Sampul Novel Hasrat Terlarang Dalam Keluarga

Hasrat Terlarang Dalam Keluarga

9.1 / 10.0
Dalam kehangatan ikatan keluarga, tumbuh benih cinta yang keliru dan melanggar batas norma. Kisah romansa modern ini menyoroti pergulatan batin para karakter saat terjebak antara hasrat hati dan tuntutan moralitas. Mereka dipaksa menghadapi konsekuensi berat dari emosi yang tak semestinya ada. Sebuah narasi mendalam yang menantang nurani tentang cinta terlarang yang mekar di lingkungan terdekat.
Ringkasan Hasrat Terlarang Dalam Keluarga
Dalam kehangatan ikatan keluarga, tumbuh benih cinta yang keliru dan melanggar batas norma. Kisah romansa modern ini menyoroti pergulatan batin para karakter saat terjebak antara hasrat hati dan tuntutan moralitas. Mereka dipaksa menghadapi konsekuensi berat dari emosi yang tak semestinya ada. Sebuah narasi mendalam yang menantang nurani tentang cinta terlarang yang mekar di lingkungan terdekat.
Baca Selengkapnya

Hasrat Terlarang Dalam Keluarga Bab 1

Perkenalkan nama lengkapku Tita Indah Sari, namun aku biasa dipanggil Tita oleh teman-temanku. Saat ini aku bekerja di sebuah Bank asing yang cukup ternama di daerah Sudirman. Sejak lahir hingga sekarang aku sudah tinggal bersama keluargaku di daerah Cibubur.

Aku adalah anak sulung dari empat bersaudara. Aku memiliki dua orang adik perempuan, Winnie dan Dewi, serta satu adik laki-laki yang bernama Amar. Ayahku adalah orang Betawi asli, sedangkan Ibuku merupakan keturunan Sunda.

Karena ini adalah kisahku dengan adikku yang laki-laki, tanpa melibatkan adik-adikku yang lain, maka aku hanya akan menceritakan tentang kami berdua saja. Secara fisik aku memiliki tinggi badan 157 cm, kulit yang cukup putih, serta wajah yang menurut kebanyakan teman-temanku manis dan imut.

Bahkan sampai sekarang aku masih sering dianggap lebih muda dari umurku saat ini. Sedangkan adikku Amar, berkulit sawo matang, kurus dan tingginya sekitar 175 cm. Walaupun wajahnya terbilang biasa-biasa saja, di usianya yang berjarak 5 tahun denganku, dia sudah cukup sering berganti pacar.

Mungkin karena Amar adalah anak laki-laki satu-satunya dia diperlakukan berbeda oleh kedua orang tua kami. Namun karena sering dimanja seperti itulah, Amar menjadi anak yang suka melawan, sering bolos kuliah dan juga tidak mau mendengarkan nasehat dari orang lain termasuk keluarganya. Hingga pada suatu hari segalanya berubah. Yang pasti hari tersebut tidak akan pernah dapat terlupakan bagi aku dan dirinya.

Kisah ini berawal pada suatu sore saat kedua orang tua dan adik-adikku yang perempuan sedang berkunjung ke rumah nenekku, jadi di rumah hanya tinggal aku beserta adik laki-lakiku yang sedang tidak ada jadwal kuliah. Pada hari itu aku memang tidak bekerja karena libur dan juga sedang tidak ada rencana pergi dengan pacarku. Karena sedang berada di rumah, aku hanya memakai kaos putih tanpa bra dan dipadukan dengan celana pendek di atas lutut warna biru muda yang memperlihatkan sebagian paha mulusku.

Saat itu aku sedang mengobrol dengan pacarku melalui HP. Kami berdua membicarakan berbagai hal, mulai dari masalah serius hingga yang ringan. Tanpa terasa sudah lebih dari 1 jam aku berbicara dengannya. Sampai akhirnya aku tidak dapat tahan lagi untuk buang air kecil.

Aku pun meminta ijin kepada pacarku untuk menyudahi pembicaraan kami terlebih dahulu dan berjanji akan menghubunginya kembali. Setelah meletakkan HP, dengan terburu-buru aku berlari menuju ke kamar mandi yang jaraknya paling dekat, ketika kubuka gagang pintunya ternyata sedang dikunci dari dalam.

“Amar bukain pintunya dong…!! Teteh udah nggak tahan mau pipis nih…!!” aku berteriak sambil menggedor-gedor pintu.

“Tunggu ya Teh! Amar sebentar lagi selesai kok…!” terdengar suara adikku dari dalam kamar mandi.

“Aduh Mar!! Teteh udah kebelet nih…!! Cepetan dong keluar…!!” kataku memaksa sambil terus menggedor-gedor pintu karena aku sudah benar-benar tidak kuat lagi menahan air seniku.

‘Kreekk…’ terbuka sedikit pintu kamar mandi kemudian kepala Amar mengintip dari celahnya.

“Teteh nggak sabaran banget sih!?” kata Amar dengan nada kesal karena mandinya jadi terganggu.

Tanpa memperdulikan adikku yang sedang marah-marah, aku langsung memaksa masuk ke dalam kamar mandi karena sudah tidak tahan untuk buang air kecil. Dengan cepat aku menurunkan celana pendek beserta celana dalamku kemudian jongkok di atas kloset.

“Aaaaahhh…” aku sungguh merasa lega karena akhirnya keluar juga air seni yang sudah kutahan-tahan dari tadi.

Sambil tetap meneruskan buang air kecil, aku sempat memperhatikan adikku yang masih berdiri dengan kondisi telanjang bulat. Wajahnya terlihat sangat kesal karena mandinya terganggu oleh aku yang sudah terlanjur masuk ke dalam kamar mandi.

“Teteh ganggu orang lagi mandi aja nih…!!” teriak adikku sambil melotot.

“Maaf ya Mar, Teteh udah nggak kuat nahan pipis. Bentar lagi juga selesai kok…” kataku sambil meminta maaf.

Sebenarnya aku tidak mau memandang tubuh bagian bawah adikku. Tetapi karena ingin membandingkan penis Amar dengan milik pacarku, akhirnya aku menurunkan juga pandanganku.

“Hihihi… Masih kalah dengan penis pacarku…” aku tertawa dalam hati.

Karena takut tertangkap basah melihat penisnya, cepat-cepat kunaikkan lagi pandanganku ke arah wajahnya. Ternyata mata adikku sudah tidak melihat ke arah wajahku lagi, melainkan sedang memandangi vaginaku.

“Kurang ajar nih si Amar malah ngeliatin vaginaku!! Mana pipisku belum selesai lagi…” aku bersungut dalam hati.

Lalu aku menekan sekuat tenaga otot di vaginaku agar cepat selesai buang air kecilnya. Tanpa sengaja, terlihat lagi penis adikku yang tidak tertutup itu. Perlahan-lahan penisnya semakin naik sedikit demi sedikit, namun masih tetap kelihatan kecil.

“Ternyata memek Teteh bentuknya kayak gitu yah?” kata adikku tiba-tiba sambil melihat ke arah vaginaku.

“Amaaaar…!! Jangan kurang ajar kamu yah…!!” aku yang dalam keadaan marah langsung berdiri mengambil gayung kemudian kulemparkan ke arah adikku.

‘Duuuk…!!’ lemparanku memang mengenai tubuh adikku, tetapi hasilnya air seniku mengenai celana pendek serta celana dalamku.

“Aduuuh… Gara-gara Amar sih! Jadi basah deh celana Teteh…” aku marah-marah sambil melihat ke celana pendek dan celana dalamku.

“Syukurin! Makanya Teteh jangan maen masuk seenaknya aja…!” kata Amar sambil menjulurkan lidahnya ke arahku.

“Amar mandi lagi aah…” lanjutnya sambil mengambil gayung yang tadi aku lempar ke arahnya, kemudian melanjutkan menyiram air ke badannya lalu mulai mengusap sabun ke seluruh tubuhnya.

“Huuuh!! Ini anak cuek banget sih…!!” kataku dalam hati.

Waktu itu aku bingung harus bagaimana. Ingin keluar dari kamar mandi, namun tentu saja aku tidak mau memakai celana pendek dan celana dalamku yang sudah basah terkena air seniku. Akhirnya terlintas di pikiranku untuk meminjam handuk milik adikku terlebih dahulu, nanti setelah mengganti pakaian baru aku kembalikan handuknya.

“Teteh pinjem handuk Amar aja dulu…” kata adikku seolah-olah dapat membaca isi pikiranku.

“Iya deh…” jawabku singkat.

Tanpa ragu lagi, aku menurunkan celana pendek dan celana dalamku yang berwarna merah muda. Karena teringat setelah buang air kecil tadi aku belum sempat membersihkan vaginaku, maka aku mengambil gayung dari tangan adikku lalu membasuh vaginaku dengan air. Karena tidak ingin kalau Amar melihatku lebih lama dalam keadaan seperti ini, maka aku membersihkan vaginaku tanpa menggunakan sabun.

Setelah merasa cukup bersih, aku pun berniat untuk meminjam handuk adikku seperti yang tadi dia janjikan. Dan tepat seperti yang aku duga, ternyata dia memang sedang memperhatikan tubuhku yang setengah telanjang.

“Teh… Memek Teteh kok nggak ada bulunya sih? Hehehe…” katanya sambil tertawa meledek vaginaku yang memang baru aku cukur.

“Biarin aja! Daripada kecil kayak punya kamu Mar!” kataku membela diri sambil berusaha menutupi vaginaku dengan tangan.

“Emang Teteh udah pernah liat yang lebih gede dari ini?” tanya Amar yang sengaja memancingku.

“Y-ya nggak pernah lah!” jawabku sedikit gugup sambil berusaha memukul bahu adikku.

Tiba-tiba dia menghindar dari pukulanku “Weiiitts…!” katanya.

Karena aku memukul dengan sekuat tenaga, tanpa sengaja aku terpeleset sehingga punggungku jatuh mengenai tubuhnya, sedangkan pantatku menyentuh penisnya.

“Iiih… Rasanya geli banget…” kataku dalam hati.

Dengan segera aku menarik tubuhku sambil berkata “Uuuh… Gara-gara Amar sih…!!”

“Kata Teteh barusan penis Amar kecil kan? Kalau kayak gini gimana?” katanya mengacuhkan omonganku sambil menunjuk ke arah penisnya.

Kulihat penisnya mulai membesar seperti tadi, pelan-pelan semakin gemuk dan semakin tegak ke arah depan.

“Yeee…! Kalau gitu doang sih masih kayak anak kecil…!!” kataku berbalik mengejek dia.

Padahal jujur saja aku sempat terkejut juga melihat ukuran penis Amar yang sudah cukup jauh dibandingkan awalnya. Di dalam hati aku ingin mengetahui sampai seberapa panjang penisnya dapat bertambah.

“Tapi ini masih bisa digedein lagi Teh…” kata Amar seperti dapat mengetahui rasa penasaranku.

“Hah? Beneran Mar?” tanyaku sambil menatapnya.

“Iya Teh… Tapi untuk itu Amar butuh bantuan Teteh…” sahut adikku dengan wajah mesum.

“Bantuan apaan sih?” tanyaku yang sebenarnya sudah mengetahui apa yang diinginkan oleh adikku.

Tiba-tiba saja Amar menarik lenganku ke arah penis miliknya “Tangan Teteh taro aja di penis Amar…”

“Teteh nggak mau ah Mar…!” dengan cepat aku menarik tanganku yang sempat menyentuh penisnya.

“Kenapa sih Teh? Emangnya Teteh nggak penasaran bisa sampe segede apa penis Amar?” tanya adikku.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Hasrat Terlarang Dalam Keluarga

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, seorang gadis rela menjadi pengantin pengganti. Sayangnya, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan kasar. Meski mendapat perlakuan buruk, ia tidak tinggal diam dan terus berjuang keras menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka di Bakisah.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Menjebak Ivander dalam pernikahan paksa rupanya menjadi penyesalan terbesar bagi Nada. Meski begitu, cara ekstrem ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa mendampingi pria yang dahulu pernah ia hancurkan hidupnya. Terbelenggu rasa bersalah, Nada kini bertekad menebus dosa masa lalu lewat pengabdiannya sebagai istri. Namun, mampukah ketulusan Nada melunakkan dinginnya kebencian Ivander, ataukah perjuangannya meraih maaf justru berujung sia-sia?
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
Demi ambisinya, William yang merupakan putra bos mafia kejam rela melakukan segalanya. Namun, ayahnya yang bernama Ferdinand tewas secara tragis akibat sebuah pengkhianatan fatal. Kematian ini membuat sang istri, Rosemary, mulai menyadari sisi gelap suaminya yang selama ini tersembunyi. Kini, William bertekad membalas dendam sekaligus membersihkan nama baik ayahnya dari fitnah. Meski jalannya dihalangi seorang polisi wanita, William takkan mundur hingga peluru terakhirnya habis.
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki sangat geram karena ditolak mentah-mentah oleh pria yang dijodohkan dengannya. Alasan klasik bahwa mereka tidak saling kenal membuat Yuki berang hingga mengatai calon suaminya itu sebagai lelaki tua yang menjengkelkan. Namun, kekesalan tersebut tidak bertahan lama. Sebuah senyum licik merekah di wajah Yuki saat sebuah ide brilian muncul di benaknya. Ia pun menyusun rencana cerdik untuk memberi pelajaran bagi pria yang telah menolaknya tersebut.
Sampul Novel Penantian Yang Tak Kunjung Kembali
9.3
Enam tahun menjalani pernikahan rahasia dengan seorang direktur miliarder, sang istri harus menelan pil pahit karena suaminya menolak diakui sebagai ayah oleh putra kandung mereka sendiri. Puncaknya, sang suami kembali absen di hari ulang tahun anak mereka demi menemani sekretaris wanitanya. Kecewa mendalam, sang istri mengajukan gugatan cerai lalu pergi membawa putranya selamanya. Sang suami yang biasanya tenang seketika kehilangan kendali dan mencarinya dengan panik, namun penyesalan itu sia-sia karena mereka tidak akan pernah kembali.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED