Bab 2

Part 2

Mas Satrio Mengaku Duda

Begitu status itu ditulis dengan disertai sebuah foto seorang wanita cantik berambut pirang sedang memeluk mesra seorang lelaki berambut gondrong yang dikuncir keatas. Dan laki-laki itu tak lain adalah Mas Satrio-suamiku, yang tadi baru saja vc denganku dan Rangga dengan memakain kaos warna putih yang sama.

Seketika hatiku langsung hancur berkeping-keping, dunia seakan runtuh. Mas Satria, suami yang telah kutemani dari nol dan kini sukses, malah tega menduakanku. Sifatnya yang Family Man, membuatku tak pernah curiga selama ini, ketika dia pamit keluar kota.

Kupandangi wajah Karen yang memang cantik dengan make up paripurnanya, jauh...jauh berbeda denganku yang memang selalu tampil sederhana dan apa adanya. Jika dilihat usia Karen pun memang lebih muda dariku, apakah ini alasan Mas Satria menduakanku? Atau apa?

Air mata berebut mencoba lolos dari pelupuk mataku, namun kutahan, tak benar rasanya jika aku menangisi orang jahat seperti Mas Satrio itu. Sebenarnya hatiku ingin sekali langsung menelepon dan memarahi keduanya, namun kurasa ini adalah hal yang salah, rasanya terlalu ringan hukuman yang kuberikan. Lebih baik kini aku pura-pura diam dan mencari keterangan lebih lanjut.

Dari cerita teman-temanku, alangkah baiknya saat diselingkuhi suami seperti ini, kita tak boleh langsung mengamuk seperti kerasukan setan, lebih baik tetap tenang dah mengamankan semua aset yang ada. Yah, cara itu yang akan coba kulakukan saat ini, meski hati rasanya bak tertusuk duri. Kuat, aku harus jadi wanita kuat, demi Rangga juga.

Aku pun kemudian mengirim chat kembali pada Karen, dengan menyertakan foto statusnya barusan.

[Ini calon suaminya ya, Kak?]

Chatku itu ternyata langsung dibaca dan dibalas olehnya.

[Iya Kak, cocok nggak sih?]

Seperti tersengat listrik, kembali hatiku sakit saat membaca balasan dari Karen tersebut. Airmata yang dari tadi kutahan, ternyata akhirnya luruh juga, kenapa semua bisa serba kebetulan seperti ini? Apa memang ini petunjuk dari Allah yang memberitahuku seperti apa kelakuan suamiku di luar sana? Agar aku tak terus-terusan menjadi budak cintanya.

"Mama kenapa nangis?!" celoteh Rangga membuyarkan lamunanku.

Segera ku hapus airmata ini, aku tak sadar ternyata anakku itu tengah mengawasiku.

"Ah, nggak kok sayang, mata mama cuma kelilipan saja, tuh sudah nggak 'kan?" jawabku sambil mencoba tersenyum.

"Oo...Papa jadi pulang kapan Ma? Nanti atau besok?" tanya Rangga lagi dengan polosnya.

Mendengar perranyaanya itu, seketika langsung kupeluk buah hatiku itu. Kasihan sekali, di sini dia sedang merindukan Papanya , tapi di sana Mas Satrio malah main gila dan berencana akan segera menikah dengan selingkuhannya itu.

"Kok Mama tiba-tiba meluk sih? Terus kok nangis lagi?" tanya Rangga lagi sambil mengurai pelukanku.

"Nggak kenapa-kenapa, cuma pingin meluk saja, dan mama nangis karena sayang banget sama Rangga, Nak," ucapku kembali berbohong.

"Sudah...sudah Ma, jangan nangis lagi , Rangga juga sayang kok sama Mama dan Papa, sayang banget deh," ucap Rangga sambil menghapus airmataku.

Mendengar ucapan Rangga itu, membuatku sedikit dilema, haruskah aku memisahkannya dengan Mas Satrio? Sedangkan dia sangat menyayangi Papanya itu, ditinggal sebentar saja sudah bingung mencari, apalagi kalau misalnya kita jadi pisah nanti? Apa iya aku harus mengorbankannya demi perasanku ini?

"Terima kasih Sayang..."ucapku sambil menciumi wajahnya, "ya sudah, sekarang Rangga lanjutin mainnya ya Sayang," kataku yang di jawab oleh anggukannya.

Ini masih awal, berbagai kemungkinan bisa terjadi nantinya. Yang penting sekarang aku harus cari informasi dan mengamankan apa yang bisa kubawa dari sini, jika saja nanti kemungkinan terburuk akan terjadi, dan tetap aku kuat dan tak boleh lemah. Kulanjutkan kembali berkirim pesan dengan selingkuhan suamiku itu.

[Wah, serasi sekali Kak. Kok kayaknya wajahnya nggak asing gitu ya Kak, orang mana sih calon suaminya? Jangan-jangan malah tetanggaku, hehehe.]

[Kayaknya bukan deh Kak, dia ini berasal dari Surabaya kok, lumayan jauh dari kota kita. Ooo...mungkin wajahnya memanfamiliar, karena kulihat Kakak dan calon suamiku ini berteman di fb kok. Itu, yang namanya Satrio Bimo. Itu loh yang sering upload foto-foto sambil memamerkan tubuhnya yang atletis. Memang banyak sih wanita yang mengidamkannya, pasti Kakak juga, iya kan?!]

Berarti Karen ini sudah mengubek-ubek fbku, nyatanya dia sampai tahu pertemananku. Aku memang berteman dengan Mas Satrio di fb, tapi mungkin karena tak pernah saling like dan komen di tiap status, mangkanya kami seperti tak kenal. Dan di fb, aku sama sekali tak upload fotoku atau keluargaku, yang ada hanya status meneruskan postingan orang lain yang kurasa bermanfaat. Untuk promo jasa henna pun hanya kulakukan di grup-grup promosi daerah saja.

Tunggu, di akun fb itu, Mas Satrio kayaknya beberapa kali mengupload foto Rangga, namun memang tak pernah upload foto bersamaku. Apa itu berarti si Karen tahu jika dia laki-laki yang sudah menikah? Aku harus menanyakan hal itu.

[Oh iya, Kak. Aku baru ingat, tampan sih, mangaknya banyak cewek yang nge-fans. Tapi kok kulihat dia beberapa kali posting foto bersama anak kecil sih, itu anaknya? Atau keponakannya Kak?]

Tanyaku langsung menjurus, tak sabar aku menanti jawaban apa yang akan diberikan oleh si Karen ini.

[Cowok kecil ganteng itu, anaknya Kak. Dia memang duda, sudah bercerai selama setahun, karena istrinya ketahuan selingkuh. Tragis Kan? Bodoh banget kurasa mantan istrinya itu, lelaki sebaik dan setampan Mas Bimo kok masih diselingkuhin. Bener nggak Kak?]

Keterlaluan sekali Mas Satrio mengaku duda dan malah mengatakan hal buruk tentangku. Ini berarti si Karen hanya terpedaya oleh bujuk rayunya saja. Hemmm...tak akan aku biarkan pernikahanmu itu sukses Mas, lihat saja apa yang akan kulakukan. Istri yang selalu nurut padamu ini, akan berubah menjadi musuh dalam selimut untukmu.

Bab 3

Part 3

Sama-sama Sampah

[Cowok kecil ganteng itu, anaknya Kak. Dia memang duda, sudah bercerai selama setahun, karena istrinya ketahuan selingkuh. Tragis Kan? Bodoh banget kurasa mantan istrinya itu, lelaki sebaik dan setampan Mas Bimo kok masih diselingkuhin. Bener nggak Kak?]

Keterlaluan sekali Mas Satrio, aku yang selalu setia padanya, malah difitnah, dan dia juga mengaku sebagai duda. Duh pintar sekali suamiku itu berbohong

[Iya, bener banget Kak. Maaf nih, apa Kak Karen nggak takut gitu di tipu? Secara sekarang kan banyak sekali penipuan...]

[Nggaklah...dia ini memang benar-benar suka sama aku kok. Buktinya sejak kami kencan enam bulan yang lalu, dia telah memberiku banyak materi, bahkan aku dihadiahi sebuah mobil saat ulang tahunku sebulan yang lalu Kak.]

Wow hebat sekali ternyata suamiku ini, meski tiap bulan dia telah memberiku nafkah sebanyak lima belas juta, nyatanya dia tetap bisa memberi wanita lain kemewahan di luar sana. Memang sih, selama ini, aku tak pernah menanyakan perihal berapa uang yang dimilikinya jika proyeknya berhasil. Bagiku diberi uang belanja sehari lima ratus ribu itu sudah lebih dari cukup, toh keperluan lain seperti pulsa, listrik, air, gaji Bik Nurma dan susunya Rangga pun, sudah dijatah tersendiri oleh Mas Satrio. Jadi aku pun tak pernah mau tahu lagi tentang keuangannya.

Sebenarnya pernah satu kali kutanyakan berapa banyak uang yang dimilikinya, namun jawabnya aku tak perlu tahu, yang penting aku tak kehabisan uang dan sisanya ditabung sendiri olehnya, untuk masa depan anak-anak kami nanti, katanya. Namun ternyata uangnya malah dipergunakan untuk kesenangannya sendiri di luar.

"Masalah kerjaan dan uang itu urusanku, dan kamu nggak perlu tahu tentang masalah itu. Yang penting aku ngasih kamu uang yang amat banyak, tiap bulan. Kalau memang masih kurang, bilang saja," ucap Mas Satrio dulu, saat aku memperanyakan masalah keuangan itu.

"Tidak, Pa. Uang yang tiap bulan kamu berikan itu, sudah sangat cukup. Aku bertanya hanya ingin sekedar tahu sjaa, namun jika kamu tak ingin aku tahu akan hal itu, ya sudahlah, toh itu kan memang privacy kamu, Pa," jawabku sambil tersenyum.

"Nah, gitu dong. Ini namanya istri yang baik, dan bisa menghormati suami. Meski sudah menikah, kita wajib punya ranah pribadi masing-masing. Yang tak ada yang boleh mengganggunya." Mas Satrio berkata dengan lantang.

Tunggu, aku jadi ingat sebulan yang lalu, aku sempat menemukan sebuah kwitansi dengan nilai ratusan juta, saat sedang membawa baju kotor ke mesin cuci, apa iya itu uang untuk membeli hadiah mobil untuk ulang tahun Karen?

Saat kutanyakan dulu, jawabnya itu kwitansi milik temannya yang sedang membelikan mobil baru untuk istrinya, dan bodohnya, saat itu aku percaya saja, toh kupikir jawabannya masuk akal juga sih. Namun ternyata kini baru ketahuan belangnya.

Hemmm, tunggu saja, dalam waktu dekat kupastikan mobil itu akan berpindah tangan menjadi milikku, karena telah dibeli saat kami masih sah menjadi suami istri. Kulanjutkan kembali perbincanganku dengan Karen, banyak sekali kejutan yang diungkapkan oleh gadis cantik, yang kuperkirakan usianya masih sekitar dua puluh tiga tahun itu.

[Enak bener sih, nasib Kakak bagus banget deh, jadi ngiri...memangnya apa sih usahanya Bimo itu? Kok banyak banget uangnya sampai bisa beliin mobil.]

[Iyalah Kak, hoki memang lagi berpihak kepadaku. Dia ini seorang kontraktor muda Kak, mangkanya duitnya buanyak banget. Dan saat ini, dia dalam proses membuatkanku sebuah butik Kak, di Jalan Merdeka itu loh, yang dekat alun-alun, tahu kan Kak? Yang ada pertokoan mewah itu, kemarin kami sudah bayar sewa kontraknya selama tiga tahun, dan ini lagi proses rehab dan semoga bisa opening saat selesai acara pernikahan kami nanti.]

Wow...wow...wow! Fantastis sekali hadiah yang diberikan Mas Satrio untuk Karen kali ini. Setahuku pertokoan di Jalan Merdeka itu sewa perbulannya bisa mencapai tiga puluh hingga empat puluh juta perbulan, di kali tiga tahun sudah berapa? Belum lagi untuk rehab dan juga nanti barang dagangannya.

Sungguh royal sekali Mas Satrio pada Karen, begitu mudahnya mengeluarkan banyak uang. Apa dia tak ingat bagaimana susahnya kehidupan kami empat tahun yang lalu, karena dia hanya seorang tukang bangunan biasa, hingga kemudian aku dengan sukarela menjual tanah warisan orang tuaku untuk modal proyek pertamanya. Dan saat itu, kamu cuma kontrak di sebuah rumah petak, tiap hari aku berjualan jajanan untuk membantu perekonomian kami.

Kini setelah sukses, dia malah akan mencampakkanku dan merayakan kesuksesannya dengan wanita lain, jangan harap semua semudah membalikkan telapan tanganmu Mas. Mulai kini,kita adalah rival!

[Aduh makin ngiri aja deh aku, Kak. Gimana sih caranya bisa gaet laki-laki seperti itu? Bagi tips dong, hehehe.]

[Caranya tuh gampang banget Kak, pokoknya kita itu harus agresif banget sama cowok incaran kita, nggak usah deh malu-malu. Jaman sekarang kalau malu, ya akhirnya cuma bisa gigit jari aja deh.

Aku dulu sering banget ngirim inbox ke Bimo, dan ya gitu aku selalu mancing-mancing, eh akhirnya dia kepancing deh, sesuai rencanaku. Kemudian kami janjian ketemuan di hotel, dan jadi deh seperti sekarang. Kita harus berani ngasih umpan yang besar agar dapat tangkapan yang fantastis Kak.

Nggak jadi soal status itu Kak, mau dia duda, perjaka, punya anak, suami orang , om-om, kakek-kakek, apa aja deh, semua menjadi halal untuk digoda selama punya banyak uang, hehehe.]

Astaghfiahaladzim, tadinya kukira si Karen ini baik, dan hanya menjadi korban tipu rayu Mas Satrio, ternyata mereka sama saja, sama-sama sampah! Tak lagi memikirkan harga diri dan kehormatannya hanya demi harta, Nauszubillahi mindzalik. Tunggu saja pembalasanku, akan sampah-sampah itu menyesal telah bermain api denganku.

[Jadi, menurut Kakak, apapun jadi halal dilakukan selama punya banyak uang di pria itu? Apa nggak takut dosa gitu kak?]

[Dosa??? Aduh hari gini kok mikirin dosa sih, Kak? Kita tinggal pilih saja, mau jadi orang kaya atau orang miskin? Dan tentu saja, semua ada konsekuensi, dan ada yang harus dikorbankan.]

Mungkin seperti itulah pikiran setiap pelakor, mereka tak lagi memperdulikan siapapun. Yang penting dia bahagia dan bisa dapat banyak uang

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED