Bab 2

Pagi ini Devo melihat televisi dan dia melihat  Karen wanita yang dia cintai. Dia tersenyum ketika menatap Karen di televisi. Pelayan masuk ke dalam kamar dan Devo terlihat terkejut.

“Maaf Den Devo sarapannya sudah siap,” ucap pelayan.

Devo teringat kalau dia ada janjian sama Vivi untuk mengambil flashdisk itu. Dia segera mengambil tasnya dan turun ke bawah. Hari ini dia sarapan sendirian, sejak dulu dia selalu sendiri kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Devo mengirim pesan ke Vivi ke alamat café, dia tidak ingin buang waktu Karen masih banyak pekerjaan.  Vivi mendapatkan pesan dari Devo tentang alamat café itu, dia segera ke café dengan naik bus. Ponselnya berdering ternyata dari Rio kekasihnya.

{“Halo sayang kamu dimana?” tanya Rio.

“Aku lagi mau ke café mau ketemu teman,” ucap Vivi.

“Bagaimana wawancara kerja kamu kemarin?” tanya Rio.

Vivi menghela nafas panjang sambil berkata”Aku tidak tahu hasilnya namun wawancara buruk,” ucap Vivi.

“Semangat  aku harap kamu segera dapat pekerjaan,” ucap Rio.]

Rio menutup teleponnya, Vivi merasa sedih dengan ucapan Rio. Sudah dua tahun ini dia menganggur padahal dia sudah mendaftar ke banyak perusahaan namun tetap saja tidak diterima. Kadang dia berpikir apakah mungkin dari penampilan dia tidak menarik sehingga sulit mendapatkan pekerjaan. Busnya sudah sampai di depan café. Sebelum turun Vivi membayar dulu ke sopir. Vivi berjalan masuk ke dalam café. Dia melihat Devo sedang duduk di meja belakang sambil pakai kacamata. Vivi menghampiri Devo yang sedang sibuk dengan ponselnya.

“Halo Devo,” ucap Vivi.

Devo menatap Vivid an  dia melihat penampilan Vivi ini berantakan.

“Kamu duduk dulu,” ucap Devo.

 Vivi duduk dan dia melihat Devo tampak dingin cuek ketika berhadapan dengan Vivi.

“Mana flashdisk nya,” ucap Devo.

 Vivi mengambilnya di tas dan memberikannya kepada Devo. Devo menerima dengan cepat lalu memasukkan ke kantong celana. Vivi menatap Devo dalam hatinya dia tidak mengerti dengan jalan pikiran pria yang ada di hadapannya.

“Kamu belum melihat isinya,” ucap Devo.

“Aku tidak menyangka ternyata kamu menjalin hubungan sama artis yang  sudah bertunangan,” ucap Vivi tidak sanggup melanjutkan perkataannya Devo segera menutup mulutnya. Vivi terkejut ketika Devo menutup mulutnya. Mereka saling berpandangan dengan sangat dekat, Devo tampak canggung segera melepaskan tangannya dari mulu Vivi.

“Kamu jangan bilang apapun dan lebih baik kita pergi,” ucap Devo.

“Kamu mau kemana?” tanya Vivi.

“Nanti kamu akan tahu dengan ucapan aku,” ucap Devo.

Devo dan Vivi pergi naik mobil ke suatu resto namun Vivi terkejut dengan resto itu sepertinya ada acara pernikahan. Vivi turun dari mobil dan melihat ke arah resto, Devo segera turun dan dia tampak bingung dengan sikap Vivi.

“Ini Restonya ada acara pernikahan kita lebih baik cari resto yang lain,” ucap Devo.

Vivi diam saja tidak menanggapi ucapan Devo, dia sangat terpukul dengan semua ini. Vivi berjalan ke arah resto. Di depan Resto ada tulisan Rio dan Vera, dalam hatinya namanya seperti nama kekasihnya. Mungkinkah itu adalah Rio namun itu tidak mungkin tadi Pagi Rio baru saja menelponnya. Devo melihat Vivi yang berjalan ke arah resto dan dia mengejarnya. Devo melihat Vivi seperti orang yang hilang arah. Vivi berjalan ke dalam resto dia melihat foto Rio dan wanita lain. Dia terkejut kekasihnya itu menikah dengan wanita lain tanpa dia tahu. Ketika dia ingin masuk ke dalam dicegah oleh pelayan.

“Maaf apakah ibu tamu undangan?” tanya pelayan.

“Saya ingin bertemu dengan Rio,” ucap Vivi dengan kesal.

Devo melihat Vivi mulai histeris dia segera menghampiri pelayan itu sambil berkata”Kita tamu undangan namun kita mau ganti baju sebentar, kebetulan kita dari luar kota,” ucap Devo.

“Kalau begitu silahkan kamar mandinya di sana,” ucap pelayan.

 Devo menggandeng Vivi pergi meninggalkan resto dan dia berkata”Kamu kenapa seperti orang tidak waras kayak gitu,” ucap Devo.

Vivi hanya diam saja sambil menangis dalam hatinya dia tidak menyangka kalau kekasihnya mengkhianatinya.

“Pengantin pria itu adalah kekasihku, aku tidak sangka dia menikah hari ini,” ucap Vivi dengan suara lirih.

 Devo terkejut dengan ucapan Vivi dia tidak menyangka kalau Vivi mengalami masalah yang pelik.

“Kamu tidak apa-apa, apakah kamu baik-baik saja?” tanya Devo.

Vivi merasa hatinya hancur sebenarnya apa salahnya sehingga dia bisa begini, Rio kekasih yang sudah menemaninya selama lima tahun tega menghancurkan hatinya.

“Aku mau masuk ke dalam,” ucap Vivi sambil berjalan ke arah resto

“Untuk apa kamu mau ke dalam nanti kamu bikin keributan,” ucap Devo sambil memegang tangan Vivi.

Vivi hanya menangis dan tidak bisa berbuat banyak, dia tidak menyangka kalau hatinya akan hancur seperti ini.

“Vivi aku tahu kamu pasti sakit hati namun sekarang lebih baik kita pulang saja daripada kita menghancurkan pesta orang lain,” ucap Devo.

Acara Pernikahan segera dimulai dan Vivi tetap akan menemui Rio.

“Aku akan menemui dia,” ucap Vivi.

“Hentikan kamu nanti akan dipermalukan apalagi mereka sudah sah jadi suami istri,” ucap Devo.

 Vivi tahu kalau Rio sudah menikah dan memilih wanita lain namun kenapa hatinya sakit sekali. Devo merasa iba dengan Vivi dia awalnya ingin memberi peringatan untuk Vivi untuk tutup mulut tentang hubungannya dengan Karen. Ponsel Devo berdering dia mengambil ponsel dari kantong.

[“Halo kakek ada apa?” tanya Devo.

“Devo segera pulang kakek ingin menikahkan kamu dengan wanita cantik,” ucap Kakek.

Devo sangat terkejut dia tidak mengerti apa maksud kakek dengan menikahinya padahal dia juga belum dapat kabar apapun.

“Kakek ini salah paham aku juga belum mengenal wanita itu,” ucap Devo.

“Kamu itu tidak perlu mengenal wanita ini, dia adalah gadis cantik dari keluarga terpandang, selain itu dia baik,” ucap Kakek.

Devo teringat Karen dia tidak mungkin menikah dengan wanita lain selain Karen. Dia harus cari cara agar bisa keluar dari masalah ini.

“Aku tidak bisa Kakek menikah sekarang lagi pula menikah bukan main-main,” ucap Devo.

“Cepat kamu pulang sekarang,” ucap Kakek.]

Devo bingung dengan sikap Kakek apalagi ini Vivi terus saja menangis.

“Vivi ayo kita pergi,” ucap Devo.

 Devo menggandeng tangan Vivi pergi ke rumah Kakek. Sampai di sana Vivi terkejut dengan rumah Devo yang besar dan mewah. Devo membawa Vivi menghadap Kakek yang berada di ruang tamu. Kakek sedang membaca koran.

“Kakek aku Devo sudah datang,” ucap Devo.

 Kakek meletakkan korannya dan dia tampak heran Devo bersama wanita yang tidak dikenal.

“Siapa wanita ini?” tanya Kakek.

Devo memegang tangan dengan erat sambil berkata”Dia adalah pacarku dan aku akan menikahinya, jadi Kakek tidak bisa menikahkan aku dengan sembarang wanita,” ucap Devo.

Vivi terkejut apa maksudnya mereka pacaran padahal mereka baru saja bertemu.

Bab 3

Kakek terkejut dengan ucapan Devo padahal selama ini dia tidak pernah tahu kalau Devo itu sudah punya pacar.

“Apakah kamu yakin akan menikahi gadis ini?” tanya kakek sambil menunjuk Vivi.

Devo dengan penuh keyakinan sambil berkata”Aku akan menikahi gadis ini jadi Kakek tidak bisa menjodohkan aku dengan sembarang wanita,” ucap Devo.

Vivi sangat gugup sebenarnya ini ada apa kenapa Devo ingin menikahinya. Dia ingin sekali pergi dari rumah ini.

Kakek menatap Vivi dari atas sampai bawah dalam hatinya mana mungkin Devo jatuh cinta dengan wanita seperti ini.

“Kalian berdua masuk dulu untuk makan kita akan bicarakan setelah makan,” ucap Kakek.

Kakek masuk ke ruang makan dan Vivi melepaskan tangan Devo dan menatapnya dengan tajam.

“Devo apakah kamu sudah gila kita baru saja mengenal lalu mau menikah?” tanya Vivi.

Devo tersenyum sambil berkata”Kamu tidak perlu takut hanya minta bantuan kamu sekali ini saja,” ucap Devo.

Ketika mereka sedang berdebat Kakek memanggil mereka”Devo segera kamu ke ruang makan,” ucap Kakek.

“Kita bicarakan saja nanti,” ucap  Devo.

 Vivi dan  Devo berjalan ke ruang makan. Di meja makan sudah terhidang banyak sekali hidangan dan pelayan yang sigap untuk melayani. Vivi terkejut dengan hidangan di meja sangat banyak dan mewah, ada ikan, ayam, daging, buah semuanya ada seperti hidangan hotel.

“Silahkan kalian duduk dulu,”ucap Kakek.

Vivi dan Devo sangat terkejut dan mereka hanya bisa diam saja, dia tidak menyangka kalau dia akan mengalami hal ini. Vivi terlihat canggung apalagi dia harus berharapan dengan orang yang baru dia kenal.

“Jadi kalian akan menikah,” ucap Kakek.

“Iya Kakek, bukankah Kakek ingin agar aku menikah dan punya keturunan,” ucap Devo.

“Iya Kakek ingin kamu punya putra dan keturunan namun apakah kamu sudah menyelidiki asal-usulnya?” tanya Kakek.

“Kakek tenang saja dan apapun yang terjadi akan saya tetap menikahi Vivi,” ucap Devo.

Devo menggandeng tangan Vivi dan  mereka keluar dari rumah. Mereka masuk ke dalam mobil, Vivi terlihat kesal dengan sikap Devo.

“Devo kamu itu kenapa sembrono mau menikahiku lagipula kita juga baru kenal?” tanya Vivi.

Devo tersenyum sambil berkata”Sudah diam kamu jangan banyak bicara, aku melakukan ini agar aku tidak menikah dengan wanita pilihan Kakek,” ucap Devo.

 Vivi terdiam dalam hatinya dia tahu kalau Devo ini kekasih gelap Karen artis terkenal itu.

“Kamu masih menjalin hubungan sama Karen padahal kamu tahu kalau dia itu sudah tunangan sama pengusaha,” ucap Vivi.

Devo menghentikan mobilnya secara tiba-tiba dan itu membuat Vivi kaget. Dia tidak mengerti kenapa Devo tiba-tiba berhenti.

“Devo kenapa kamu berhenti?” tanya Vivi.

 Devo menengok ke kanan ke arah Vivi dan dia menatap Vivi dengan kesal. Vivi sampai takut dengan pandangan Devo.

“Kamu kenapa apakah kamu marah?” tanya Vivi.

“Kamu sudah melihat isi flashdisk ini,” ucap Devo dengan suara tegas dan tatapan mata tajam.

 Vivi hanya mengangguk dia tahu kalau Devo ini marah dengannya dan dia juga lancang melihat flashdisk milik orang lain.

“Kamu tahu kalau aku ada hubungan sama Karen,” ucap Devo dengan suara tegas.

“Iya aku tahu dan aku minta maaf telah melihat flashdisk kamu,” ucap Karen dengan suara gugup.

Devo mengambil cek di tasnya dan memberikannya ke Vivi sambil berkata”Sebutkan nominal untuk tutup mulut,” ucap Devo.

 Mata Vivi membesar dalam hatinya apakah mungkin Devo ingin menyuapnya dengan uang tutup mulut.

“Kamu jangan salah paham aku tidak akan memberitahu siapapun dan rahasia kamu akan aman,” ucap Vivi

Devo menghela nafas dia tidak menyangka terlibat dengan wanita yang baru dia kenal.

“Kamu mau apa dari aku?” tanya Devo.

“Aku ingin tahu kenapa kamu ingin menikahi aku padahal kamu sudah punya pacar Karen,” ucap Vivi.

“Aku tidak punya pilihan lain lagipula aku juga tidak serius untuk menikahi kamu anggap saja ini adalah  usaha untuk menanangkan kakek aku,” ucap Devo.

“Aku mau pulang,” ucap Vivi.

“Aku antar kamu pulang,” ucap Devo.

Devo mengantar Vivi pulang dan ketika sudah sampai depan rumah Vivi keluar dari mobil.

“Aku akan hubungi kamu nanti,” ucap Devo.

Devo pergi meninggalkan rumah dan Vivi berjalan masuk ke dalam rumah. Mama selama ini mengintip mereka berdua dari jendela.

“Vivi kamu sudah punya pacar kenapa tidak dikenalkan ke mama?” tanya Mama.

Vivi tersenyum sambil berkata”Apa maksud Mama aku tidak mengerti?” tanya Vivi.

 Mama tersenyum melihat tingkah anak gadisnya dia tahu mungkin Vivi ini sedang kasmaran.

“Mama melihat ada Pria yang mengantar kamu pakai mobil dia siapa?” tanya Mama.

“Mama itu teman aku lagi pula itu bukan pacar aku,” ucap Vivi.

“Kamu sudah makan, bagaimana kamu sudah berhasil mendapatkan pekerjaan?” tanya Mamam.

“Aku belum nanti aku bahas lagi, Vivi  istirahat,” ucap Vivi.

Vivi masuk ke dalam kamar dan dia merebahkan dirinya dalam hatinya dia seperti mimpi melihat Rio menikah dan bertemu Devo semua ini rasanya terlalu mendadak. Dia melihat media sosial dia melihat foto pernikahan  Rio dengan istrinya. Dia tidak mengenal wanita ini dalam hatinya kenapa Rio tega mengkhianatinya. Dia meneteskan air mata ketika melihat foto itu dia teringat satu tahun yang lalu ketika hubungan mereka sudah sampai ke tahun keempat Rio berjanji akan menikahinya namun sekarang sia-sia semua itu hanya bualan saja. Dia masih ingat ketika pertama kali Rio dan dia bertemu waktu itu Rio dan Vivi masih satu organisasi. Rio yang membantu Vivi menata buku di perpustakaan. Sejak saat itu benih cinta mulai tumbuh di hati mereka berdua. Vivi masih penasaran apa alasan Rio meninggalkannya dan apa kekurangan dia.

Devo kembali ke rumah dan dia tampak lelah, dia menatap foto Karen yang disembunyikan di buku.

Dia begitu mencintai Karen dan dia tidak bisa melupakan Karen begitu saja. Karen adalah cinta pertamanya namun dia hanya kalah start saja dulu dia tidak sempat mengungkapkan perasaanya sibuk dengan kuliahnya di luar negeri. Sekarang ketika dia kembali Karen sudah bertunangan. Ponsel dia berdering.

{“Halo sayang kamu lagi apa?” tanya Karen.

“Aku lagi mau tidur sekalian istirahat,” ucap Devo.

“Devo aku dengar kakek menjodohkan kamu sama wanita lain lagi, kamu bisa nolak dia, aku tidak ingin kamu berhubungan sama wanita lain,” ucap Karen dengan marah.

“Enggak sayang aku ini tidak mungkin mau sama wanita itu dan kamu tahu darimana?” tanya Devo.

“Dari Bambang tunangan aku, dia cerita semuanya, aku jadi kesal kalau kakek kamu kayak gitu,” jawab Karen dengan wajah cemberut.

“Iya aku tahu santai saja dan aku tetap sayang sama kamu,” ucap Devo.

“Aku mau tidur dulu kita lanjutkan nanti,” ucap Karen.]

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED