Bab 2

S : "Tuh udah Mas fotonya, bales dong. Kok malah merajuk begitu."

D : "Ya elah sayang, foto begitu mah masih biasa, ini Deket aku aja di Terminal banyak cewek yang lebih hot dari itu sekarang."

S : "Ehh kamu ya, belum sampai ke Jakarta aja dan baru pisah bentar aja udah berani lirik cewek lain."

D : "Salah kamu, gak mau kirimin foto hot buat aku.."

S : "ya udah, ya udah.. bentar aku ganti baju dulu pake baju dines yang kamu kasih sebelum puasa."

SEMENTARA ITU, di Terminal, Danu yang sedang asyik chatting, tiba-tiba saja HP yang sedang dia pegang dijambret oleh seorang pemuda. Danu pun lekas memburu mengejar jambret tersebut, hingga beberapa menit berlari jambret tersebut berhasil dia tangkap di daerah yang cukup sepi. HP nya berhasil dia rebut kembali, meski akhirnya jambretnya berhasil meloloskan diri.

Namun ketika dia berbalik kembali ke arah terminal sambil ngos-ngosan, baru saja berbalik tiba-tiba...

DuuuUUAAAAARRRRRrrrr........ Dia tertabrak oleh mobil sedan yang kecepatannya lumayan kencang, mobil itu pun kabur dan Danu tergeletak bersimbah darah di jalanan aspal.

Tidak berselang lama, ada sebuah mobil mewah melintas, sang pengemudi melihat Danu tergeletak tidak ada yang menolong, dia pun lekas membawa Danu ke rumah sakit terdekat. Dia juga mengamankan Tas yang dipakai Danu, juga Handphone yang masih melekat di tangan Danu.

Ketika orang itu mengambil HP nya, ada notif pesan yang masuk ke HP Danu. "Tiinnnggg...."

Dia pun membuka pesan tersebut, karena ternyata HP Danu tidak memakai kunci layar, dengan mudah dia membuka pesan tersebut. Ketika dibuka, ternyata seseorang mengirimkan sebuah foto seksi perempuan. Ya foto itu adalah foto Sita, istri Danu.

Lelaki yang menolong Danu pun segera memasukkan Handphone itu ke sakunya, dan membawa Danu dengan mobilnya ke arah rumah sakit.

*

Siang itu, di sebuah Rumah Sakit Swasta di Kota Bandung, seorang lelaki tengah berbincang dengan seorang dokter. Lelaki itu ialah orang yang telah menolong Danu, namanya Indra Wirawan, dan ternyata adalah seorang jutawan. Jutawan bukan sembarang jutawan, karena dia menjadi orang yang banyak uang lewat bisnis-bisnis seperti diskotik, rumah bordir atau lokalisasi, serta beberapa salon kecantikan yang mempunyai cabang di berbagai kota.

Kembali kepada nasib Danu sekarang, ternyata Danu berhasil terselamatkan nyawanya karena Indra buru-buru membawanya ke RS untuk mendapatkan pertolongan pertama, meskipun pendarahan banyak di kepala, ternyata nyawa Danu masih tertolong berkat kesigapan Indra. Namun, hingga saat ini meskipun Danu tidak meninggal, dia masih belum sadarkan diri.

Indra pun inisiatif membuka Tas Danu yang dibawanya saat kecelakaan, berharap ada identitas dan alamat orang yang telah ditolongnya ini.

I= Indra

I : *Oh, ternyata namanya Danu. Danu Yudistira, kasihan sekali kamu, sudah menjadi korban tabrak lari.* (Dalam hati Indra berbicara)

Dari barang bawaan Danu yang dilihat Indra, Indra melihat banyak pakaian ganti dan menemukan sebuah kartu nama (alamat Restauran Ruben), serta di dalam dompet lnya ditemukan uang sebanyak 1 juta rupiah juga KTP dan SIM milik Danu.

I : *wah ternyata masih dekat dengan Bandung alamat rumah si Danu ini. O iya, aku juga kan menyimpan HP milik orang ini.* (masih berbicara dalam hati)

Indra pun mengeluarkan HP dari sakunya, dan ternyata banyak sekali notif pesan WA dari kontak yang dinamai 'Sita Sayangku'.

Salah satu pesannya dia baca {"Mas, kok gak bales terus sich, itu aku udah kirimin foto seksi aku, kok masih belum mau bales sich?"}, setelah tadi sempat dia ketika membuka pesannya melihat si Sita ini mengirimkan foto seksinya, Indra pun penasaran ingin mengetahui siapa si Sita ini. Ada hubungan apa dengan Danu, orang yang dia selamatkan.

Setelah membaca dan menscroll pesan-pesan lama diantara Danu dan Sita, Indra pun kini mengetahui bahwa Sita adalah istri dari Danu. Dan yang membuat Indra tertarik adalah Sita ini orangnya berhijab, dimintai foto oleh suaminya pun harus sedikit dipaksa oleh suaminya. Namun beruntungnya Indra, karena dia menjadi orang pertama yang melihat tubuh seksi milik Sita yang dikirimkan oleh istri Danu tersebut.

Bahkan Danu sendiri belum mengetahui kalau istrinya mau berfoto seksi dan mengirimkannya kepada dirinya karena keburu asa jambret dan lalu tertabrak.

Indra yang awalnya tidak mempunyai niatan jahat pun, yang awalnya sekedar menolong orang kecelakaan, kini mulai tergoda oleh kecantikan dan keseksian Sita, istri Danu.

Ketika sedang fokus-fokusnya melihat foto seksi Sita, Indra dikejutkan oleh tepukan seorang suster di RS.

Str= Suster

I= Indra

Str : "Permisi Bapak, apakah Bapak saudara atau keluarga dari pasien yang kecelakaan tadi?"

I : "oh, bukan Sus. Tapi mengenai biaya perawatan pasien, biar saya yang tanggung."

Str: "oh baik kalau begitu, silahkan bapak ke bagian administrasi, dokter juga sudah menunggu di ruangan, ada yang perlu disampaikan kepada keluarga pasien."

Indra pun mengiyakan dan pergi ke bagian administrasi untuk mengurus biaya pengobatan Danu, lalu ke ruang dokter yang memeriksa Danu. Dokter pun menjelaskan bahwa kondisi Danu sangat kritis, bahkan dokter tidak tahu kapan Danu akan siuman atau sadar, karena kondisi Danu sekarang sedang dalam masa koma. Dokter bilang, orang koma bisa sadar dalam hitungan hari, bisa juga sampai belasan tahun dalam beberapa kasus yang terjadi.

Dokter : "Pendarahan di kepala pasiem sangatlah parah, sehingga membutuhkan tindakan operasi secepatnya, namun biaya operasi yang diperlukan tentu sangatlah mahal." Ucap si dokter

I : "Lakukan saja Dok, masalah biaya biar saya yang tanggung." Tukas Indra.

Dokter : "Baiklah, Sore ini kami akan langsung melakukan tindakan operasi terhadap pasien. Silahkan bapak kembali ke bagian administrasi untuk menandatangani dan menyetujui biaya operasi dan sebagainya."

Indra pun kembali ke bagian administrasi untuk mengurusnya.

Ternyata Indra memang baik juga orangnya, meskipun dia orang yang bekerja di bidang yang bisa dikatakan kurang halal. Namun ternyata hatinya baik. Itu karena dulu dia juga adalah orang yang hidup tidak berkecukupan.

Akan tetapi, di balik sikapnya yang baik itu, tersirat niatan jahat dirinya kepada Sita, istri Danu. Hal itu terjadi karena hatinya tergoda oleh kecantikan dan keseksian di balik hijab seorang Sita yang membuat penasaran.

Dengan iseng, Indra pun membalas pesan Sita yang kembali chat ke HP Danu menanyakan sudah sampai apa belum di tempat kerja.

I= Indra

S= Sita

I : *Oh, ternyata si Danu mau kerja jauh dari istrinya untuk pertama kalinya ya, baru ditinggal sampai Bandung saja dia sudah minta foto seksi istrinya buat kenang-kenangan. Meskipun istri solehahnya di awal tidak mau memberikan fotonya, akhirnya mau juga. Baiklah Sita, sekarang akan aku kerjain kamu agar jadi perempuan binal.* Gumam Indra dalam hatinya.

(Indra berniat berpura-pura menjadi Danu dan membalas pesan-pesan dari Sita, karena sudah membaca pesan chat antara mereka berdua, Indra pun sudah paham panggilan apa dan siapa kepada Sita).

S : "Mas, kamu sudah sampai mana? Kok gak bales terus. Kamu baik-baik saja kan?"

I : "Iya sayang, Mas baik-baik saja. Mas masih di perjalanan, masih di dalam kendaraan."

S : "Syukurlah, kirain aku kamu kenapa-kenapa, aku khawatir . Ku kira kamu masih marah karena aku gak mau ngasih fotoku. Ku kira kamu langsung berpaling ke cewek yang kata kamu tadi ."

I : "itu kamu berani kirim foto seksi sayang. Apa kamu sudah sering selfie begitu?" Balas Indra penasaran.

S : "Ikh enggaklah, itu karena Mas nya aja tadi marah, dan bilang mau berpaling ke cewek lain. Makanya aku berani-beraniin foto begitu. Tau sendiri kan aku di rumah aja pake hijab."

I : *oh, ternyata emang Sita ini seorang hijabers* gumam Indra dalam hati.

I : "kamu sekarang masih pakai pakaian yang tadi Sit..?"

S : "Iiihhh, kok manggil 'Sit' sich..!?" "Baru juga pisah sebentar sudah berani manggil nama ya. Kamu mah gitu Mas."

I : *duh, keceplosan segala.* Ucapnya dalam hati.

I : "iya iya, maaf sayang. Kamu masih pake baju yang tadi?"

S : "Udah enggak lah, kan tadi cuma buat foto doang aku pake. Sudah foto langsung aku ganti lagi.

I : "Oh gitu yah, emangnya kamu sekarang lagi paka baju apa?"

S : "Ya baju sebelum kamu berangkat tadi pagi."

I : "Padahal kamu cantik Loh kalo sering-sering pakai baju seksi, rambut kamu juga bagus."

S : "Iya tapi kan aurat Mas, nanti kalau aku di rumah gak pake jilbab sama pake baju seksi, pas kamu pergi jualan nanti ada tamu, kegoda sama aku gimana.!?"

I : "kalo ada yang kegoda, ya godain sekalian " balas chat Indra yang mengatasnamakan Danu.

I : "emangnya kalau aku di rumah, kamu suka seksi juga?"

S : "iiiikh, parah kamu. Istri sendiri disuruh godain orang." "Ya iya juga sih kalo kamu di rumah juga aku tetep pakaian tertutup, soalnya kamu sering kedatangan tamu kan, mulai dari pak RT, pak RW sampai tetangga dan pelanggan fried chicken kamu... Aku takut auratku dilihat mereka."

I : *bener-bener alim ini cewek* (pikiran Indra berbicara).

I : "Ya sekali-kali sayang, sedekah mata buat mereka. Haha.."

S : "ikh, kamu makin ngawur bicaranya. Udah ya, aku mau mandi dulu. Hati-hati kamu Mas. Kalau sudah sampai tempat pak Ruben, hubungi aku."

I : "iya sayang, jangan lupa sebelum mandi, foto dulu ya buat aku."

S : "gak mau.."

I : "ya udah, aku marah lagi nih, mau nyari cewek yang seksi aja deh di sini." Goda Indra suami palsunya.

S : "jadi ambekkan kamu sekarang ya, iya iya. gimana nanti aja. Masa mandi bawa HP."

I : "asiik,, ditunggu foto bugilnya."

S : "bugil teh apa?"

I : "ya kamu foto gak pake baju, tanpa sehelai benangpun."

S : "Iiih gila kamu, udah ah aku mandi dulu. Byeeee..."

Indra pun membalas chatnya dengan emoticon peluk cium.

Dia pun harap-harap cemas menunggu apakah Sita berani mengiriminya foto bugil atau tidak.

Sita sendiri kini tidak tahu bahwa yang membalas chatnya, yang dia anggap sebagai suaminya adalah oranglain. Ya, orang lain telah melihat keseksian dan kecantikan dirinya. Sehingga membuat lelaki itu tergoda dan ingin mengerjai dirinya. Bahkan kini berani meminta foto bugil dirinya mengatasnamakan Danu, suaminya tercinta.

BERSAMBUNG...

Bab 3

POV Sita

Hari ini, suamiku Mas Danu memutuskan untuk meninggalkanku bekerja ke luar kota. Dia mencoba mengadu nasib dengan bekerja di restauran temannya. Tanpa menunggu melaksanakam sholat Jum'at disini, Mas Danu pergi sangat pagi sekali. Padahal Restauran tempat tujuannya baru buka seminggu setelah lebaran Idul Fitri. Namun dia bilang berangkat lebih dini agar dia bisa menyesuaikan terlebih dahulu dengan situasi dan tempat dia akan tinggal disana.

Aku pun melepaskan kepergiannya dengan berat hati, aku tahu apa yang dilakukan suamiku adalah demi diriku juga. Dia menjalankan tugasnya sebagai kepala rumah tangga untuk menafkahiku. Bukankah memang tugas seorang suami menafkahi istrinya, lahir dan batin.

Padahal aku sendiri sudah merasa cukup dinafkahi secara lahir oleh suamiku, namun nafkah secara batin belum bisa kubilang cukup karena kami hingga saat ini belum dikaruniai buah hati. Akan tetapi kurasa semuanya sudah berjalan sebagai mana mestinya.

Namun siang ini ada yang mulai mengganjal di hatiku, ketika Mas Danu sudah berangkat, mungkin sudah setengah perjalanan. Tiba-tiba aku dikagetkan dengan chat darinya meminta foto selfie dariku, ya, foto selfie seksi. Dia meminta foto ******* untuk pertama kalinya seumur pernikahan kami. Aku mulai bertanya-tanya, apakah memang Mas Danu senakal itu? Apa selama kami berhubungan intim dia tidak puas dengan pelayanan ku. Aku memang tidak pernah menanyakan hal tersebut kepadanya, yang ku tahu sex itu istri melayani suaminya, memasukan kemaluannya terhadap kemaluan istrinya hingga sperma yang dikandungnya keluar. Tapi selama ini, Mas Danu selalu keluar ketika kami berhubungan. Masalah belum dikaruniai buah hati, mungkin belum dikasih rezeki saja oleh sang pencipta.

Kembali ke masa kini, aku semakin kaget ketika Mas Danu meminta foto diriku tanpa busana, atau yang dia sebut 'bugil'. Aku baru pertama kali mendengar istilah itu.

Aku pun bimbang, harus menuruti kemauan suamiku atau tidak. Jika tidak menurutinya, aku takut suamiku benar-benar berpaling kepada wanita lain yang lebih cantik, seksi dan gaul di luaran sana, seperti yang dia ancamkan padaku. Di lain sisi aku takut kalau foto itu dilihat oranglain, misalnya jikalau HP nya dipinjam temannya atau tersebar lewat aplikasi WA yang akupun tidak tau menahu foto yang kukirim masuk kemana selain ke HP suamiku, aku begitu gaptek. Aku tidak mau auratku dilihat oleh lawan jenis yang bukan muhrimku.

Tidak kalah kagetnya aku ketika Mas Danu membahas soal ada tamu atau lelaki yang menggodaku, dia malah menjawab suruh sekalian aku goda. Sudah gila suamiku ini. Bercandanya sudah keterlaluan. Padahal selama ini dia di rumah tidak pernah berani bicara begitu. Tapi sekali lagi, karena ketakutanku akan suamiku yang berpaling ke wanita lain, maka aku memutuskan untuk mengambil satu foto selfie 'bugil' sebelum aku mandi.

Setelah selesai mandi, akupun langsung kembali berpakaian seperti biasa, setelan baju dengan jilbab tentu saja. Sambil diam di teras menikmati angin sore, aku memperhatikan foto selfie yang aku ambil tadi. Aku bimbang, foto ini aku kirim atau tidak kepada suamiku. Jantungku berdetak kencang, berdebar tidak karuan, dan tanpa kusadari kemaluanku terasa mulai lembab. Oh, kenapa ini, sensasi ini baru pertama aku rasakan. Apa karena aku membayangkan Mas Danu sedang melihat foto bugilku disana jika nanti kukirim. Kemaluannya pasti berdiri. Hatiku mulai tertantang, dan demi menjaga cinta suamiku terhadapku. Maka akupun membuka aplikasi WA di HP ku, aku pilih foto tadi di galeri, dengan satu klik, akhirnya aku putuskan untuk mengirimkannya kepada suami tercintaku, Mas Danu.

Setelah foto itu benar-benar terkirim, aku semakin deg-degan, jantungku berdebar, antara takut dan penasaran bagaimana reaksi suamiku.

Namun kutunggu sampai petang menjelang Maghrib, tidak ada balasan juga dari suamiku. Mungkin dia ketiduran di dalam bis, pikirku.

Karena waktu sudah mau masuk waktu ibadah Maghrib, aku pun bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, dan ketika aku hendak pipis, kulihat ada cairan keluar dari kemaluanku. Ternyata aku sampai basah, hanya karena melakukan foto selfie bugil tadi hingga mengirimkannya kepada suamiku. Kini aku merasa kemaluanku ingin dimasuki sesuatu, ketika kembali membayangkan reaksi suamiku ketika menerima fotoku tadi. Rasanya sama seperti ketika aku habis disentuh dan dibelai oleh suamiku sebelum kami bersetubuh, atau Mas Danu bilangnya 'Foreplay'.

Namun karena ku tahu suamiku tidak ada di rumah, maka aku menahan perasaan "kepengen" ini dan melanjutkan mengambil wudhu lalu sembahyang Maghrib.

Selesai sembahyang aku langsung mengecek HP ku, siapa tahu ada kabar dari Mas Danu.

Dan benar saja, dia pun membalas chattingku.

D : Danu(Indra yang menyamar)

S : Sita

D : "waaowww, kamu seksi sekali sayang, tubuhmu begitu bagus. Aku suka toketmu."

S : "Toket apa Mas?"

D : "toket, payudara, susu mu itu sayang. Polos amat ya kamu gak tau toket aja."

S : "yey, emangnya itu bahasa apa? Lagian kamu juga belum pernah nyebut itu ketika di depanku."

D : "itu kamu berani foto bugil, sayang."

S : "yaaaaa,,, maksain sich , demi kamu. Supaya kamu setia sama aku. Supaya kamu gak melirik cewek seksi di luaran sana.. soalnya kamu tahu sendiri kan aku sudah tidak punya orangtua, hanya kamu yang aku punya. Orangtuaku sudah menitipkanku padamu kan Mas."

D : "makanya kamu harus langsung nurut kalo aku minta ini itu, apalagi kita lagi LDR begini. Biar aku gak berpaling."

S : "LDR? Apalagi itu Mas?"

D : "ya ampuun, istriku ini. Segala tidak tau. LDR sayang, Long Distance Relationship. Hubungan Jarak Jauh."

S : "Ooooooohhhh.. hehe.. maaf Mas, istrimu ini kuper, kurang pergaulan."

D : "makanya biar gak kuper, harus sering digauli ya? Hehe...!?"

S : "eh Mas, tadi pas ngambil fotonya, dan sebelum kirim ke kamu, anu aku sampe basah Mas. Mungkin karena nervous kali."

D : "anu apa? Tanganmu basah? Awas telapak tangan basah salah satu ciri penyakit jantung."

S : " ikh amit-amit... Bukan tangan aku, yang di bawah Mas, kemaluanku."

D : "Ohhh Memek kamu..?"

S : "ikh Mas mah, jadi vulgar banget bahasanya gara-gara LDR ran begini."

D : "ciyeee, yang udah tau kata LDR. Haha..."

"Ya kan namanya emang Memek itu kan."

S : "iya sih, tapi kan aku gak pernah nyebut begitu."

D : "Biasanya kalo basah artinya kamu terangsang sayang, inget kan kalo kita lagi foreplay sebelum begituan, kamu suka basah."

S : "iya inget."

D : "Nah berarti kamu terangsang gara-gara selfie bugil begitu. Adrenalinmu merasa tertantang melakukan hal baru begitu, apalagi hal barunya menantang. Terus kamu apain memek kamu Yank..?"

S : "ya gak diapa-apain, kan kamunya gak ada disini. Ngerasa pengen dimasukin pun kan kamunya gak ada."

D : "ya elah sayang, kan kamu punya jari. Colmek lah pake jari kamu sampai kamu merasa puas dan lega."

S : "colmek..?"

D : "colok memek, masturbasi, ngocok, apasih istilah yang kamu taunya?"

S : "maksud kamu, aku kocokin kemaluanku pake jariku begitu? Ikh haram Mas."

D : "bukan kemaluan, MEMEK sayang."

S : "iya, Memek." "Masa aku ngelakuin begitu, lagian aku belum pernah, gak tau juga caranya."

D : "ya daripada kamu selingkuh hayoh, daripada nyari kontol cowok lain buat dimasukin ke memekmu. Mendingan mana? Apa kamu lebih pilih nyari kontol selain punyaku"

S : "ikh Mas bahasanya makin vulgar, makin amburadul. Ternyata kamu mesum ya Mas aslinya. Ya kali aku selingkuh, mana mungkin aku jahatin kamu Mas. Aku sayang sama kamu."

D : "ya makanya Mas nyaranin kamu buat colmek, coba deh."

S : "gak tau Mas, gimana nanti saja. Oh iya, kamu sudah sampai belum, udah malem ini, bahaya di tempat orang malam-malam begini kalo masih di luar. Kan gak tau ada bahaya apa."

D : "Sudah Kok, aku sudah sampai di lokasi. Kamu tenang saja. Nanti besok aku kirimin kamu uang buat bekal disana, sama buat beli baju-baju seksi. Ya ya ya.."

S : "ikh, gak bakal aku pake juga. Weeeee..." "Emangnya kamu sudah ada uang Mas? Kan kamu belum bekerja pun."

D : "tenang aja, ada kok. Aku pinjem dulu sama temen, nanti kalo sudah gajian aku ganti. Yang penting kamu sering ngirimin foto seksi kamu sama aku. Biar aku gak berpaling.

S : "iya kalo gitu mah, kebetulan juga kan di rumah sudah tidak ada persediaan. Beras, Gas dan lain-lain sudah tinggal sedikit lagi."

D : "iya, besok pagi kukirim uangnya."

S : "iya, makasih Mas sayang. Kamu emang suami terbaik. Ya sudah ya, aku mau sembahyang Isya lalu langsung mau tidur. Sudah sepi juga di kampung sini. Aku takut sendirian kalo belum tidur. Kamu juga istirahat, jaga kesehatan. Jangan telat makan."

D : "iya, oke. Sama-sama. Good Night sayang."

POV Indra (alias Danu palsu)

Akhirnya, si Sita mengirimkan foto bugilnya padaku. Mantap juga body sama toketnya. Ya ampun dia polos banget, banyak gak taunya, toket gak tau, colmek gak tau, bahasanya juga masih terjaga, bilang memek aja berat. Bisa nih aku latih dia biar jadi binal. Aku akan simpan foto-foto ini, agar suatu saat jika suaminya sadar, aku tetap masih bisa memperdaya dia dengan ancaman foto ini. Karena bagaimana pun, aku sudah berniat dari awal menyelamatkan nyawa si Danu. Maka itu harus terwujud, akan kuusahakan semampuku.

Rencananya besok aku akan mengiriminya uang untuk keperluannya termasuk membeli baju-baju seksi yang aku suruh tadi.

Tapi jika aku kirim uang terlalu banyak, nanti dia curiga, masa suami belum bekerja sudah kirim uang banyak. Mau kukirim sedikit, pasti habis dibelikan keperluan dapur dan lain-lain.

Akhirnya aku putuskan hanya mengirimkan dia uang dua juta, untuk keperluan dia sehari-hari.

Untuk pakaian seksi untuk dia pakai untuk foto selfie nanti, aku berencana akan mengirimkan langsung pakaiannya melalui jasa paket kilat.

Aku sempat kepikiran akan membelikannya dildo getar untuk mengajari dia colmek, namun kurasa ini terlalu cepat. Biarkan dia coba dulu pakai jari atau pakai barang apa saja yang ada di rumahnya, jikalau dia sudah menikmatinya, baru aku belikan dildo. Hahaha...

Tunggulah Sita, kamu yang Solehah ini sebentar lagi akan menjadi istri yang Solehot...

BERSAMBUNG...

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED