Bab 2

Tid..

Tid..

Suara bunyi klakson motor berbunyi ketika aku sedang berada di garasi ketika akan mengeluarkan sepeda kesayanganku.Lina pun teriak memanggil namaku.

"Amanda..."

Tampak dijawab oleh mamah yang buru-buru lari ke teras depan.Lalu, Lina pun turun dari motornya dan menghampiri mamahnya Amanda.

"Pagi Tante, Amandanya ada?" tanya Lina.

"Oh, ini temannya Amanda ya?" tanya mamahnya Amanda.

"Iya,tante."

"Silakan duduk dulu ya,sebentar Ibu panggilkan dulu Amandanya."

mamah Amanda pun menyuruh Lina untuk menunggu sebentar.

Mamah pun menghampiriku yang masih lagi di garasi.

"Neng, itu ada teman yang nyariin, sana temuin gih." ucap mamah.

"Iya mah, aku kedepan sekarang."

"Ya sudah, mamah ke belakang lagi ya mau nyiapin bahan buat jualan asinan buah."

"Iya mah."

Lalu, aku pun ke depan untuk menemui temanku dan sesampainya didepan ternyata Lina yang ke rumahku.

"Eh Lina, sudah lama nunggu? ini motor siapa yang kamu pakai?" tanya aku.

"Oh ini, ini punya ayahku aku pinjam dulu karena ayah sedang libur kerja, kita berangkat ke sekolah bareng yu." jawab Lina sambil mengajak aku untuk berangkat bareng.

"Oh ya udah kalau gitu, aku ambil dulu sepatu dan izin pamit sama mamah dulu ya." ucapku kepada Lina.

"Iya nda silakan, aku masih nunggu kok disini."

Setelah sepatu aku ambil dari rak dan begitu aku mau ke belakang untuk menemui mamahku, tiba-tiba mamah datang ke depan karena nyiapin bahan dagangannya sudah beres tinggal diangkut ke depan.Aku pamit kepada mamahku.

"Mah, aku pamit dulu mau berangkat sekolah." ucapku sambil menyalami tangan mamahku.

"Aku hari ini mau berangkat sama Lina dibonceng motor, jadi gak bawa sepeda hari ini." lanjutku.

"Yang tadi didepan nyariin kamu?" tanya mamahku.

"Iya mah yang itu orangnya." jawabku kembali.

"Ya sudah hati-hati dijalan, oiya sebentar mamah ambilkan dulu jaket dijemuran sepertinya sudah kering."

Lalu mamahku berjalan menuju tempat jemuran, beberapa menit kemudian mamahku sudah kembali dengan membawa jaket Lina yang kemarin aku pinjam.

"Ini jaketnya sudah kering, kamu kasihkan ke dia neng mumpung orangnya ada." suruh mamahku.

"Iya mah nanti aku kasihkan ke dia jaketnya." ucapku sambil mengambil jaket yang dipegang mamahku.

"Eh lupa, uang jajannya belum dikasih mah." ucapku lagi sambil mengadahkan telapak tanganku.

"Ini bekalnya sepuluh ribu,harus cukup sampai sore."

"Iya mah, ya sudah aku berangkat sekolah ya, sudah ditunggu Lina dari tadi."

"Iya."

Lalu aku pun menghampiri Lina yang sudah rela menunggu dari tadi, maaf Lina aku cuekin dari tadi soalnya pagi hari aku suka riweuh sendiri.

"Ini Lin, jaket yang aku pinjam kemarin."

Aku pun memberikan jaket itu kepada Lina dalam keadaan sudah dicuci pakai deterjen dan pengharum juga sudah aku setrika juga.

"Terima kasih ya nda, sudah dicuciin sudah disetrika juga jadi ngerepotin." ucap Lina.

"Ah, nggak juga kok, justru aku yang harusnya bilang terima kasih Lin." kataku.

"Yuk Lin kita berangkat." ajak aku ke Lina untuk berangkat ke sekolah.

"Huh kamu ya, hampir aku akaran ditanam disini." gerutu Lina sepertinya kesal aku terlalu lama tadi.

"Hehe..maaf Lin jangan marah dong, sini mana helmnya."

"Ini helmnya nda, cepetan nanti telat kita ke sekolah." Lina menyuruhku untuk segera cepat-cepat memakai helm itu karena motor yang Lina pakai akan segera melaju menuju ke sekolah.

Kita berdua pun berangkat menuju sekolah dengan menggunakan motor milik ayahnya Lina.Sepanjang perjalanan masih tertutup kabut jadi suhu udaranya masih dingin.Tapi segar menurutku karena tadi pagi sudah riweuh sendiri bantu angkatin bahan buat jualan asinan buah mamah.

Beberapa menit kemudian, kita berdua pun sudah sampai di depan gerbang sekolah.Syukurlah, ternyata kita belum terlambat.Satpam sekolah pun terlihat masih menyeruput kopi hitam yang masih mengepul asap panas ditemani dengan sepiring pisang goreng buatan kantin sekolah.

Pintu gerbang pun masih terbuka lebar, kulirik jam yang ada dipergelangan tanganku masih menunjukan jam tujuh pagi.

Ah syukurlah, belum terlambat karena jadwal masuk kelas di sekolah ini adalah jam tujuh lebih lima belas menit.

Aku pun menuju ke kantin dulu untuk membeli roti dan air mineral cup lumayan ada beberapa menit lagi sebentar lagi bel tanda masuk kelas berbunyi.

Karena tadi pagi aku belum sempat sarapan, keburu datang Lina kerumahku jadinya aku makan aja rotinya dikantin.

Sesudah makanan dan air mineral itu habis, Lina pun datang menyusulku menuju kantin untuk mengajakku menuju ruang kelas.

Karena dari tadi dia masih berada di parkiran motor nyari lahan yang pas buat memarkirkan kendaraan ayahnya itu supaya kalau hujan tidak kehujanan.

Lina pun sudah berada di kantin.

"Amanda...kok tega ninggalin sih." cerocos sahabatku sambil kening penuh dengan keringat disertai nafasnya yang berat.

"Maaf Lin, tadi perutku sakit sepertinya lapar jadi aku buru-buru ke kantin buat beli roti dulu." ucapku sembari meminta maaf pada sahabatku yang tak sengaja sudah meninggalkan dirinya di ruang parkir sendirian.

"Ini Lin usap dulu keringatmu pakai tisu." lanjut aku lagi sambil memberikan beberapa lembar tisu kepada Lina.

"Terima kasih ya nda." ucap Lina sambil menerima beberapa lembar tisu yang aku berikan tadi.

"Iya sama-sama Lin, kalau kamu haus ini minum dulu tapi tinggal sedikit." ucapku sambil menyodorkan air mineral yang berbentuk cup itu.

"Gak usah Nda, aku bisa beli sendiri itu minum aja sama kamu."

Lina pun membeli air mineral juga yang berbentuk cup kepada pemilik warung yang berada di kantin itu.

Setelah beberapa lama nongkrong di kantin, akhirnya bel tanda masuk kelas pun berbunyi juga.Lalu aku mengajak Lina untuk segera menuju ke ruangan kelas dan meninggalkan kantin.

Karena guru yang akan mengajar sekarang lumayan agak cerewet jadi daripada kena omelan guru ini lebih baik kita cepat-cepat segera berjalan ke arah ruang kelas yang berada tidak jauh dari ruang kantin hanya terhalang ruang musik yang menyimpan peralatan musik dan ruang pramuka.

Beberapa menit kemudian, kita berdua pun telah sampai menuju ruang kelas.Dan kita pun segera duduk di bangku lalu mengeluarkan buku paket dan buku lks karena sepertinya guru akan memberikan tugas.Kulihat bangku Aditya dan bangku Cici kosong pada hari ini.

Sepertinya mereka hari ini kompakan tidak masuk kelas.

“Aman, tidak ada yang menggangguku.“ gumamku dalam hati.

Dan seperti biasa aku, Lina dan juga teman yang lain menyimak pelajaran hingga selesai dan jam istirahat mulai berbunyi.Seluruh siswa dikelas pun seperti biasa mulai keluar dari kelasnya masing-masing satu per satu.

Bab 3

Hari ini hari rabu, jadwalnya konseling diruangan BK atau bimbingan kelompok.

Guru konseling pun mengunjungi kelas dan mengontrol siswa satu persatu.

Barangkali ada kasus atau ada yang merasa tertekan biasanya dipersilahkan untuk curhat atau mencurahkan segala isi hati dan pikirannya, guru konseling itu siap membantu untuk menemukan solusi masalahnya.

Flashback on 

Waktu kejadian menumpahkan jus mangga mengenai rok seragam sekolah kepada Amanda itu , ada tetangga sekaligus temannya Amanda namun berbeda kelas itu tak sengaja merekam adegan yang kurang pantas melalui kamera handphone miliknya.

Waktu itu masih tahun 2009 masih jarang orang yang memiliki handphone dan handphone pun masih bersistem operasi symbian belum ada sistem operasi android seperti sekarang, jadi resolusi rekamannya pun sangatlah kecil dan teramat buram.

Meski begitu, rekaman itu terekam jelas bahwa Aditya lah pelaku perundungan penyiraman jus mangga mengenai seragam rok  sekolah itu.

Rekaman video pendek itu menjadi salah satu bukti karena pada waktu itu belum banyak yang memasang cctv.

Dan rekaman tersebut, dengan cepat menyebar di broadcast aplikasi bbm.

Flashback off

Karena kemarin Aditya tidak masuk sekolah,maka pemanggilan oleh guru konseling itu dilakukan hari ini.Tanpa ada aba-aba, guru konseling itu memasuki kelasku.

Lalu,Aditya pun dipanggil oleh guru konseling.

"Asalamualaikum, maaf ya Bu Mira, saya mengganggu waktunya sebentar." ucap guru konseling itu.

Suara khas bapak-bapak usia lima puluh tahunan mengagetkanku yang sedang mengerjakan tugas dikelas.

"Waalaikumsalam, silahkan ya tidak apa-apa, memangnya ada apa ya?" tanya bu Mira walikelasku saat itu.

"Begini bu, apakah disini ada yang bernama Aditya? Kalau ada, boleh berbicara sebentar? Saya tunggu di ruang bimbingan dan konseling kelompok sekarang juga!!" ucap guru konseling itu dengan nada suara yang ditinggikan sedikit.

Lalu, bu Mira yang sedang mengajar pun langsung menyuruh Aditya untuk menemui guru konseling.

“Duh, apa lagi sih ini, perasaan gue gak punya salah apa-apa.” gumam Aditya dalam hati.

Lalu Aditya pun nurut, segera bergegaslah Aditya menuju ke luar kelas dan berjalan menuju ruangan bimbingan konseling untuk bertemu guru konseling sekolah itu.

Setibanya di ruangan bimbingan konseling, lalu guru konseling pun menyuruhnya untuk duduk.

"Silahkan duduk dulu ya." bapak guru itu mempersilahkan Aditya untuk duduk.

"Bapak manggil saya,salah saya apa ya pak?" tanya Aditya bingung.

"Aditya, sudah sering bapak bilang jangan suka usil sama orang!" ucap pak guru konseling itu tegas.

"Usil apa ya?Aditya tidak paham apa yang bapak maksud." Aditya pura-pura tidak paham apa yang sedang guru itu bicarakan.

"Ada yang kirim video sama bapak, apa benar kamu melakukan perundungan Aditya?" tanya bapak konseling itu galak.

"Perundungan gimana pak?Aditya benar-benar tidak paham apa yang bapak tanyakan sama Aditya."

"Tempo hari, beberapa hari yang lalu atau dua hari yang lalu kalau tidak salah, kamu kan yang melakukan penyiraman rok sekolah ke salah satu siswi menggunakan jus mangga didepan banyak orang?"

"Tidak pak, bukan saya itu, bapak salah lihat kali." Aditya pun berbohong dan membela diri untuk menutupi perbuatannya.

"Kalau kamu begitu lagi, bapak tidak akan segan untuk mengskors kamu selama satu minggu dari sekolah ini, paham?"

Emosi bapak guru konseling pun semakin meninggi, menghadapi siswa macam begini yang selalu bermasalah meskipun orangtuanya  dari kalangan instansi aparat negara, selalu membuat ulah tidak mencontohkan hal yang baik. dan selalu bertindak semena-mena juga bertindak seenaknya dengan teman-temannya yang dianggap lemah.

“Ah sial,gimana bapak ini bisa tahu? apakah waktu itu ada yang merekam? tapi siapa? tidak bisa dibiarkan.” ucap Aditya dalam hati.

"Kalau begitu, silahkan kamu kembali lagi ke kelas dan tinggalkan ruangan ini." perintah guru konseling itu.

"Baik pak, saya akan kembali ke kelas dan meninggalkan ruangan ini." ucap Aditya pamit pada guru konseling sambil menunduk karena merasa malu dan takut dengan kata-kata yang diucapkan guru konseling itu.

***

Aditya pun meninggalkan ruangan bimbingan konseling dan kembali menuju ruangan kelas.Sesampainya di ruangan kelas, Cici yang merupakan sahabat dekat Aditya sejak smp pun menghampiri Aditya menuju ke pintu.

"Dit, lu dipanggil guru ada kasus apa?sini cerita ke gue." pinta Cici yang siap mendengarkan segala keluhan dan curahan sahabatnya itu.

"Kita sambil duduk Ci dibangku ceritanya, pegel gue kalau berdiri."

Lalu mereka berdua pun berjalan menuju bangkunya untuk segera duduk.

"Cepat cerita Dit ada apa? Kenapa lu bisa dipanggil gitu?" tanya Cici penasaran.

"Ci, gue heran setiap gue ngelakuin sesuatu ada saja yang ngelaporin ke guru."

"Laporin gimana maksud lu Dit?" Cici makin penasaran dengan ucapan Aditya.

"Gini Ci, beberapa hari yang lalu, waktu gue gak sengaja numpahin tuh jus mangga ke si cupu itu, ternyata ada yang merekam kejadian itu."

"Karena sudah terlanjur terekam videonya dan videonya pun langsung tersebar di broadcast bbm, gue jadi sulit mengelak Ci." lanjut Aditya lagi panjang lebar.

"Sialan, nyari ribut tuh orang!" gerutu Cici sambil menggertakan giginya.

"Ternyata si cupu itu banyak backingan juga ya." ucap Aditya asal.

"Tidak bisa dibiarkan ini,harus dikasih pelajaran." ucap Cici.

"Pelajaran apaan? Bahasa Indonesia atau olahraga?" tanya konyol Aditya.

"Haha..gue lagi serius-seriusnya malah lu bercanda, kita usilin lagi dia Dit gimana?"  tanya balik Cici.

"Jangan..ntar gue dipanggil guru konseling lagi gimana? repot gue."

"Tenang aja, kan ada gue Dit yang bisa bantu lu, serahin semuanya ke gue pasti beres."

"Yakin lu bisa?"

"Yakinlah."

"Oke, terimakasih Ci, lu sahabat gue paling pengertian." ucap Aditya sambil menepuk bahu sahabatnya Cici.

Kini pun sudah mulai waktunya istirahat, sepertinya Aditya dan Cici sedang merancang rencana sesuatu.

Tapi rencana ini sekarang gagal total, karena target yang dimaksud tidak keluar kelas sama sekali.Sibuk membaca buku novel dari penulis terkenal dan makan bekal yang dibawa dari rumah dengan sekotak misting roti dan juga asinan buah buatan mamahnya.

Aditya dan Cici pun masuk kembali ke dalam kelas dengan wajah yang ditekuk dan perasaan kecewa, karena misi yang mereka rancang gagal total.

"Ah sial kita Ci, target yang dimaksud tidak keluar kelas sama sekali." ucap Aditya.

"Sabar Dit, kalau tidak sekarang rencana itu berjalan mulus mungkin hari besok-besoknya lagi."

"Tenang aja, selama ada gue, lu pasti gue bantu." Cici pun menenangkan sahabatnya itu."Terima kasih Ci sekali lagi, selalu bantu gue dalam keadaan apapun." ucap Aditya berterima kasih."Iya sama-sama Dit, kan lu sahabat gue dari dulu pasti apapun itu gue pasti akan bantu lu, jadi tenang ya." ucap Cici kembali.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED