Sampul Novel Pembalasan Dendam sang Menantu Tertindas

Pembalasan Dendam sang Menantu Tertindas

8.4 / 10.0
Setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan pernikahan yang penuh dengan hinaan dan cacian, Owen akhirnya resmi bercerai dari istrinya. Namun, titik terendah dalam hidupnya ini justru menjadi awal dari perubahan haluan nasib yang luar biasa. Melalui warisan rahasia dari leluhur keluarganya, Owen yang dahulu kerap direndahkan seketika bangkit menjadi sosok penguasa baru yang sangat kuat. Kini, ia tidak hanya bergelimang harta melimpah, tetapi juga dikelilingi oleh banyak wanita yang memuja kekuasaannya.
Ringkasan Pembalasan Dendam sang Menantu Tertindas
Setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan pernikahan yang penuh dengan hinaan dan cacian, Owen akhirnya resmi bercerai dari istrinya. Namun, titik terendah dalam hidupnya ini justru menjadi awal dari perubahan haluan nasib yang luar biasa. Melalui warisan rahasia dari leluhur keluarganya, Owen yang dahulu kerap direndahkan seketika bangkit menjadi sosok penguasa baru yang sangat kuat. Kini, ia tidak hanya bergelimang harta melimpah, tetapi juga dikelilingi oleh banyak wanita yang memuja kekuasaannya.
Baca Selengkapnya

Pembalasan Dendam sang Menantu Tertindas Bab 1

Tahun ini, Owen Guswadi berumur 26 tahun. Dia adalah menantu pecundang yang sangat terkenal di Jenggala. Selama tiga tahun menikah, Owen hidup bagai budak Keluarga Bastian. Dia bahkan disuruh untuk mencuci kaki istrinya. Owen sudah terbiasa untuk hidup dengan diinjak-injak. Namun, kesabarannya sudah habis semalam!

Selama tiga tahun ini, semua gaji bulanan Owen akan diserahkan semuanya kepada sang istri, Lucy Bastian.

Selain mesti mencari nafkah, Owen juga perlu mencuci pakaian, mengepel lantai, memasak, dan lain sebagainya. Pokoknya Owen melakukan semua pekerjaan rumah tangga tanpa mengeluh sekali pun.

Awalnya Owen mengira kerja kerasnya akan meluluhkan hati istrinya. Hubungan mereka berdua pasti akan semakin membaik. Namun saat Owen pulang kerja hari ini, istrinya malah memberinya hadiah yang sangat spesial untuknya!

Lucy sudah mengandung!

Benar, istri yang tidak pernah disentuh Owen selama tiga tahun ini malah mengandung!

Owen akan menjadi ayah dari anak yang dikandungnya!

Betapa bahagianya kabar ini!

“Owen, aku suruh kamu cuci baju, tapi kamu cucinya nggak bersih. Aku suruh kamu ngepel, kamu ngepelnya juga nggak bersih! Kamu memang nggak berguna! Sebenarnya apa sih yang bisa kamu lakukan?! Apa gunanya keluarga kami menghidupi kamu? Bukannya lebih baik kami pelihara anjing saja?!”

Terdengar suara ketus dari seorang wanita. Wanita itu tak lain adalah ibu mertuanya Owen, Sarah Tanadi. Dia sedang menunjuk Owen sambil memarahinya.

Owen mengangkat kepalanya. Kedua matanya sudah terlihat merah lantaran dia sungguh marah saat ini.

“Ibu!” Owen berusaha menahan amarahnya.

“Jangan panggil aku Ibu! Pecundang sepertimu nggak pantas punya ibu sepertiku!” Sarah sangat merendahkan menantunya.

Owen pun terdiam, dan tidak berani membantah.

Tiga tahun silam, penyakit Kakek Bastian, Martin Bastian, tiba-tiba kambuh. Kebetulan Owen menyadarinya. Dia menggendong Kakek Martin berlari sekitar 2-3 kilometer, lalu berhasil mengantar Kakek Martin ke rumah sakit. Berkat Owen, nyawa Kakek Martin baru berhasil diselamatkan!

Sejak masalah itu, mungkin Kakek Martin ingin membalas budi kepada Owen. Jadi, dia tidak menghiraukan tentangan semua anggota keluarga, bersikeras menikahkan cucunya, Lucy, dengan Owen.

Kemudian, Owen pun resmi menjadi menantu pecundang Keluarga Bastian.

Sudah tiga tahun!

Tiga tahun!

Owen masih belum berhasil meluluhkan hati istrinya dan ibu mertuanya! Mereka berdua masih bersikap kasar terhadapnya.

Owen adalah seorang anak yatim piatu. Dia pun tidak memiliki latar belakang. Itulah sebabnya Lucy dan keluarganya sangat meremehkannya.

Tidak peduli betapa bagusnya hasil kerja Owen, Lucy selalu mencari kesalahannya, memarahinya, dan bahkan memukulnya.

Satu-satunya orang di Keluarga Bastian yang bersikap baik terhadap Owen hanyalah Kakek Martin.

Dulu, selama ada Kakek Martin, ibu mertuanya juga tidak berani bersikap keterlaluan terhadapnya.

Namun sejak Kakek Martin meninggal pada satu bulan lalu, Sarah dan Lucy semakin menjadi-jadi. Mereka bahkan ingin mengusir Owen.

Mereka merasa keberadaan Owen terasa sangat mubazir. Kedudukannya bahkan lebih rendah daripada seekor anjing ….

Begitu pintu rumah dibuka, Lucy yang mengenakan pakaian seksi dengan stoking hitam berjalan masuk dengan terhuyung-huyung. Wajahnya terlihat sangat merona saat ini. Sepertinya tidak ada lelaki yang tidak terpesona dengan keindahannya.

Lucy!

Lucy sudah pulang!

Hati Owen semakin sakit ketika melihat Lucy. Padahal dia sudah berbadan dua, kenapa dia masih mengonsumsi alkohol!

Owen spontan ingin memapahnya, tapi Lucy malah langsung menepisnya.

“Jangan sentuh aku! Cepat kemas barang-barang kamu, dan keluar dari rumah ini! Besok kita urus perceraian kita!”

“Kenapa?”

Saat ini kebetulan ibu mertuanya berjalan keluar. Ketika melihat Owen yang bertanya dengan suara ketus itu, dia langsung memarahi Owen, “Owen, kenapa kamu malah bengong? Cepat ambil air dan cuci kaki Lucy!”

Selesai berbicara, Sarah langsung berjalan ke sisi Lucy, dan berbicara dengan nada lembut, “Kenapa kamu minum sebanyak ini? Nggak bagus buat kandunganmu. Kamu sudah susah payah mengandung anak laki-laki dari Tuan Fredi. Jangan sampai terjadi apa-apa sama anak di dalam kandungan kamu.”

Padahal jenis kelamin anak masih belum jelas, Sarah malah yakin anak di dalam kandungan Lucy adalah anak laki-laki. Sebab, hanya dengan mengandung anak laki-laki, Lucy baru bisa menjadi istri resmi dari Tuan Fredi.

Hanya saja, berhubung jenis kelamin dari anak itu belum bisa dipastikan, Sarah baru mengizinkan Owen untuk tetap tinggal di rumah. Jika anak yang dilahirkan adalah anak perempuan, dia pun butuh bantuan Owen untuk membesarkannya. Selain itu, merekrut pengasuh bayi juga butuh uang, ‘kan?

“Nggak usah lagi! Owen, aku sudah cukup muak sama kamu! Aku sudah bersabar selama tiga tahun! Besok kita berdua urus perceraian kita!” Lucy melirik Owen dengan tatapan meremehkan.

Saat ini, hati Owen bagai ditusuk-tusuk saja. Owen tahu dirinya tidak pantas untuk bersama Lucy. Selama tiga tahun ini, dia juga sudah berusaha keras berharap bisa diterima oleh Lucy.

Namun, Owen sungguh tidak menyangka pengorbanannya yang sudah dilakukannya selama ini akan berakhir dengan perceraian!

“Emm, benar juga.” Akhirnya Sarah juga menyetujui keinginan Lucy. “Sekarang kamu sedang hamil anak Tuan Fredi. Nggak bagus kalau kalian masih tinggal bersama.”

“Ibu, aku sudah capek. Ibu papah aku ke kamar, ya! Aku sudah cukup muak untuk lihat orang bodoh itu!”

Lucy mengelus perutnya dengan gembira. Sebenarnya selain gembira, Lucy juga merasa khawatir. Dia khawatir setelah perutnya semakin membesar, apa akan ada wanita lain yang datang merebut Tuan Fredi darinya?

Sarah memapah Lucy ke kamar sambil menyindir Owen, “Kenapa masih belum pergi? Kamu ingin jadi ayah dari anak ini?”

Seketika rasa marah, kesal, benci, dan lain sebagainya meluap di hati Owen. Dia langsung diusir dari rumah. Semua barang dan bahkan kartu identitasnya juga dilempar ke dalam tong sampah. Saat ini, Owen sungguh merasa sedih.

Owen sudah tidak memiliki rumah lagi. Dia berjalan di sepanjang jalan, lalu entah bagaimana ceritanya dia pun berjalan ke sekitar kuburan.

Tak lama kemudian, Owen berdiri di depan batu nisan. Kedua matanya tampak merah, tapi tidak ada air mata yang menetes.

Saat ini Owen tidak tahu apakah dia seharusnya marah, kecewa atau putus asa.

Dia hanya menatap batu nisan tanpa bersuara. Batu nisan itu adalah milik Kakek Martin. Selama tiga tahun itu, Kakek Martin selalu membelanya. Jadi, dia ingin memberi penghormatan terakhir kepada Kakek Martin.

Owen memang ingin melakukan penghormatan. Hanya saja, dia tidak memiliki uang sama sekali. Dia pun tidak bisa membeli apa-apa untuk dipersembahkan kepada Kakek Martin.

“Kakek, terima kasih sudah menjagaku selama tiga tahun ini …. Besok aku akan bercerai dengan Lucy …. Aku sudah mengecewakanmu ….”

Pada malam yang gelap ini, kedua mata Owen tampak memerah. Dia bersujud beberapa kali di depan batu nisan Kakek Martin. Jujur saja, hati Owen merasa sangat sakit dan perih.

Setelah memberi penghormatan, Owen mengeluarkan sepotong giok dan menggenggamnya. Kemudian, dia duduk bersandar di belakang batu nisan.

Saat ini, giok kuno yang dipakai Owen seolah-olah bisa merasakan rasa sakit di hatinya. Tiba-tiba muncul secercah cahaya putih dari giok itu ….

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pembalasan Dendam sang Menantu Tertindas

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Derita Menantu Jelita
9.1
Kehidupan dalam novel modern ini berubah drastis setelah kecelakaan membuat sang suami lumpuh. Situasi kian rumit saat ayah mertua pindah tinggal bersama mereka. Didorong obsesi memiliki keturunan demi meneruskan garis keluarga, sang suami nekat memasukkan obat secara diam-diam ke dalam minuman istri dan ayahnya sendiri. Sejak peristiwa tersebut, hubungan mereka berubah menjadi misteri penuh ketegangan, di mana segala sesuatunya mulai berjalan di luar kendali dan tanpa arah.
Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
8.4
Delapan tahun membina rumah tangga, Jessica harus menelan pil pahit di hari ulang tahun pernikahannya. Alih-alih merayakan momen spesial, dia tidak sengaja mendengar pengakuan kejam suaminya, Rio Aditya. Rio ternyata berselingkuh dengan Nadia dan berniat menceraikannya. Di saat yang sama, Jessica didiagnosis mengidap kanker ovarium stadium akhir. Tanpa rasa cinta yang tersisa dan waktu yang kian menipis, Jessica memutuskan untuk merelakan semuanya, bersiap pergi selamanya demi kedamaiannya sendiri.
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa untuk pembaca usia 21 tahun ke atas ini menguak sisi kehidupan tersembunyi yang jarang dibahas. Di balik topeng kesucian, terdapat luka mendalam, dilema, serta kerinduan emosional yang rumit. Melalui penyampaian yang realistis dan eksplisit, Anda diajak merenungkan jati diri di tengah kegelapan demi meraih titik terang. Sebuah bacaan penuh makna tentang pencarian hakikat hidup dan cinta yang berliku, siap memberikan sudut pandang baru yang mendalam bagi pembacanya.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia justru memeluk Evelyn dan mengucap janji setia yang biasa ia katakan padaku. Lewat tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami saat ia amnesia hanyalah aib rahasia yang kini harus ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Penguasa Abadi Sepuluh Ribu Binatang
8.3
Puluhan ribu anak berusia di bawah sepuluh tahun berkumpul khidmat di Puncak Lundao, Pulau Sepuluh Ribu Binatang. Sebagai murid baru yang telah menemukan akar spiritual mereka, mereka menyimak kisah dari tetua berjubah hijau. Ia menceritakan sejarah sekte yang dirintis oleh sang pendiri legendaris, Wan Beast Immortal Li. Sebelum meraih keabadian, Li hanyalah seorang kultivator biasa dari Kerajaan Qin di Alam Qianyang.
Sampul Novel Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin
8.1
Clayden Ardhanesa, yang dahulu dikenal sebagai Bradford, rela meninggalkan kejayaannya di puncak dunia demi wanita yang sangat ia cintai. Ia memilih hidup sederhana dalam pernikahan sambil terus melindungi istrinya secara rahasia. Sialnya, begitu meraih kesuksesan besar, sang istri justru menganggap Clayden sebagai beban tak berguna dan menuntut perceraian. Namun, roda berputar saat nama Clayden kembali mengguncang dunia, menyisakan penyesalan mendalam bagi mantan istrinya yang kini bersujud menangis.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED