Keesokan harinya pada malam hari jhos pergi ke bar sahabatnya Brian, jhos yang menghubunginya untuk ke barnya karna dia mempunyai banyak sekali minuman merek baru maka karna merasa penasaran dengan itu jhos langsung ke sana.
Di saat jhos berjalan di dalam dalam bar itu dia langsung jadi perhatian semua pengunjung bar tapi dia tidak memperdulikan itu dia terus berjalan bersama kedua bodyguardnya dengan langkah dingin, dia langsung di sambut oleh Brian.
"Halo jhos selamat datang di bar kebesaran ku, silahkan masuk aku sudah menyiapkanmu kamar di sana ada Farhan dan Zidan," sambut Brian kepada jhosua dia hanya mengangguk ringan kepada Brian, lalu dia mengikuti Brian ke kamar yang di maksud Brian, di dalam kamar itu terlihat kedua temannya Farhan dan Zidan sedang bermain dengan dua wanita.
Zidan dan Farhan melihat kedatangan jhos langsung menyapanya, " Widi ada bos kita nih datang, kau apa kabar jhos,?" Tanya keduanya sambil memainkan buah dada perempuan yang duduk di pangkuan mereka.
"Bisa gak kalian hentikan dulu aktivitas kalian saya jijik melihatnya," ucap jhos sambil berjalan ke sofa kosong.
" Yaelah seperti kau tidak pernah saja, kau tidak bisa ya melihat sahabat kau sedang bersenang senang sebentar," jawab Zidan sambil bermain dengan wanita itu. Jhos yang mendengarkan jawaban dari mereka langsung meminum anggur yang sudah di sediakan untuknya.
Di Kamar sebelah terlihat seorang gadis yang sedang menemani seorang CEo tampan, gadis itu sebenarnya sangat enggan menemani CEO itu tapi karna biaya kuliahnya yang tidak bisa dia bayar semester ini jadi dia terpaksa melakukannya.
"Sayang mendekatkan,"panggil CEO itu yang bernama, jonson, mendengar panggilan Jonson, Nisa langsung mendekatinya.
Jhonson memandang buah dada Nisa yang begitu besar dia langsung merasakan nafsunya naik ingin sekali dia menjamah dada besar Nisa.
Tampa pikir panjang dia langsung menarik tubuh Nisa dan menindihnya .
"Apa yang kau lakukan lepaskan aku," kata Nisa terkejut dia tidak menyangka kalo Jonson akan melakukan ini kepadanya.
"Tenang sayang aku hanya ingin bermain main dengan tubuhmu," jawab Jonson memulai mencium leher Nisa.
"Lepasin aku aku tidak mau," teriak Nisa tapi Jonson tidak semudah itu melepasnya, hari ini juga dia harus bisa menikmati tubuh mungil Nisa.
Dia terus menciumi leher Nisa yang menggeliat karna geli dan rasa takutnya, jonson mulai menjamah tubuh Nisa dia menekan buah dada Nisa yang masih terbungkus dengan bajunya.
"Sayang hari ini, kita melakukannya ya sejak kemaren aku selalu menahannya aku sangat tersiksa," katanya berbisik di telinga Annisa, mendengar bisikan itu Annisa langsung gugup dia berusaha melepaskan dirinya.
," Tolong.. tolong.." teriaknya takut, dia sangat takut dia tidak mau kalo keperawanannya harus di ambil oleh laki laki hidung belang seperti Jonson.
"Percuma kamu berteriak sayang di sini tidak akan ada yang menolong mu, di sini bar sayang menurut mereka orang yang berteriak sepertimu, adalah pasangan yang berteriak kenikmatan hhhh, ayo lah sayang terima aku di tubuhmu sayang, setelah itu kamu mau apa akan ku beri sayang, jadi lah kekasihku puaskan aku ," ucapnya sambil mulai merobek baju Nisa sampai pembungkus dadanya kelihatan.
Nisa langsung berfikir, dia mencari benda di sekitarnya, dan akhirnya dia melihat botol anggur di dekatnya dia langsung mengambilnya dan, "Ting," terdengar suara pecahan botol itu di kepala Jonson, merasa kan ada kesempatan Nisa langsung berlari dari sana, melihat Nisa yang berlari, Jonson langsung memanggil anak buahnya untuk mengejarnya,
Nisa setelah keluar dari kamar yang tadi dia tidak tau akan berlari ke mana karena semua bawahan Jonson mengejarnya, akhirnya dia di hadang oleh kedua bawahan Jonson ," haha mau lari kemana kamu cantik, ayolah masuk bos tampan kami akan memuaskan mu," kata mereka tertawa sambil menghadang Nisa dan ingin menangkapnya.
Semua orang di sana menyaksikannya, mereka sangat kasian melihat gadis mungil dan manis itu akan menjadi santapan laki laki hidung belang.
Annisa yang melihat dirinya sudah tidak bisa lari lagi karena sudah di hadang, dia langsung punya ide dan masuk ke kamar yang ada tepat di belakangnya, sampai di dalam dia langsung di tarik oleh anak buah Jonson," lepaskan aku aku tidak mau, lepas kan, tolong, isss, lepaskan aku," teriaknya sambil mulai menangis ketakutan.
Bertepatan di saat jhos sedang menikmati minumannya sambil merokok dia melihat ada seorang gadis masuk ke kamar di mana dia berada, sedang di kejar oleh dua orang tidak dia kenali.
Jhos langsung berdiri dan melangkah ke sana.
"Lepaskan," ucap jhos dingin dan santai, kedua laki laki yang menangkap Nisa itu pun mengangkat kepalanya dan melihat laki laki tinggi dan dingin di depannya.
"Paman tolong aku, mereka mau memperkosaku," kata Nisa meminta bantuan jhos.
Kedua bawahan Jonson pun langsung menatap jhos lalu berkata," hai bos jangan ikut campur, kalau tidak kau akan menyesal,"
" Buk.. buk..," jhos Tanpa berfikir langsung memukuli kedua bawahan itu.
"Jangan berani-berani berbicara seperti itu apalagi mengancam ku," kata jhos dan lanjut menendang kepala mereka hingga pingsan.
Farhan dan Zidan yang juga di dalam sana ikut terkejut begitupun dengan Nisa, Nisa yang melihat dirinya sudah di tolong langsung berhambur memeluk tubuh tinggi jhos, " terima kasih paman, terimakasih," ungkapnya.
jhos sendiri yang merasa di peluk langsung terkejut karena merasakan benda kenyal di dadanya dia merasakan buah dada gadis yang memeluknya itu, membuatnya merasakan hawa panas di tubuhnya," gadis ini kenapa buah dadanya begitu besar, pantas saja mereka mau memperkosanya, tapi kenapa dia berada di sini," gumam jhos masih terkejut merasakan rasa kenyal yang di dapatkan itu.
"Sekarang kamu sudah aman gadis bodoh, ayo ikut aku ku antar kau pulang," kata jhos setelah bisa mengendalikan dirinya tidak seperti tadi dia tidak tahan sekali ingin rasanya dia langsung memegang buah dada gadis yang sedang memeluknya itu.
Mendengar ajakan jhos dia langsung mengikuti langkah jhos keluar, sedangkan Farhan dan Zidan terkejut, dia tidak menyangka jhos akan meninggalkannya demi gadis kecil seperti itu.
"Hai jhos kenapa kau cepat sekali pergi,?" Tanya mereka yang melihat jhos keluar.
"Aku ada urusan aku pergi dulu," jawab jhos dingin dan terus melangkah.
Sampai depan mobil jhos menyuruh Nisa masuk, awalnya Nisa ragu tapi melihat wajah jhos yang sangat tampan itu di tambah lagi dia menolongnya tadi akhirnya dia langsung masuk ke dalam mobil.
"Paman kita mau kemana,?" Tanya Nisa.
"Temani saya makan dulu, setelah itu aku antar kamu pulang," jawab jhos.
..
Sesampainya di restoran mewah, jhos turun dari mobilnya bersama Nisa.
"Selamat datang tuan," kata semua pelayan dan petugas di sana menyambut kedatangan jhos,
Nisa melihat di restoran mewah itu kenapa pengunjungnya sepi, dia tidak melihat satupun pengunjung di dalam sana." Kenapa restoran semewah ini pengunjungnya tidak ada satupun, pelayannya di gaji pake apa kalo begini,"gumam Nisa, lalu berjalan dan duduk di kursi samping tempat jhos duduk,
"kenapa kok pengunjung di restoran ini sepi sekali," tanyanya polos dia tidak tau kalo jhos sudah memesan restoran ini, karna jhos tidak suka keramaian di saat dia makan.
"Mungkin semua orang lagi tidak selera makan," jawab jhos sambil tersenyum mendengar pertanyaan polos Nisa.
"Oh begitu ya paman, pantas saja sepi," katanya percaya lalu memandang ke arah jhos, dia baru sadar kalo jhos begitu tampan dengan wajah yang terlihat sempurna, hidung yang mancung mempunyai bibir tipis dan alis yang sangat rapi seperti semut yang berbaris.
"Ya Tuhan aku baru sadar kalo malaikat penyelamatku begitu tampan sekali, ini pasti bukan manusia ini pasti malaikat kan?," gumamnya sambil terus memandangi wajah jhos sambil menekuk tangannya menyangka dagunya.
"Kau kenapa memandangiku seperti itu gadis bodoh,?" Tanya jhos yang melihat gadis itu sangat aneh. Jhos merasa gadis di depannya itu tidak mendengarkannya dan masih larut dengan lamunannya,
"hai kamu kesurupan ya bodoh," tanya jhos lagi, sambil membalas tatapan Nisa membuat Nisa terkejut dan tersadar, langsung menjawab pertanyaan jhos dengan polos.
"Paman tampan sekali, apa paman punya kekasih, pasti banyak Deh,?"
Jhos langsung menyipitkan matanya mendengar pengakuan Nisa itu, lalu tersenyum dan berkata,"kamu baru sadar ya, kalo saya bilang saya tidak punya kekasih apa kamu mau sama saya," tanya jhos mencandainya.
"Siapa yang berani menolak laki laki setampan paman," jawabnya polos Tanpa sadar apa yang dia katakan. Tapi setelah sadar dengan apa yang di katakan ya Nisa langsung menyangkalnya.
" Eh maksud aku itu paman, eee paman kan tampan mana mungkin Paman tidak punya kekasih," jawabnya sambil mengalihkan pandangannya ke tempat lain dengan malu.
"Aduh apa yang sudah aku katakan, memalukan sungguh memalukan," gumamnya menyembunyikan wajah malunya.
"Gadis bodoh kamu mau makan apa,?" Tanya jhos sambil memandangi tingkah konyol gadis di depannya itu.
" Aku , ee aku mau makan yang paman mau makan saja," jawabnya tapi masih menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Jhos pun langsung mengangguk dan memesan makanan.
"Kamu kenapa sampai di kejar sama mereka tadi," tanyanya ramah, dia juga tidak menyangka saat bersama gadis ini dia sekarang banyak berbicara..
"Akuuu, ee, aku awalnya begini paman, aku kan masih kuliah ni jadi semester ini aku tidak bisa bayar uang semesteran jadi aku mencari kerja dan ada yang bernama tuan Jonson dia menawariku kerja jadi aku mau tapi Tanpa aku pikir dia malah mau mengerjakan aku sebagai temannya di bar saja dan menemaninya tidur, tadi itu aku mengetahuinya jadi aku langsung kabur deh di waktu dia merobek bajuku," jawab Nisa jujur, dan polos.
Jhos menyipitkan matanya mendengar cerita Nisa lalu matanya beralih ke pakaian Nisa yang robek dan melihat bungkus dada Nisa sampai terlihat, kenapa dia baru sadar sekarang.
Melihat bungkusan dada Nisa yang terlihat jelas di depannya itu membuat gairahnya naik, dan dia merasa aneh kenapa dia begitu cepat terangsang melihat gadis di depannya.
"Kalo saya yang memintamu bekerja buat saya gimana, saya menjadikanmu asisten saya, kalo kamu bisa memasak kamu juga bisa memasakkan saya," tawar jhos dengan santai sambil memakan makanannya, awalnya Nisa ragu sekali.
"Saya akan memberimu uang 2jt dolar setiap bulan gimana?," Tanya jhos membuat nisa jadi semangat dan tidak ragu.
"Beneran paman, ya aku bisa memasak dan bisa mencuci juga, kapan saya bisa bekerja paman?," Ucapnya jadi semangat setelah mendengar gaji bulanannya, jhos jadi tersenyum pengakuan polos gadis lugu di depannya, sebenarnya dia tidak perlu mencuci pakaian karna jhos selalu membuang bajunya setelah dia sudah selesai memakainya, tapi mendengar kata gadis itu dia menjadi punya ide agar gadis ini selalu berada di apartemennya,
" hemm, baiklah kamu bisa bekerja mulai besok, dari jam 5 sampai jam 10 malam," kata jhos. Mendengar kata jhos itu dia menghitung jarinya, hanya enam jam sehari dia langsung tersenyum dengan gembira dan langsung berdiri dan berjalan ke arah jhos dan memeluk tubuh jhos dengan senangnya, jhos langsung terkejut, dan merasakan benda kenyal itu menempel di tubuhnya, dia sungguh tidak bisa tahan kalo begini, dia ingin cepat menuntaskan hasratnya itu tapi dia sadar gadis di depannya tidak boleh di buat takut dulu jadi dia menahannya dulu dengan sangat tersiksa.
"Baik lah ayo saya antar pulang,"ucap jhos dan langsung membawa Nisa keluar dari restoran, di waktu berjalan keluar semua orang di sana menunduk memberi hormat, pelayan wanita di sana sangat iri melihat Nisa, karna dia melihat Nisa hanya gadis miskin tapi bisa mendekati jhos dengan mudahnya, apalagi sampai menaiki mobil jhos, mereka sungguh iri.
Setelah mengantarkan Nisa pulang, jhos merasa gila dengan hasratnya yang sudah dari tadi dia tahan, dia ingin sekali mendapatkan pelampiasan secepatnya.
Dia langsung kembali ke kantornya dan memanggil sekretarisnya yang biasa tempatnya melampiaskan nafsunya,
"Lis masuk temui saya di ruangan saya, tunda pekerjaanmu," panggil jhos lewat telpon, Lilis tau apa yang di inginkan atasannya, dia tidak pernah menolak jhos, karena setiap jhos memakainya dia selalu mendapatkan bonus besar.
Sesampainya di ruangan jhos, Lilis tidak melihat jhos di mejanya, lalu dia masuk ke ruang istirahat jhos dan mendengar ternyata jhos sedang mandi, akhirnya dia memutuskan menunggu jhos di tempat tidur sambil membuka semua pakaiannya.
Jhos pun keluar dari kamar mandi dengan telanjang dada hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya, Tanpa berfikir jhos yang melihat sekretarisnya yang sudah telanjang menunggunya pun langsung menghampirinya.
Lilis Tanpa buang waktu langsung menunduk di bawah selangkangan jhos dan mengulum batang jhos seperti biasa, dia selalu melakukan pemanasan seperti itu karena dia tau jhos sangat menyukainya, dia menghisap kejantanan jhos yang dari tadi berdiri, sangat besar sekali sampai tangannya pun tidak bisa menggenggamnya penuh, karena besar dan panjang.
"Akhhh, terus sayang aku mengakui kemampuanmu memuaskan ku," rintih jhos sambil mengagumi kemampuan sekretarisnya itu soal menghisap batangnya, sambil memegang buah dada sekretarisnya dia sangat menyukai payudara besar makaknya dia menyuruh asistennya tiap Minggu untuk terapi membesarkan buah dada dan juga tetap menyempitkan lubang v nya, sekretaris jhos tidak sama sekali keberatan di buat bosan kepuasan oleh jhos karena dia juga sebenarnya sangat menyukai jhos tapi dia tidak egois walaupun dia tau jhos mempunyai kekasih dia tidak pernah keberatan karena menurutnya cukup dia yang menyukai jhos Tanpa harus di balas oleh jhos, oleh sebab itu dia sangat menuruti perintah dan keinginan jhos, dia juga sangat senang bisa berhubungan badan dengan jhos.
Jhos sudah tidak tahan dia langsung mengarahkan kejantanannya ke selangkangan Lilis dan "bles," Tanpa halangan sedikitpun semuanya di telan masuk oleh v Lilis.