Sampul Novel Membalas Pengkhianatan Suami & Sahabatku

Membalas Pengkhianatan Suami & Sahabatku

8.1 / 10.0
Saat ingin merawat suaminya yang sakit, wanita ini justru mendapati Mas Reza berselingkuh dengan Joyce, sahabat dekatnya sendiri. Kejamnya, Mas Reza malah menceraikannya dan merebut paksa seluruh harta miliknya. Di tengah kehancuran hidup, ia bersumpah tidak akan tinggal diam atas pengkhianatan keji ini. Kini, ia bangkit dengan tekad kuat untuk merebut kembali kebahagiaannya sekaligus menuntut balas dendam yang setimpal kepada mereka.
Ringkasan Membalas Pengkhianatan Suami & Sahabatku
Saat ingin merawat suaminya yang sakit, wanita ini justru mendapati Mas Reza berselingkuh dengan Joyce, sahabat dekatnya sendiri. Kejamnya, Mas Reza malah menceraikannya dan merebut paksa seluruh harta miliknya. Di tengah kehancuran hidup, ia bersumpah tidak akan tinggal diam atas pengkhianatan keji ini. Kini, ia bangkit dengan tekad kuat untuk merebut kembali kebahagiaannya sekaligus menuntut balas dendam yang setimpal kepada mereka.
Baca Selengkapnya

Membalas Pengkhianatan Suami & Sahabatku Bab 1

"Pasti Mas Reza suka sama kejutanku."

Tepat pukul lima sore, aku keluar dari mobil. Aku sengaja meninggalkan kendaraan roda empat itu di depan gang, lanjut berjalan kaki menuju rumah yang masih berjarak 200 meter di depan sana.

Satu tanganku membawa kotak berukuran sedang berisi kue ulang tahun untuk Mas Reza, sedang tangan yang lain membawa tiket liburan ke Bali. Aku tidak sabar memberikan kejutan ini untuknya. Dia pasti senang dan langsung sembuh dari sakitnya.

Ya, sebenarnya tadi pagi Mas Reza agak demam. Dia izin tidak masuk kerja dan istirahat total di rumah. Aku yang kebetulan dapat banyak pesanan katering hari ini, terpaksa tidak bisa menemaninya. Aku minta maaf dan memberi kabar baru bisa pulang jam tujuh malam. Dia tidak keberatan sama sekali, memintaku tidak perlu khawatir karena dia bisa mengurus dirinya sendiri.

Langkahku semakin dekat menuju gerbang, melewatinya tanpa suara demi kejutan yang sudah aku persiapkan jauh-jauh hari. Bahkan Bima-putraku dengan Mas Reza-sengaja aku titipkan pada Mama agar kami bisa me time.

Aku berhenti di ruang tamu dengan kening berkerut saat mendapati ada satu tas wanita di kursi sofa. Warnanya merah menyala, begitu kontras dengan ruangan yang hampir keseluruhan dekorasinya berwarna coklat muda. Juga ada sepatu heels dengan warna yang sama yang tergeletak di bawah meja.

"Barang-barang milik siapa ini? Kenapa ada di sini?"

Kue yang sedari tadi kubawa dengan hati-hati, kini kuletakkan begitu saja di atas meja. Dadaku bergemuruh. Aku tidak tahu pemilik dua benda asing ini, tapi juga tidak bisa berprasangka baik setelahnya.

Belum habis pertanyaan di kepalaku, samar-samar terdengar tawa seorang wanita dari lantai dua. Dia seperti tengah digelitik atau semacamnya.

"Apa-apaan ini?" batinku semakin tidak menentu. Aku yakin rumahku tidak berhantu. Itu pasti suara manusia. Tapi siapa?

"Mas, jangan gitu, ah!"

Suara itu terdengar semakin jelas saat aku mulai menaiki anak tangga. Sepatu flat milikku sengaja kutinggalkan di bawah tangga, demi mengintai ke sumber suara sambil berjinjit.

Mungkinkah Mas Reza sedang bermain gila dengan wanita lain di kamar utama?

"Mas! Udah!"

Sekali lagi kudengar teriakan manja wanita itu, membuat seluruh ketakutanku semakin menjadi-jadi. Berbagai prasangka langsung memenuhi kepala. Apa yang sedang wanita itu lakukan di ruangan pribadi kami?

"Bentar lagi, Sayang. Nanggung, nih."

Deg!

Langkahku terhenti seketika bersama degup jantung yang kehilangan ritmenya. Dadaku rasanya sesak seketika.

"Itu suara Mas Reza. Aku nggak mungkin salah."

Belum reda keterkejutanku, detik berikutnya kembali terdengar suara-suara yang terasa menjijikkan. Kata-kata kotor terdengar menvsvk telinga, membuatku semakin yakin Mas Reza tengah enak-enak an di kamar kami.

Ingin aku tutup telingaku supaya tidak mendengar suara mereka. Wanita itu tidak segan memanggil nama Mas Reza berkali-kali, membuat kakiku hampir tidak mampu berdiri lagi. Tubuhku limbung.

"Ya Allah ... kuatkan hamba."

Tanganku mencengkeram besi berulir yang mengular sepanjang anak tangga. Hanya tersisa dua-tiga meter sebelum aku sampai di kamar, tapi tenagaku rasanya sudah habis. Tapi, aku harus kuat. Aku harus dapat bukti kalau memang Mas Reza benar-benar selingkvh. Meski itu kemungkinan terburuk yang paling tidak aku inginkan. Membayangkannya saja tidak.

Tiket liburan yang dari tadi kugenggam, kini ku remas dan kubuang begitu saja. Rencana indah yang sudah aku rancang sedemikian rupa, kini musnah seketika. Hatiku remuk redam rasanya.

Desah dua makhluk laknat itu terdengar semakin jelas saat kakiku sampai di ambang pintu.

"Joy, makasih, ya. Kamu selalu bikin aku puas," ucap Mas Reza dengan suara yang cukup keras.

Mataku membulat seketika. Joy siapa?

Dari celah pintu yang terbuka, aku lihat dia menarik diri dari wanita yang telah memuaskannya.

Kecupan-kecupan penuh cinta diberikan di seluruh wajah lawan mainnya, sama persis seperti yang Mas Reza lakukan setelah menghabiskan malam denganku.

Seluruh rasa cintaku pada Mas Reza tercerabut dengan paksa. Dia melakukan hal yang amat sangat aku benci, yakni ... selingkuh. Itu benar-benar kesalahan yang tidak bisa dimaafkan.

"Mas Reza!" Tanganku terkepal erat, ingin berteriak. Ingin sekali menghambur ke dalam sana untuk menangkap basah dua insan yang begitu hina itu. Tapi, kakiku terpaku di lantai. Aku tidak bisa bergerak.

Gemuruh di dalam dadaku tak terkontrol, tidak sabar ingin tahu siapa wanita yang sudah membuat Mas Reza terlena. Benar-benar tidak ada gambaran, suamiku yang pengertian itu menodai ikatan suci kami.

Alih-alih menyudahi dosa yang mereka lakukan, aku dibuat tersentak saat suara wanita terdengar keenakan. Mereka melakukannya lagi.

Mataku berkaca-kaca, teringat rumah tangga kami yang begitu harmonis sebelumnya.

Bagaimana bisa?

Bagaimana bisa Mas Reza tidur dengan wanita lain di ranjang yang seharusnya hanya ditempati oleh kami berdua?

Terlalu asyik memadu cinta, sampai membuat dua manusia minus logika itu tidak sadar waktu tanganku membuka pintu sedikit lebih lebar. Satu tanganku mengambil ponsel dan mengaktifkan fitur kamera.

"Udahan ya, Mas? Aku udah bisa pulang sekarang? Capek," ucap wanita itu sambil beranjak dari ranjang. Dia duduk di samping Mas Reza, membelakangi pintu, juga membelakangiku. Namun, suaranya terdengar familiar.

"Kenapa buru-buru, sih? Istirahat dulu sebentar."

Mas Reza memelvknya sambil mencivmi tengkuknya. Sial! Kemarahanku rasanya naik ke kepala, membuat ubun-ubunku mendidih dan ingin menghantam keduanya dengan benda tumpul apa saja yang ada.

"Nggak, ah. Nanti kalau tiba-tiba Nadya pulang gimana? Aku takut ketahuan. Udah, ya."

"Nggak bakal. Dia tadi udah kirim pesan, bakal pulang malam. Restorannya rame, pesanan kateringnya juga lagi membludak. Kamu tidur aja dulu. Nanti jam enam aku bangunin & antar kamu pulang."

"Tapi, Mas ...."

"Sst, udah deh nggak usah bantah. Kalau masih ngeyel, aku buat kamu nggak bisa pulang."

"Mas!"

"Yakin udahan? Nggak mau ronde ketiga?"

"Mas Reza, jangan genit!"

Telingaku semakin pekak mendengar canda tawa mereka. Ingin sekali kuambil pisau, menerobos masuk dan menghabisi mereka. Tega-teganya Mas Reza mengkhianati kepercayaanku. Apa katanya tadi? Ronde ketiga? Gigiku gemeletuk saling beradu satu sama lain.

Apa kurangku sampai Mas Reza selingkuh? Bukannya aku masih penuhi hak dia semalam? Kenapa sekarang dia main gila dengan wanita lain? Sudah berapa lama mereka selingkuh? Apa aku tidak menarik lagi di matanya?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Membalas Pengkhianatan Suami & Sahabatku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya menghidupi kedua buah hati sendirian. Di masa sulit ini, Damar hadir. Sang ipar menaruh dendam akibat skandal masa lalu yang melibatkan rahasia saudara kembar Kayra. Sempat menolak mengakui darah daging dari relasi itu, Damar akhirnya luluh melihat kemiripan sang bayi. Akankah takdir baru bersama Damar ini menjadi akhir dari penderitaan panjang Kayra?
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta matiku pada sang tunangan, Bima Wijoyo, berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang api di studio seni demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terbangun di masa lalu tepat sebelum rapat keluarga besar dimulai, aku membawa memori pahit tentang kobaran api itu. Kali ini, aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami di hadapan semua orang. Aku bersumpah tidak akan mati konyol untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan hancur setelah dikhianati calon istrinya. Demi meluapkan kekecewaan, ia nekat memaksa Zahra menikah dengannya. Zahra tentu saja terkejut dan langsung menolak rencana gila itu. Tak tinggal diam, Rayhan menawarkan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra bersedia menggantikan posisi pengantin wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima tawaran tersebut dan sanggup hidup sebagai istri pengganti bagi pria sedingin Rayhan?
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia justru memeluk Evelyn dan mengucap janji setia yang biasa ia katakan padaku. Lewat tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami saat ia amnesia hanyalah aib rahasia yang kini harus ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Alena Adriani Quensyah harus menghadapi kenyataan pahit setelah orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada gembong mafia yang sangat kejam. Kini, hidupnya bagai di balik jeruji besi, ditambah dengan bayang-bayang trauma masa lalu yang terus menyiksa batinnya. Di tengah situasi pelik ini, Alena bertekad mencari tahu alasan keluarganya tega menelantarkannya. Mampukah ia bertahan hidup dan menemukan kembali orang tuanya?
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang di sekitarku tewas secara mengerikan. Mulai dari sahabat, kerabat dekat, hingga musuh-musuh yang pernah berbuat jahat kepadaku, semua berakhir tragis. Sang pembunuh berdarah dingin beraksi sangat rapi tanpa meninggalkan bukti sedikit pun. Teror mencekam ini terus berlanjut, memakan korban baru tanpa bisa dihentikan. Kini, di tengah misteri yang tak terpecahkan, nyawaku sendiri pun terancam menjadi target berikutnya dari sosok misterius yang mengintai.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED