Setelah menunggu agak lama, tiba-tiba ada pesan masuk ke WA Rina berupa gambar dari Robi.
Saat Rina membuka gambar kiriman Robi, ia pun terbelalak melihat kejantanan milik Robi yang sedang tegak berdiri dengan bentuk panjang dan berurat hampir mirip dengan alat penis buatan milik Rina.
“Ini beneran Rob?” tanya Rina setengah tak percaya sambil Rina menelan ludahnya berkali-kali melihat penis milik sahabatnya itu.
“Heheh, ya iyalah beneran Rin! Kalo kamu gak percaya kapan-kapan kamu boleh liat langsung!” tantang Robi semakin berani ke Rina.
Deggg....Jantung Rina terasa berdegup kencang karena Rina mulai terangsang dengan ajakan Robi tersebut.
“Oiya Rob, kalo kamu gimana tuh salurin hasratmu, kan kamu belum kawin sampe sekarang?” tanya Rina tiba-tiba
“Ehmm....ya aku keluarin sambil nonton film anu di ponsel atau laptop, heheh!” balas Robi dengan santainya.
“Emang enak maen sendirian gituh?” tanya Rina lagi menyelidik.
“Yahhh...gimana lagi...yang penting aku bisa crot Rin, biar fresh pikiran!”
“Hemmm....Kalo dipikir-pikir nasib kita ini sebenarnya sama ya Rob!” ujar Rina dengan suara agak pelan.
“Iya ya Rin!” balas Roni dengan singkat.
“Ehhh...dah malem nih, aku mau bobo dulu yah!” ucap Rina sambil mulai menguap lebar mulutnya.
“Iya deh...ehhh...tapi Rin, besok-besok kita cari waktu yuk untuk kita bisa saling liat!”
“Liat apa Rob?” tanya Rina yang belum paham banget ide dan ajakan Robi tersebut.
“Ituloh...saling liat anu kita masing-masing!” ucap Robi blak-blakan.
“Emang kamu mau liat anuku?” tanya Rina yang semakin nekat.
“Ehmmm...aku sekarang sih cuma pengen ngintip dadamu Rin, heheh, kalo boleh!”
Agak lama Rina belum merespon permintaan Robi tersebut. Namun, tiba-tiba ada pesan masuk ke WA Robi berupa foto.
“Wahhhh....gede dan montok banget, Rin!” Eshhh...aku jadi ngaceng lagi nih!” ucap Robi sambil terbelalak melihat buah dada Rina yang meski masih terbungkus BH namun sudah nampak begitu mencuat di mata Robi.
“Sabar yah! Besok kita cari waktu untuk ena-ena deh!” balas Rina dan respon Rina itu membuat Robi girang bukan kepalang.
“Bener nih, awas kalo bohong yak, heheh!” ancam Robi sambil terkekeh.
“Liat aja besok yah, yuk ah bobo dulu!” ucap Rina mengakhiri obrolan mesum mereka malam itu.
***
Pagi dini hari sekitar pukul 04.30 saat Rina masih terlelap ternyata Rudi sang suami pulang ke rumah. Dengan mata masih berat Rina membukakan pintu depan untuk sang suami.
“Koq pulangnya pagi gelap gini sih abang?” sambil mata Rina kriyep-kriyep dan menguap tanda ia masih mengantuk.
“Iya maaf de, abang pulang pagi ini karena bantu bantu sodara di persiapan pernikahan sodara!” ucap Rudi sambil mengunci pintu depan kembali.
Rina pun berjalan kembali ke kasur di kamarnya untuk melanjutkan tidurnya. Rudi pun menyempatkan diri untuk duduk sebentar di dapur sambil ia minum air putih segelas. Setelahnya ia pun masuk ke kamar dan liatnya Rina telah kembali ngorok dalam tidurnya. Namun, karena posisi tidur Rina itu sehingga dasternya tersingkap dan terbukalah paha mulus dan pantat Rina yang setiap tidur ia memang selalu tak memakai celana dalam.
Hal itu membuat gairah Rudi tiba-tiba muncul untuk menjamah tubuh indah sang istri. Rudi pun membuka semua pakaiannya sehingga kini tubuhnya telanjang bulat dengan penisnya yang telah ngaceng berat. Perlahan Rudi naek ke atas kasur dan mendekati sang istri yang masih terlelap tidur.
“Hemm...indah banget tubuh istriku ini!” ucap Rudi dalam hati sambil mengelus bagian paha dan pantat milik Rina. Rudi pun merunduk dan mulai mencium paha mulus dan bagian pantat Rina. sementara Rina sama sekali tak menyadari sentuhan sang suami saat itu karena Rina memang sedang tertidur pulas.
Setelah puas menjamah paha dan pantat sang istri, Rudi yang nampaknya sudah sangat terangsang langsung menggeser tubuhya sehingga posisi selangkangan dan senjata tegang milik Rudi mengarah ke lubang milik Rina. Tanpa menunggu lama Rudi pun menghentak tubuh sang istri dengan mendorong masuk senjatanya ke lubang kenikmatan milik Rina.
“Heughhh...ahhh...slepppp...ahhhh!” maka masuklah batang senjata andalan milik Rudi itu ke dalam liang inti Rina. Tubuh Rina sesaat bergerak meski Rina sama sekali belum bangun dari tidurnya.
Rudi pun yang sudah sangat terangsang birahinya mulai menggenjot tubuh sang istri. Awalnya gerakannya cukup pelan tapi lama-lama karena nasfu yang makin membuncah gerakan genjotan Rudi ke pantat Rina makin cepat dan keras ia menekan.
Setelah sempat menggeser tubuh Rina menjadi terlentang, Rudi pun melanjutkan genjotannya dengan terlebih dahulu ia menyingkap daster sang istri sehingga dua bukit kembar milik Rina terpampang begitu menantang.
“Slerppp..cepp..cuppp..arghhh!” suara kecupan dan jilatan bibir serta lidah Rudi terdengar lagi subuh itu di kamar mereka.
Meski matanya masih terpejam namun Rina mulai merasakan gerakan dan jilatan di dadanya dan mulai merasakan terangsang oleh gerakan sang suami. Kedua tangan Rina mulai menjambak rambut Rudi sambil mendesah dan melenguh.
“Eshhh...ahhh...ahhh...masss....owhhh!:” desahan dan lenguhan Rina membakar semangat Rudi untuk menggenjot lebih kencang dan cepat.
Hingga akhirnya Rudi pun mencapai klimaksnya.
“Crottt...crottt...serrr...serrr...ahhhh...Rinaaa...enakkk!”
Rudi pun terkulai lemas disamping Rina, sementara Rina yang mulai terbangun dari tidurnya dan ia merasakan liang senggamanya telah basah. Ia pun menoleh ke samping dan dilihatnya sang suami sedang terlentang sambil terengah-engah nafasnya dan Rina melihat Rudi telanjang bulat.
“Hemmm...abang koq gak bilang-bilang kalo mau maen?” tanya Rina dengan nada kesal.
“Maafin saya de, tadi abang sudah gak tahan liat de tidur dasternya tersingkap gituh!” ucap Rudi kasih alasan.
“Terus abang sudah klimaks tadi?” tanya Rina masih dengan nada gusar.
“Ya de, abang tiba-tiba tadi pengen banget!” timpal Rudi sambil ia mulai memejamkan matanya.
“Heuhhh....!” Rina mendengus keras dan ia pun langsung bangun dengan membawa ponselnya serta Rina sempat mengambil penis buatan miliknya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang berlumuran cairan milik sang suami di bagian selangkangan Rina.
Sesampainya di kamar mandi Rina pun mengunci pintu kamar mandi dan ia membuka dasternya sehingga kini Rina telah telanjang bulat. Lalu Rina membuka isi pesan foto gambar penis milik Robi dan ia pun mengengkang dengan berlanjut menusuk liang senggamanya dengan penis buatan itu.
“Sleppp...ahhh...eshhhhh!” tangan Rina mulai menggerakan pensi buatan itu keluar dan masuk sambil ia menatap foto penis kiriman Robi semalam.
Tak lama kemudian Rina pun mencapai klimaksnya di kamar mandi itu.
“Esshh...ahhh...owhhh...crotttt...serrrr!” tubuh Rina sesaat bergetar menahan nikmat akibat semburan cairan di dalam liang senggamanya.
Sesudahnya Rina pun segera mandi dan membersihkan dirinya. Usainya ia menuju ke kamar untuk mengambil daster masih bersih. Saat di kamar itulah ia melihat sang suami telah ngorok pulas tertidur dengan tubuh masih telanjang. Rina pun sesaat menghelaa napas dan ia pun menuju dapur untuk memasak sarapan pagi untuk sang suami. Sambil menunggu Rudi bangun dari tidurnya.
Hari sudah menunjukkan pukul 6 pagi dan Rudi masih belum bangun dari tidurnya. Tiba-tiba ponsel Rina ada notif masuk dan itu ternyata dari Robi.
“Rin, gimana? Jadi gak kita ketemuan untuk anu?” tanya Robi di WA
“Ntar tunggu WA dari aku yah? Soale suamiku lagi ada di rumah nih!”
“Owh, ok Deh! Tapiii...Rina, aku pengen liat anu lagi deh!”
“Liat apaan?” Rina balik bertanya
“Yaa....liat bodimu? Hihih!” ucap Robi yang mulai mesum lagi.
“Aku lagi di dapur Rob!”
“Lagi pake apa?” tanya Robi yang terus penasaran
“Daster!” jawab Rina singkat.
“Seksi gak?” tanya Robi lagi
Rina lama tak menjawab namun tak lama kemudian ada pesan gambar masuk ke ponsel Robi dan itu dari Rina. Begitu Robi buka ia pun terbelalak melihat foto Rina lagi menungging di kasur kamarnya dengan daster tersingkap sehingga bentuk bokongnya sangat terlihat jelas. Robi yang melihatnya sambil menelan ludah berkali-kali dan ia pun langsung ngaceng berat.
“Gimana? Udah liat kan?” tanya Rina mengecek
“Gila Rin! seksi banget jadi bikin aku horny banget, gak tahan pengen jadinya!” ucap Robi lagi di pesan WA itu.
“Sabarrrr....!” jawab Rina santai
“Ehh...tapi tadi kata kamu lagi di dapur, koq tadi itu foto kamu lagi di kasur?” tanya Robi masih penasaran.
“Itu tadi malam aku fotonya, sebelum bobo!”
“Owh begitu, yayaya!”
“Ehhh...Rin! Kamu punya Lingerie gak?” tanya Robi tiba-tiba
“Belom punya Rob! Emang kenapa?”
“Owh, nanti deh aku belikan!”
“Hahhh? Serius?” tanya Rina terkaget
“Ya aku serius Rin, juga sekalian celana dalam G-String nanti aku belikan. Biar kamu keliatan seksi!” ucap Robi menyakinkan Rina. Rina pun girang bukan kepalang karena ada yang mau membelikan daleman untuknya.
“Hemmm..andai suamiku kayak kamu, Rob! Aku pasti bahagia banget!”
“Emangnya suami gak pernah belikan?” tanya Robi lagi
“Boro-boro Rob, beliin Celana Dalam aja gak pernah, apalagi Lingerie!” balas Rina lagi ke Robi di WA.
“Rob, nanti lagi ya, aku mau masak dulu nih untuk suami!” ucap Rina mengakhiri chat mereka.
“Ok Rin, ditunggu ya nanti siang!” balas Robi
Di dapur yang hangat, Rina pun kembali sibuk dengan berbagai bahan makanan untuk membuat sarapan favorit Rudi. Dia merasa bahwa dengan memberikan perhatian kepada suaminya melalui hidangan lezat, dia bisa memberikan sedikit kebahagiaan pada pagi itu.
Tapi kemudian, suasana hati Rina berubah. Dia mendengar langkah kaki dari koridor yang semakin mendekat. Rudi sudah terbangun dan keluar dari kamar tidurnya. Rina cepat-cepat menyembunyikan ponselnya ke dalam saku rok dapurnya.
Rudi dengan senyum, “Selamat pagi, Sayang.”
Rudi mengangguk, “Ya, aku merasa lapar. Ada apa di dapur?”
Rina menunjuk ke meja makan yang sudah diatur, “Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu. Semoga kamu suka.”
Rudi duduk di kursi, dan Rina mulai menyajikan makanan. Namun, suasana hati Rudi terasa berubah. Dia mendekati Rina, memeluknya dari belakang, dan mendekap erat tubuhnya.
Rina terkejut, “Mas Rudi, apa yang kamu lakukan?”
Rudi dengan lembut, “Sayang, aku merasa sangat dekat denganmu pagi ini. Aku ingin kita merasakannya lagi di kamar.”
Rina ragu, “Tapi, Mas Rudi, kan tadi sudah...”
Rudi memotong, “Aku tahu, tapi aku masih ingin lebih dekat denganmu, Sayang. kumohon, untukku!”
Rina merasa terjebak dalam situasi ini. Dia ingin menolak, mengingat kesibukannya di dapur dan perasaannya yang bertentangan, tetapi dia juga tidak ingin melawan perintah Rudi saat itu. Dengan enggan, dia akhirnya mengikuti permintaan suaminya.
Mereka pergi ke kamar dan Rina mencoba memenuhi keinginan Rudi, meskipun dia merasa tidak sepenuhnya nyaman. Saat semuanya berakhir, Rudi merasa puas, tetapi Rina merasa semakin berjarak secara emosional. Sebenarnya Rina ingin lebih dari sekadar memenuhi hasrat suaminya, dia ingin kedekatan emosional yang lebih dalam dalam hubungan mereka, namun sayangnya itu tak pernah Rina rasakan karena memang sejak awal Rina tak mencintai Rudi, meski belakangan Rudi makin menyayanginya.
Setelah Rina kembali ke dapur, Rina merasa kebingungan dan bimbang. Dia tahu dia perlu berbicara dengan Rudi tentang perasaannya, tetapi dia tidak tahu bagaimana melakukannya tanpa melukainya.
Tiba-tiba ponsel Rina ada notif pesan masuk dan itu dari Robi.
Robi mengirim pesan, “Rina, Gimana?”
Rina mengirim pesan, “Robi, pagi ini... Aku merasa terjebak. Tadi aku kembali harus melayani keinginan mas Rudi di kamar, tapi saya terpaksa dan aku gak dapet enaknya. Cuma untuk sekedar melaksakan tugas sebagai istri saja untuk memuaskan suami.”
“Aku turut prihatin Rin!” ujar Robi diujung sana
“Jadi kamu tunggu info dari saya yah! Nunggu mas Rudi berangkat kerja!” ucap Rina yang masih terasa tak bersemangat karena kejadian tadi di kamar.
“Ok, kira-kira jam berapa kamu infokan ke aku Rin?”
“Siang kira-kira jam 11 deh ya!” balas pesan dari Rina lagi,
“Ok deh!” balas Robi
Sementara itu Robi yang masih di rumahnya sendirian di kamar, ia sedang melampiaskan keinginannya dengan menonton film biru dan juga foto seksi Rina yang semalam Rina kirim lewat pesan WA. Tak berapa lama kemudian Robi pun mencapai klimaksnya. Namun, dalam hatinya memang kuranglah nikmat karena seharusnya ia merasakan dengan tubuh wanita yang asli semisal nanti jika ia jadi ketemuan dengan Rina.
“Hemm...kalo begini terus bisa repot nih aku!” ujar Robi dalam hati
“Semoga Rina, siang nani jadi mau ketemuan!” ucap Robi lagi dalam hati.
Sementara itu Rina sambil kembali sibuk di dapur pikirannya pun membayangkan seandainya ia bisa bercinta dengan Robi apalagi semalam ia sempat melihat kejantanan Robi yang mirip dengan alat pemuas yang ia miliki.
Sekitar pukul 9 tiba-tiba Rudi muncul di dapur dan sudah berpakaian rapih nampaknya untuk kembali berangkat ke tempat kerjanya.
“Rina, saya tiba-tiba dapat telpon dari kantor ada rapat mendadak!” ucap Rudi sambil bersiap berangkat
“Loh, ini belum jadi sarapan donk mas?” tanya Rina
“Gapapa, nanti di kantor saja! Saya jalan dulu ya!” Rudi pun terlihat buru-buru sementara Rina hanya menghela nafas melihat ulah suaminya itu. Rina pun tak melanjutkan masaknya di dapur. Segera saja ia mengambil ponselnya untuk menelpon Robi.
“Halo, Rob! Mas Rudi barusan buru-buru berangkat ke kantornya, katanya ada rapat mendadak!”
“Nah, kebetulan donk, kapan kita ketemuan nih?” tanya Robi penuh antusias.
“Jam 13 siang aja deh! Tapi dimana ya?” tiba-tiba Rina baru inget kalo ia belum mencari atau pun memesan penginapan.
“Biar aku yang cari, ntar aku hubungi, aku sekarang jalan deh nyari penginapan!” ucap Robi dengan semangat.
“Ok, Rob, aku mandi dulu deh!” balas Rina dan mereka pun mengakhiri telponan.
Robi pun segera memacu motornya mencari penginapan yang ia rasa cukup aman untuk Ia dan Rina berduaan. Setelah muter-muter sekitar sejam akhirnya Robi berhasil mendapatkan penginapan yang cukup nyaman dan Robi pun langsung memesan satu kamar yang letaknya agak di belakang di dalam area penginapan kelas melati itu.
“Halo, Rin! Aku sudah dapet nih! Ini aku kirim share loc nya yah !” ucap Robi ditelpon dengan nada riang.
“Iya siap, Rob! Jadi jam 11an ya?” tanya Rina lagi
“Iya jam 11 ya ntar aku datang duluan, kamu langsung aja ke kamar nomor 10 ya!”
Mereka pun menutup pembicaraan di telpon itu. Sementara itu Rudi telah memacu motornya menuju sebuah tempat. Ternyata Rudi tidak menuju kantornya melainkan ia malah menuju suatu tempat dan Ketika Rudi telah sampai di tempat itu di depan sebuah pintu kamar ia pun mengetuknya.
“Tok...tok...tokkk...ini saya bu Bos!” ucap Rudi dengan suara pelan lalu Rudi sempat menengok ke kiri dan ke kanan seolah ia tak ingin terlihat oleh orang lain.
“Ceklekkk....! Ayo buruan masuk!” seorang perempuan cantik tiba-tiba muncul dari dalam kamar itu.
Ternyata Rudi bukan ke kantornya melainkan ia malah sedang bertemu dengan seorang wanita cantik dan bertubuh sintal serta berpakaian rapih.