Bab 2

Naura memang sangat bersedih atas berita orangtua dan adiknya yang ternyata berhasil ditawan oleh musuh, tangis Naura pun pecah dia sangat takut jika ayah dan ibu serta kedua adiknya dicelakai oleh musuh.

"Hapus air matamu La, kau harus bisa tangguh tangisan tidak akan menyelamatkan orangtua dan kedua adikmu,"

Benar juga kata Dady Gilbert, disaat seperti ini dia justru harus tegar dan kuat, agar bisa membantu Gilbert untuk membebaskan kedua orangtuanya beserta adiknya, kejayaan group Limson harus bisa direbut kembali.

"Dad, bagaimana jika orangtua dan adik-adikku celaka?"

"Tidak akan Nola, mereka pasti menginginkan sesuatu aku akan menyelidikinya!"

"Apa para anggota group Limson tidak bisa dikerahkan untuk menolong orangtuaku?"

"Markas kami diserang Nola, karena ternyata sebagian anggota telah berkhianat dan bekerjasama dengan musuh!"

Naura sebenarnya sangat panik mendengar bahwa anggota group Limson bahkan tidak mampu lagi menumpas musuh! Ini adalah titik terendah bagi group Limson. Dia tidak bisa membayangkan kondisi orangtuanya dan kedua adiknya yang saat ini mungkin sudah berada di markas musuh.

Tak ingin berlama-lama berisitirahat disini karena tidak aman! Gilbert kembali melajukan mobil taxi tersebut menuju bandara! Tujuan kali ini adalah pergi ke Hongkong, di sana masih banyak anggota group Limson yang bisa Gilbert latih untuk melakukan serangan balik pada musuh, sekaligus mencari tau siapa musuh yang sedang dia hadapi sebenernya.

Keduanya tiba di bandara dengan terburu-buru Gilbert menggandeng Naura untuk segera membeli tiket pesawat. Setelah mendapatkan dua tiket pesawat go show (tiket pesawat dadakan yang penerbangannya dilakukan beberapa jam lagi).

Gilbert terus waspada karena dia yakin musuh-musuhnya juga pasti sudah ada di bandara ini! Sementara masih harus menunggu dua jam lagi sebelum jam terbang.

"Dad, aku mau pipis!"

"Aku antar!"

"Dad, aku bisa sendiri,"

"Tidak Naura kau harus terus bersama ku!"

"Dady mau ikut masuk kedalam toilet terus liatin Naura lagi,"

"Jangan diteruskan, kau ini nakal sekali! Dady akan menunggu didepan toilet,"

"Ikut masuk juga engga apa-apa kok dad,"

Gilbert melengos dan tidak mau menanggapi lagi kenakalan Naura yang kini sudah remaja dan cantik luar biasa. Dengan terus menggandeng Naura, Gilbert menunggu didepan pintu toilet wanita.

Toilet terpantau tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa wanita yang berlalu lalang! Setelah Naura masuk, seorang wanita mencurigakan juga masuk kedalam toilet dia lebih terlihat seperti seorang pria yang memakai wig!

"Itu seperti bukan seorang wanita?" Gumam Gilbert, langsung saja Gilbert segera masuk kedalam toilet, semua wanita yang sedang berada didalam toilet melihat kearahnya dan berteriak.

"Hei Tuan keluar sana ini toilet wanita!"

Tapi Gilbert tidak mempedulikan itu, dia fokus mencari Naura dan wanita yang barusan masuk!

Didalam toilet yang paling ujung! Wanita tadi yang ternyata adalah seorang pria telah ikut masuk kedalam toilet yang dimasuki Naura, dia mengeluarkan jarum suntik berisi racun yang sudah ditodongkan keleher Naura.

"Jangan teriak!" ujar laki-laki yang menyamar jadi wanita.

Naura mengangguk dan tidak tau harus berbuat apa. Gilbert pun membuka satu persatu pintu toilet, dan tersisa satu pintu paling ujung sudah dipastikan disana Naura berada.

Gilbert segera membuka ikat pinggangnya, lalu berjalan masuk ke toilet disamping toilet ujung, setelah itu Gilbert naik keatas WC agar bisa melompat ke toilet tempat Naura berada.

Menyadari jika Gilbert sudah berada diatas sana, Naura segera bersiap-siap untuk terlepas dari musuhnya.

