Saat mereka masuk ke hunian apartemen mewah di pusat kota, sang keponakan terus bergerak lincah kesana-kemari sambil mengikuti langkah Sky.
"Clara berhenti bergerak kesana-kemari"
Rutuk Sky tiba-tiba dengan perasaan cukup terganggu dengan kelakuan Clara.
Yang di panggil Clara tampak terkekeh, tanpa peduli ocehan uncle nya dia terus mengikuti langkah Sky tepat di belakang laki-laki itu, dia berjalan bak robot dengan kedua tangannya di letakkan di belakang punggung nya.
Saat mereka tiba di depan apartemen milik Sky, secara perlahan Sky membuka pintu kamar apartemen nya.
Titttttt,
Titttttt,
Titttttt,
Titttttt,
Tittttt,
Tittttt,
Klatakkkkk.
Setelah pintu terbuka Sky langsung masuk kedalam, tiba-tiba dengan langkah cepat Clara melesat masuk melewati ruangan utama.
"Ini cukup luas uncle"
ucap gadis itu lantas langsung melewati Sky kemudian dengan cepat merebahkan diri nya di atas kursi sofa, dia bergerak kesana-kemari di atas kursi sofa dengan gerakan lembut, cukup merasa lelah karena perjalanan.
"Hmmmm nyaman nyaaaa"
Ucao gadis itu sambil memeluk bantal kursi yang ada disampingnya.
"Aku jadi mengantuk"
Ucap Clara sembari berusaha memejamkan bola matanya masih sambil menggerakkan tubuh kekiri dan kekanan.
Sky yang melihat gerakan Clara menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian dia memijat perlahan kedua pelipis nya dengan jemari tangan kanannya.
Dia fikir mulai hari ini semua kehidupan nya pasti akan menjadi kacau balau karena kehadiran bocah kecil ini.
Oh god, mimpi apa aku semalam.
Rutuk Sky sambil menghembuskan nafas panjang.
Kemudian dia berjalan ke arah kamar yang saling berhadapan.
"Kamar mu di sebelah kanan dan uncle di sebelah kiri"
Ucap laki-laki itu cepat lantas membuka pintu kamar apartemen itu secara bergantian.
Clara buru-buru berdiri dari duduknya, dengan gerakan cepat gadis itu mengintip kamar mereka satu persatu.
"Tidak bisakah kita tidur bersama saja uncle?"
Tanya gadis itu kemudian sambil terus menelisik kamar milik Sky, dia mondar-mandir mengelilingi kamar Sky dalam waktu yang cukup lama kemudian langsung berbaring disana.
"No..."
Jawab Sky cepat sambil melotot kesal.
Dia fikir usia nya masih anak-anak? yang bisa tidur dengan seenak hati nya di kamar ku. gila!
Rutuk sky didalam hati nya dengan perasaan kesal.
Laki-laki itu menarik cepat tubuh gadis itu agar segera keluar dari kamarnya.
lantas sky buru-buru meletakkan koper Clara di kamar yang mendominasi berwarna abu-abu itu.
"Bukankah kamar nya terlalu besar jika di tempati sendirian?"
Clara bertanya sambil menoleh ke belakang saat tubuh nya masih di dorong oleh uncle nya.
Seolah tidak peduli ocehan Clara, Sky Terus mendorong tubuh Clara agar masuk kedalam kamar nya.
Clara mencoba membalikkan tubuhnya dengan cepat.
"Bagaimana jika ada hantu nya? atau ada monster nya? atau ada alien nya atau ada......"
Plokkk
Sky langsung menutup mulut Clara agar berhenti bicara.
"Tidak, sekali nya aku bilang tidak, ya tidak"
Ucap Sky dengan tatapan dingin.
Clara langsung menguntungkan bibirnya, kemudian dengan gerakan cepat dia menggigit jari telunjuk Sky.
"Akkkhhh Clarq"
Jerit laki-laki itu kesal.
"Kau....."
Tanpa peduli kekesalan sky, Clara langsung melesat masuk ke dalam kamarnya kemudian mengunci kamar nya dengan kencang.
"Uncle perut ku lapar,tolong Carikan aku makanannnnnn"
Teriak gadis itu seperti tanpa dosa.
Oh shi.t
Umpat sky di dalam hati.
Sky melangkah cepat menuju ke apartemen nya, setelah berkutat dengan kegiatan kedokteran nya seharian, laki-laki itu memilih untuk kembali ke apartemen, membersihkan dirinya kemudian melanjutkan dengan sesi makan malam, setelah itu dia Fikir ingin mendapat kan jam istirahat yang lebih awal.
Tapi kadang rencana tidak sejalan dengan apa yang kita harapkan.
Sejenak sky menaikkan ujung alisnya saat menyadari jika Clara belum kembali dari sekolah nya, buru-buru sky melirik ke arah jam tangan nya.
Sudah hampir pukul 6 sore.
Oh shit.
dia lupa menjemput nya.
Buru-buru laki-laki itu meraih handphone nya lantas segera menghubungi Clara, ingin bertanya dimana gadis tersebut, cukup lama hingga akhirnya gadis itu mengangkat panggilan nya.
"Kamu di mana?"
Saat sky menanyakan soal itu, tiba-tiba terdengar rengekan Clara di iringi tangisan dari arah seberang sana.
"Clara, ada apa?"
Laki-laki itu jelas terlihat panik, dengan gerakan cepat dia langsung melempar tas kerjanya lantas melesat turun menuju. ke arah parkiran bawah.
"Berikan aku lokasi terbaru mu"
Setelah itu, Sky melesat membawa mobil nya menuju ke arah dimana gadis kecil itu. berada.
Bola mata Sky terus menyusuri jalanan pusat kota, mencari lokasi yang di berikan Clara pada nya melalui google map,cukup jauh hingga dia masuk ke kawasan yang sangat jauh dari daerah pusat kota.
Sejenak bola mata sky menatap ke arah pinggiran jalan dimana orang-orang tampak berkumpul mengerumuni seseorang.
Sky menatap ke arah google map,dia Fikir ini tempat yang benar, secepat kilat laki-laki itu menepikan mobilnya, lantas turun dan menyeruak masuk ke antara semua orang.
Terlihat Clara seperti orang linglung, menangis sesenggukan Karena bingung dan takut, seorang perempuan berusia sekitar 40 tahunan Terus memeluk gadis itu dengan erat.
Beberapa luka lecet terlihat di beberapa bagian kaki dan tangan Clara.
Begitu bola mata Clara mendapati sosok Sky, secepat kilat gadis itu berdiri dan berhamburan memeluk Laki-laki itu.
"Uncle...".
Gadis itu menangis terisak didalam pelukan Edo.
Semua orang yang ada di sana menoleh ke arah Sky, beberapa orang langsung mengajak bicara laki-laki itu.
"Uncle nya?"
Seseorang bertanya cepat.
Sky langsung mengangguk, menyentuh wajah Clara, melihat satu persatu luka di tubuh sang keponakan nya itu.
"Jangan melepas kan pengawasan, dia hampir dilecehkan orang.
Seketika rahang Sky mengeras saat mendengar ucapan bapak-bapak yang ada di hadapannya.
"Apa?!.
jantung Sky jelas berdetak tidak beraturan, kemarahan nya langsung membuncah.
"Dimana pelakunya?"
Dia menggeram, bertanya sembari bola matanya mencari sosok tersangka.
"Kabur begitu keponakan anda berteriak histeris dan melompat dari mobil taxi nya"
"Benar-benar kasihan?"
"Ada yang berusaha mengejar tapi gagal"
Beberapa orang menggelengkan kepala mereka.
"Mau dilaporkan juga bingung, orang nya tidak ketangkap yah?"
"Kenapa tidak menghubungi Uncle untuk pulang?"
Sky Bertanya sambil menatap kearah Clara.
Gadis itu menundukkan kepalanya sambil menggigit bibirnya, lagi-lagi air matanya tumpah, buru-buru sky memeluk erat tubuh Gadis itu, dia mengelus lembut kepalanya.
"seharusnya anda yang menghubungi dan mengawasi keponakan anda dengan baik, kata nya dia baru disini, jelas saja masih awam dengan lokasi di kota ini"
Dan ucapan seorang wanita seketika menyadarkan Sky.
Yah dia yang salah, terlalu terlena dengan pekerjaannya hingga lupa pada Clara.
"Keponakan nya secantik ini kalau ada apa-apa bagaimana?"
"jangan terlalu lengah mengawasi anak gadis jaman sekarang"
Beberapa suara terdengar sedikit marah dan protes karena Sky sedikit ceroboh terhadap sang keponakan.
Sky hanya bisa mengangguk dan berkata iya atau maaf ke semua orang, berakhir pada kata terimakasih hingga akhirnya mereka pamit untuk pulang.
Di sepanjang perjalanan, Clara Tampak meringkuk tidur di belakang, masih shok dan takut dengan keadaan, sesekali terdengar isakan tangis yang tersisa dari balik bibir gadis itu.
Benar juga, kesalahan terbesar Sky sejak hari pertama masuk sekolah,dia membiarkan gadis itu untuk mandiri, pergi sendiri dan hanya berjanji akan menjemput nya di jam pulang sekolah.
sungguh terkutuk.
Sejenak Sky memijat pelan kepalanya yang tiba-tiba sakit, dia fikir kenapa keadaan jadi seburuk ini.