Ketika dinginnya pagi menyeruak dalam kamar Joe, ia terbangun, sedikit menarik selimut agar kembali hangat, Korea dingin sekali batinnya.
Tanpa mengetuk pintu seseorang membuka pintu dengan tergesa-gesa
"Joe, bangun! Waktunya sarapan pagi, cepat! " Kata kak Elie sambil menarik selimut Joe
"Ah yaa kak, masih jam berapa ini, lagian tumben kakak bangun pagi sekali ha?" Tanya Joe
"Jangan lupa kamu dimana sekarang! Jadi cepat! Kamu hanya menumpang disini, bersikaplah selayaknya penumpang " kata kak Elie ketus.
Jangan berharap kalo Joe sakit hati, ia sudah terbiasa dengan kata-kata tajam kakanya itu, sangat terbiasa malahan.
Joe lihat kakanya sedikit berubah, tidak seperti dahulu yang tak takut sama siapapun, dimansion ini rupanya kakaknya sangat takut dengan suaminya, terlihat dari pergerakan dia.
Joe secepat kilat membersihkan tubuhnya dikamar mandi, lalu berganti pakaian.
Setelah selesai ia baru turun kebawah untuk sarapan bersama.
Dari meja sana, sudah terlihat aura-aura tidak menyenangkan dari semua yang duduk Disana kecuali kedua orang tua 3 bersaudara itu.
"Kamu katanya mau ke RS internasional Seoul?" Tanya Appa
"Iyaa Appa , "jawab Keyla sambil tersenyum
"Diruang bawah ada satu mobil, bawalah jika membutuhkannya, " kata Appa
"Hmmm tidak perlu Appa, lagian Joe belum bisa mengendarai mobil", katanya malu-malu
"Ah ya?? Wahhh... Jungkook akan mengajarimu lain kali " kini eomaa yang berbicara
"Aku sibuk" kata seseorang yang masih mengunyah makanan, siapa lagi kalo bukan Jungkook
"Kan eoma bilang, lain kali, bukan sekarang ataupun nanti " jawab ibunya
"Kapanpun aku juga sibuk" jawabnya lagi dengan ketus
Seseorang yang duduk sebelah Kendra tersenyum menang mendengar ucapan Jungkook yang menohok.
"Jungkook memang begitu, jangan dihiraukan" kata Appanya
"Tidak apa apa Appa " jawab Joe
Sebenarnya Elie sendiri gak suka melihat mertuanya justru lebih sering mengobrol dengan Joe daripada denganya,
Perlu kalian tahu, selama menikah 5 bulan yang lalu, Elie tidak pernah merasakan hangatnya seorang istri, ia selalu diperlakukan kasar oleh Jimin bahkan hanya hinaan yang sering dilontarkan ketimbang kasih sayang. Dave pun tak pernah sesekali menyentuh Elie. Sedangkan Elie selalu mencari kesempatan untuk mendapat perhatian dari Jimin tetapi hasilnya selalu nihil ia bahkan tak pernah mengganggap Elie sebagai istrinya.
Beda lagi dengan Taehyung ia mungkin memang tak mencintai istrinya itu, karena sama halnya dengan Jimin ia juga dijodohkan, tetapi ia tak pernah berlaku kasar padanya jika istrinya itu tak melakukan kesalahan.
"Gerald anterin Joe ke RS internasional Seoul!! Tidak ada tapi-tapian ! Kalau kamu tidak mau, tidak usah bawa mobil sekalian!!! Ucap Appa agak keras
Gerald hanya mengangguk tanpa menjawabnya, ia tahu ia tidak mungkin bisa melawan Appanya itu.
"Joe dengar!!! Jangan genit genit sama Jungkook Awas aja kamu!!! " Kata kak Elie sebelum aku berangkat
Selangkah aku maju, kini Kim Ara mendekatiku
"Kau bukan tandingan ku, tetapi jika kau sampai merebut tempatku dirumah ini, kan ku buat kamu menderita, ucapnya berbisik kepada Joe
Kendra melihat istrinya itu entah berbisik apa kepada Joe, saat pertama kali melihat Joe, kendra merasa tertarik kepadanya Dia perempuan yang sangat cantik, pintar, berbakat menurutnya, ah tak lupa juga imut.
Dimata Jungkook pun sama, ia pertama ia mendengar cerita Joe dengan segala kepintarannya membuatnya ingin melihat seperti apa itu Joe, tak disangka ternyata Joe juga cantik. Tetapi ia pura-pura tak peduli dengan kehadirannya.
Sedangkan Jimin ,pria dengan darah dingin tapi perhatian sebenarnya, ia pertama kali melihat Joe memang sudah penasaran denganya, dibalik kecantikan dan kepintarannya apakah ia mempunyai sifat seperti kakaknya yang haus akan uang, harta???? Pikiran itu selalu membayang-bayanginya membuat ia sedikit benci dengan perempuan itu.
Dengan sedikit takut Joe melangkah memasuki mobil Jungkook. Ia duduk dengan dengan tegang. Mobilnya juga mulai melaju dengan kecepatan sedang. Joe melirik kearah Jungkook yang sedang mengemudi itu, ia sebenarnya tampan sekali akan tetapi sombong.
"Kenapa melihatku seperti itu? Kau tertarik denganku ha? Apa aku tampan sampai membuatmu tak berkedip? " Kata Jungkook
"E ee enggak, aku tidak melihatmu " jawab Joe gugup
"Mataku ini masih sehat!! " jawabnya ketus
Dengan cepat ia membelokkan mobilnya dipinggir jalan.
"Kenapa berhenti disini" tanya joe menoleh kearah Jungkook
"Aku tidak tahan jika dilihat perempuan seperti itu, " ucap Jungkook yang sedikit mendekat kearah Joe
Joe yang merasa takut, ia menyenderkan tubuhnya kearah belakang.
"Jangan seperti ini, " kata Joe gugup
"Kenapa? Aku suka,, boleh ? " Ia menyentuh bibir Joe
Joe menyibakan tangan Jungkook dari bibirnya. Ia merasa takut, gugup sekaligus jantungnya berasa copot.
Cupp
Dengan secepat kilat, Jungkook menempelkan bibirnya kebibir Joe, lalu ia melanjutkan mobilnya kearah jalan.
"Yakk!! Kenapa kamu melakukan ini, kau bahkan mengambil ciuman pertamaku!! ", 'kata Joe dengan membentak
Hahahahhahahahha hanya terdengar tawa dari mulut Jungkook
Tak sadar Joe meneteskan air mata. Ah cengeng sekali bukan?,
"Yakk!! Begitu saja kau menangis ha? Bahkan aku belum menidurimu, kau sudah secengeng ini, hahahah menangislah saat aku memasukanya nanti" kata Jungkook
Ahh perkataan Jungkook sangat tidak masuk akal dipikiran Joe, ia merasa direndahkan sekali dengan perkataanya, sedih sekali hidupnya bukan? Baru sehari saja sudah direndahkan dengan ciuman dan perkataan busuknya itu.
Membalas perkataannya saja Joe tak mampu, ia takut jika Elie akan tersakiti nantinya jika ia melawan.
"Turunlah, sudah sampai, ''kata Jungkook
Joe ingin turun dari mobil tetapi pintu mobilnya tidak bisa dibuka. Ia berusaha membukanya tetapi memang tidak bisa.
"Ahh yaa, passwordnya kau harus menciumku dulu" kata Jungkook sambil menunjuk pipinya
Joe menoleh kearah Jungkook dengan risih, bagaimana mungkin ia mencium seseorang laki-laki yang tidak ia cintai. Joe tidak bergerak sama sekali, ia mematung dengan ucapan Jungkook
"Baiklah kalau kamu tidak mau, biar aku yang melakukanya"
Cupp
Gerald mencium Joe. Bibir manisnya kini sudah 2 kali ternodai oleh seorang Jungkook .Lagi-lagi Joe tak bisa melakukan apapun selain pasrah dengan perlakuan Jungkook .Joe langsung turun dari mobil dengan tergesa-gesa, perlakuan Gerald membuat ia muak. Percuma ia meneteskan air mata untuk apa,
toh tidak akan ada yang peduli denganya.
----
Joe sudah berada di rumah sakit internasional Seoul. Disana ia langsung menemui Direktur RS tersebut. Seperti yang kalian kira, ia langsung lolos untuk bekerja Disana. Ia ditempatkan di UGD dan dokter Penyakit dalam. Untuk jadwal dokter penyakit dalam ia ada dihari senin-kamis jam 9-10 saja. Selainya ia bekerja di UGD.
Sepertinya hari ini, Joe harus langsung bekerja, karena tiba-tiba ada operasi mendadak. Dengan cekatan Joe ikut dalam operasi tersebut.
Operasinya berjalan sekitar 5jam, memakan banyak waktu karena terjadi pendarahan secara tiba-tiba.
Setelah keluar dari ruang operasi Joe langsung bergegas membersihkan diri. Dokter Disana baik-baik, bahkan mereka sangat ramah walaupun pertama kali mengenal Joe.
Joe sudah berada di rumah sakit internasional Seoul. Disana ia langsung menemui Direktur RS tersebut. Seperti yang kalian kira, ia langsung lolos untuk bekerja Disana. Ia ditempatkan di UGD dan dokter Penyakit dalam. Untuk jadwal dokter penyakit dalam ia ada dihari senin-kamis jam 9-10 saja. Selainya ia bekerja di UGD.
Sepertinya hari ini, Joe harus langsung bekerja, karena tiba-tiba ada operasi mendadak. Dengan cekatan Joe ikut dalam operasi tersebut.
Operasinya berjalan sekitar 5jam, memakan banyak waktu karena terjadi pendarahan secara tiba-tiba.
Setelah keluar dari ruang operasi Joe langsung bergegas membersihkan diri. Dokter Disana baik-baik, bahkan mereka sangat ramah walaupun pertama kali mengenal Joe.
Joe membuka ponselnya. Terdapat 5 panggilan tak terjawab dan juga 7pesan.
Dimana? Cepet pulang!!!
Yakk!!!
Kau beraninya tak balas pesanku Joe!!
Yakk!! Sudah mulai tak tau diri !!
Pulang atau jangan pernah kembali kesini
Wah wahhh mulai berani yaa kami gak bales pesanku
Joeee!!!!!!!
Aku membaca pesanku dengan santai. Sudah kubilang, aku sering sekali mendengar cacian dari mulut kakaku itu, jadi beginilah responku santai.
"Aku ada operasi mendadak jadi telat pulang, kemungkinan aku pulang malam, karena ada operasi lagi 1 jam lagi
Balasku
Aku tak lagi menghiraukan pesan kakaku lagi. Perutku benar-benar lapar. Aku mengajak teman baruku Milea untuk makan siang dikantin RS.
Setelah makan dan berbincang-bincang, jam menunjukan pukul 6 sore, itu artinya 15menit lagi aku Joe harus keruang operasi.
Hari ini, untuk pertama kalinya Joe memimpin operasi tersebut, rasa takut dan deg-deg an campur menjadi satu, akan tetapi Joe sangat yakin dengan kemampuan yang ia milik jadi ia tak perlu ragu untuk menyelamatkan seseorang.
1jam 15menit operasi berhasil dilakukan, semua berjabat tangan dan mengucapkan terimakasih..
Akhirnya pekerjaan Joe hari ini selesai, ia berpamitan untuk pulang. Sebenarnya Milea menawarkan untuk mengantarkan Joe pulang, akan tetapi Joe menolak, ia takut nanti Milea malah dimarahin sama kakaknya, atau siapapun yang ada dimansion itu.
Kejadian pagi itu masih teringat diingatan Joe, bisa-bisanya Gerald merebut ciuman pertamanya, mungkin baginya ciuman adalah hal yang biasa, tetapi tidak buat Joe.
Ia melangkah lunglai dijalanan, ia sengaja jalan kaki terlebih dahulu sebelum menaiki bus.
Dipinggir jalan raya ia melangkahkan kaki nya lebih cepat, tiba-tiba saja ada mobil menepi, Joe merasa takut ia mempercepat lagi langkahnya, mobil itu sepertinya mengikuti langkah Joe.
"Berhenti!! Kau mau kemana ? Cepat masuk!!," 'kata orang itu
Joe tak langsung menjawab pertanyaan itu, ia menoleh kearah sumber suara. Orang itu, terlihat dijendela mobil,
Ahh Jimin oppa ternyata
Joe lagi-lagi mematung.
"Kau benar-benar tuli ya? Masuk atau Kutinggal disini!"
Tanpa berfikir panjang, iapun masuk seperti yang diperintahkan oleh Kakak iparnya itu.
"Beraninya kau pulang jam segini? Apa kau terbiasa tinggal diamerika dan berperilaku seperti ini ha?, "Bentak Jimin
"Tidak oppa, aku langsung bekerja, karena ada operasi mendadak, " jawabku takut
"Halah, mana mungkin dokter baru sepertimu langsung ikut operasi," ledek Jimin
"Aku tidak berbohong oppa", jawabnya lagi
"Oppa? Apa aku boleh meminum ini? ", Tanya Joe sambil memegang botol air putih
"Hmm, "jawabnya singkat
Joe benar-benar haus, ia langsung meneguk minuman itu, akan tetapi belum setengah ia minum, mobil jimin tiba-tiba berhenti mendadak, membuat minuman Joe tumpah ke mukanya bahkan kebajunya juga.
"Ahhhhh "Joe tersentak kaget
"Dasar kucing sialan, hampir saja aku menabrakmu!!! ," Ucap Jimin kesal
Baju Joe benar-benar basah terkena minuman itu, Joe bingung harus bagaimana, bajunya agak tipis membuat buah dadanya, terlihat sangat jelas, ia langsung menutupinya dengan tasnya.
"Dasar bodoh!! Cihh!! Kampungan sekali caramu minum sampai bisa tumpah seperti itu!! ", Gumam jimin
"Ini juga salahmu, mengerem mendadak," ucap Joe meninggi tanpa sadar siapa yang dia ajak bicara
"Wahhhh wahhh berani sekali kau membentakku dan menyalahkanku? Apakah tak pernah diajarkan sopan santun ha? Baiklah, jika itu maumu.. ", ucap jimin dengan wajah menggoda
Astaga, Joe lupa jika yang diajak bicara adalah kakak iparnya yang jahat itu, wajah Joe langsung berubah seperti wajah ketakutan
"Mianhae ( Maaf ) oppa, "aku tidak bermaksud membh ... ,
Ucapnya terpotong saat Jimin menarik pinggang Joe mendekat kearahnya dan langsung melahap bibir merah mungilnya itu. Joe pun kaget dibuatnya, bagaimana mungkin kakak iparnya melakukan seperti ini kepadanya?
Joe mendorong tubuh Jimin memukul dadanya berulang, tetapi Jimin tetap melahap bibir mungilnya itu.
Entah kenapa Jimin merasa menikmati ciuman ini, benda kenyal ini membuat sesuatu dibawah sana menjadi tegang. Sebelum melepaskan ciuman itu, Jimin meremas payudara Joe pelan.
"Oppa kau jahat sekali, biarkan aku turun disini!!" Ucap Joe parau karena air matanya mulai menetes.
Joe mencoba membuka pintu mobil itu akan tetapi tidak bisa, pintu itu dikunci oleh kakak iparnya itu.
"Jangan coba-coba ingin turun, atau kau ingin lebih dari tadi? Baiklah turunlah, akan kubuat dirimu lebih menangis dari sekarang," kata Dave
"Ayo turun, sudah kubuka pintu mobilnya, turunlah!!! ,"Kata jimin tak peduli
Joe bingung harus bagaimana, jika ia turun ia takut akan hal apa yang akan dilakukan oleh kakak iparnya nanti, akan tetapi jika tak turun, harga dirinya terasa dicabik-cabik olehnya. Joe hanya bisa menangis saat ini, ia memilih tidak turun dari sana.
"Kenapa? Gak jadi turun? , "Tanya Jimin
Joe tidak menjawab sepatah katapun,
"Aku sudah bilang, aku paling tidak suka jika pertanyaanku tidak dijawab!!" Jimin lalu melanjutkan perjalnananya
"Turunlah, belilah baju, 'kata jimin berhenti disebuah butik sambil melemparkan jas miliknya sebagai penutup bajunya yang basah
"Aku tidak perlu beli baju, bajuku masih banyak" 'jawab Joe
"Bajumu basah, kau mau pulang dengan baju seperti itu, cihh!! Menyedihkan sekali, "jimin
Turun, belilah satu, 'kata Jimin menyodorkan black card-nya
"Aku tidak mau ",'tolak Joe
Masih adakah perempuan yang tidak mau shopping dengan black card? Perempuan bodoh ini mungkin ingin menipuku dengan kepolosanya. 'gumam Dave dalam hati
"Aku tidak ingin mendengar penolakan, turunlah dan beli baju, aku tidak ingin mobilku basah karenamu, '" jimin
"Aku punya banyak baju dirumah, aku tidak perlu membeli baju, kau bisa membelikan baju anak panti asuhan dibanding membelikan bajuku mereka jauh lebih membutuhkan" ucap Joe penuh penekanan
Jimin dibuat galau dengan perkataan Joe, apakah benar yang dikatakan ya berasal dari hati? Atau justru tipu muslihatnya agar terlihat baik dihadapanya?
Bukankah saudara harusnya memiliki sifat yang sama? Elie sangat gila harta, bahkan ia tak perlu perhatianku, ia lebih memilih uang yang kuberikan. mobilnyaberikan. mobilnya dengan kecepatan sedang
------
Tolong yang suka novel ini komen. Nanti bakal aku up terus kalo banyak yang komen ;)