Sampul Novel JIKA CINTA INI SALAH

JIKA CINTA INI SALAH

8.8 / 10.0
Aku merelakan hidup mewah demi cinta, tetapi pengorbanan tulusku justru dibalas pengkhianatan. Kini, aku dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan dalam pernikahan yang retak demi masa depan anak-anak remaja kami, atau memilih pergi. Di tengah situasi yang serbaterbatas ini, sebuah perasaan baru mulai tumbuh. Apakah pantas bagi seorang ibu beranak dua sepertiku kembali membuka hati untuk cinta lain yang kini datang membawa harapan baru?
Ringkasan JIKA CINTA INI SALAH
Aku merelakan hidup mewah demi cinta, tetapi pengorbanan tulusku justru dibalas pengkhianatan. Kini, aku dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan dalam pernikahan yang retak demi masa depan anak-anak remaja kami, atau memilih pergi. Di tengah situasi yang serbaterbatas ini, sebuah perasaan baru mulai tumbuh. Apakah pantas bagi seorang ibu beranak dua sepertiku kembali membuka hati untuk cinta lain yang kini datang membawa harapan baru?
Baca Selengkapnya

JIKA CINTA INI SALAH Bab 1

Novel ini aku peruntukkan untuk seorang Bunda hebat yang pernah bersama membesarkan griya riasku. Juga untuk seorang Ibu yang pernah membuatku bisa mewujudkan satu diantara impianku dalam hidup,... Bu Gita Andhini di Jl. Mangga II Perum Pondok Candra Sidoarjo. Sugeng wilujeng, Bu Gita?

********

Hari telah menjelang sore. Suara adhan Ashar telah berlalu. Gayatri sudah mematuk dirinya dengan berdandan secantik mungkin, sama seperti tiap hari Jum'at yang sering dia lakukan tiap sebelum sholat Ashar.

Diliriknya kalender yang berada di ruang keluarga. Ini adalah minggu ke empat setelah tiga minggu yang lalu suaminya tak juga nampak pulang. Dan Gayatri tak pernah lelah berharap, akan kedatangan suaminya itu. Walau harapan itu dibarengi dengan rasa cemas karena selama itu pula handphonenya tak bisa dihubungi, padahal dia pekerjaannya di jalan> Yang ditakutkan Gayatri, terjadi sesuatu dengan pekerjaannya. Dan dia tidak tau harus menghubungi siapa, selama ini dia tak mengenal siapapun teman suaminya itu. Termasuk tidak pernah tau nomer telpon bosnya. Yang dia tau hanya telpon Praygoi dari duluh pun handpone-nya hanya ada nomer Prayogi dan beberapa nama guru dari anak-anaknya sekolah.

Dia belum juga memasak, sementara sebentar lagi kedua buah hatinya akan pulang dari sekolah. Sengaja Gayatri berpuasa walau hari ini hari Jum'at. Tak ada tuntunan untuk puasa hari Jum'at, selain puasa Daud yang dilakukan Gayatri. Setidaknya selain mendapat pahala, dengan puasa dia akan lebih menghemat pengeluaran, mengurangi jatah nasi yang akan masuk ke perutnya.

"Assalamualikum!" Ternyata anak laki-lakinya sudah pulang dari sekolah. 

"Waalaikumussalam!" jawab Gayatri sambil mengulurkan tangannya untuk dicium putranya itu. Lalu memandang putranya dengan sedikit bingung karena dia belum masak.

"Kamu sudah lapar, Ling?" tanyanya hanya basa basi, dia mana mungkin tidak tau anaknya sudah lapar mengingat tubuhnya yang tinggi melebihi dia dan membutuhkan makanan lebih. Sedangkan bekal yang dia bawa tadi juga sedikit.

"Ghak juga, Bund. Aku tadi ditraktir teman makan bakso, jadi agak kenyang," ucap Galing sambil melepas sepatu dan kaos kakinya. "kenapa? Bunda belum masak ya kok tanya gitu?" Galing yang mengetahui keadaan keluarganya bertanya dengan hati-hati.

"Nunggu sebentar Bunda masak, barangkali ayahmu pulang hari ini, bisa untuk membeli beras." kata Gayatri sambil tetap berusaha tersenyum.

"Bunda hari ini juga puasa?" tanya putranya lagi setelah melepas baju seragam dan menaruhnya di bak cucian.

Gayatri mengangguk.

"Sabar ya, Bund. Nanti kalau Galing sudah besar, Galing akan bekerja agar Bunda tidak dalam kelaparan terus," hiburnya sambil memeluk Bundanya.

"Ih, bau nih adik!" seloroh Gayatri untuk tak membuat suasana makin dalam kesusahan.

Galing terkekeh. "Bunda sih sudah harum, sudah dandan cantik begini," kata Galing lalu beranjak ke kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di pinggangnya.

Gayatri melirik jam di dinding ruang keluarga. Tak terasa sudah jam 16.30. Dia menghela nafas panjang. Haruskah dia masih menunggu sementara yang ditunggu tak datang jua. Sedangkan untuk melangkah ke warung bu Ratih, rasanya dia malu. Yang kemarin saja belum dibayar, apa dia kini harus berhutang lagi. Uang yang diberikan suaminya biasanya memang hanya cukup untuk kebutuhan mereka selama seminggu dengan menyisakan sedikit untuk keperluan sekolah anak-anak. Setelah tiga minggu suaminya tak pulang, uang itu pun kini sudah habis.

"Kamu tadi ghak lihat kak Galuh?" tanyanya setelah Galing keluar dari kamar mandi dengan handuk yang hanya melilit di pinggangnya. Nampak dia lebih besar dari usianya yang masih 12 tahun.

"Engak tuh Bund. Aku pikir tadi sudah pulang kok sepedanya ghak ada."

"Terus kemana dia, Ling?" tanya Gayatri cemas. Akhir-akhir ini Galuh memang sering pulang telat, bahkan pernah malam hari. Kalau ditanya ke mana, dia pasti marah-marah dengan menghubungkan uang sakunya yang sekarang memang berkurang.

"Bund, aku nyoba cari kak Galuh." Galing sudah memakai kaos santai dan pamit, lalu mengayuh sepeda gunungnya.

"Iya. Ling. Terimakasih."

Lagi-lagi Gayatri melihat ke halaman rumahnya yang tak seberapa luas. Rumah yang mereka tempati hanyalah perumahan dengan tipe 21 yang tak jua direnofasi, kecuali ditambah satu kamar untuk Galuh. Dua orang yang ditunggu tak jua nampak. Akhirnya Gayatri kemudian ke warung bu Ratih dengan menebalkan mukanya karena malu.

Setelah mengayuh sepedanya, dia menunggu agak lama sampai yang antri sudah pergi semua.

"Maaf, Bu,.. boleh ngebon lagi?"

"Ghak apa-apa, mbak. Jangan sungkan. Sekarang minta apa?" kata bu Ratih ramah. Dia memang orangnya baik, kapan hari sudah berpesan untuk tak segan-segan meminta bantuannya jika memerlukan sesuatu.

"Beras sekilo, tahu satu, sama telor setengah kilo, Bu."

"Itu saja, Mbak?"

"Iya, Bu,.. mudah-mudahan ayahnya anak-anak nanti pulang."

Bu Ratih mengulurkan barang Gayatri.

"Aku bawa ya, Bu. Maaf sebelumnya."

"Ghak apa, Mbak. Lain kali jangan segan." kata bu Ratih. Gayatri adalah pelanggan warungnya. kalau bukan karena terpaksa dia tidak pernah berhutang.

Gayatri hampir mengayuh sepeda pancalnya, kembali bu Ratih memanggilnya.

"Mbak, mau bantu-bantu di Griya riasnya bu Ratna? Kapan hari dia ngomong-ngomong sama saya kalau membutuhkan pegawai."

"Mau sekali bu. Kapan hari saya sampai menawarkan diri menjadi buruh paruh waktu di perumahan." Gayatri menunduk. "Tapi semua menolak saya dengan memandang saya curiga, mungkin takut barangnya saya curi."

"Itu sih bukan barang yang takut mbak curi, tapi suaminya yang takut dicuri lihat mbaknya cantik begitu." kata bu Ratih, terkekeh.

Gayatri tersenyum. "Tapi saya tidak bisa apa-apa, Bu."

"Asal ada kemauan, Mbak. Kalau iya, besuk ke rumah dia. Kapan hari saya sudah ngomong tentang mbak Gayatri ke dia."

"Kalau begitu terimakasih, Bu." kata Gayatri pamit.

Dengan semangat dia pun tiba di rumahnya. Tak lama terdengar sepeda motor berhenti. Dengan senyum Gayatri segera menyongsong suaminya yang tampak lain, melangkah dengan gontai ke rumahnya.

"Kemana saja, Yah,... kok tiga minggu ghak pulang? Handponemu dihubungi juga ghak bisa." kata Gayatri cemas. "Bagaimanapun juga pekerjaanmu itu di jalan, aku kuatir kamu ada apa-apa."

"Maafkan saya, Bund." kata Prayogi menatap istrinya lekad. Lalu dia tiba-tiba saja luruh dan sudah bersimpuh di kaki Gayatri.

Gayatri kebingungan dengan ulah suaminya.

"Aku khilaf, Bund. Aku menghamili seseorang dan aku harus menikahinya."

Gayatri mundur selangkah, lututnya terasa lemas. Bertahun, biduk rumah tangga yang dibangunnya dengan Prayogi tak pernah ada masalah. Walau dia supir truk luar kota, dia tak pernah macam-macam. Penghasilannya yang memang tak sebanyak truk muatannya, tak jua membuat mereka tak bahagia.

"Jadi selama tiga minggu ini kamu menghabiskan waktu bersamanya, Yah?"

Proyogi terdiam.

"Kenapa sekarang kamu kembali, Yah? Kenapa kamu tak selamanya saja di sana?"

"Kenapa kamu bilang begitu, Tri? Aku tetap mencintaimu. Kamu istriku, kenapa kamu menyuruhku di sana terus?"

"Sekarang aku bukan istrimu lagi, Yah. Aku jijik mengingat kamu telah bersama dengan wanita lain."

"Jangan begitu, Tri, aku khilaf."

"Ceraikan aku!" kata Gayatri keras dengan mata yang mulai buram.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi JIKA CINTA INI SALAH

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali meminta cerai untuk ke-99 kalinya. Namun, Laurence Andrews justru menurunkannya di jalan demi menjawab telepon sang mantan, Rosalie Harris. Laurence terus meremehkan Josie dan yakin istrinya tidak akan berani pergi. Dia tidak sadar bahwa pengabaiannya kali ini telah melewati batas. Di sisi lain, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie agar segera menyelesaikan perceraiannya dan pergi meninggalkan negara ini untuk selamanya.
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan. Alih-alih bahagia, ia justru menjadi sasaran kekejaman Adnan, suaminya yang menyimpan dendam membara kepada sang mertua. Setiap hari, Saschya harus bertahan menghadapi siksaan fisik dan mental yang keji. Namun, di tengah keputusasaan yang mendalam, sosok dari masa lalunya mendadak hadir kembali. Apakah kemunculan mereka akan menjadi penyelamat yang membebaskan Saschya, atau malah memicu prahara baru di hidupnya?
Sampul Novel En-PD153
8.9
Kekasih lama yang kusangka sudah mati tiba-tiba kembali dengan membawa wanita hamil yang katanya telah menolongnya. Dengan lancang, dia menyuruhku tinggal bersama mereka dan menawarkan janji pernikahan palsu demi menikahi perempuan itu. Sebagai putri bangsawan sekaligus menantu dari dinasti konglomerat, aku menolak menjadi simpanan. Jika dia memilih melepaskan kemewahan ini, aku akan memastikan dia jatuh miskin tanpa sisa.
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan hancur setelah dikhianati calon istrinya. Demi meluapkan kekecewaan, ia nekat memaksa Zahra menikah dengannya. Zahra tentu saja terkejut dan langsung menolak rencana gila itu. Tak tinggal diam, Rayhan menawarkan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra bersedia menggantikan posisi pengantin wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima tawaran tersebut dan sanggup hidup sebagai istri pengganti bagi pria sedingin Rayhan?
Sampul Novel PRIME MINISTRE'S DAUGHTER
8.2
Demi menikahi Eleanore, putri perdana menteri yang dingin, Ken nekat memakai cara licik. Kebahagiaan keponakan raja itu sirna setelah pernikahan terwujud, karena Ken justru mengungkap rahasia kelam masa lalu istrinya. Hal ini memicu kebencian mendalam dan mengubah sikap Ken menjadi sangat drastis. Meski hatinya hancur disakiti oleh sang suami, Eleanore tetap bertahan dalam cinta di tengah konflik masa lalu yang sulit dimaafkan.
Sampul Novel SRTJC
7.9
Selamat menikmati kompilasi kisah unik tentang lika-liku dunia remaja masa kini. Di buku ini, akal sehat sering kali diabaikan demi tindakan spontan yang penuh kejutan tak terduga. Setiap babnya memotret secara autentik berbagai perilaku absurd serta kelakuan nyeleneh anak muda di zaman modern. Simak petualangan seru mereka yang diwarnai tawa dan kegilaan saat menjalani keseharian. Saksikan bagaimana momen-momen paling mustahil pun dapat benar-benar terjadi di sini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED