Semenjak saat itu Intan dipindahkan ke sekolah yg lokasinya lebih dekat dari rumahnya.
Karena sekolahan yg lama. dirasa terlalu jauh Menurut papahnya, jadi terkadang Intan terlambat masuk kelas. karena sering terjebak macet.
kadang pula Papa juga sibuk dengan kerjaannya di toko miliknya.
Di sekolahan baru. Intan mendapatkan Kaka kelas yg suka ngebuli adik kelas nya ,dan termasuk kan murid baru disana otomatis kena buli juga. Namun Intan tidak tinggal diam dengan segala perlakuan mereka kepada dirinya.
Sebut saja nama nya Heni kaka kelasnya Intan, Intan kemudian dipanggil guru BP karena melakukan keributan disekolahan.
Ternyata guru BP nya itu Teman dekat Mamanya Intan.,jelas Heni kaget bukan kepalang menyadari hal tersebut.
"Heni!. apa yg kamu lakuin kepada intan?" tanya bu guru Lisa
"Aku tidak melakukan apa-apa kok bu." jawab Heni menunduk.
Intan langsung menjawab dengan penuh Amarah akibat Perlakuan Heni kepada Dirinya.
"Ini si Heni sho banget Bu. mentang-mentang dia tuh kaka kelas Aku. Aku di permalukan didepan umum sho cantik lah, sho kaya lah, dia iri banget sama Aku bu!," Ujar Intan memerah menahan rasa kesalnya.
"BENARKAH APA YANG DIUCAPKAN OLEH INTAN.HENI!.?" tanya Bu Lisa dengan penuh penekanan.
"Hmmmm hmmm Enggak kok bu." jawab Heni dengan penuh rasa takutnya.
"Kalau kamu seperti ini lagi ke murid lain!,kamu akan ibu SKORS!." tekan Bu Lisa kepada Heni.
Heni langsung terdiam seribu bahasa tidak dapat berkelik lagi hadapan Bu Lisa.
Intan kemudian keluar dari ruangan BP bersamaan dengan heni.
Heni tanpa sungkan langsung meminta maaf kepada intan atas apa yang telah diperlakukan olehnya.
Dengan lapang Dadanya. Intan memafkan Heni dengan syarat tak berbuat ulah lagi kepada dirinya.
intan kemudian masuk kembali kedalam kelasnya. Teman sebangkunya yang menunggu sedari tadipun seolah penasaran dengan apa yang terjadi diruangan BP.
"Gimana Tan tadi di ruangan BP?. kamu ditegur kah?." tanya IKA temen baru nya di sekolah tersebut.
"Enggak kok aku cuman di tegur aja,cuman si Heni aja tuh yg kena semprot guru BP."
mereka kemudian melanjutkan sesi belajar mengajar dikelas,
Tibalah waktunya untuk pulang. papa Zay menjemput intan tepat didepan gerbang sekolahannya.
aku langsung naik mobil papah,
"bagaimana sekolah barunya Nak!.nyaman kah?" tanya Papa Zay.
"Allhamdulilah nyaman Pah." jawab intan tanpa menceritakan apa yg sudah terjadi disekolahannya tadi pagi.
"Ya sudah kita langsung pulang saja. Papa sudah siapin sesuatu buat kamu."
Intan bingung dan bertanya-tanya dengan apa yang dibicarakan oleh papa Zay padanya.
"Siapin apa pah?" tanya Intan dengan penasarannya.
"Sudah. mending kamu liat sendiri saja nanti nak." Ujar Papa Zay.
Sesampainya dirumah. ramai dengan saudara intan yang berkumpul dirumahnya.
Intan khawatir terjadi sesuatu dengan Mamanya, dan ternyata hari ini adalah hari ulang tahunnya.
Papa Zay yang sudah mempersiapkan surprise buat Intan hadiah mobil BRIO, membuat hati Intan berbunga-bunga.
Sebagai ucapan terimakasihnya. Intan memeluk Papa & Mamanya.
Sebelumnya Intan sudah pernah belajar mengemudi sewaktu Intan sedang disekolahan yg lama,
Tapi tak disangka ternyata papa beliin intan mobil.
Lalu Intan disuruh melancarkan menyetir ditempat kursus mengemudi untuk mendapatkan SIM.
Setelah lulus kursus mengemudi dan mendapatkan SIM. dirinya mendapatkan Izin dari kedua orangtuanya untuk membawa Mobil ke sekolahan.
Teman-teman Intan semuanya terheran-heran melihat dirinya membawa mobil barunya.
