Sampul Novel Menghadapi Kematian di Depan Mata

Menghadapi Kematian di Depan Mata

9.3 / 10.0
Setelah dikhianati kedua kakaknya di kehidupan lalu demi melindungi adik angkat mereka, Hilda, sang protagonis kini terlahir kembali saat bahaya mengancam. Menghadapi kurir pria mabuk di depan pintunya, ia menolak meminta bantuan keluarganya dan langsung melapor ke polisi. Keputusan ini membiarkan kedua kakaknya fokus menonton drama panggung Hilda tanpa gangguan. Namun, setelah pertunjukan usai, penyesalan mendalam justru menghampiri mereka yang terlambat menyadari kebenaran.
Ringkasan Menghadapi Kematian di Depan Mata
Setelah dikhianati kedua kakaknya di kehidupan lalu demi melindungi adik angkat mereka, Hilda, sang protagonis kini terlahir kembali saat bahaya mengancam. Menghadapi kurir pria mabuk di depan pintunya, ia menolak meminta bantuan keluarganya dan langsung melapor ke polisi. Keputusan ini membiarkan kedua kakaknya fokus menonton drama panggung Hilda tanpa gangguan. Namun, setelah pertunjukan usai, penyesalan mendalam justru menghampiri mereka yang terlambat menyadari kebenaran.
Baca Selengkapnya

Menghadapi Kematian di Depan Mata Bab 1

Aku mengalami kram menstruasi dan memesan obat pereda nyeri. Di aplikasi, pengantarnya tertulis seorang pengendara wanita, tapi yang datang ternyata seorang pria mabuk.

Kali ini, aku tidak menelepon dua kakakku untuk meminta bantuan. Langsung saja aku melapor ke polisi.

Di kehidupan sebelumnya, kedua kakakku bukan hanya memanggil semua pengawal pribadi yang ada, tetapi mereka sendiri juga buru-buru kembali.

Akibatnya, mereka melewatkan drama panggung yang dimainkan oleh adik angkat mereka.

Adik angkat mereka begitu sedih hingga dia menusukkan tombak mainan ke dirinya sendiri di atas panggung dan membuat dirinya terluka parah.

Kedua kakakku mencoba menghiburku, "Jangan merasa bersalah. Setidaknya kamu tetap selamat."

Namun, di balik itu, mereka mengikatku dan menyerahkanku kepada sekelompok pria mabuk.

"Cuma pria mabuk, 'kan? Kamu bisa mengusirnya sendiri. Kenapa harus manggil kami? Sekarang lihat akibatnya. Kalau Hilda meninggal, kamu juga jangan berharap bisa hidup!"

Ketika aku membuka mata lagi, aku kembali ke hari di mana pria mabuk itu mengetuk pintuku.

Kali ini, aku tidak menelepon mereka. Mereka akhirnya bisa menyaksikan drama panggung adik angkat mereka, memberi dukungan dan semangat. Namun, setelah drama itu selesai, mereka malah menyesal.

Tengah malam, pria mabuk di luar pintu mengetuk dengan suara yang menggema dan meruntuhkan suasana sepi malam itu.

Aku segera mendorong sofa, meja, dan semua furnitur ke depan pintu untuk memblokirnya. Namun, bibiku mulai memindahkan satu per satu benda itu dengan ekspresi tak sabar. Dia melirikku dengan kesal. "Kamu ini berlebihan sekali!"

"Kakakmu sudah janji mau nonton drama panggung Hilda. Sekarang mereka pasti sibuk, mana mungkin ganggu mereka! Kita buka saja pintunya dan usir dia langsung, selesai perkara!"

Melihat adegan ini, aku tiba-tiba menyadari satu hal. Aku telah mengalami hal ini sebelumnya. Aku telah kembali ke masa lalu. Di kehidupan sebelumnya, kejadiannya persis seperti ini.

Saat itu, aku baru saja pindah dari rumah setelah bertengkar dengan kedua kakakku. Tidak lama setelahnya, seorang pria mabuk yang menyamar sebagai kurir datang mengetuk pintu.

Kebetulan, kedua kakakku sedang menonton drama panggung adik angkat mereka, Hilda. Aku juga bertengkar dengan bibiku saat itu. Aku mati-matian menjaga pintu agar pria itu tidak masuk, tetapi bibiku tetap ingin membukakan pintu.

Di kehidupan sebelumnya, aku menelepon kakakku untuk meminta bantuan. Namun kali ini, aku memutuskan untuk mengandalkan diriku sendiri.

Saat aku mengambil ponsel dan hendak menelepon polisi, bibiku berlari ke arahku dengan ekspresi panik. Dia merampas ponselku. "Sudah kubilang, nggak perlu seribet itu!"

Aku tahu dia akan mencoba menghentikanku, jadi saat dia sibuk menyembunyikan ponselku, aku berlari ke ruang tamu. Aku mengambil telepon rumah dan mulai memutar nomor polisi.

Namun, sebelum aku sempat menyelesaikan panggilan, bibiku menekan telepon itu dengan kasar, memutus sambungan. "Ternyata kamu mau nelepon polisi?"

"Kamu sengaja mau memaksa kakakmu untuk pulang, 'kan? Tapi kalau kakakmu pulang, Hilda mau gimana?"

Dengan amarah yang membara, bibiku mengangkat telepon rumah itu dan membantingnya ke lantai. Dia bahkan menginjak-injaknya dengan keras hingga hancur. Lalu, dia meraih lenganku dan menyeretku ke arah pintu.

"Masalah kecil begini! Kalau kamu nggak tenang, kita buka saja pintunya dan lihat siapa dia!"

Tangannya sangat kuat. Aku tidak bisa melepaskan diri. Meskipun kakiku berusaha mengerem di lantai, dia menyeret tubuhku perlahan ke depan.

Pria mabuk di luar pintu yang mulai tidak sabar, mengetuk pintu semakin keras. Suara ketukan yang tajam itu seperti palu yang menghantam langsung ke jantungku.

Aku berkeringat dingin, tubuhku bergetar setiap kali mendengar bunyi itu. Namun, bibiku tidak peduli. Dengan keras kepala, dia terus menyeretku ke pintu.

"Jangan pikir aku nggak tahu apa rencana busukmu! Kamu cuma nggak suka melihat kedua kakakmu memperhatikan Hilda, 'kan?"

"Tapi Hilda itu yatim piatu! Dia nggak punya siapa-siapa. Kalau kamu nggak mau peduli, ya sudahlah. Tapi kenapa kamu selalu iri dan nggak bisa nerima dia!"

Aku telah mengenal bibiku hampir 20 tahun. Dia selalu sombong dan memandang rendah siapa pun. Namun entah kenapa, dia sangat peduli pada Hilda.

Setiap kali Hilda tampil, bibiku selalu muncul untuk merebut apa pun yang menjadi milikku dan memberikannya pada Hilda. Namun, aku tidak pernah menyangka bahwa dia bahkan tidak peduli pada nyawaku.

Di luar, suara pria mabuk semakin liar. Kata-kata kotor mulai terdengar jelas menembus pintu. Aku tahu, begitu pintu itu terbuka, aku pasti mati!

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Menghadapi Kematian di Depan Mata

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil tanpa sengaja menemukan patung beruang di jalan dan membawanya pulang untuk dirawat dengan tulus. Ia tidak pernah menduga bahwa benda mati tersebut sebenarnya adalah inkarnasi dari sosok dewa muda yang sangat kuat. Wujud beruang itu terus bertahan menemani Melinda hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang cantik. Namun, sebuah konflik menegangkan mendadak muncul dan menguji ikatan unik mereka. Akankah kisah cinta antara manusia dan dewa ini berujung pada kebahagiaan?
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali beruntun di arena tak menghalangi Roderick untuk mengkhianatiku. Tunanganku itu justru asyik bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan perempuan itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick lenyap, digantikan pernyataan cinta untuk wanita lain di depanku. Dengan hati dingin, kuhubungi ayahku yang merupakan bos mafia. Aku meminta pertunangan ini dibatalkan demi mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an meminta cerai setelah tiga tahun pernikahan. Ia memohon kepada sang istri agar diizinkan memiliki anak lagi dengan mantan kekasihnya itu sebagai pendonor sel penyelamat. Di balik janji setianya untuk kembali setelah proses medis selesai, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang telah menanti kedatangan Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Alicia Huang rela mendonorkan sumsum tulang belakang demi menyelamatkan kekasih Anthony Smith. Namun, ia mengajukan syarat agar Anthony bersedia menikahinya. Anthony pun setuju dengan satu tuntutan mutlak: pernikahan mereka wajib dirahasiakan dari publik. Kini, Alicia harus menjalani hari-hari sebagai istri yang disembunyikan layaknya wanita simpanan. Akankah pernikahan kontrak penuh rahasia ini menumbuhkan benih cinta sejati, atau justru menyisakan luka mendalam bagi mereka?
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika mengurus ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali bersama mentornya, Charli. Di sana, ia terpikat oleh Andini Wijaya, pemilik sekolah yang mandiri. Namun, hubungan mereka diuji saat mantan kekasih Andini, Junot, tiba-tiba kembali. Masalah kian rumit karena Lily, adik Andini, bertekad merebut Randika demi mendapat pengakuan dari ayah mereka, Sigit Wijaya. Di tengah bayang-bayang masa lalu dan ambisi keluarga Wijaya, akankah cinta Randika dan Andini tetap bertahan?
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
Pelajar muda bernama Lea dikejutkan oleh tawaran gila dari bos mafia, El Zibrano Elemanus. El bersedia memberikan kekayaan melimpah asalkan Lea mau menyusui putranya. Tentu saja Lea menolak mentah-mentah karena merasa permintaan itu sangat tidak masuk akal. Namun, sang mafia tidak mengenal kata menyerah dan siap memakai caranya sendiri. Kini, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam harga diri serta masa depannya akibat ambisi El.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED