Sampul Novel Kembalinya Sang Penguasa

Kembalinya Sang Penguasa

9.0 / 10.0
Insiden ledakan rumah yang menewaskan sepasang suami istri memicu kepanikan besar di kalangan militer dan kepolisian. Kejadian tragis ini, ditambah dengan hilangnya putri mereka, memicu kembalinya sosok legendaris, Red Everlasting Dragon. Demi membalas kematian orang tua serta menyelamatkan adiknya yang diculik, sang penguasa dunia yang ditakuti ini memutuskan turun gunung. Dengan amarah membara, ia bersumpah menghancurkan para pelaku tanpa ampun dan siap mengguncang tatanan dunia.

Kembalinya Sang Penguasa Bab 1

"Astaga... ini sungguh melelahkan."

Arinda, seorang wanita cantik berambut pendek dengan seragam polisi tiba-tiba mengeluh di dalam kantornya.

Pada malam hari, wanita yang baru berumur 23 tahun dan sudah menjadi inspektur polisi tingkat satu itu merasa tak berdaya saat memeriksa semua laporan di depannya.

"Belum selesai dengan kasus-kasus yang belum terselesaikan, ini adalagi kasus yang sangat merepotkan."

Mengambil berkas-berkas laporan di atas meja, Arinda mengerutkan keningnya dan bergumam, "Sebuah rumah meledak secara tiba-tiba di siang hari saat semua orang masih beraktivitas tapi tidak ada satupun bukti yang tertinggal. Tidak ada saksi mata, dan hanya ada laporan tentang korban suami istri yang meninggal, serta gadis kecil yang hilang."

"Lokasi kejadian terjadi diperkotaan yang padat penduduk, tapi tidak ada satupun yang menyadarinya, ini benar-benar tidak biasa!"

Alis Arinda semakin berkerut saat terus membacanya, dan akhirnya hanya mendesah tidak berdaya. "Orang-orang ini benar-benar ahli. Siapa yang bisa melakukan hal-hal semacam ini dengan sangat sempurna?"

Menghela nafas panjang, Arinda yang merasa lelah dan bingung mulai memijat keningnya yang mulai sakit, dan menutup mata.

Bahkan jika Arinda masih muda, dan sangat cekatan pada hari-hari biasa, dia masih tidak bisa memahaminya sama sekali dan hanya bisa berharap akan ada petunjuk yang datang.

Hanya saja, dia tampak menjadi ceroboh sampai-sampai tidak menyadari bahwa ada orang asing yang masuk ke ruangannya, dan sudah berdiri di depan mejanya.

"Siapa dia?"

Satu pertanyaan yang terdengar segera membuat tubuh Arinda tegang, dan dengan spontan mengangkat kepalanya.

Hanya saja, saat sudah mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang bertanya, Arinda merasa seluruh tubuhnya merinding, dan jantungnya berdetak lebih kencang.

Takut!

Yah! Ketakutan adalah apa yang Arinda rasakan saat melihat mata hitam dingin tanpa emosi, serta perasaan aneh yang muncul di udara, dan tiba-tiba membuat seluruh tubuhnya terasa dingin.

Wanita itu tidak tahu apa yang terjadi, tapi saat menyaksikan mata pihak lain, dia tiba-tiba hanya ingin melarikan diri.

"Ka-ka-kau...siapa kau?"

Bahkan jika Arinda adalah seorang polisi dan telah melihat banyak jenis berandalan selama bertugas, dia masih tidak bisa menahan hatinya untuk tidak merasa ketakutan.

Karena pada saat ini, mata tanpa emosi, yang samar-samar terlihat melalui rambut gondrong tak beraturan dan hampir menutupi seluruh wajah orang di depannya itu seperti tatapan dari seekor binatang buas.

Benar! Arinda tidak bisa melihat wajahnya, tapi dia tahu jika orang didepannya adalah seorang pria, dan masih sangat berbahaya.

Bahkan jika saat ini pria aneh dengan rambut gondrong, dan pakaian seperti pengemis itu terlihat menyedihkan, ada aura intimidasi yang membuat hati Arinda kewalahan.

"Jalan Aa Rahmat, no 45. Atas nama kepala Keluarga Sundara. Satu gadis kecil menghilang dan kedua orang tuanya mati terbakar, siapa yang melakukannya?" Masih tanpa emosi dan ekpresi, suara pria itu terdengar lagi.

"A-a-ku..."

Untuk pertama kalinya sebagai seorang polisi, saat mendengar dengan jelas suara pria itu, seluruh tubuh Arinda tiba-tiba bergetar, dan akhirnya bisa merasakan apa itu perasaan akan kematian.

Arinda hampir tidak bisa bernafas dan bergerak. Tapi entah kapan, polisi wanita itu tiba-tiba merasakan suasana di sekitarnya kembali stabil, dan dia bisa kembali bernafas dengan tenang.

Menghela nafas panjang selama beberapa saat untuk menstabilkan emosinya, akhirnya Arinda bisa berpikir lenih jernih dan kembali duduk dengan tenang.

Mengawasi orang yang seperti pengemis di depannya ini, Arinda dengan suara yang dipaksakan berkata, "Pak, atau tuan ini, disini adalah kantor polisi, dan semua hal tentang apapun yang dilaporkan harus melalui protokol yang telah ditetapkan."

"Tuan ini, malam-malam seperti ini datang seperti ini, apakah ada yang bisa saya bantu?" Bertanya seperti ini, Arinda sebenarnya hanya mencoba untuk tetap tersenyum dan berkata dengan sopan terlepas dari semua kekacuan dihatinya,

Hanya saja, pria itu masih tanpa ekspresi, dan hanya berdiri di sana tanpa suara sama sekali.

Dia hanya diam dan tak bergerak seperti patung, yang hanya mengawasi polisi wanita didepannya tanpa kepastian.

Pada akhirnya, itu membuat suasana kembali tegang.

Arinda benar-benar tidak tahu dan tidak mengerti, tapi sebagai aparat negara, dia mencoba untuk tetap tenang, dan tersenyum sekali lagi sebelum berkata, "Tuan, nama saya adalah Arinda. Saya adalah satu-satunya inspektur polisi yang bertugas di kantor malam ini. Jika Tuan memiliki keluhan atau apapun itu, Anda bisa--"

"Siapa? Siapa yang melakukannya? Siapa orang bodoh yang berani untuk menargetkan Sundara? Katakan, siapa pelakunya?"

"Hah?" Di hentikan dan diberikan pertanyaan yang sama untuk ketiga kalinya, jiwa polisi Arinda berontak dan semua ketakutan di awal tiba-tiba menghilang begitu saja.

Mengabaikan semua identitas dan sebagainya, Arinda marah saat mengira bahwa orang yang tampaknya gila ini sepertinya sedang mempermainkan dirinya.

Menempatkan kedua tangannya di atas meja, dan mengawasi pria asing didepannya dari atas kebawah, dengan nada sedikit dingin Arinda berkata, "Jika tidak ada yang ingin dilaporkan, sebaiknya Anda keluar."

"Hum..."

Bersamaan dengan suara pelan tapi berat penuh penekanan itu, Arinda tiba-tiba merasakan bahwa ada tekanan luar bisa yang entah darimana datangnya, dan membuat seisi ruangan sesak.

Tidak, bukan hanya ruangan, tapi hati dan nafas Arinda juga mengalaminya.

Sulit bernafas, dan perasaan dingin menjalar di seluruh tubuhnya.

Tapi, Arinda adalah seorang polisi dan bukan orang biasa.

Meskipun hati dan pikirannya kewalahan, dia masih bisa tetap menstabilkan posisinya dan secara perlahan-lahan menurunkan tangan kanannya ke bawah meja.

Memegang sebuah pistol yang memang sudah ada di sana sejak awal, Arinda bertekad untuk tidak tunduk kepada orang asing ini, dan dengan tegas serta dingin menatapnya tanpa sedikitpun ketakutan.

Dau orang, satu pria gelandangan dan polwan saling memandang dalam suasana yang tegang.

Tidak ada yang mengalah dari keduanya.

Entah telah berapa lama waktu berjalan, pria asing itu akhirnya menggerakkan kepalanya, dan mengarahkan pandangannya ke arah lain.

Arinda sedikit lega saat menyaksikan pria itu akhirnya menyerah dan mengalihkan pandangannya.

Akan tetapi, saat mengetahui dimana orang asing itu melihat, kemarahan kembali muncul di hatinya.

"Katakan pada atasanmu jika "R E D" ingin meminta penjelasan."

"Hah...apa?" Arinda yang akan berbicara segera terkejut saat mendengar perintah itu.

Perintah? Bukankah ini adalah kantor polisi? Dengan identitasnya, selain atasannya, siapa yang berhak memberinya perintah?

Tapi, pria asing dan gila ini memberikan dirinya perintah?

Beraninya dia?

Arinda marah dan tiba-tiba berdiri, tapi saat tersadar, dia sudah tidak melihat orang asing barusan.

Apa yang ada sekarang adalah ruangan kantor yang sunyi senyap, serta pandangan dari pintu kantor yang tidak tertutup, dan menampilkan pemandangan yang membuat jantungnya kembali berdetak dengan cepat.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kembalinya Sang Penguasa

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya menghidupi kedua buah hati sendirian. Di masa sulit ini, Damar hadir. Sang ipar menaruh dendam akibat skandal masa lalu yang melibatkan rahasia saudara kembar Kayra. Sempat menolak mengakui darah daging dari relasi itu, Damar akhirnya luluh melihat kemiripan sang bayi. Akankah takdir baru bersama Damar ini menjadi akhir dari penderitaan panjang Kayra?
Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun membina rumah tangga, Jessica hanya mendapatkan kepedihan dari Aaron. Usai perceraian mereka, ia memilih mandiri dan sukses membangun karier sebagai desainer tersohor tanpa sokongan finansial keluarga. Namun, di tengah keberhasilan dan kebahagiaan barunya, Aaron muncul lagi dengan penyesalan mendalam. Sang mantan suami kini memohon dimaafkan dan meminta peluang kedua. Akankah Jessica luluh atau memilih menutup rapat pintu hatinya?
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berbalik total setelah sebuah rahasia di kampusnya terungkap. Ezza, sosok suami yang dinikahinya melalui perjodohan orang tua, mendadak hadir sebagai dosen baru di tempatnya berkuliah. Kemunculan Ezza yang tiba-tiba di hadapannya memicu kecurigaan besar dalam benak Bunga. Ia pun mulai mempertanyakan tujuan sebenarnya dari sang suami. Apakah ada motif terselubung di balik keputusan Ezza, ataukah semua ini murni ketidaksengajaan?
Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Divonis kanker rahim stadium lanjut membuat Fatma harus mengubur mimpinya memiliki keturunan. Demi membahagiakan Satria, ia bahkan rela memohon sambil menangis agar sang suami bersedia menikah lagi. Satria sempat menolak rencana itu karena tidak ingin melukai perasaannya. Namun, di balik pengorbanan tulus Fatma sebagai bukti cinta terakhirnya, sebuah kenyataan pahit justru terungkap. Fatma harus menerima fakta menyakitkan bahwa suaminya ternyata tidak pernah mencintainya.
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima tega menguji ketulusanku lewat obsesi kejam mereka pada Sandra. Puncaknya, demi menyelamatkan perempuan itu dalam sebuah kecelakaan, mereka membiarkan tanganku hancur hingga karier musikku hancur total. Reaksi diamku saat liontin peninggalan ibu dihancurkan Sandra membuat mereka heran. Namun di rumah sakit ini, cintaku telah mati. Aku sadar ini hanyalah sangkar penyiksaan. Kini, aku bersiap untuk pergi dan membalas semua kepedihan ini.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika mengurus ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali bersama mentornya, Charli. Di sana, ia terpikat oleh Andini Wijaya, pemilik sekolah yang mandiri. Namun, hubungan mereka diuji saat mantan kekasih Andini, Junot, tiba-tiba kembali. Masalah kian rumit karena Lily, adik Andini, bertekad merebut Randika demi mendapat pengakuan dari ayah mereka, Sigit Wijaya. Di tengah bayang-bayang masa lalu dan ambisi keluarga Wijaya, akankah cinta Randika dan Andini tetap bertahan?

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED