak Roura panik.

"Aku ingin bicara denganmu. Karena hanya kau yang bisa melihat aku."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pesona Hantu CEO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Niat tulus Rheina menyelamatkan sahabatnya dari tuan tanah malah berujung petaka. Sang ayah justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat, menyeret Rheina ke pusaran konflik keluarga yang kelam dan merusak hidupnya. Di tengah kerasnya tekanan hidup yang dipenuhi makian dan adegan dewasa, gadis lugu ini terperangkap dalam cinta segitiga yang rumit bersama dua pria. Simak perjuangan emosional Rheina menghadapi takdirnya yang sarat liku.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia justru memeluk Evelyn dan mengucap janji setia yang biasa ia katakan padaku. Lewat tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami saat ia amnesia hanyalah aib rahasia yang kini harus ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
9.0
Demi melindungi ayahnya, sang protagonis rela disiksa penculik hingga tewas. Tragisnya, sang ayah justru sibuk merayakan ulang tahun putri adopsinya dan mengabaikan telepon terakhir korban dengan sumpah serapah. Jasadnya kemudian ditemukan di dalam pot bunga depan kantor polisi. Sang ayah yang bertugas melakukan otopsi menyadari kekejaman luar biasa sang pelaku, tanpa pernah menyadari bahwa korban di hadapannya adalah anak kandung yang sangat ia benci.
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
Demi ambisinya, William yang merupakan putra bos mafia kejam rela melakukan segalanya. Namun, ayahnya yang bernama Ferdinand tewas secara tragis akibat sebuah pengkhianatan fatal. Kematian ini membuat sang istri, Rosemary, mulai menyadari sisi gelap suaminya yang selama ini tersembunyi. Kini, William bertekad membalas dendam sekaligus membersihkan nama baik ayahnya dari fitnah. Meski jalannya dihalangi seorang polisi wanita, William takkan mundur hingga peluru terakhirnya habis.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang di sekitarku tewas secara mengerikan. Mulai dari sahabat, kerabat dekat, hingga musuh-musuh yang pernah berbuat jahat kepadaku, semua berakhir tragis. Sang pembunuh berdarah dingin beraksi sangat rapi tanpa meninggalkan bukti sedikit pun. Teror mencekam ini terus berlanjut, memakan korban baru tanpa bisa dihentikan. Kini, di tengah misteri yang tak terpecahkan, nyawaku sendiri pun terancam menjadi target berikutnya dari sosok misterius yang mengintai.
Sampul Novel Rahasia Kafe Suamiku
9.5
Demi kebebasan, Dara Jelita terpaksa menikahi Raka Barawijaya atas desakan sang ayah. Remaja berusia 18 tahun ini pun berniat mengungkap rahasia kelam di Kafe Nirwana, bisnis milik suaminya. Namun, penyelidikan tersebut justru menyeret Dara ke dalam misteri yang lebih rumit bersama Raka yang dikenal buas. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: menghancurkan usaha sang suami atau justru melindungi pria tersebut dari bahaya yang mengintai.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED