Yuran akhirnya tiba pemberhentian bus. Nampak dari ujung jalan seorang wanita berambut pendek yang sedang melambaikan tangan ke arahnya.
Liyan, sahabat yang selalu membuat ia merasa aman meski jauh dari orang tua.
Yuran melangkah kan kaki pelan, menyebrangi jalanan itu, dan Liyan dengan sigap langsung saja menarik tangannya dan mengajak nya pergi bersama.
“kebiasaan banget lu Ran, tiap hari kesiangan,” ucap Liyan dengan nada kesal.
" Maklumlah gue semalam sibuk ngehaluin ayang Sy."
" lu bisa gasih sehari aja ga ngomongin Sy! Gua muak dengarnya."
" Ouhhh tidak bisa! Karena bagaimanapun Sy adalah suami Idaman gue"
" Halu loe ketingian besti," ucap Liyan dengan sedikit menekan bagian depan kepala Yuran.
" Auuuu! Loe gabisa liat orang senang dikit apa?" canda Yuran yang melanjutkan langkahnya memasuki area kampus. Meskipun tak jarang dirinya masih saja mengelus kepalanya.
_____
" Yan! Lu duluan aja ya. gue mau ngangkat telpon ibu dulu."
" Oke! oke jangan lama ya gue tunggu di kelas."
____
Tidak lama kemudian, setelah selesai berbicara. Yuran dengan sangat terburu-buru menghampiri Liyan dan berkata jika ia tidak bisa mengikuti kelas hari ini.
“Apa yang sedang terjadi” tanya Liyan penasaran.
“Gue harus kerumah sakit Yan”
" What! Rumah sakit?"
" Ceritanya panjang! Nanti gue ceritain."
Yuran bergegas pergi dari hadapan Liyan. sedangkan Liyan, yang masih tidak mengerti apa yang sedang terjadi, ia kini hanya bisa menatap bahu Yuran yang perlahan semakin menjauh dari hadapannya.
***
Hari yang di kira sangat indah, justru menjadi salah satu hari tersedih Yuran. Bagaimana tidak, karena dia baru saja mendengar kabar bahwa Bapak nya rawat di rumah sakit.
Meskipun Yuran sedikit heran, kenapa ibu mengirim kan alamat rumah sakit di kota.
*
*
Hingga akhirnya dirinya tiba d isebuah rumah sakit di tengah Seoul Korea Selatan.
" Aku yakin alamat nya di sini! Tapi, bagaimana bisa bapak dirawat dirumah sakit yang begitu besar ini" Gumam Yuran yang mulia sedikit curiga. Namun dirinya tetap melangkah berjalan masuk.
Bruukkk ....
Suara dentuman keras, saat seorang pria yang sangat terburu-buru tidak sengaja menabraknya.
.
" Heii kau.... Berhenti!" Pekik Yuran. Namun pria itu tetap saja berjalan tanpa menghiraukan Yuran.
" Kenapa aku harus begitu sial, bertemu dengan pria gila sepertinya."
“Sabar Yuran! kita kesini mau ketemu ibu, bukan untuk cari gara-gara," ujarnya yang berusaha menenangkan diri.
*
*
Yuran kembali melanjutkan langkah kakinya, Menuju arah ruang operasi.
Namun setelah tiba disana. Yuran merasa ada hal yang aneh saat menatap kedua orang tua nya baik-baik saja sedang berdiri dengan penuh khawatir di depan ruangan operasi itu.
“Lalu siapa yang sakit?“ pertanyaan yang seketika muncul dari benaknya.
" Nak kamu sudah datang," tanya ibu dengan mengegam tangan putrinya.
" Ibu sebenarnya siapa yang berada di dalam ruangan itu, Dan siapa wanita itu?" tunjuk nya ke arah seorang wanita kelas menengah yang terlihat sangat khawatir.
“ Sebenarnya yang sedang berada di dalam ruangan itu ....”
Ucapan ibu terputus, saat seorang pria muda menggunakan setelan jas berwarna hitam yang terlihat sangat mahal. Datang menghampiri wanita kelas menengah itu, Lalu dengan sigap memeluknya seraya berkata.
“Papah pasti akan baik-baik saja mah,” ucapannya kepada wanita itu.
Sedang kan Yuran hanya terdiam karena tidak mengerti tentang apa yang sedang terjadi saat ini.
Namun matanya terus saja menatap ke arah pria tampan itu.
“Wajah itu .... “-Yuran mencoba mengingat.
"Aku seperti pernah melihatnya .... ta-pi di mana?"
"Ahh mungkin aku salah lihat?"
" Tapi kenapa dia menutupi wajahnya dengan masker! Aneh sekali dia fikir dia idol kali" Yuran berusaha menahan tawanya.
Karena rasa penasaran nya Yuran Lalu perlahan mencoba mendekatinya pria itu, namun langkah kaki nya tiba-tiba terhenti. Melihat pria itu kini sedang menangis sendu di pojok ruangan Oprasii.
Entah kenapa melihat pria itu menangis sendu membuat hati Yuran seketika merasa kan hal yang sama.
*
*
Tidak lama kemudian pintu ruangan operasi terbuka, dokter keluar dan memberi tahu bahwa operasi berjalan sangat lancar.
Semua orang terlihat sangat bahagia mendengar kabar tersebut. Sedangkan Yuran, ia bahkan sama sekali tidak mengetahui siapa yang sedang sakit.
disaat Semua orang kini sedang menuju ke arah ruang rawat, dirinya justru mencoba menghindar dan pergi dari tempat itu, Namun bapak dengan sigap menarik tangan nya dan memintanya untuk tetap tinggal sebentar.
*
*
*
Mereka kini memasuki sebuah ruangan rawat inap VIP dengan kualitas tinggi.
Pak Kim Jung yang kini terbaring lemah di ranjang pasien itu, mengapai tangan Yuran lalu menyatukan nya dengan tangan pria muda yang ia lihat tadi.
yuran mengunakan bahasa tubuhnya seolah bertanya kepada ibu apa yang sedang terjadi.
Ibu justru hanya tersenyum menatap kearah Yuran.
“Apa yang papa lakukan?”-tanya pria berusaha melepaskan tangan nya.
“Papah mau kalian secepatnya melakukan pernikahan”-ucap pak Kim Jung.
“Menikah!" ujar mereka serentak.
Yuran sama kaget nya dengan Kim Yhansi saat mendengar kata menikah, mereka sama-sama belum di beri tahu soal pernikahan ini.
Lalu, ibu dengan sigap menarik tangan Yuran mengajak dia keluar dari kamar itu dan tidak lama di susul oleh Pak Jonshok.
Pak junshok mengutarakan maksudnya Pada Yuran.
“Yuran, 1 minggu lagi kamu harus menikah dengan anak teman baPak, pria yang kamu lihat tadi,” ucap Pak Junshok Pada Yuran tiba-tiba.
“Yuran kan masih kuliah Pak, APalagi ini 1 Minggu lagi? Bapak bercanda ya?” balas Yuran tidak Percaya.
“Bapak serius Yuran. Kamu tahu kan baPak tidak suka dibantah!” ujar Pak Junshok tegas.
“Tapi Pak, gimana dengan Kuliah Yuran? Tinggal beberapa bulan lagi Yuran lulus, Pak,” ujar Yuran Pada bapaknya.
"Kamu masih bisa melanjutkan kuliah kamu Yuran," balas Pak junshok.
"Tapi Yuran masih belum mau menikah, Pak. Yuran masih ingin bebas, Yuran selalu menuruti kata Bapak. Bahkan saat BaPak melarang Yuran Pacaran, Yuran juga nurut sama Bapak, Yuran mohon Pak, Jangan nikahkan Yuran, Bu, tolong Yuran, Bu," mohon Yuran Pada ibunya dan mulai menangis. Ibunya hanya bisa menunduk sambil meneteskan air matanya.
*
*
*
Hari kini Siang sudah berganti malam.
Yuran duduk termenung di sebuah kursi taman, dan diam-diam mentes kan air mata yang sudah tidak terbendung lagi.
Dirinya terus saja berfikir.
“ Kenapa Bapak memaksa ku menikahi pria yang bahkan tidak ku kenal?” Isak tangis nya pecah.
Hingga tidak lama kemudian seorang pria datang menghampiri, lalu duduk di sebelah nya. Ya pria itu adalah Kim Yhansi.
“Nihhhh, “ Ujar pria itu memberikan sapu tangan.
Yuran lalu perlahan melihat ke arah nya dengan lancang ia langsung membuang sapu tangan itu. Namun Yhansi mengambil kembali lalu mengusap pelan air mata yang membasahi pipi Yuran.
Sikap Yhansi justru semakin membuat Yuran marah.
“Sebaiknya kamu pergi dari sini aku tidak ingin melihat kamu,” Bantah Yuran.
Yuran meminta Yhansi pergi.
Namun Yhansi tidak menghiraukannya.
“Jika kamu tidak mau pergi biar aku saja yang pergi," ujar Yuran.
Yuran hendak beranjak dari tempat itu. Tapi tangan Yhansi dengan sigap menarik tangan Yuran.
“Sakit lepas kan,”rintih Yuran kesakitan, Karena Yhansi menariknya sedikit kasar.
Yhansi melepaskan tangan Yuran dan meminta nya untuk tetap tinggal.
“apalagi sih” Tanya nya dengan air mata yang masih saja membasahi pipi.
“Kamu duduk sebentar ada yang harus kita bicarakan”- Titah Yhansi meminta Yuran untuk duduk kembali.
“Aku sama hal nya dengan kamu, aku juga tidak ingin melakukan pernikahan ini. Namun saya mohon kepada kamu untuk tetap melaksanakan pernikahan ini, Dan kamu tenang saja kita tidak akan menikah secara benar. Kita cukup nikah kontrak saja," jelas Yhansi.
“Nikah kontrak,? tanya Yuran dengan ekspresi Tercengang.
“iya! kita hanya perlu menikah selama jangka waktu satu tahun. Setelah satu tahun berlalu kita bisa bercerai dan mencari kebahagiaan masing-masing”.
YURAN masih merasa sedikit Bingung dengan apa yang di maksud Yhansi.
Namun jika di fikir kembali, ini adalah ide yang sangat bagus. Karena dengan begitu, setelah satu tahun berlalu Yuran bisa melanjutkan mimpi nya untuk sekolah di luar Negeri.
" Aku setuju," Jawab datar Yuran.
“Baik! jika kamu sudah setuju temui saya besok malam di cafe cemara”_ Ujar Yhansi melangkah meninggalkan Yuran.
*
Just info: Untuk saat ini Yuran belum mengetahui pria yang akan di nikahinya adalah Kim Yhansi. Karena selama pertemuan singkat mereka, Taehyung selalu mengunakan masker.
Malam ini dengan sinar rembulan yang sedikit terang dan jam dinding yang menunjukkan jam 19.00.
malam ini Yuran terlihat sangat cantik dengan balutan dress berwarna putih, yang terpasang sempurna di tubuhnya.
Dirinya kini sudah tiba di sebuah cafe bernuansa ala Eropa dengan hiasan lampu-lampu lampion di atas nya. langkah kakinya perlahan memasuki kafe itu, Lalu duduk di samping dinding yang menghadap ke arah jendela dengan pemandangan jalanan kota yang indah di luar.
Hingga tidak lama kemudian seorang pria berkulit putih dengan tubuh yang tinggi dan bentuk wajah blasteran. datang menghampiri Yuran.
Kim Yhansi ! kini sudah duduk tepat dihadapan Yuran, dengan mengeluarkan selembar kertas putih lalu meminta Yuran untuk segera menandatanganinya.
"Ini hanya akan berlangsung 1 tahun, Dan itu tidak akan lama" Tegas Kim Yhansi.
" Iya aku bersedia," Jawab Yuran datar.
"Apakah kau yakin? jika kamu belum yakin, silahkan pergi selagi masih ada waktu.”
"Aku sangat yakin! dan boleh kah ku minta satu hal?"
" Iya, katakan" Ucap Kim Yhansi melepaskan kacamatanya.
" Rahasia kan pernikahan ini!" Tegas Yuran.
" Seharusnya aku yang berbicara seperti itu!"
" Maksud mu?"
" Apa kau tahu siapa aku sebenarnya?"
" Tidak! Lagian tidak penting juga."
" Ya sudah jika tidak ingin tahu! Aku akan segera pergi," ujar Yhansi dengan mengambil secarik kertas putih yang sudah di tanda tangani Yuran.
" Hei! kenapa kau selalu memakai masker mu! Izinkan aku melihat wajahmu," gumam Yuran yang masih berusaha menahan kertas perjanjian kontrak di tangannya.
" Aku tidak bisa membuka nya disini! Cepat berikan itu."
"Kenapa kau tidak bisa membukanya? Apa jangan-jangan wajah di sebalik masker mu itu sangat jelek?" Yuran berusaha menebak.
" Berhenti bicara." Yhansi dengan sigap menarik tangan Yuran dan mengajaknya keluar dari cafe.
" Lepaskan! kenapa kau membawa ku ke sini?"
" Kau ingin melihat wajah ku bukan?" Yhansi melepaskan maskernya.
" Kau,,,, Kau,,, Sy?" Yuran tercengang dan hampir saja berteriak. Namun Yhansi dengan sigap langsung saja menutup mulut Yuran dengan tangannya.
"Kenapa kau begitu bodoh! Bagaimana jika ada yang melihat ku disini" Hentak Yhansi yang secara perlahan membuka kembali mulut Yuran. Tapi Yuran masih saja tercengang dan tidak bisa berkata-kata.
" Bisakah kau menampar ku! Sepertinya aku sedang bermimpi bertemu Sy(penulis lagu misterius itu).
" Kau tidak bermimpi dan ini adalah aku Sy!"
" Benarkah? Izinkan aku melihat wajahmu sekali lagi" Yuran memaksa karena Yhansi menutup kembali wajah nya mengunakan masker.
" Aku tidak mau! Aku curiga sepertinya kau bukan Myar (Sebutan nama fans Sy)
" Maksud apa? Aku sudah menjadi myar sejak dulu."
" Baik aku percaya! Tapi kenapa kau bahkan tidak mengetahui nama Asli para penyanyi lainya."
" Aku bukan tidak tahu! Ta-pi?"
"Ash sudah aku tidak ingin mendengarnya." Teahyung bergegas memasuki mobil dan meninggalkan Yuran yang masih tercegang, Karena pesona wajah dari Kim Yhansi"Sy".
***
*Phov Yhansi :
Yhansi melakukan pernikahan kontrak ini karena ia tidak ingin menikahi seorang gadis tanpa cinta. Lagipula, ia tidak tertarik untuk menikah saat ini. Karena hingga sampai saat ini, belum ada seorang gadis yang bisa menaklukkan hati penulis lagu misterius dengan nama panggung Sy itu.
Bagaimana tidak, seorang Kim Yhansi adalah orang yang sangat gila kerja, ia hanya akan fokus untuk berkerja dan berkarya. Bahkan tidak tertarik untuk menikah. Namun karena desakan dari kedua orang tua nya yang juga mengancam dirinya, tidak akan mengizinkan Yhansi untuk berkarir jika tidak segera menikah.
_____
Yuran kini sudah tiba ke Rumah, merebahkan badannya di atas kasur.
“Ahh nyaman sekali,” gumamnya.
" Andai saja aku tahu sejak dulu! Kalau Pria yang akan di jodohkan denganku adalah Yhansi, Tentu saja aku tidak akan menolak pernikahanini, dan mungkin aku tidak perlu nikah kontrak dengan nya"
*
*
*
*
1 Minggu kemudian.
Hari ini adalah hari pernikahan itu akan di laksanakan.
Yuran kini sedang berada di dalam Ruangan hias. Hati memang tidak bisa di bohongi meski ini hanya pernikahan kontrak, air mata Yuran kini mulai mengenang di sudut matanya.
Karena bagaimana pun pernikahan adalah impian semua gadis, Dan mereka akan menikah dengan orang yang mereka cinta. Tapi berbeda dengan Yuran ia harus menikah secara kontrak dengan pria yang bahkan tidak di kenalnya. Meskipun pria itu Kim Yhansi, Karena Yuran hanya mengenalnya.
******
Pernikahan kini sudah selesai di laksanakan secara sederhana di kediaman keluarga Yhansi dan hanya hadiri oleh beberapa sahabat saja.
Seketika saja di tengah keramaian, disaat semua orang sedang menikmati pesta pernikahan.
Ibu Yuran menarik tangan Yhansi dan mengajaknya menepi dari keramaian pesta.
“Maaf bu sebenarnya ada apa?”_Tanya Yhansi penasaran.
“Yhasiaa putri kami Yuran mungkin bukan istri yang baik. ia hanya lah anak manja yang selalu merepotkan. Saya harap kamu bisa mencintainya dan melindunginya. Karena kami sangat percaya kepada kamu untuk menitipkan putri kesayangannya kami," Ucap ibu Yuran dengan penuh permohonan.
Karena ibu mana yang tidak khawatir jika putri nya terpaksa menikah di usia mudanya. Terlebih lagi pria yang dinikahi putrinya adalah seorang penulis lagu yang sedang naik daun.
“Tentu! saya akan berusaha sebaik mungkin." balas Yhansi dengan sedikit tersenyum dan kembali masuk kedalam area pesta.
***
Malam sudah mulai larut, para tamu undangan pun perlahan sudah tidak terlihat.
~~~
Kamar pengantin.
Yuran sudah terlebih dahulu memasuki ruangan itu dengan melangkah kan secara pelan kaki nya. Ia menatap sekeliling, melihat sebuah ranjang yang sangat besar yang dihiasi banyak bunga bertaburan di atas nya.
Dirinya masih saja tidak habis fikir, Jika malam ini adalah malam pertamanya.
Hingga tidak lama kemudian, pria yang kini sudah menjadi suami nya menyusul masuk kedalam kamar.
" Aku mau mandi dulu."
" Baiklah" Jawab Yuran dengan tersenyum manis kepada Yhansi.
" Gue mimpi apa! Sampai bisa satu kamar sama Sy gini," gumam Yuran yang kini memegang kedua pipinya yang terlihat seperti kepiting rebus sekarang.
Yuran yang sudah mandi duluan kini duduk depan meja rias, sedang menyisir rambut panjangnya yang terurai indah.
Lalu setelah Yhansi selesai mandi, ia langsung saja menuju meja kerjanya dan membuka leptop.
tanpa menghiraukan keberadaan Yuran di kamar itu.
“benar-benar manusia gila kerja,” gumam Yuran sambil menggelengkan kepalanya. Dan langsung saja menuju ke arah tempat tidur, merebahkan badan nya yang sudah sangat teramat kelelahan hari ini.
Ia menarik selimut nya sampai menutupi dada nya.
“Bagaimana aku bisa tidur, jika ada pria di dalam kamar ku,”batinnya mulai merasa sedikit risih.
Namun perlahan Yuran mencoba menenangkan diri dan merasa sedikit tenang karena di dalam surat kontrak pernikahan tertulis bahwa Yhansi tidak akan menyentuh nya. Hingga akhirnya Yuran bisa terlelap dengan nyenyak.
*******
Terik matahari yang bersinar menyinari apapun yang berada di bawahnya, menembus benda yang transparan namun terlihat gelap jika di terlihat di luar, hingga membangunkan seseorang di dalam sana.
Perlahan kelopak mata itu pun terbuka, dia mendongkakkan kepalanya ke atas dan mengahalangi sinar matahari dengan tangannya yang sangat menyilaukan mata.
Hari yang baru sudah tiba, hari ini hari pertama ia sebagai seorang istri. Yuran bangun dan melihat kearah depan, melihat pria yang sudah menjadi suaminya tertidur di atas meja kerjanya.
Dirinya merasa sedikit kasihan ketika melihat Yhansi yang terlalu sibuk berkerja. hati nuraninya berkata ingin sekali menyelimuti pria itu. Perlahan ia turun dari tempat tidur nya memegang selimut dengan kedua tangan nya menuju ke arah Yhansi yang masih tertidur itu. Namun sial nya saat Yuran akan melakukan niat baik nya, Yhansi justru terbangun dan membuat Yuran jadi salah tingkah.
“Apa yang sedang kau lakukan?”tanya Yhansi lirih.
Yuran berusaha menutupi rasa malunya dengan pipinya yang perlahan mulai sedikit memerah. Ia langsung saja, melempar selimut dan berlari masuk kedalam kamar mandi.
“Kenapa gua harus salting?” -gumamnya yang terus saja mengibas-gibas mukanya yang sedikit kepanasan.
“Kenapa tiba-tiba jadi sangat gerah gini,” Ucap nya lagi seraya memegang pipinya dengan kedua tangan.
****
Setelah Yuran selesai mandi. dia tidak melihat Yhansi berada di dalam kamar. Lalu Yuran keluar dan secara perlahan melangkahkan pelan kakinya menuruni tangga.
Bener saja saat Yuran turun kemeja makan ia sudah melihat suami nya itu sedang berbincang santai dengan kedua orang tuanya.
Dimeja makan yang sangat besar itu hanya ada kedua orang tua dan Yhansi. Karena memang pria yang menikahinya adalah anak tunggal.
“Kamu sudah bangun nak," tanya bu Yoon (Ibu dari Yhansi )
" Iya mah," Jawabnya melangkah pelan lalu duduk di samping Yhansi.
Suasana sarapan ini sangat canggung. mereka tidak saling berbicara satu sama lain.
Yuran yang merasa aneh pun, hanya fokus pada sarapannya.
Hingga setelah usai menyantap sarapan. Yhansi memulai pembicaraan. minta izin untuk pindah apartemen miliknya karena masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan.
“ Yahh .... Padahal mamah masih pengen kalian nginep malam ini.”
" Kami, akan sering berkunjung mah," Balas Yhansi dengan tersenyum lebar.