"Dady!"

Seketika musuh pun kehilangan fokus dan menengok kearah atas! Disaat itulah Naura menggigit kulit tangan musuhnya hingga berdarah dan Gilbert langsung melompat melingkarkan ikat pinggang keleher musuh itu, kemudian menjeratnya hingga dia pingsan, sengaja tidak Gilbert buat tewas karena polisi bandara pasti sedang menuju ke toilet setelah para wanita melaporkan Gilbert masuk kedalam toilet.

"Siapapun didalam keluar!" teriak polisi bandara.

Gilbert dan Naura keluar dari toilet sambil mengangkat tangannya! Sementara musuh tadi sudah pingsan dan dibawa oleh polisi! Setelah menjelaskan bahwa musuh tadi hendak menyuntikkan racun pada leher Naura, dan barang bukti pun ada akhirnya Gilbert dan Naura bisa bebas dan melakukan perjalanan menuju Hongkong.

Setibanya di Hongkong, Gilbert berjaga-jaga jika sampai musuh menyerang markas yang di Hongkong juga, maka Naura harus disembunyikan ditempat yang aman dan yang tidak mencolok, akhirnya Gilbert membawa Naura ke motel yang kumuh dan kecil.

"Dad, untuk apa kita kesini?"

"Nola, Dady takut musuh menyerang markas kita yang di Hongkong juga, jadi sebaiknya kau tinggal ditempat yang tidak mencolok!"

"Tapi motel macam apa yang lampunya kelap-kelip seperti tidak kuat bayar tagihan listrik?"

Karena memang kondisi motel sangat memprihatinkan, lampunya buram dan kelap kelip seperti akan padam! Ketika hendak memasuki motel tersebut pun tulisan motel yang terletak diatas jatuh kebawah.

Brug.

"Oh my God dad, kau serius ini akan menjadi tempat tinggal kita? Bahkan lebih bagus kandang hamster ku di rumah dibandingkan motel ini,"

"Hus, kau harus tahan dengan kondisi ini Dady tidak mau kau sampai celaka Nola,"

"Apa Dady sangat mencintai ku? Sampai-sampai Dady sangat khawatir padaku?"

"Hmm tentu saja Dady mencintaimu,"

"Asik, kalau begitu kita akan melakukannya disini, bermesraan?" Naura mengedipkan sebelah matanya

"Aku mencintaimu sebagai anakku, kau paham? Jadi nanti kau cuci pikiran mu itu agar tidak kotor terus!"

"Cih, dasar pura-pura tidak mau!" ujar Naura.

Seorang wanita tua datang menghampiri Gilbert dan Naura, dia adalah wanita tua pemilik motel.

"Kalian berminat menginap di motel ini?"

"Iya nyonya, kami akan menyewa dua kamar untuk tujuh malam dulu!"

"Tinggal satu kamar yang tersisa Tuan,"

"Hah, apa motel seperti ini sangat laku sampai hanya tersisa satu kamar?"

Gilbert langsung replex membungkam mulut Naura dengan tangannya agar dia tidak lagi bicara sembarangan, meskipun ekspresi wanita tua itu cukup kesal mendengar perkataan Naura tapi dia tetap memberikan satu kamar yang tersisa untuk disewa oleh Gilbert.

Keduanya masuk kedalam kamar motel yang jauh dari kata layak untuk dihuni.

"Astaga Dad, ini seperti rumah hantu!"

"Nola jaga bicaramu, kita tidak ada pilihan istirahatlah disini Dady harus pergi.

Tapi Naura pun meraih tangan Gilbert.

"Dady jangan pergi, Nola belum siap ditinggal apalagi tempatnya menyeramkan!"

"Baiklah Dady akan menjagamu sampai kau tidur,"

"Dady juga tidur bersama ku,"

"Tidak bisa Nola,"

"Kenapa? Sejak kecil kan Nola tidur di kamar Dady?"

"Sekarang berbeda, kau sudah lulus SMA kau sudah dewasa,"

"Berarti kau lelaki dewasa dan aku wanita dewasa, bukankah itu awal yang bagus," Naura malah semakin iseng dengan meraba bagian dada Gilbert dengan kedua tangannya.

Bab 3

Tak ingin Naura terus meraba-raba bagian dadanya karena akan menimbulkan sesuatu yang sedang tertidur menjadi terbangun, Gilbert segera memegangi kedua tangan Naura! Ditatapnya kedua mata Naura itu dari jarak dekat, sambil memegangi kedua tangan Naura.

"Dady akan tidur disamping mu,"

Tentu saja Naura langsung tersenyum lebar mendengar hal itu, keduanya naik keatas ranjang dan tanpa menunggu lama Naura langsung tidur memeluk Gilbert dengan erat.

"Nola, tidur biasa saja jangan peluk-peluk seperti ini!"

"Dady gimana si, ini engga boleh itu ga boleh, terus Nola bolehnya ngapain?"

Tak ingin berdebat lagi dengan Naura dan ingin agar Naura segera tidur, Gilbert pun membiarkan gadis remaja itu bebas memeluk tubuh kekarnya.

Belasan tahun menjadi duda dan setelah kematian sang istri Emilia, Gilbert menutup diri dari wanita manapun! Dia pun tidak pernah lagi melakukan hubungan diatas ranjang dengan wanita manapun, demi mengalihkan dunia ranjang Gilbert lebih banyak menghabiskan waktunya dengan bekerja.

Tapi dipeluk oleh Naura seperti ini membuat bagian sana mulai bereaksi, terasa sekali tubuh sintal Naura yang menempel dengan tubuhnya membuat Gilbert harus bersusah payah mengendalikan situasi seperti ini.

"Ingat Bert, Naura itu anakmu dia sudah seperti anakmu sendiri, Ya Tuhan jauhkan aku dari situasi seperti ini!" dalam hati Gilbert.

Karena kelelahan membuat Naura akhirnya tertidur lebih cepat, Gilbert pun buru-buru melepaskan pelukan Naura dari tubuhnya.

"Ah sit," merasakan bagian sana terus merasa sesak.

Buru-buru Gilbert meninggalkan motel tersebut, daripada dia tidak dapat mengendalikan lagi apa yang telah bangkit! Malam ini Gilbert akan pergi ke markas dan tempat judi milik group Limson yang berada di salah satu kota di Hongkong ini.

Setibanya di markas, beberapa anggota group Limson yang diminta Gilbert untuk mengamankan nenek dari Naura telah hadir bergabung.

"Bagaimana keadaan neneknya Naura?"

"Beliau sudah berada di tempat yang aman Tuan, di salah satu penginapan yang jauh dari sini!"

"Bagus, nanti aku akan mempertemukannya dengan Naura, aku senang kalian bisa selamat!"

Gilbert pun berdiri di depan untuk memberikan pengumuman penting bagi para anggota group Limson yang tersisa.

"Dengar semuanya! Aku sendiri yang akan melatih kalian, mulai sekarang kalian akan berlatih pagi siang dan malam, kita harus membalas semua yang telah dilakukan oleh musuh terhadap group Limson!"

"Tapi bagaimana dengan anggota yang berkhianat Tuan?" tanya salah satu anggota group Limson.

"Kita rekrut ulang untuk memperbanyak anggota baru! Dan aku bersumpah, para pengkhianat itu akan mati ditangan ku,"

"Siap Tuan!"

Semua anggota yang tersisa begitu bersemangat untuk membalas semua yang telah group Limson alami! Hal pertama yang harus dilakukan oleh Gilbert adalah mencari tau keberadaan atasannya yang merupakan orangtua dari Naura, karena mereka disekap oleh musuh.

Sementara itu, di sebuah mansion mewah milik Jazz dan beberapa anggota mafia yang sudah dia bentuk bernama group Salvator, tengah tertawa terbahak-bahak mengelilingi orangtua Naura dan kedua anak laki-lakinya yang sudah terikat menjadi satu.

"Nick! Nick! Kau sudah kalah dariku!"

"Mau apa kau Jazz?" tanya Domanick, ayah dari Naura.

"Kau tanya aku mau apa? Tentu saja aku mau semua bisnis group Limson beralih ketangan ku, dan aku menjadi mafia nomor 1 di negara ini!"

"Cih, jangan mimpi kau Jazz aku bersumpah akan membuat mu menyesali ini semua! Bebaskan anak dan istri ku, kau hadapi aku secara jantan!" ujar ayahnya Naura.

Ckckckck...

"Sebelum Ibu mu itu aku dapatkan, dan dia menurut padaku untuk menandatangani surat pengalihan semua bisnis group Limson menjadi milikku, kalian tidak akan aku lepaskan!"

"Breng sek kau Jazz!" teriak ayahnya Naura.

"Mom, dad, aku takut!" ujar Stanley dan Steiner.

"Tenang saja, kalian harus percaya pada Dady dia akan bisa melepaskan kita dari semua ini!" Ibunya Naura terlihat menguatkan anak-anaknya.

"Satu lagi Nick! Bukan hanya ibu mu yang akan aku bawa kesini, tapi juga anak pertama mu yang cantik dan seksi itu, kalau tidak salah Naura namanya!"

"Jangan pernah berani menyentuh Naura!" Ayahnya Naura semakin meradang begitu anak pertamanya disebut.

"Aku memang tidak akan menyentuhnya, tapi aku akan menikmatinya akan aku jadikan dia budak untuk memuaskan ku diranjang! Kau masih ingat bukan, dulu kau sempat membebaskan budak ku yang bernama Joanna, dan putrimu yang akan menggantikannya nanti!"

Ckckckck...

Jazz tertawa terbahak-bahak menertawakan ketidak berdayaan Ayahnya Naura saat ini. Saat Naura berusia 7 tahun kakeknya yang merupakan pemilik seluruh harta dan kekayaan group Limson meninggal dunia karena sakit dan usianya memang sudah sangat tua, oleh sebab itu sekarang semua harta dan bisnis group Limson berpindah tangan atas nama neneknya Naura.

Karena itu Jazz memburu neneknya Naura, agar bisa menjadi mafia nomor 1 di negara ini.

Anggota group Limson yang tersisa mulai membagi tugas, ada yang mencari anggota baru untuk memperkuat pertahanan group Limson nantinya, ada juga yang kembali ke negara asalnya untuk mencari tau musuh seperti apa yang sedang mereka hadapi.

Dini hari, Gilbert baru kembali ke motel! Ketika membuka pintu, Gilbert tidak melihat adanya Naura ditempat tidurnya.

"Nola! Nola! Dimana kau? Nola!" Gilbert terus memanggil-manggil nama Naura sembari mencari kedalam kamar mandi, lalu pergi kebawah tempat pemilik motel.

Rupanya Naura sedang memasak spaghetti bersama dengan wanita tua pemilik motel. Gilbert pun langsung datang meraih satu tangan Naura lalu memeluk tubuh Naura.

Sambil menghembuskan nafas panjangnya, Gilbert merasa lega karena apa yang dia khawatirkan tidak terjadi, semula Gilbert berpikir bahwa dia gagal melindungi Naura sehingga Naura ditangkap musuh, ternyata dia ada di dapur.

"Dady, kau kenapa?"

"Aku takut, aku pikir kau tertangkap musuh Nola!"

"Naura, kau beruntung sekali memiliki ayah yang sangat menyayangi mu seperti ini!" ujar pemilik motel.

"Dia bukan ayahku, dia calon ayah dari anak-anak ku,"

"Hah?"

Melihat pemilik motel kaget atas candaan Naura, Gilbert buru-buru melepaskan pelukannya.

"Tidak, tidak putriku senang bercanda aku ayahnya,"

"Ayah macam apa yang meninggalkan putrinya tanpa makanan apapun didalam motel? Lain kali jika kau mau pergi bekerja, pastikan putri mu diberi makan dulu," ujar wanita pemilik motel.

"Iya aku buru-buru tadi Nyonya, terimakasih kau sudah menjaga putriku.

Setelah spaghetti itu matang, keduanya membawa spaghetti tersebut ke kamar motel mereka! Gilbert duduk dikursi begitu juga Naura.

"Nih ayo buka mulut Dady!" Naura mau menyuapi Gilbert.

Tapi Gilbert malah mengambil spaghetti itu dengan tangannya dari garpu yang disodorkan Naura, spaghetti itu pun terjuntai kebawah dan isengnya Naura segera melahap spaghetti tersebut hingga spaghetti panjang itu kini ujung kirinya berada di mulut Gilbert sementara ujung kanannya berada di mulut Naura.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED