Sampul Novel Ketagihan Menjadi Penguntit

Ketagihan Menjadi Penguntit

9.7 / 10.0
Kisah menegangkan dalam novel modern "Ketagihan Menjadi Penguntit" bermula dari perjalanan biasa di kendaraan umum. Tokoh utama menyadari adanya tatapan intens dari seorang pria asing yang terus mengawasinya. Tanpa disadari, setiap keputusan yang diambil justru membawanya berjalan masuk lebih dalam ke dalam jebakan yang telah dipersiapkan dengan rapi. Di persimpangan antara romansa misterius dan bahaya yang mengintai, ia harus menghadapi konsekuensi dari perangkap obsesi yang tak kasat mata ini.
Ringkasan Ketagihan Menjadi Penguntit
Kisah menegangkan dalam novel modern "Ketagihan Menjadi Penguntit" bermula dari perjalanan biasa di kendaraan umum. Tokoh utama menyadari adanya tatapan intens dari seorang pria asing yang terus mengawasinya. Tanpa disadari, setiap keputusan yang diambil justru membawanya berjalan masuk lebih dalam ke dalam jebakan yang telah dipersiapkan dengan rapi. Di persimpangan antara romansa misterius dan bahaya yang mengintai, ia harus menghadapi konsekuensi dari perangkap obsesi yang tak kasat mata ini.
Baca Selengkapnya

Ketagihan Menjadi Penguntit Bab 1

Diawasi oleh pria asing saat sedang naik kendaraan umum, selangkah demi selangkah memasuki perangkap ....

Di dalam kendaraan umum di tengah malam, tangan seseorang perlahan menjulur ke arah bagian bawah rok yang kukenakan. Napas panas seorang pria asing berembus dari belakang telingaku.

Aku menggenggam pintu kaca dengan erat. Aku tak bisa melihat rupa wajah pria itu dan hanya bisa merasakan lututnya sedang menempel di paha kakiku dengan sangat jelas.

"Nona cantik, ini adalah langkah pertamamu menuju neraka!"

Di tengah musim kemarau, rasa panas dan lembab menghantui setiap hari. Udara di tengah malam terasa pengap seakan baru saja turun hujan.

Aku naik kendaraan umum dengan keadaan sekujur tubuh yang lepek.

Aroma air hujan bercampur dengan bau keringat yang memenuhi seluruh bus. Aku berdiri di posisi bus yang berada dekat dengan pintu.

Terkadang rintik hujan yang dingin dan tipis membasahi wajahku.

Aku menghirup udara yang terasa amat dingin. Saat melihat bajuku yang dalam keadaan basah kuyup, aku tanpa sadar menarik kerah bajuku. Kain pakaian yang basah menempel pada permukaan kulitku dan terasa sangat tidak nyaman.

Di sekitar sini ada sebuah perusahaan rintisan digital yang sangat terkenal, sehingga banyak sekali karyawan yang baru saja pulang dari kantor naik bus pada waktu ini. Kadang kala ada sesuatu yang membentur pahaku, lalu tiba-tiba saja ada perasaan yang sangat aneh datang begitu saja. Aku sontak terkejut dan menoleh ke arah belakang.

Ternyata itu hanya sebuah tas jinjing.

Kelihatannya hanya perasaanku saja.

Aku menghela napas lega. Rambut poniku yang lepek terus meneteskan air.

Seiring pergerakan bus saat melaju, orang-orang sekitar terkadang akan bersandar pada tubuhku. Aku yang sudah tak tahan lagi dalam keadaan itu sontak mendengus kesal sembari menjauhi penumpang lainnya.

Tepat pada saat ini, aku tak sengaja menginjak sepasang sepatu kulit.

Aku tak mendongakkan kepala dan hanya mengucapkan permintaan maaf.

Bus tiba-tiba mengerem mendadak, sehingga membuatku terdorong ke pintu kaca bus.

Ketika aku hendak menegapkan kembali tubuhku, tiba-tiba ada tangan seseorang yang hangat mengelus bagian paha kakiku.

Aku terkejut dan menoleh ke arah tangan itu berasal, tetapi aku tak menemukan satu pun pria yang mencurigakan.

Orang yang ada di belakangku adalah seorang pemuda yang sedang sibuk memainkan ponselnya.

Sementara tangan itu masih mengelus pahaku. Telapak tangan tersebut terasa sangat kasar, kulitku terasa sangat geli saat dia mengeluskan tangannya.

Jantungku berdebar dengan sangat kencang dan pria itu semakin berani melakukan aksinya. Di dalam benakku muncul berbagai kemungkinan hingga akhirnya aku yakin bahwa aku sedang mengalami suatu peristiwa!

Tak kusangka aku akan mengalami pelecehan seksual pada saat naik bus!

Aku ingin menghindari tangan pria itu, tetapi aku terjebak dan tak bisa pergi dari tempatku berdiri saat ini.

Napas yang panas berembus dari belakang telingaku, kulit kepalaku terasa kaku.

"Aku tak akan berteriak kalau kamu sekarang melepaskan tanganmu, tapi kalau ...."

Tangan pria itu menjulur ke dalam kain rokku yang tipis sebelum aku sempat selesai bicara.

Aku terkejut dan panik. Aku hendak berteriak meminta pertolongan, tetapi pria itu segera membekap mulutku dengan tangannya yang besar itu.

Dia menggerak-gerakkan jari tangannya di dalam mulutku dan menekan lidahku dengan kuat.

Saat hendak berteriak, aku hanya bisa mengeluarkan suara rintihan yang amat pelan.

Aku menjadi lebih takut karena sama sekali tak bisa melihat rupa pria itu, aku melihat ke sekeliling untuk meminta pertolongan.

Akan tetapi, pada saat ini sekujur tubuhku terasa sangat lemas dan tak bertenaga.

Air mata rasa malu karena dilecehkan mengalir dengan deras, tubuhku gemetar hebat. Aku berharap pria itu akan melepaskanku, tetapi yang terjadi malah sebaliknya.

Aku merasa sangat serba salah.

Saat memperhatikan orang-orang yang berlalu-lalang di hadapanku, aku bahkan bisa merasakan tatapan mata mereka yang tertuju padaku.

Kedua kakiku bergetar dengan hebat, rasa malu menghantuiku hingga membuatku ingin segera turun dari bus ini dan bersembunyi dari tatapan semua orang.

Aku tak menyangka hal seperti ini akan menimpa pada diriku.

Pandangan mataku mendadak bertatapan langsung dengan seorang pria yang berdiri di sampingku.

Tepat pada saat aku ingin meminta pertolongan melalui sorot mataku, pria itu tiba-tiba bersiul dan menyampingkan kepalanya.

Semua orang yang ada di dalam bus langsung mundur beramai-ramai ke belakang.

Tatapan mata mereka semua sangat tajam, seolah mereka sudah menyadari sedari awal bahwa terjadi sesuatu yang tidak senonoh di sudut bus.

Kepalaku bergoyang ke sana kemari.

"Aku akan memberikan apa pun yang kamu mau, tapi aku mohon, tolong lepaskan aku."

Saat baru saja selesai bicara, bus berhenti dengan perlahan.

Rasa puas tiba-tiba menghilang dan tergantikan oleh perasaan yang hampa.

Aku tertegun tepat di tempatku berdiri.

Para penumpang yang ada di belakangku terus berteriak, "Cepat turun!"

Isi kepalaku menjadi kosong, sementara telingaku berdengung. Ketika pria itu hendak turun dari bus, dia sempat berbisik di samping telingaku, "Nona cantik, ini adalah langkah pertamamu menuju neraka!"

Entah sudah berlalu berapa lama hingga akhirnya aku turun dari bus karena didorong oleh penumpang dari belakang dan terjatuh di genangan air.

Lumpur yang dingin mengotori sekujur tubuhku.

Orang-orang yang ada di sekitar menatapku dengan sorot mata yang aneh.

Aku bernapas dengan terengah-engah, tubuhku terasa lemas hingga tak bisa bangkit berdiri untuk waktu yang cukup lama.

Aku barusan bahkan membayangkan kalau pria bajingan itu akan melakukan hal yang lebih keterlaluan kepadaku.

Aku pulang ke rumah dengan keadaan pikiran yang kosong, bahkan aku langsung terduduk di atas lantai begitu masuk ke dalam rumah tanpa melepas bajuku yang sudah kotor.

Hormon endorfin menjalar dari bagian bawah tubuhku dan rasa itu tak dapat membohongiku. Aku barusan memang bereaksi saat disentuh oleh pria bajingan tersebut.

Kenapa di kondisi seperti itu, aku malah ....

Aku bernapas dengan terengah-engah, seakan aku masih bisa merasakan rasa yang ditinggalkan oleh pria itu di dalam tenggorokanku.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Ketagihan Menjadi Penguntit

Ch. 1 Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil tanpa sengaja menemukan patung beruang di jalan dan membawanya pulang untuk dirawat dengan tulus. Ia tidak pernah menduga bahwa benda mati tersebut sebenarnya adalah inkarnasi dari sosok dewa muda yang sangat kuat. Wujud beruang itu terus bertahan menemani Melinda hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang cantik. Namun, sebuah konflik menegangkan mendadak muncul dan menguji ikatan unik mereka. Akankah kisah cinta antara manusia dan dewa ini berujung pada kebahagiaan?
Sampul Novel En-PD153
8.9
Kekasih lama yang kusangka sudah mati tiba-tiba kembali dengan membawa wanita hamil yang katanya telah menolongnya. Dengan lancang, dia menyuruhku tinggal bersama mereka dan menawarkan janji pernikahan palsu demi menikahi perempuan itu. Sebagai putri bangsawan sekaligus menantu dari dinasti konglomerat, aku menolak menjadi simpanan. Jika dia memilih melepaskan kemewahan ini, aku akan memastikan dia jatuh miskin tanpa sisa.
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam, Shila harus menahan rasa sakit saat Sam menyentuhnya dengan begitu intim. Di tengah situasi yang sangat berisiko ini, Sam berbisik setengah berbisik, meminta Shila agar tidak bersuara. Ia mengingatkan bahwa ayah dan ibu Shila bisa saja terbangun dan memergoki mereka. Ketegangan pun kian memuncak saat keduanya berusaha keras menyembunyikan hubungan rahasia ini dari jangkauan orang tua Shila yang berada di rumah yang sama.
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa untuk pembaca usia 21 tahun ke atas ini menguak sisi kehidupan tersembunyi yang jarang dibahas. Di balik topeng kesucian, terdapat luka mendalam, dilema, serta kerinduan emosional yang rumit. Melalui penyampaian yang realistis dan eksplisit, Anda diajak merenungkan jati diri di tengah kegelapan demi meraih titik terang. Sebuah bacaan penuh makna tentang pencarian hakikat hidup dan cinta yang berliku, siap memberikan sudut pandang baru yang mendalam bagi pembacanya.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Kasih sayang mendalam sebagai ibu memaksa Neva Zetrix mengesampingkan harga dirinya demi melindungi sang anak yang tak berdosa. Setiap hari, ia harus tunduk dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson yang sangat dominan. Demi keselamatan buah hatinya, Neva rela bertahan melewati penderitaan batin dan tekanan konstan. Kisah perjuangan penuh pengorbanan ini memperlihatkan ketegaran seorang wanita dalam menghadapi peliknya dinamika hubungan yang menjerat hidupnya.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang di sekitarku tewas secara mengerikan. Mulai dari sahabat, kerabat dekat, hingga musuh-musuh yang pernah berbuat jahat kepadaku, semua berakhir tragis. Sang pembunuh berdarah dingin beraksi sangat rapi tanpa meninggalkan bukti sedikit pun. Teror mencekam ini terus berlanjut, memakan korban baru tanpa bisa dihentikan. Kini, di tengah misteri yang tak terpecahkan, nyawaku sendiri pun terancam menjadi target berikutnya dari sosok misterius yang mengintai.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED