Bab 2

📞"Seharusnya aku yang gerogi akan menikahi gadis secantik kamu Ellea," kata Gerry.

"Emm,, kamu juga tampan sekali Ger, aku sudah menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu," kata Ellea.

"Aku pun sama, makanya meskipun kita belum lama saling mengenal tapi aku sudah yakin dan mantap untuk menikah dengan kamu, Lea," kata Gerry.

"Aku berharap kamu tidak pernah mengkhianati aku dan pernikahan kita nanti ya Ger!" kata Ellea.

"Iya sayang itu tidak akan pernah terjadi, ya sudah kamu istirahat ya Lea!" kata Gerry.

"Iya kamu juga tidur yang nyenyak ya!" kata Ellea lalu menutup teleponnya.📞

Hari yang dinanti-nanti pun tiba Ellea dan Gerry disandingkan bersama untuk menikah mengikat kisah cinta keduanya dengan ikatan suci, semua tamu undangan baik dari kantor maupun dari wilayah tempat tinggal Ellea dan Gerry turut datang menyaksikan pernikahan mereka yang mewah ini.

Ayah dan Ibu Ellea sungguh tidak menyangka bahwa anak mereka satu-satunya akan menikah di gedung mewah dan dengan laki-laki yang sangat tampan juga sangat sopan santun, membuat air mata kedua orang tua Ellea tumpah ruah saking bahagianya.

Tak disangka CEO perusahaan tempat Ellea bekerja pun yakni Emerald Anderson turut hadir dan menatap mempelai wanita secara mendalam mengamati inci demi inci kecantikan wajah Ellea yang dibalut dengan hiasan mewah dan gaun putih yang anggun.

"Ah sial, kenapa gadis itu sangat cantik dan mempesona dan kenapa juga dia harus menikah dengan laki-laki lain." celetuk Anderson.

Ellea kini sudah resmi menikah dengan Gerry senyum manis jelas sangat terpancar dari bibir Ellea dan Gerry meskipun Gerry tak pernah menatap wajah Ellea yang cantik ini entah kemana tatapan mata Gerry.

Fotografer pun menyuruh Ellea untuk duduk lebih berdekatan dengan Gerry karena mereka akan di foto untuk dokumentasi pernikahan, Ellea pun tak ragu untuk memegangi tangan Gerry terlebih dulu tak disangka respon dari Gerry tidak begitu baik.

"Lea sepertinya kita tidak perlu berpegangan tangan! Tidak enak dilihat oleh para tamu undangan," kata Gerry.

Ellea sedikit bingung kenapa sejak pacaran hingga saat ini dia dan Gerry sudah resmi menikah, namun Gerry tak pernah memegang tangan Ellea ataupun membiarkan Ellea memegang tangannya.

"Tapi kita sudah sah menikah Ger, tidak apa-apa pokoknya mulai saat ini kita akan terus bergandengan tangan," kata Ellea.

Dalam hati Gerry kenapa rasanya sedikit ada perubahan dihidup aku semenjak mengenal Ellea.

Akhirnya pesta pernikahan Gerry dan Ellea sudah selesai sebelum diboyong ke rumah Gerry, Ellea meminta untuk pulang dulu ke rumah orang tuanya untuk berpamitan langsung, dan melihat keadaan Ayahnya yang tadi pamit duluan bersama Ibunya karena merasa sakit kepala dan lemas.

Sesampainya di rumah Ellea, terlihat Ayah dan Ibunya tengah di depan rumah dan dimaki-maki oleh rentenir yang menagih utang mereka. Ellea pun bergegas turun dari mobil bersama Gerry dan langsung menghampiri Ayah dan Ibunya.

"Lea, kamu kenapa kesini?" tanya Ibunya.

"Pak saya mohon berikan kami waktu untuk melunasi utang-utang kami, saya sudah bekerja di perusahaan besar begitu gajian saya akan langsung menyicil bunganya. Saya mohon!" lirih Ellea.

"Apa betul seperti itu?" teriak rentenir.

"Sungguh Pak saya bekerja di perusahaan Anderson group bisa lihat perusahaan dengan gedung tertinggi di kota ini, gaji saya cukup besar untuk menyicil utang. Jadi tolong jangan usir Ayah dan Ibu dari rumah ini!" kata Ellea sambil menangis.

Gerry yang melihat kesedihan isteri serta mertuanya didepan matanya sendiri seolah tak peduli sama sekali dan membiarkan Ellea menyelesaikan masalah keluarganya sendiri.

Akhirnya sang rentenir pun setuju dan tak jadi mengusir orang tua Ellea dari rumahnya. Rentenir itu pergi dari rumah Ellea.

"Ellea gimana udah selesai kan masalah kamu?" tanya Gerry.

"Iya sudah kok, sebentar ya aku pamit dulu sama Ayah dan Ibu," kata Ellea.

"Ayah Ibu kalian engga usah khawatir ya Ellea janji akan secepatnya melunasi hutang-hutang kita kalian jangan sedih lagi ya!" lirih Ellea yang terisak tangis melihat orang tuanya dimaki-maki oleh rentenir.

"Iya Ellea tapi kamu kan sudah menikah sekarang, sebaiknya kamu lebih fokus pada suami kamu," kata Ayah.

"Engga kok Yah, Gerry sama sekali tidak keberatan untuk Ellea tetap bekerja jadi jangan khawatir ya!" kata Ellea.

"Ya sudah kamu cepat pergi itu Gerry sepertinya sudah terlalu lama menunggu kamu!" kata Ibu.

"Baiklah Ellea pamit ya Yah, Bu tapi nanti Ellea pasti akan sering kesini," kata Ellea.

Gerry pun akhirnya mau menghampiri Ayah dan Ibu Ellea untuk berpamitan.

"Kami pamit dulu ya Yah, Ibu sehat-sehat kalian!" kata Gerry.

Ellea dan Gerry lalu masuk ke mobil dan berlalu dari rumah orang tua Ellea.

"Yah kok Ibu ngerasa Gerry kurang peduli ya terhadap Ellea, kok Ellea nangis-nangis seperti tadi dia diam saja," kata Ibu.

"Jangan berpikiran begitu Bu, mungkin karena Gerry baru saja menjadi seorang suami jadi dia belum terbiasa," kata Ayah.

"Iya Yah semoga aja ini cuma firasat Ibu saja, mudah-mudahan pernikahan Ellea bahagia selalu," kata Ibu.

"Amin," kata Ayah.

Dalam perjalanan ke rumah Gerry di dalam mobil Gerry mulai berbicara pada Ellea.

"Lea, ini soal hutang-hutang kamu pada orang tadi, aku minta maaf karena tidak bisa membantu, maklum bisnis aku lagi kurang baik keuangannya," kata Gerry.

"Iya engga apa-apa kok Ger, lagi pula itu kan tanggungjawab aku sama Ayah dan Ibu. Tapi beneran kan aku boleh kan tetap bekerja untuk melunasi hutang-hutang aku terhadap rentenir itu?" tanya Ellea memastikan lagi.

"Ya tentu saja, begitu lebih baik," kata Gerry.

"Makasih banyak ya kamu memang suami yang terbaik untuk aku," kata Ellea merasa senang Gerry tak melarangnya bekerja.

Dalam hati Gerry biarkan saja lah Ellea mengurus masalahnya sendiri toh aku menikahi Ellea hanya untuk menutupi semuanya, buat apa aku repot-repot membantunya melunasi hutang-hutangnya.

Sesampainya di rumah Gerry yang cukup mewah dan luas Ellea sangat tak menyangka akan diboyong tinggal di rumah semewah ini. Mereka pun masuk ke dalam rumah.

"Wah rumah kamu bagus banget ya Ger," kata Gerry.

"Ini kan sudah menjadi rumah kamu juga Lea," kata Gerry.

"Oh ya dimana kamar kita?" kata Ellea.

"Iya ayo aku tunjukan kamar kita berdua," kata Gerry yang berjalan menunjukkan kamar utama yang cukup luas.

Kamar yang didesain ala Eropa dengan kasur yang sangat luas mungkin cukup untuk tidur berempat, entah kenapa Gerry memakai kasur seluas ini.

Tanpa basa-basi Ellea pun mendorong tubuh Gerry keatas kasur, membuat seketika Gerry kaget karena tidak menginginkan ini.

Ellea yang kebingungan kenapa Gerry justru terkesan menghindar dengan tatapan mata tak ingin, padahal seharusnya seorang lelaki ketika malam pertama sangat bersemangat untuk memulai permainan diranjang. Ellea yang sudah berusia cukup matang dan sudah menginginkan akan sentuhan-sentuhan dari suaminya itu langsung duduk diatas tubuh Gerry.

"Em, Ellea tunggu!" kata Gerry dengan wajah ketar-ketir.

"Why Gerry? Aku kan sudah menjadi isteri kamu hari ini," kata Ellea.

"Tidak untuk malam ini Ellea," kata Gerry berusaha menurunkan tubuh Ellea.

"Ta-tapi kenapa Ger? Bukankah setiap laki-laki tidak akan bisa menunggu lagi untuk melakukannya. Aku sudah sangat siap Ger," kata Ellea dengan nada erotisnya.

"Am,,, aaa- aku. Aku hanya butuh istirahat hari ini," kata Gerry yang langsung bangkit dari ranjang menjauh dari Ellea.

"Kamu mau kemana?" tanya Ellea.

"Aku mau mandi dulu, sebaiknya kamu istirahat saja dulu Ellea!" kata Gerry.

"Hmm baiklah, lagipula kita bisa melakukannya besok. Masih banyak waktu," kata Ellea.

"Iya itu maksudku lagipula besok kan kamu harus tetap pergi bekerja kan?" tanya Gerry.

"Iya mentang-mentang aku masih anak baru CEO di perusahaan itu sangat galak dan kejam pada ku Ger, bahkan aku hanya diberikan cuti satu hari ini saja," kesal Ellea.

"Mungkin atasan kamu sangat disiplin, kamu sabar saja dulu Lea! Aku mau mandi dulu ya, kamu santai-santai saja dulu disini," kata Gerry yang buru-buru masuk ke kamar mandi.

Ellea pun menarik nafas panjangnya lalu menghembuskannya pelan.

"Sabar Ellea, besok pasti kamu akan dilahap habis oleh Gerry." kata Ellea berbicara sendiri.

Malam pertama Gerry dan Ellea dilaluinya begitu saja tanpa adanya sentuhan sedikitpun hingga membuat Ellea tertidur pulas saat itu, Gerry pun tidur sangat berjauhan dengan Ellea seolah menjaga jarak dengan Ellea.

Keesokan harinya Ellea berangkat bekerja diantar oleh Gerry sebelum nantinya Gerry berkecimpung dengan bisnis Barnya. Sesampainya di kantor Ellea langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam kantor dengan ceria.

Ellea langsung menuju ke meja kerjanya, sesampainya di meja kerja Ellea menengok kearah ruangan Pak Emerald Anderson dilihatnya masih kosong.

"Tumben,,,,, tuh kutu kupret belum nyampe," kata Ellea sambil cengar-cengir.

Tak disangka Pa Anderson muncul dari belakang Ellea.

"Siapa yang kamu maksud kutu kupret itu?" tanya Pak Anderson.

"Astaga,,, Pak! Aa- Anda sudah datang? Wahh Pak Anderson sangat gagah sekali hari ini," kata Ellea mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Tidak usah basa-basi saya sudah dengar ucapan kamu, apa tadi ya? Em kutu kupret? Julukan untuk saya," kata Anderson.

Ellea pun tertunduk lesu lagi-lagi dia buat masalah dengan Pak Anderson.

"Kamu ikut saya hari ini, kita akan meeting diluar bersama beberapa klien! Siapkan berkas penting yang sudah saya kirimkan lewat email kamu jam tiga pagi tadi. Dua jam lagi saya tunggu harus sudah selesai tanpa ada kesalahan!" kata Anderson lalu pergi dari hadapan Ellea.

"Hah? Apa? Jam tiga pagi dia kirim file untuk aku siapkan dalam waktu sesingkat ini? Dia itu CEO atau mafia si? Kejam banget." Kesal Ellea yang langsung berjibaku dengan pekerjaannya.

Hari ini Ellea mengikuti Anderson kemana pun dia pergi, meeting dengan klien, meninjau pemotretan untuk promosi iklan yang sudah deal, lalu makan siang pun Ellea menempel dengan Anderson. Sangat lelah memang namun ketika jam pulang kantor sudah tiba Ellea menjadi bersemangat lagi karena akan bertemu dengan suaminya Gerry.

Rupanya Gerry sudah menunggu Ellea di depan kantor, Ellea sangat senang bukan kepalang hingga langsung memeluk Gerry.

"Lea hentikan! Malu dilihat orang," seru Gerry yang terlihat tidak nyaman dipeluk Ellea.

"Kenapa sayang? Kita kan sudah suami isteri bahkan kalau kita berciuman disini pun tidak apa-apa," goda Ellea.