Namun dirinya tak merasa sombong sedikitpun, dengan senang hatinya, Intan malah mengajak teman-temannya untuk ikut pulang bersama dengannya.
***
Di lain hari. Mobil yang dibawa Intan malah ada baret bekas goresan seseorang dengan sengaja.
Merasa tak tenang. dirinya lantas melaporkan hal tersebut kepada Papanya.
Papa langsung menghadap ke kepala sekolah dan melaporkan hal tersebut.
Kepala sekolah memberitahu Papa supaya besok-besok mobil nya Intan mendingan di parkirkan di depan kantor sekolahan saja biar terpantau cctv.
Besoknya Intan memarkirkan mobilnya didepan kantor sekolahan yang bersampingan dengan mobil kepala sekolah.
Setelah itu aman-aman saja tidak ada lagi tragedi sebelumnya.
Lanjut kekenaikan kelas 12 , Intan merayakan kenaikan kelas bersama sahabat dekantnya ke mall.
Makan bareng disana. sebelumnya Intan sempet izin ke Papa dan Mama. agar tidak khawatir kalau Intan pulangnya telat, Papa dan Mama pun mengizinkan hal itu.
Intan bersama temennya makan bareng dan saling bercerita masalah percintaan,
Dirinya kurang begitu tanggap dengan obrolan seperti itu. yg Intan fikirkan saat ini adalah nilai sekolah yang tinggi,
Supaya kedua orang tuanya bangga dengan prestasi yang didapat.
Agar bisa meraih cita-citaku untuk masuk kesekolah penerbangan yg lebih tinggi. dengan mendapatkan gelar yg berguna kedepannya,
Selang beberapa waktu kedepan, Intan di tembak oleh seorang cowok yg bernama RENDI disekolahannya.
Namun tidak ada rasa sesikitpun padanya. meskipun memang dia secara fisik cukup tampan.
Intan kemudian mencoba menjalin hubungan dengannya. walaupun belum memiliki rasa sedikitpun.,
Setiap hari Intan bertemu dengannya, meskipun belum pernah jalan bareng, karena tidak ada waktu untuk pacaran.
Tapi yasudahlah jalanin saja dulu,
Meskipun terasa hampa. teman dekatnya mengetahui hubungan Intan dengan rendi,
"Kamu kok bisa dapetin hatinya Rendi sih Tan."
"Bukan Aku yang dapetin dia, Tapi dia yang dapetin Aku!." tegas Intan.
Tak lama sekolah mengadakan acara liburan ke pantai, liburan tengah semester Intan bersama temannya Hepi saja di sana.
Namun Rendi terlihat ingin dekat denganku.
Namun Dirinya tidak terlalu menggubris tingkah Rendi.
"Kita foto bareng yuk buat kenang kenangan" sahut Rendi padanya.
"Ah males Ren" jawabnya singkat.
"Sekali aja tidak akan lama kok" ajak nya mendesak.
Mereka Berdua kemudian berfoto dengan hanya diberi satu kesempatan oleh Intan.
Para Guru meng-intruksikan agar seluruh murid segera kembali masuk kedalam Bus
Perjalanan pulang berlangsung cukup membosankan. karena Bus yang ditumpangi Intan terjebak macet.
"Anak Mama sudah pulang berlibur ya. Gimana liburannya?. Heppy kan? " tanya Mama kepada Intan.
"Biasa saja Mah. malahan Intan merasa bosan, mending dirumah nonton Drakor. " sahutnya dengan wajah masam.
"Tumben Nak kamu tidak Heppy dengan liburanmu kali ini. tidak seperti biasanya kalau liburan kamu anak yang paling bahagia. " ujar Mama sedikit heran.
"Entahlah Mah. Intan mau ke atas saja deh mah. mau mandi terus lanjut rebahan sambil Drakoran. " ujarnya sambil berjalan meninggalkan Mama.
"Setelah kamu mandi. nanti makanlah dulu Nak. Mama sudah masakin buat kamu tuh!. " teriak Mama kepada Intan yang sudah menaiki anak tangga yang menuju kamarnya.
Setelah didalam kamar. Intan kemudian Mandi di kamar mandi yang berada didalam kamarnya.
Selesai mandi dan berpakain. dirinyapun menyantap masakan Mama dengan menikmati Drakor kegemarannya.
Masuklah kesemester akhir sekolah,
Ujian nasional dimulai dengan hikmat dan tertib, para murid dipaksa berfikir keras untuk mendapatkan nilai terbaik, Intan mengisi soal-soal yg dirasa cukup rumit dengan susah payahnya. namun dirinya tetap mengisi semua soal tanpa melihat contekan sedikitpun.
Pengawas sudah berkeliaran, mengitari para murid supaya tidak ada celah untuk aktifitas contek mencontek. tak lama kemudian bell sekolah berbunyi. tanda waktu pengisian soal sudah habis seluruh murid mengumpulkan kertas ujian yg telah diisi dimeja guru.
Setelah itu. Intan dan yang lainnya keluar dari kelas untuk istrahat dikantin. didalam kantin lumayan ngantri karena jam istirahat seperti ini banyak para murid yang jajan dikantin.
Setelah selesai memesan makanan. Intan duduk dikantin sambil menunggu minuman dingin dan makanannya datang, tak lama kemudian datanglah pesanan mereka, mie ayam bakso dan es teh penghilang dahaga.
Diwaktu siang hari seperti ini. cuacanya lumayan panas sekali, mereka bercerita satu sama lain sambil menyantap pesanan,
"Ika gimana tadi soal ujiannya diisi semua enggak?" tanyanya kepada ika.
"Diisi sih hanya ada yg agak susah ya soal nomer 9!." jawab Ika.
"Iya sih aku juga ngasal tuh ngisi nya,soal nya aku juga gak tau jawaban nya." timpal Intan padanya.
"Iya lagian ada-ada aja pertanyaan nya, masa pertanyaannya, siapa President zimbagwe, ya jelas aku tidak tau lah Tan, orang negara nya saja aku tidak tahu," ujar Ika dengan ketawa kecilnya.
"Ha.... Ha.... iya ya. untung bukan esay ya ka,"
Setelah selesai bercerita dengan Ika. Intan beranjak menuju kelas, untuk menunggu waktu kelas kedua ujian.
Tak lama kemudia bu guru pun tiba diiringi dengan bell sekolah pertanda waktu ujian akan segera di mulai.
Lalu buguru membagikan kertas ujian selanjutnya, ujian kali ini adalah MATEMATIKA. hal yg paling menyebalkan dengan penuh rumus-rumus pastinya, Intan berusaha memahami terlebih dahulu soal-soal ujian tersebut Sambil mengisi biodata di lembar jawaban,
Berlanjutlah mengisi soal dengan penuh perhitungan yg pasti dan tepat, singkat cerita selesailah mengisi soal dan tak lama dari itu bell sekolah berbunyi kembali seiring pengawas menyuruh para murid untuk mengumpulkan tugas yang sudah mereka isi,
Setelah itu Intan pulang dengan wajah lelahnya karena isi otak telah dikuras habis dengan berfikir berhitung matematika. Pulanglah Intan, kebetulan jalanan macet, pada waktu itu mana panas lagi, Intan minum sejenak dilampu merah karena terasa kering kerongkongannya, lalu lampu merah pun tak lama kemudian menjadi berwarna hijau.
Intan melanjutkan kembali perjalanannya, Sesampainya di rumah. Intan langsung membukakan pintu pagar rumah terlebih dahulu. karena nampaknya Mama sedang memasak didapur,
Baru saja hendak merebahkan badannya di atas tempat tidurnya. Tiba-tiba ada Notif dari Rendi.
"Siang Intan apa kabar?. gimana ujian nya hari ini?." tanya Rendy lewat chatnya.
"Siang juga Ren,ya lumayan sulit dan lumayan menguras otaku," Balasnya.
"Hmmm iya yah, Matematika memeng agak sulit. kayak kamu!." Balasnya menyindir.
"Lah kok aku sih"
"Iya kamu terlalu banyak rumus. karena terlalu sulit memahami karakteristik kamu, tapi aku tetap berjuang kok untuk selalu sayang dan cinta sama kamu Tan" goda Rendy kepada Intan.
"Akh gak cinta juga gak apa-apa kok!." Jawabnya ketus.
"Ehhhhh kok gitu sih jawabnya!." balas Rendi masam.
"Sudah yah aku mau istrahat, capek banget nih badan" balas Intan tanpa memikirkan perasaannya Rendi saat itu.
"Ya sudah selamat istrahat yah sayang." balas Rendy penuh cinta dengan emot lebay-nya.
"Iya" Jawabnya singkat.
Intan lanjut tidur siang, kurang dari dua jam, Intan sudah kembali bangun dan melihat jam. sudah menunjukan pukul stengah 5 sore, Intan lanjutin nonton Drakor takut ketinggalan episode yang telah lama Ia ikuti ceritanya,
Jam 6 sore papa pulang barang bawaannya. minuman BOBBA+BURGER, langsung Ia makan dengan lahapnya, karena sedari tadi belum sempat makan terlebih dahulu sepulang sekolah, Papa menanyakan perihal ujian disekolahannya tadi.
"Bagaimana ujiannya Nak mudah kan!? " tanya Papa dengan Elusan hangat dikepala putri kesayangannya.
"Ya lumayan sulit Pah. amun Aku bisa mengerjakan semua soal dengan fikiran yang tenang Pah, semoga nilainya besar Pah. supaya dapat beasiswa untuk kuliah diluar Negeri Pah."
"AMINNNNNNN Anakku, Do'a Papah selalu menyertai anak tunggalnya papah yg cantik ini." puji Papa kepadanmya.
Ia kembali naik kelantai atas untuk masuk kembali kekamar dengan membawa BOBBA+BURGER yg Papa bawa tadi, Berniat lanjutin nonton film drakornya.
Beberapa hari kemudian Intan medapatkan berita kelulusannya setelah selesai mengikuti UN, dirinya mendapatkan nilai terbaik dikelasanya. Dan mendapatkan beasiswa untuk kuliah di BELANDA,
Perasaan Bahagia bercampur haru kian dirasakan oleh Intan, karena dirinya harus rela jauh dari kedua orang tuanya.
Intan merayakan kelulusannya dengan makan di caffe bersama Ika, Mereka menghabiskan waktu pada hari itu dengan riang gembira.karena tak lama lagi Intan harus berangkat kebelanda. setelah puas bercengkrama, Intan mengantarkan Ika pulang terlebih dahulu. Intan langsung memberitahukan semuanya kepada kedua orangtuanya.
"Mah. papah mana?." Tanya Intan dengan senyum lebarnya.
"Belum pulang kayaknya." Jawab Mama singkat.
"Mah aku Lulus dan mendapatkan nilai terbaik disekolah, Intan mendapatkan beasiswa untuk kuliah dibelanda. "
"Alhamdulilah kamu dapat nilai terbaik in, tapi kenapa harus ke luar negri in?."
"Iya mah karena sekolahan disana hanya menerima 10 orang terbaik di sekolah, jadi aku terpilih untuk kuliah disana."
"Yasudah nanti obrolin langsung saja dengan papamu, biarkan papa yg memberikan keputusannya."
" Iya mah" jawabnya.
Intan lanjut mandi dan menunggu kedatangan papahnya pulang kerja dari tokonya. tak lama kemudian Papa pun datang dan memasuki kamarku bersamaan dengan Mama.
"Nak kamu lulus?." tanya papah sambil mengelus pundak Intan.
"Iya pah aku lulus dan mendapatkan nilai terbaik di sekolah, dan Intan mendapatkan beasiswa untuk kuliah di belanda pah." jawabnya.
"Iya Nak tadi Mamah juga sudah menceritakan semuanya kepada Papah, terus apakah kamu sudah siap menuntut ilmu pengetahuan kamu sampai ke negeri belanda nak?." tanya papah dengan nada sendunya seakan-akan tak merelakan kepergian Intan.
"Kalau Intan diizinkan Papa dan Mama, Aku akan berangkat pah, karena aku ingin mengejar cita-citaku disana pah." uTimpal Intan
"Yasudah besok Papah kesekolahan kamu dan membicarakannya langsung dengan kepala sekolah." ucap Papa Zay.
"Iya pah" jawabnya singkat.
Keesokan harinya Papa kesekolah untuk mengurus semuanya, sekalian mengambil raport dengan persetujuan atas keberangkatan Intan kebelanda.
Beberapa hari kemudian Mama dan Papa pergi ke mall untuk berbelanja perlengkapan Intan di belanda. selsai berbelanja kami pun pulang dan lanjut packing semuanya di kopper. ada dua kopper yg akan Intan bawa.
***
Beberapa hari kemudian tibalah keberangkatan Intan kebelanda, Papa dan Mama ikut mengantarkanku kebandara soeta jakarta, setiba dijakarta aku langsung menunggu pesawat menuju belanda. Intan berpamitan kepada Papa untuk menuju lobby,
Intan berangkat dengan perasaan haru karena harus meninggalkan kedua orang tuanya di Makssar hanya berdua, Namun Papa berkata akan menyuruh keponakannya untuk tinggal bersama. karna tempat sekolahnya dekat dengan rumah Intan dibandingkan rumahnya.
Perjalanan ke belanda lumayan lama dan sempet transit berganti pesawat, Setelah lama dipesawat, akhirnya Intan tiba dibelanda, sesampainya Intan dibelanda, dirinya seolah takjub dengan suasana ditempat tersebut, hanya dalam waktu beberapa hari saja, Intan sudah bisa mendapatkan teman dekat disana.