Bab 2

Dua tahun kemudian, di London,

"Guys, nggak berasa ya bulan depan kita udah balik ke Indonesia, semoga aja lancar dan nggak ada halangan ya" ucap Dita.

"Nggak nyangka gue, kita tuh bener-bener udah hampir 2 dekade barengan ya" timpal Rani

"Gue juga nggak sabar nih pengen cepet-cepet balik ke Indonesia dan praktek bareng kalian" sahut Kania.

Walaupun mereka kuliah di Fakultas dan Universitas yang sama, namun mereka mengambil spesialis yang berbeda.

Dita, dan Rani yang mengambil spesialis kandungan, Kania spesialis anak, Dino spesialis penyakit dalam, dan Angga spesialis bedah syaraf.

Hari-hari mereka selalu diisi dengan belajar, bermain, bercanda, hang out bareng.

Kuliah kedokteran dengan tugas dan praktek yang padatpun mereka jalani dengan happy tanpa ada beban karena kebersamaan mereka, sehingga mereka bisa lulus lebih cepat dan mendapat nilai cum laude.

***

Pagi-pagi yang kebetulan hari minggu Dita, Kania, Rani, Angga, dan Dino rencana akan pergi ke Ashmolean Museum dan Bodleian Library.

Tiba-tiba mereka dikagetkan dengan kedatangan Darma Kakak dari Dino beserta Teman-temannya Bagas dan Tony yang baru sampai di Mansion Dino.

Darma, Bagas dan Tony rencananya malam nanti mereka akan datang ke pertemuan dengan para investor dan rekan bisnis lainnya di Le Manoir aux Quat'Saisons, A Belmond Hotel.

"Lho, bang lo ke sini nggak bilang-bilang" tanya Dino yang kaget melihat kedatangan Darma dan Teman-temannya itu,

"Gue udah info Uncle Robbin untuk siappin 3 kamar, karna malam ini sampai lusa kita mau nginep disini, nanti malam gue mau ada pertemuan di deket sini, jadi sekalian aja nginep di sini" jawab Darma, sambil menatap Teman-teman dino.

"Kalian mau pergi?" tanya Darma kemudian,

"Iya, ini kan weekend, cari hiburanlah hehe" jawab Dino, lalu Dino menyapa Bagas dan Tony

"Hai Kak Bagas, Kak Tony, apa kabar?" tanya Dino

"Baik, kita numpang disini ya Din" jawab Tony, sementara Bagas hanya tersenyum menjawab pertanyaan Dino.

Tanpa sengaja mata Bagas menatap Dita, entah kenapa sejak turun dari mobil tadi mata Bagas langsung terkesima melihat Dita yang baru keluar rumah, Bagas merasakan getaran di hatinya melihat wajah cantik dan pembawaan gadis itu. Dita seperti bunga yang bersinar di tengah Teman-temannya.

Aneh padahal selama ini Bagas tidak pernah peduli dengan wanita manapun secantik apapun wanita itu, disamping dia sadar kalau dia sudah punya Istri,

Walaupun Bagas belum pernah bertemu Istrinya dan pernikahan mereka atas dasar perjodohan tapi Bagas memegang komitmen yang sudah ia buat itu. dan tidak mau mengkhianati komitmen itu. ia juga tidak ingin mengecewakan Papi Fahri dan juga kedua Orang Tua nya.

Dita memiliki wajah yang sangat cantik dengan dagu yang lancip, hidung kecil mancung, mata yang indah, bibir tipis yang berwarna merah muda, dan kulit yang putih bersih dengan riasan tipis membuat bagas melirik Dita tanpa berkedip.

"Ok Kak, kita pergi dulu ya Kak, selamat istirahat Kak" ucap Dino pamit kepada Darma, Bagas, dan Tony, sambil berlalu dari mereka, menyadarkan Bagas yang terus terkesima melihat Dita.

Darma mengajak Teman-temannya untuk masuk, sementara Dino, Dita, Angga, Rani, dan Kania berjalan menuju ke Ashmolean Museum.

***

Pada sore hari, Darma beserta Bagas dan Tony bersiap-siap untuk datang ke pertemuan mereka.

Sementara Dita, Kania, Rani, Angga dan Dino sedang menikmati makan malam mereka di The Porterhouse,

Jam 8 malam Dino dan Teman-temannya pun akhirnya sampai di Mansion, mereka langsung masuk ke kamar mereka masing-masing membersihkan diri dan tidur.

Jam 2 malam Dita bangun dan ingin mengambil minum ke Dapur, tanpa sengaja melihat ruang tv masih menyala, ternyata ada Bagas dan Tony yang masih berkutat dengan dokumen-dokumen di meja.

Dita lalu menyapa mereka "hai Kak, belum tidur?" sapa Dita ramah

"Belum, kamu sendiri belum tidur?" jawab Tony

"Iya, mau ambil minum nih Kak" jawab Dita sambil berlalu ke Dapur.

Bagas hanya menatap Dita tanpa menjawab apapun, tapi pandangannya mengikuti Dita dengan jantung berdetak kencang, sampai Dita selesai mengambil minum dan akan kekamarnya di lantai 2.

"Aku naik ke atas duluan ya Kak" pamit Dita sambil tersenyum yang membuat Bagas makin terkesima melihat senyuman Dita.

"Ok, met tidur ya" jawab Tony.

Tony yang sudah sangat mengenal Bagas, merasa aneh melihat Bagas yang menatap Dita.

"Woy Gas, kenapa lo jadi bengong gitu liat temennya Dino?" tanya Tony, Bagas pun langsung memegang berkas dan menghiraukan pertanyaan Tony,

"Inget lo itu udah punya Istri, jangan ngelirik-lirik cewek lain lagi, apalagi sampai enggak kedip begitu" ledek Tony

"Ya walaupun gue akuin temennya Dino itu emang cantik banget sih ya, ramah banget lagi" sambung Tony lagi,

"Apa sih Ton, udah kerjain lagi aja ini, emangnya lo nggak mau istirahat juga" jawab Bagas, dan mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka.

Pagi harinya, Dita, Kania, Rani, Angga, dan Dino sudah di meja makan untuk sarapan bersama.

Mereka sarapan sambil melakukan tanya jawab untuk persiapan ujian mereka hari ini.

Mereka akan ujian akhir di kampus, kemudian praktek di NHS Oxford University Hospital.

Di tengah diskusi mereka, Darma, Bagas, dan Tony bergabung untuk sarapan setelah mereka kembali dari golf yang dekat dengan Mansion mereka.

"Udah selesai sarapan?" tanya Darma ke mereka berlima,

Dita, Kania, Rani, Dino, dan Angga sudah bersiap berdiri dan mengambil tas mereka.

"Udah Bang, Kami jalan duluan ya, hari ini ada ujian soalnya" jawab Dino sambil berdiri dan pamit ke Kakaknya dan Teman-temannya itu.

"Ya udah, good luck ya kalian" ucap Darma.

Bagas yang dari tadi melirik ke arah Dita pun ikut menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.

Darma yang kembali duduk di depan Bagas pun merasa aneh melihat Temannya, yang biasanya tidak pernah peduli dengan siapapun, bisa menatap Temannya Dino tanpa berkedip,

"Gas, kenapa lo jadi ngeliattin temennya Dino nggak kedip gitu" tanya Darma

"Eh, gue lagi mikir aja agenda kita nanti siang ketemu sama East Venture itu, bukan ngeliattin temen adek lo" dengan tangan memasukkan makanan ke piring Bagas menyangkal Darma,

Tony pun terkekeh melihat Bagas Teman yang sekaligus Bosnya itu menyangkal sikapnya itu,

Mengingat sikap Bagas yang menatap Dita sampai nggak berkedip tadi malam, ketika Dita turun mengambil minum ke Dapur, Tony jadi ketawa sendiri, pasalnya Bagas yang selama ini dingin terhadap wanita manapun yang mendekatinya.

Tony dan Darma sangat mengenal Bagas, selama ini belum ada wanita cantik yang berhasil membuat Bagas sampai melirik apalagi sambil menatap lama. Bagas selalu dingin dengan setiap wanita.

"Udah jangan ngeles aja Gas, tadi malem lo juga ngeliattin Dita nggak kedip gitu, sekarang lo nyesel deh pasti buru-buru terima perjodohan itu kan, udah nggak bisa lari lagi Gas, inget istri lo haha" ucap Darma, Bagas yang agak kesal, menghiraukan Temannya sambil melanjutkan makannya.

Bab 3

Bagas yang biasanya selalu sibuk dan totalitas dengan pekerjaannya, semenjak pulang dari London, jadi seperti orang yang sedang linglung dan tidak fokus pada apapun yang ia kerjakan.

Selain itu Bagas juga sering ngelamun di waktu-waktu yang seharusnya digunakan untuk mereview dokumen - dokumen kontrak dan laporan-laporan.

Seperti saat ini, di Ruangannya yang terletak di lantai 58 Aryaatmadja Tower.

Bagas berdiri menghadap jendela besar memikirkan Dita, sambil membayangkan senyumnya yang cantik dengan gigi yang putih dan rapih, matanya yang indah dan teduh dengan bulu mata yang lentik alami.

Sayangnya dia lupa menanyakan nama lengkap Temannya Dino itu untuk mencari tahu latar belakangnya, namun dia juga tidak mungkin menanyakan tentang Gadis itu ke Darma, bisa habis dibully dia sama Darma dan Tony nanti.

Sementara di London, Dita yang sedang video call dengan Papinya pun sedang merayu Papinya

"Pi, Tita kan udah mau lulus dan udah jadi Dokter juga, boleh ya kalo Tita bercerai aja sama Mas Bagas" Dita berpikir kalau dia sudah dewasa dan sudah mandiri, sehingga dia sudah tidak memerlukan orang untuk menjaganya lagi.

Bukannya Dita bermaksud melupakan kebaikan hati Papa Damar dan Mama Rosa yang sudah merawat, menjaga, dan melimpahkan Dita kasih sayang seperti anaknya sendiri.

Dita berpikir akan tetap berterima kasih dengan menyayangi dan berbakti kepada Papa Damar dan Mama Rosa.

Dita sudah berpikir bahwa setelah lulus nanti dia akan mulai membuka hati dan merasakan jatuh cinta, berkenalan dengan laki-laki yang bisa membuatnya jatuh cinta, lalu pacaran normal, bukan pernikahan yang didasarkan perjodohan. untuk bisa seperti itu otomatis Dita harus bercerai dulukan dengan suami yang belum pernah ia temui itu.

"Sayang, kamu harus tau kalo Papi melakukan ini untuk kebaikkan kamu, kamu pasti bisa merasakan kasih sayang Papa Damar dan Mama Rosa yang tulus menyayangi kamu seperti Anaknya sendiri" ucap Papi Fahri

"Lagipula kamu juga belum pernah ketemu sama Suami kamu itu kan? Bagas itu Anak yang baik, pintar, tampan, dan sangat berbakat, banyak perempuan yang menyukai Bagas, tapi dia tidak pernah menggubris perempuan-perempuan itu, sangat jarang pemuda seperti Bagas itu sayang" tambah Papi Fahri

"Papi yakin kamu tidak akan menyesal punya Suami seperti Bagas, nanti setelah kamu kembali ke Indonesia dan menjalani kehidupan berdua dengan Bagas, kamu akan bisa merasakannya" ucap Papi Fahri

"Setelah kamu nanti menjalani kehidupan bersama dengan Bagas, paling tidak 1 tahun. kamu memang merasa tidak bahagia dan tidak bisa mencintai Bagas, Papi tidak akan memaksa kamu lagi untuk melanjutkan pernikahan kamu dengan Bagas" lanjut Papi Fahri

Setelah percakapannya dengan Papinya itu, Dita jadi memikirkan nasibnya nanti setelah kembali ke Indonesia, apakah dia benar-benar akan mulai hidup berdampingan dengan suaminya itu, menjadi istri, harus melayani suami.

Huaaa Dita betul-betul belum bisa membayangkannya. disatu sisi Dita juga masih ingin berkarir dan beraktualisasi dengan ilmu yang di miliki nya.

Mendengar cerita Papinya, Dita jadi terpikir untuk mencari tahu seperti apa sosok suaminya itu.

Kemudian jari-jari lentik Dita bergerak menekan tuts di ponsel pintarnya untuk mencari nama Bagas Aryaatmadja di Mbah google, ada banyak artikel yang memuat mengenai pencapaian - pencapaian serta biodata dari Bagas Aryaatmadja, namun Bagas selama ini tidak suka diphoto.

Sehingga Dita tidak bisa menemukan photo-photo Bagas di Social Media dan di artikel-artikel bisnis yang menampilkan nama Bagas Aryaatmadja, "Hmm, apa jangan-jangan mukanya jelek ya" batin Dita

Bahkan di beberapa artikel hanya ada photo Bagas beserta dengan Teman-temannya, namun photo itu menampilkan beberapa orang dengan wajah yang tidak terlihat jelas, dan juga tanpa keterangan nama-nama dari orang yang ada di photo itu.

"Heran deh kenapa dia tidak mau menampilkan mukanya ya, photo Bagas yang ada dikamarnya pun hanya photo Bagas waktu masih kecil" batin Dita.

***

Di jakarta, Bagas baru saja sampai di Penthousenya, masih dengan rasa penasarannya, akhirnya Bagas mulai mencari Social Media Dino.

Bagas berpikir pasti dia bisa menemukan siapa wanita itu dari Social Media milik Dino,

Dalam hati kecilnya Bagas sebenarnya merasa bersalah, Bagas menyadari kalau ia sudah beristri, dan harus memegang komitmen pernikahannya, tapi sudah hampir tiga minggu semenjak pulang dari London, Bagas benar-benar sudah seperti orang gila, tidak bisa fokus kerja dan selalu terbayang senyum wanita itu.

Rasanya benar-benar sudah diluar kontrolnya. dia sangat merindukan wanita yang bahkan tidak tahu siapa dan kapan akan bisa bertemu lagi.

Setelah scroll-scroll akun media sosialnya Dino, Bagas akhirnya menemukan akun gadis itu, dengan nama @TitaAT.

Lalu Bagas menstalking akun Dita, pada saat menscroll photo lama Dita, Bagas dikagetkan melihat photo Dita bersama Papinya sebelum Papi Fahri berangkat ke Boston,

"Whatt kenapa ini di captionnya tertulis, will gonna miss you dad, wah besok dia akan menanyakan photo ini ke Mama nya kalo gitu" pikir Bagas.

***

Keesokkan harinya, pagi-pagi Bagas langsung menuju ke Kediaman Aryaatmadja, kebetulan hari Sabtu jadi pasti Papa dan Mamanya masih di Rumah pikirnya.

Sesampainya di Kediaman Aryaatmadja, Bagas langsung masuk menuju ke Ruang Makan, dimana Papa dan Mamanya sedang sarapan.

"Sayang, tumben kamu pagi-pagi udah kesini" tanya Mama Rosa

"Kangen Mama hehe"jawab Bagas sambil mencium pipi Mama Rosa,

"Aneh, biasanya mulut Mama sampai berbusa nyuruh kamu pulang, alasannya sibuk terus, bahkan di weekend begini biasanya kamu udah punya urusan sendiri, ya golf lah, gymlah, atau bussiness trip lah" ucap Mama Rosa sambil mengulurkan piring ke Bagas.

Setelah selesai makan, Mama Rosa yang duduk di sofa ruang tv, Bagas menyusul duduk disamping Mama Rosa

"Ma, liat deh. Mama kenal sama Wanita di photo ini?" ucap Bagas sambil menunjukkan handphonenya.

"Lho, kamu itu gimana sih. ini kan Dita istri kamu, cantik ya" jawab Mama Rosa,

Bagaspun langsung menatap ponselnya lagi, menscroll-scroll ulang semua photo di Instagram Istrinya itu, benar-benar bodoh, kenapa selama ini Bagas tidak pernah menanyakan ke Mamanya Photo dari Istrinya itu

Setelah tau kalo Dita itu adalah istrinya, Bagas jadi sangat lega, dia tidak mengkhianati siapapun, kemudian memfollow wanita itu.

Bagas benar-benar merasa sangat bahagia, apalagi setelah tau ternyata wanita yang beberapa minggu ini menyita perhatiannya itu ternyata istrinya, satu-satunya wanita yang bisa membuatnya tidak bisa fokus melakukan apapun.

Dengan membayangkan wajah Dita saja, Bagas merasa hatinya sangat hangat dan sangat bahagia, membuat jantungnya berdegup kencang dan darahnya berdesir.

Bagas sudah sangat merindukan istrinya itu. mau tanya nomor telpon istrinya itu ke Mamanya gengsi, akhirnya Bagas hanya bisa menstalker aktivitas Dita melalui Media Sosialnya. Dia benar-benar sudah jatuh cinta sama Istrinya itu.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED