Kini Veronika telah sampai di rumah nya dengan wajah kesal.
Walaupun dia tidak mencintai Zero tetapi laki-laki itu telah mengkhianati nya selama ini dan berbohong jika ternyata laki-laki itu masih mempunyai hubungan dengan mantan kekasih nya itu.
'dasar semua laki-laki sama saja' batin Veronika lalu masuk kedalam rumah nya dengan wajah cemberut.
"Ahhhh .... " Veronika terkejut saat melihat seseorang yang sedang duduk sambil menghisap sebatang rokok di tangan nya dengan kaki yang bertumpu.
" Siapa kau? Kenapa ada di rumah ku. Kau pasti mau mencuri." Dengan nada cukup keras Veronika berkata seperti itu pada pria di hadapan nya.
Pria itu memicingkan mata nya menatap ke arah Veronika melihat dari ujung kaki hingga ujung kepala nya.
" Bawa dia!" Tanpa basa basi sang pria itu menyuruh anak buah nya yang kini berada di belakang Veronika untuk membawa nya pergi.
" Lepasin! mau apa kalian. Hei... Kalian mau bawa aku kemana? Kalian mau menculik ku... Lepaskan" Veronika mengoceh dengan kedua tangan yang di seret paksa oleh ke dua orang yang berbaju hitam mengikuti pria yang kini sedang berjalan menuju mobil nya.
"Gadis kecil kau sangat berisik!" Gumam pria yang ada di hadapan Veronika
Kini mata gadis itu mulai berkaca-kaca karena ketakutan.
"Tolong.... Tolong... aku... " Teriak Veronika tetapi tidak ada yang berani membantu gadis itu yang kini sudah banyak mengeluarkan air mata dan terus di seret paksa untuk masuk kedalam mobil.
" Ya tuhan, kasihan sekali gadis itu harus di jual pada para mafia " ucap salah satu tetangga yang tau siapa pria yang telah membawa Veronika pergi.
Veronika terus saja berontak saat di dalam mobil itu.
" Kalian mau bawa aku kemana..." Veronika terus saja meminta di lepaskan
" Bisa diam tidak" kata salah satu anak buah yang sedang mencekal tangan Veronika.
Tetapi Gadis itu tetap saja berontak tak bisa diam sama sekali,
hingga pria yang sedang duduk di samping supir menatap tajam di balik kaca spion yang melihat ke arah belakang ini baru pertama kali nya dia ikut anak buah nya untuk membawa pergi orang-orang yang telah di jual padanya.
" Hentikan mobil nya" dengan nada dingin membuat supir itu segera menghentikan mobil nya.
Pria itu segera turun dari mobil nya dan bertukar tempat dengan anak buah nya yang sejak tadi tidak sanggup menjaga Veronika yang terus saja berontak.
Saat anak buah nya akan keluar Veronika juga mencoba mencari celah untuk kabur tetapi bukan nya kabur dia malah mendapatkan tamparan keras di pipi mulus nya.
Plakkkk .....
"Akhhhh...sakit... " Veronika menangis sambil menatap pria yang ada di samping nya sekarang.
Gadis itu menangis dalam diam lalu menggeser posisi duduk nya untuk mendekat ke arah jendela dengan menghindar dari pria tampan yang telah menampar pipi nya.
Veronika tidak tau siapa mereka dan apa mau mereka kenapa membawa nya pergi bahkan dia tidak tau di mana sekarang ia berada.
Mata tajam itu melihat ke arah samping dimana gadis yang bertubuh kecil itu terus saja memegang salah satu pipi yang telah di tampar oleh nya sambil melihat ke arah jendela.
Dia adalah Sean Anderson salah satu mafia yang terkenal kejam tanpa ampun.
Semua orang yang mengenali nya akan takut dengan nya.
Tidak heran jika Sean akan dengan mudah nya memukul atau menampar orang yang menurutnya sulit untuk di atur karena ia tidak menyukai orang-orang seperti itu.
Itulah kenapa Sean menampar Veronika karena gadis itu sejak tadi tidak pernah diam membuat Sean kesal.
Hening tak ada suara sejak Veronika di tampar dan berhasil gadis itu diam tanpa mengeluarkan satu kata pun.
perjalanan masih berlangsung.
Veronika memejamkan kedua matanya gadis itu kini tertidur karena perjalanan yang panjang membuat nya mengantuk, apalagi hari makin menjelang sore.
Kepala gadis itu kini tidak sengaja terjatuh ke arah paha pria yang ada di samping nya.
Sean terkejut saat mendapati wajah cantik Veronika kini sedang tertidur pulas di paha nya wajah cantik Veronika begitu terlihat jelas oleh nya.
Kulit yang putih, mulus tampa noda dengan bulu mata yang lebat dan bulu alis yang membentuk dengan begitu rapi membuat gadis itu benar-benar sempurna.
Sean mengalihkan matanya, tidak ingin terus melihat ke arah Veronika yang sedang tidur begitu menyejukkan ada getaran aneh yang membuat Sean ingin terus melihat ke arah bawah untuk melihat wajah cantik Veronika.
Sean ingin membangunkan gadis itu dari atas paha nya tetapi terasa berat bagi nya untuk membuat gadis itu menyingkir dari atas paha nya. Sehingga sean membiarkan gadis itu tetap tidur di paha nya, lagi pula jika gadis itu bangun itu akan membuat nya kesal nantinya karena ia yakin jika gadis itu akan kembali berontak.
****
Pagi hari yang cerah membuat mata cantik itu mengerjapkan kedua mata nya.
"Eughhhhh...." Veronika mencoba untuk bangun
" Kenapa berat sekali" gumam Veronika
Lalu secara perlahan gadis itu membuka mata dan melihat ke arah ke dua tangan yang terkunci oleh tangan seseorang yang sedang memeluk tubuh Veronika.
Dengan cepat Veronika menoleh ke arah samping tepat wajah seseorang berada di dekat nya,
Bahkan hampir saja Veronika mencium seseorang yang ada di samping nya itu.
Hidung mereka bahkan sudah bersentuhan lebih dulu.
Veronika kaget dan ingin berteriak tetapi setelah memundurkan kepalanya ia bisa melihat dengan jelas wajah tampan seseorang yang ternyata itu adalah laki-laki yang telah menculik nya.
'pria ini kan yang menculik ku' batin Veronika lalu melihat ke arah lain, melihat-lihat semua yang ada di dalam ruangan tersebut.
Ruangan yang begitu besar, megah, seperti hotel berbintang sangat indah.
Bahkan Veronika belum menginjakkan kakinya di tempat sangat bagus ini baru pertama kali bagi Veronika ia berada di ruangan yang begitu mewah
Secara perlahan Veronika mencoba untuk bangun dari tidur nya dengan menyingkirkan tangan besar yang melingkar di pinggang nya.
Gadis itu mulai turun dari atas ranjang mewah yang ditempatinya.
Melihat ke arah pria yang masih tertidur pulas lalu melihat ke arah badan nya yang ternyata masih lengkap dengan pakaian yang dipakai sebelum nya.
Veronika menghela nafas lega karena sempat terkejut,
karena telah berpikir jika pria yang tidur dengan nya telah melakukan hal yang tidak-tidak padanya.
Gadis itu menatap ke arah pintu dan terdiam sejak untuk berpikir apa ia harus melarikan diri atau tidak.
Tetapi Veronika berpikir untuk mencoba melarikan diri walaupun dia tidak tau dimana dirinya berada.
Gadis itu berjalan ke arah pintu memegang gagang pintu yang sial nya ternyata pintu itu terkunci.
Veronika cemberut lalu membalikkan tubuh nya.
"Ahhhhh.... Hantu...." Veronika terkejut saat seseorang kini berada di hadapannya tiba-tiba.
Sean menyeringai saat melihat Veronika tiba-tiba terkejut karena nya.
Veronika yang melihat pria di hadapan menyeringai membuatnya seketika takut,
Pria yang ada di hadapan nya ini akan menampar nya kembali.
" Gadis kecil kau ingin melarikan diri rupa nya"
Dengan cepat Sean mencengkram leher Veronika dengan satu tangan nya lalu menariknya kehadapannya membuat gadis itu harus berjinjit walaupun begitu tetapi saja Sean harus menundukkan kepala nya untuk melihat ke arah wajah Veronika karena tubuh gadis itu begitu pendek seperti gadis yang masih duduk di bangku SMP.
" Le... lepasin..." Dengan terbata - bata Veronika berucap sambil menatap wajah pria tampan yang ada di hadapannya tetap begitu menyeramkan.
"Kau ingin kabur? Sampai kau mati pun tak akan bisa kabur dariku" Sean berkata penuh dengan penekanan meremas leher Veronika membuat gadis itu merasakan sesak di tenggorokan nya dan sulit untuk bernafas.
Veronika berusaha mencoba melepaskan tangan Sean yang ada di lehernya dengan mencekal tangan laki-laki itu dengan kedua tangan nya, menahan tangan Sean agar tidak terlalu menekan ke arah leher nya.
Veronika menatap tajam ke arah Sean ia benar-benar telah bersumpah untuk membenci pria kejam yang ada di hadapan nya ini.
" Gadis kecil berani sekali kau menatapku seperti itu." Dengan sekali dorongan saja Veronika sudah tersungkur ke atas ranjang.
"Akhhh...uhukk... Uhuk... " Veronika terbatuk-batuk saat leher nya baru saja dilepaskan oleh pria yang kini sedang berjalan ke hadapan nya dengan melepas baju hitam yang dipakai oleh nya.
Veronika terperanjat kaget saat pria yang tak dikenali nya sama sekali tiba-tiba melepaskan pakaiannya dengan cepat Veronika mundur kebelakang.
Dai begitu ketakutan dengan senyuman Sean yang membuat gadis itu kini berkaca-kaca dan akan segera menangis.
Tok... Tok...
Ketukan pintu membuat Sean mengurungkan niatnya.
Pria itu lalu berkata pada Veronika,
"Hari ini kau selamat"
Sean segera membuka pintunya dan pergi begitu saja setelah anak buah nya berbisik suatu.
Sean segera menutup pintu mengunci pintu tersebut
Veronika segera bangun dari atas ranjang dan segera berjalan menuju pintu, yang ternyata telah terkunci.
Gadis itu kini melihat ke arah jendela segera membuka jendela kamar itu yang ternyata mereka sedang berada di sebuah hotel dengan bangunan yang tinggi membuat Veronika kesulitan untuk mencari jalan keluar.
Gadis itu melihat ke arah samping di mana balkon sebelah nya cukup jauh dari balkon yang ditempati nya, namun masih bisa terjangkau mungkin hanya berjarak satu meter lebih untuk bisa menyeberang ke arah balkon itu.
Veronika melihat ke arah barang-barang untuk bisa di pakai untuk melarikan diri dan sial nya tak ada apapun di kamar itu.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang" gumam Veronika sambil mondar mandir kesana kemari.
"Apa aku coba meloncat saja." Gumam Veronika sambil melihat ke arah balkon di sebelah nya.
Gadis itu kini sedang memasang aba - aba di atas kursi panjang dia akan berlari dan menginjak pembatas pagar untuk bisa meloncat ke arah pembatas pagar di seberang.
Veronika memejamkan mata menarik nafas dalam - dalam karena nyawa nya adalah taruhan nya sekarang.
Jika ia tidak sampai ke balkon sebelah maka dia akan mati jatuh ke bawah.
" Satu... Dua... Tiga..." Veronika meloncat ke arah balkon tersebut.
Bahkan ia meloncat cukup jauh dan melewati pembatas balkon yang dituju nya hingga terjatuh ke lantai.
BRUGGGHHHH...
"Akhhhh...." Veronika meringis kesakitan karena harus jatuh ke lantai.
Veronika tidak sadar jika orang-orang yang melihat Veronika di balik kaca, begitu terkejut karena tiba-tiba ada orang yang jatuh ke lantai tepat di pintu balkon tersebut.
Tetapi tidak dengan pria yang kini rahang nya sedang mengeras dengan tangan mengepal.
Veronika melihat ke arah pintu balkon yang terbuka gadis itu membulatkan kedua mata nya saat melihat banyak orang yang ada di sana.
banyak gadis - gadis yang sedang berdiri dengan pakaian sexy dan bermake-up tebal.
Dan mata Veronika kini harus bertemu dengan mata tajam seseorang yang begitu menusuk ke arah nya seperti pisau.
Mata tajam milik pria yang mencekik nya tadi sebelum keluar dan ternyata pria itu ada di ruang sebelah dimana Veronika ingin melarikan diri tetapi malah masuk ke tempat yang salah.
Dimana Sean sedang menjual para gadis-gadis hasil tangkapan nya pada pria gendut yang sedang duduk di samping nya.
Pria gendut itu salah satu pembeli yang nanti nya akan membeli para wanita yang ditawarkan oleh Sean dengan harga mahal, karena barang yang ditawarkan oleh Sean tentu nya masih bersegel.
Biasanya para pembeli akan memaksa para wanita itu untuk memuaskan orang yang membeli mereka.
Dan orang yang membeli para gadis-gadis itu bukan lah pria normal melainkan para pria yang memiliki hasrat menyimpang atau kelainan dalam berhubungan intim.
Mereka bisa menggunakan para gadis - gadis itu sepuas nya bahkan ada juga yang sampai mati.
Sean segera berjalan ke arah Veronika yang kini sedang berusaha berdiri dengan lutut nya yang sakit bahkan cukup Sulit untuk berdiri.
Sean mengangkat tubuh Veronika dengan amarah yang mengebu dalam dirinya.
Namun Sean hanya bisa menahan nya. Sambil mengangkat tubuh Veronika dia berbisik.
"Diam, atau kau akan mati seperti mereka" ancam Sean
Lalu membawa masuk Veronika kedalam gadis itu menuruti apa kata Sean.
"Wow .... Sean kau menyimpan barang antik tanpa ingin memperlihatkan nya pada ku" kata pria gendut itu.
" Dia, Gadisku," dengan nada dingin Sean segera keluar dan kode pada salah satu asisten nya untuk mengurus pria gendut itu karena dia harus mengurus gadis kecil yang kini ada di pangkuan nya.
Sean kembali membawa Veronika ke kamar, dimana sebelum nya gadis itu berada.
Dengan wajah cemberut Veronika hanya bisa diam dan mengumpati pria yang sedang mengangkat tubuh nya.
Bisa-bisanya pria itu mengakui dia sebagai gadis nya.
Sean mengunci pintu tersebut lalu segera menjatuhkan Veronika ke kasur begitu saja dengan kasar.
"Aw...." Membuat Veronika harus kembali meringis kesakitan walaupun jatuh ke atas ranjang empuk tetap saja kali nya yang keseleo merasa sakit.
Di saat sedang meringis Veronika harus di kejutkan dengan ulah Sean yang tiba-tiba menindih tubuh nya.
"Akhhh.... Apa yang kau lakukan" Veronika mencoba untuk mendorong pria yang ada di hadapannya.
" Seharus nya aku yang bertanya padamu. Apa yang kau lakukan! Berani - berani nya kau mencoba kabur?" Sean berkata dengan rahang yang begitu mengeras karena marah.
Hati nya benar - benar marah karena gadis kecil yang kini sedang berada di bawah tubuh nya.