"Ya sudah ayo masuk kemobil! Aku akan mengantarmu pulang ke rumah," kata Gerry yang langsung melepaskan pelukan Ellea.

Sesampainya di rumah Ellea dan Gerry masuk kedalam, dengan wajah tersenyum Ellea mengajak Gerry masuk ke kamar.

"Ger hari panas ya?" kata Ellea sambil menggandeng tangan Gerry menuju kamar.

"Iya. Ya sudah kamu mandi sana!" kata Gerry.

"Iya aku mau mandi tapi,,,,, aku mau kita mandi bersama Ger!" kata Ellea dengan mengedip-ngedipkan matanya.

Seperti biasanya Gerry berusaha untuk menghindari Ellea.

"Ellea aku kan sudah mandi sebelum menjemput kamu," kata Gerry.

"Baiklah, kalau begitu aku mandi dulu ya! Kamu tunggu saja diranjang aku pasti segera meluncur kok," kata Ellea dengan genitnya.

Gerry hanya tersenyum semu melihat tingkah genit Ellea yang bukanya membuatnya semakin bersemangat justru membuat Gerry tampak risih.

Ellea mandi dengan terburu-buru didepan cermin saat hendak menggosok gigi Ellea menggibas-gibaskan rambut basahnya yang panjang terurai itu.

"Apa aku harus memasang wajah penuh gairah? Atau aku harus menari-nari erotis terlebih dahulu? Oh atau aku harus melekuk-lekukkan tubuhku dihadapan Gerry? Astaga Ellea kamu memang pintar, pokoknya malam ini akan menjadi malam pertama kamu dengan Gerry." Kata Ellea berbicara sendiri dengan dirinya dikaca.

Ellea sudah selesai mandi dan menggosok giginya, kini dengan hanya memakai handuk sedadanya saja Ellea keluar dari kamar mandi. Gerry yang terlihat sedang membaca majalah diranjang memandangi Ellea sesaat namun kembali' fokus pada majalahnya.

"Ger, aku sudah selesai mandi nih," kata Ellea sambil berjalan dengan melekuk-lekukkan tubuhnya menghampiri Gerry.

"Iya kamu sudah wangi. Ya sudah kamu sebaiknya istirahat ya Lea!" kata Gerry yang langsung bangkit dari ranjang.

"Aku harus ke Bar, kamu kan tau aku harus setiap hari kontrol dan membantu karyawan aku disana," kata Gerry.

"Ayolah Ger, kenapa harus malam-malam begini?" tanya Ellea dengan wajah cemberut.

"Em sayang memang harus aku kontrol siang dan malam hari. Kamu tau kan Bar aku buka dua puluh empat jam?" kata Gerry.

"Tapi,,,," belum selesai Ellea berbicara Gerry sudah memotong pembicaraan.

"Aku pasti sudah pulang lagi kok nanti jam dua belas malam," kaya Gerry mencoba meyakinkan Ellea.

"Em, baiklah Ger. Aku akan menunggu sampai kamu pulang!" kata Ellea dengan wajah ditekuk.

"Terimakasih ya sayang, kamu memang isteri paling pengertian," kata Gerry yang langsung mengambil kunci mobilnya lalu pergi keluar kamar meninggalkan Ellea.

"Gagal lagi,,, gagal lagi. Terus kapan aku akan merasakan surga dunia seperti yang dibilang oleh teman-temanku? Apa aku kurang menarik? Kenapa Gerry tidak buru-buru melakukannya?" kata Ellea berbicara sendirian.

Sementara itu Gerry sudah sampai di Bar dan disana seorang Tante-tante berusia sekitar 38 tahunan kenalan Gerry yang bernama Katty sudah menunggunya dan menyediakan Gerry minuman.

Gerry sering membicarakan Tante Katty pada Ellea dan mengaku bahwa Tante Katty adalah adik dari Ibunya yang dari dulu dekat dengan Gerry.

"Kamu sudah makan Ger?" tanya Katty dengan tersenyum.

"Sudah, tapi akhir-akhir ini aku hanya makan sedikit di rumah," kata Gerry.

"Loh kenapa kok kamu hanya makan sedikit si Ger?? nanti begitu sama Tante kamu kurang bersemangat lagi," kata Katty.

Bab 3

Hari-hari berlalu Ellea yang semakin sibuk dengan pekerjaannya di perusahaan dan Gerry yang selalu pergi dimalam hari dan selalu ada alasan untuk pergi dari rumah membuat keduanya belum juga saling bersentuhan.

Namun Ellea sama sekali tak memiliki pikiran negatif terhadap suaminya, Ellea selalu berpikir positif bahwa mungkin Gerry belum bisa melakukannya karena tidak ingin terlalu terburu-buru dengan Ellea.

Anderson yang tengah berada diruangan kerjanya melihat Ellea dari jendela tengah melamun di meja kerjanya entah apa yang dipikirkan oleh Ellea namun sudah sejak beberapa hari ini Ellea seperti memikirkan masalah besar.

Anderson yang sejak awal memang memiliki ketertarikan pada Ellea akhirnya menelpon Ellea untuk masuk ke dalam ruangannya. Membuat Ellea yang tengah melamun kaget dengan dering teleponnya.

Kringggggggggg,,,,, kringggggh.

📞"Hallo dengan sekertaris Lea," kata Ellea.

"Kamu keruangan saya sekarang!" kata Anderson.

"Baik Pak," kata Ellea lalu menutup teleponnya.📞

Tokkkk,,, tokkkk,, tokkkk.

"Masuk," kata Anderson yang tengah berdiri bersandar ke meja kerjanya.

"Anda memanggil saya Pak? Apa ada yang Anda butuhkan?" tanya Ellea.

"Duduklah!" seru Anderson yang menyuruh Ellea duduk disofa.

"Baik Pak," kata Ellea yang langsung menurut duduk di sofa.

"Saya mau tanya sama kamu," kata Anderson.

"Iya silahkan!" kata Ellea.

"Apa kamu memiliki beban hidup yang terlalu besar?" tanya Anderson.

"Sangat besar," kata Ellea.

"Pantas saja. Lalu apa kamu memiliki hutang?" tanya Anderson.

"Em, sangat banyak," kata Ellea.

"Jadi itu sebabnya kamu melamun disaat masih dalam jam kerja?" tanya Anderson dengan sinis.

"Maaf Pak, saya memang tadi sempat melamun. Tapi saya janji tidak akan melamun lagi," kata Ellea yang ketakutan akan dipecat oleh Anderson.

"Karena uang kamu melamun? Apa begitu kurang gaji kamu di perusahaan saya?" tanya Anderson.

"Tidak Pak. Gaji saya sudah sangat besar bagi saya berkat kebaikan hati Anda saya bisa menyicil hutang-hutang keluarga saya," kata Ellea.

"Lalu kenapa kamu melamun seperti itu? Saya tidak suka ada karyawan saya yang banyak melamun di perusahaan ini," kata Anderson yang sedikit penasaran.

"Em, anu sebenarnya. Begini apa Anda sudah menikah?" tanya Ellea mencoba untuk mengetahui apa yang dilakukan oleh seorang pria yang sudah menikah.

"Ya sudah, sekitar tiga tahun lalu," kata Anderson.

"Kapan Anda melakukan emm,,, kuda-kuda?" tanya Ellea yang penasaran.

"Apa kuda-kuda?" tanya Anderson yang tidak paham.

"Em,,, apa ya namanya. Itu loh bergoyang-goyang," kata Ellea berusaha menjelaskan namun malu-malu.

"Hah? Apa lagi itu goyang-goyang? Maksud kamu itu apa si Lea? Yang benar kalau bicara!" kata Anderson.

"Aduh gimana si nanyanya. Em,,, keluar masuk gitu loh Pak," kata Ellea yang mencoba memperjelas.

"Keluar masuk?" tanya Anderson yang semakin tidak mengerti.

"Itu loh hubungan suami isteri, kapan Anda dan isteri Anda melakukannya?" kata Ellea yang kali ini menanyakannya dengan jelas.

"Asataga jadi maksud kamu melakukan hubungan badan?" tanya Anderson.

"Iya itu maksud saya. Kapan biasanya seorang wanita dan laki-laki yang sudah menikah melakukannya?" tanya Ellea.

"Tentu saja ketika malam setelah pernikahan, atau banyak juga yang sudah melakukannya bahkan sebelum mereka menikah. Kenapa kamu bertanya?" tanya Anderson.

"Apa benar mereka langsung melakukannya?" tanya Ellea mencoba memastikan.

"Tentu saja, mana ada laki-laki yang bisa tahan untuk tidak melakukannya begitu lama," kata Anderson.

Setelah mendengar jawaban dari Anderson membuat Ellea semakin kepikiran jadi kenapa Gerry sama sekali belum menyentuhnya hingga detik ini? Jangankan untuk melakukan hubungan suami isteri untuk sekedar berciuman saja Gerry dan Ellea tak pernah melakukannya.

"Kenapa kamu bertanya?" tanya Anderson.

"Ti-tidak saya hanya penasaran saja apa Anda sudah menikah atau belum," kata Ellea tidak berkata jujur.

"Kalau begitu kamu mulai fokus lagi bekerja dan jangan melamun!" kata Anderson.

"Em apa boleh saya bertanya lagi pada Anda?" tanya Ellea.

"Tanyakan saja," kata Anderson.

"Apa Anda tertarik pada saya? Maksudnya apa wanita seperti saya cukup cantik dan menarik?" tanya Ellea.

Anderson kemudian berjalan perlahan menghampiri Ellea yang tengah duduk disofa lalu Anderson membungkukkan tubuhnya dan memegangi dagu Ellea sembari menatap tajam wajah Ellea, membuat Ellea yang belum pernah ditatap sedekat ini oleh laki-laki manapun termasuk Gerry mendadak hatinya menjadi berdebar-debar.

"Em, apa yang Anda lakukan?" tanya Ellea.

"Aku sedang mengamati wajahmu dari dekat agar aku bisa menjawab pertanyaan mu barusan," kata Anderson yang masih terus memegangi dagu Ellea dan menatap wajah Ellea.

Hembusan nafas diantara keduanya pun mulai saling bisa merasakan karena jarak bibir keduanya yang sangat dekat.

"Cantik," kata Anderson yang kemudian melepaskan tangannya dari dagu Ellea dan tak lagi membungkuk.

Membuat Ellea seketika menarik nafas dalam-dalam karena saat ini Ellea merasa sangat gerogi berhadapan dengan Anderson. Ellea pun segera bangkit dari sofa untuk pergi dari ruangan Anderson.

"Kalau begitu saya permisi dulu Pak," kata Ellea yang buru-buru hendak meninggalkan Anderson.

Tak disangka saking geroginya Ellea pun tersandung kakinya sendiri hingga hendak terjatuh beruntung satu tangan Anderson berhasil meraih tubuh Ellea dan menariknya kedalam dekapan Anderson.

Ellea terdiam beberapa saat hingga akhirnya dirinya menyadari tengah berada di dekapan Anderson lalu buru-buru menjauh dari Anderson.

"Maaf Pak, saya permisi" kata Ellea yang langsung terburu-buru untuk meninggalkan Anderson yang masih terus menatap wajahnya.

Ellea pun keluar dari ruangan Anderson sambil memarahi dan menjitak kepalanya sendiri karena tak percaya jatuh dipelukan Anderson.

"Bodoh,,, bodoh kamu Ellea bagaimana bisa kamu menikmati pelukan dengan atasan kamu yang sudah beristri itu." kata Ellea.

Sementara itu didalam ruangannya Anderson tersenyum manis mengingat tingkah Ellea.

"Aku benar-benar tertarik pada wanita itu, bisa mendekap tubuhnya membuat pikiranku lari kemana-kemana." Kata Anderson.

Namun seketika senyum itu berubah kala Anderson mengingat kelakuan isterinya yang setiap hari membuatnya kesal dan merasa terhina.

Isteri Anderson bernama Gea Wilson berusia 23 tahun anak tunggal perusahaan KEA Group perusahaan besar yang dulunya sempat membantu perusahaan Anderson Group saat mengalami kritis hingga Anderson Group bisa kembali stabil bahkan sekarang semakin bertambah besar.

Gea dan Anderson memang dijodohkan oleh kedua orang tua mereka kendati begitu Anderson sudah berusaha mencintai Gea, tapi hingga kini Anderson tidak pernah bisa mencintai Gea begitu juga Gea yang tidak pernah bisa mencintai Anderson.

Sikap Gea yang semena-mena, dan selalu merendahkan Anderson, menghabiskan uang berfoya-foya liburan ke luar negeri, berbelanja tas-tas dan baju-baju baranded serta tak mau memiliki anak karena takut bentuk tubuhnya menjadi jelek jika mengandung membuat Anderson benar-benar merasa tertekan menjalani pernikahannya dengan Gea.

Sore harinya Gerry seperti biasa menjemput Ellea didepan kantor dengan senyuman layaknya suami pada isterinya, Ellea pun naik ke mobil saat hendak membuka pintu mobil depan dilihatnya ada seorang wanita rupanya itu Tante Katty, Ellea memang sering mendengar Gerry membicarakan Tante nya namun saat pernikahan mereka Tante Katty tidak datang, dan ini kali pertama Ellea bertemu dengan Tante Katty.

"Hai Lea, salam kenal ya," kata Tante Katty.

"Oh iya Tante, salam kenal," kata Ellea.

Sesampainya di rumah, Tante Katty ikut masuk ke rumah bersama Ellea dan Gerry membuat Ellea sedikit tak nyaman sebenarnya tapi Ellea takut untuk bicara karena Gerry selalu menceritakan soal Tante Katty yang sudah sangat baik dan sangat dekat dengan Gerry.

"Am Ger, aku akan memasak makan malam untuk kita," kata Ellea.

"Tidak usah Ellea! Kamu pasti capek kan? Biar aku saja," kata Tante Katty dengan tersenyum.

"Baiklah Tan, kalau tidak merepotkan Tante," kata Ellea.

"Udah ga apa-apa Lea, justru kamu harus cobain masakan Tante Katty yang sangat enak banget itu," kata Gerry.

Dalam hati Ellea kenapa Gerry selalu memuji-muji Tante Katty si bahkan dalam hal masakan saja Gerry terang-terangan bilang masakan Tante Katty jauh lebih enak dibandingkan masakannya, meski sebal namun Ellea tak ingin mencari ribut dan menurut saja.

"Oke, kalau begitu aku mandi dulu ya," kata Ellea.

"Oke sayang, aku akan membantu Tante Katty untuk memasak," kata Gerry.

Ellea pun pergi ke kamar lalu masuk ke kamar mandi, didalam kamar mandi Ellea semakin merasa kesal pada Gerry.

"Aku tidak percaya bahkan Gerry sampai mau membantu Tante Katty memasak? Apa kabarnya aku yang tak pernah sekalipun dibantunya memasak. Astaga Lea Lea untuk apa si aku cemburu pada Tantenya sendiri, otakku pasti sudah terlalu lelah sampai-sampai aku cemburu terhadap Tantenya Gerry sendiri," Kata Ellea yang masih saja berpikiran positif tengang Gerry.

Makan malam sudah siap Tante Katty benar-benar menatanya dengan sangat rapih dan terlihat sangat enak masakan Tante Katty, mereka pun makan bersama dimeja makan.

Tante Katty dengan cekatan menyendokkan nasi ke piring tak lupa Tante Katty juga mengambilkan ayam goreng, capcai, dan udah tepung lalu memberikannya pada Gerry.

"Tante Katty, tidak usah repot-repot Gerry kan suami aku biar aku saja yang ambilkan," kata Ellea.

"Sayang ga apa-apa biar Tante Katty saja! Soalnya ketika kita belum menikah kami sudah terbiasa makan bersama saling peduli satu sama lain, iya kan Tan?" tanya Gerry.

"Iya Lea, jadi aku refleks aja si mengambilkan makan untuk Gerry," kata Tante Katty.

"Wah kedekatan kalian luar biasa sekali, aku iri banget sayang coba saja aku memiliki Tante seperti Tante Katty," kata Ellea yang kagum dengan Tante dan ponakannya itu.

Gerry dan Tante Katty pun tersenyum pada Ellea, mereka bertiga makan bersama dengan lahapnya.

Ellea benar-benar kelelahan dan mengantuk, Gerry yang melihat Ellea sudah mengantuk menyuruhnya untuk tidur duluan.

"Sayang kamu tidur duluan aja kalau sudah ngantuk," kata Gerry.

"Memangnya kamu mau ke Bar lagi malam ini?" tanya Ellea.

"Tidak kok, aku paling akan menonton televisi bersama Tante Katty," kata Gerry.

"Tante Katty akan menginap disini?" tanya Ellea.

"Iya Lea, sudah malam Tante takut kalau pulang malam-malam," kata Tante Katty

"Iya sayang lagipula kan Tante Katty sangat dekat sama aku, daridulu dia sering menginap dirumah ini," kata Gerry.

"Iya benar juga bahaya pulang malam-malam. Kalau begitu aku akan membereskan piring kotor ini dulu baru tidur,!" kata Ellea.

Ellea pun bangun dari kursi dan membawa beberapa piring kotor ditangannya namun karena piring tidak pas dan licin, Ellea menjatuhkan piring-piring kotor itu ke lantai hingga pecah berantakan.

Pranggggggggggg,,,,, piring jatuh.

"Astaga Lea, kamu hati-hati dong! Tante Katty kaki kamu ada yang kena pecahan piringnya engga?" tanya Gerry yang langsung melihat-lihat kaki Tante Katty karena takut terkena pecahan piring.

Ellea yang bahkan kakinya tergores oleh pecahan piring sama sekali tidak dikhawatirkan oleh Gerry.

"Aku engga kena kok Ger, itu si Lea yang sepertinya berdarah," kata Tante Katty

Gerry pun menengok kearah Ellea dan melihat kaki Ellea berdarah.

"Lea kaki kamu berdarah, aku akan ambil kotak obat," kata Gerry.

"Tidak usah Ger, aku akan ambil sendiri. Kamu bisa bersihkan pecahan piring ini?" tanya Ellea.

"Iya akan aku bersihkan, kamu obati saja luka kamu," kata Gerry.

"Iya Lea biar aku bantuin Gerry untuk bersihkan serpihan piring ini," kata Tante Katty.

"Tidak usah, nanti kalau tangan kamu terluka gimana? Udah kamu sebaiknya menjauh dari sini," kata Gerry yang tak ingin Tante Katty membantunya takut tangan Tante Katty terluka.

Ellea yang melihat sikap Gerry pada Tante Katty seperti itu berusaha untuk menepis pikiran negatifnya. Lalu pergi meninggalkan Gerry dan Tante Katty.

Ellea masuk ke dalam kamar dan mengobati luka dikakinya, tapi pikirannya tidak lepas dari sikap Gerry suaminya terhadap Tantenya kenapa sampai seperhatian itu.

"Apa yang aku pikirkan sebenarnya Lea, wajar saja kan kalau Tante dan keponakan saling memperhatikan seperti itu. Kenapa aku harus merasa heran seperti ini si." Kat Ellea berbicara sendiri di kamar.

Saat hendak tidur Ellea masih tidak bisa melupakan perlakuan Gerry pada Tante Katty yang terkesan berlebihan, tapi sejauh ini Ellea masih terus berpikiran positif dan tak aneh-aneh hanya saja Ellea sulit untuk memejamkan matanya malam ini.

Dari dalam kamar, Ellea mendengar suara candaan antara Gerry dan Tante Katty terdengar mereka saling bercanda dan tertawa bersama, Gerry tak pernah tertawa seperti itu saat sedang bersama Ellea.

Tiba-tiba suara itu berubah menjadi hening tak lagi terdengar suara obrolan atau bahkan tawa dari ruangan televisi membuat Ellea memutuskan untuk menghampiri mereka di ruang televisi.

"Ger,,,, Gerry," panggil Ellea sambil berjalan kearah televisi.

Gerry buru-buru bangun dari kursi dan menghampiri Ellea sebelum Ellea sampai di ruangan televisi.

"Lea ini sudah malam sayang, kenapa kamu masih terbangun?" tanya Gerry.

"Aku tidak bisa tidur Ger, aku ikut kalian saja ya menonton televisi sepertinya kalian tadi seru sekali," kata Ellea.

"Besok kamu kan harus pergi kerja sayang, nanti ngantuk loh," kata Gerry.

Tak lama Tante Katty datang menghampiri Ellea dan Gerry.

"Iya Lea bener tuh kata Gerry kalau kamu begadang besok kamu akan ngantuk dikantor, lagipula besok kamu kan harus kerja tidak baik jika begadang sampai tengah malam," kata Tante Katty.

"Iya juga si, ya sudah aku mau tidur saja. Sayang kamu antar aku ke kamar yuk!" pinta Ellea.

"Lea,, tapi Gerry dan aku sedang tanggung menonton acara seru. Kamu engga bisa memangnya ke kamar sendiri?" tanya Tante Katty.

"Iya bener tuh sayang, lagi nanggung nih. Kamu ke kamar sendiri ga apa-apa ya!" kata Gerry.

"Emm gitu, ya udah deh aku ke kamar lagi ya Ger," kata Ellea yang langsung menuju kamarnya.

Sedangkan Gerry dan Tante Katty kembali menuju ruangan televisi bersama.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED