Sampul Novel Gadis Pecandu di Rumah Sakit

Gadis Pecandu di Rumah Sakit

9.2 / 10.0
Mengalami gangguan gairah parah, seorang wanita terpaksa menjalani pemeriksaan medis sensitif di atas ranjang rumah sakit. Di tengah kepasrahan dan rasa sakit akibat tindakan medis yang terasa intim serta berlebihan, ia terus memohon agar proses tersebut dihentikan. Namun, kecurigaannya memuncak hingga ia memutuskan untuk menoleh ke belakang. Alangkah terkejutnya dia saat menyadari bahwa pria yang menyentuhnya bukanlah seorang dokter, melainkan dosennya sendiri yang kini justru bertindak semakin agresif.
Ringkasan Gadis Pecandu di Rumah Sakit
Mengalami gangguan gairah parah, seorang wanita terpaksa menjalani pemeriksaan medis sensitif di atas ranjang rumah sakit. Di tengah kepasrahan dan rasa sakit akibat tindakan medis yang terasa intim serta berlebihan, ia terus memohon agar proses tersebut dihentikan. Namun, kecurigaannya memuncak hingga ia memutuskan untuk menoleh ke belakang. Alangkah terkejutnya dia saat menyadari bahwa pria yang menyentuhnya bukanlah seorang dokter, melainkan dosennya sendiri yang kini justru bertindak semakin agresif.
Baca Selengkapnya

Gadis Pecandu di Rumah Sakit Bab 1

"Nggak ... jangan, bagian bawahku sudah nggak muat lagi, huhuhu!"

Di atas ranjang pasien, aku menunggingkan bokongku yang putih bersih. Dokter sedang membantuku memeriksa masalah gangguan gairah parah yang kuderita.

Namun, dia seolah sedang mempermainkanku. Telapak tangannya tak henti meremas bokong kencangku, bahkan memasukkan jarinya ke dalam.

Semakin aku memohon ampun, dia tampak semakin bergairah.

Tak tahan lagi, aku menoleh ke belakang. Siapa sangka, dia bukan dokter! Bukankah dia itu dosenku?

Detik berikutnya, dia mendesak maju ke arahku dengan kasar!

Namaku Lidia Yerdi. Sejak kecil, aku tersiksa oleh gangguan gairah tubuh.

Orang-orang selalu menganggapku gadis baik-baik, padahal hanya aku yang tahu betapa kuatnya hasratku terhadap pria.

Hanya dengan melihat pria bertubuh kekar, celanaku bisa mendadak basah tak tertahankan.

Sejak kuliah, gangguan ini semakin tidak terkendali.

Terkadang, gesekan saat berjalan saja bisa membuatku "klimaks" tanpa sengaja.

Orang lain mungkin mengira aku mengompol.

Penyakit ini benar-benar mengganggu kehidupanku sehari-hari.

Aku pun menceritakan keluhanku pada dosenku, dan dia menyarankan agar aku memeriksakan diri ke rumah sakit.

Hari ini, aku datang ke rumah sakit ginekologi. Setelah mendaftar, aku pun berbaring di ranjang periksa.

Melihat ruangan yang kosong dan mencium aroma hormon maskulin yang memenuhi udara, aku mulai merasa gatal lagi.

Di antara kedua kakiku rasanya seperti ada semut yang merayap masuk. Isi kepalaku penuh dengan bayangan pria.

Rasanya menyiksa sekali ....

Mumpung tidak ada orang, aku tak tahan untuk tidak memasukkan tangan ke balik rok.

Aku memiliki wajah yang cantik dan tubuh yang berkembang dengan sangat seksi.

Kaki-kakiku jenjang dan ramping, terutama sepasang "bukit" ini. Bahkan saat berbaring pun rasanya hampir meledakkan pakaianku.

Sungguh sangat cantik, tapi malah punya penyakit seperti ini.

Tepat saat itu, pintu kamar rawat terbuka.

Seorang pria mengenakan jas putih dokter masuk. Dia menunduk, sehingga aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.

Aku segera menarik tanganku, jemariku masih bersimbah noda lengket.

Sejujurnya, sangat memalukan jika penyakit ini sampai diketahui orang lain.

Bahkan di depan dokter pun, aku masih merasa sungkan.

"Berbaring, tengkurap dan nunggingkan bokongmu. Aku akan memeriksa bagian bawahmu," perintah dokter itu.

Aku berbalik dan tengkurap di ranjang, mengangkat pinggulku tinggi-tinggi.

Pose ini membuatku semakin malu, karena aku belum pernah melakukannya di depan lawan jenis.

Area di antara kedua kakiku sudah sedikit basah.

Yang lebih membuatku tersipu adalah saat dokter tiba-tiba menarik celanaku dan menyentaknya ke bawah dengan kuat.

Seketika, dua belah bokong yang putih dan bulat pun terpampang nyata.

"Ah ... apa harus buka celana juga?"

Mungkin karena merasa lucu dengan pertanyaanku, dokter itu terkekeh.

"Bagaimana aku bisa memeriksa kalau kamu nggak buka celana?"

"Tapi, tapi ...." Melihat bagian bawahku terekspos sepenuhnya di depan lawan jenis, aku merasa merinding di sekujur tubuh.

Lebih gawat lagi, rasa candu itu mulai kumat dengan hebat. Tubuhku didera rasa gatal yang menusuk hingga ke sumsum tulang. Aku takut tiba-tiba akan "menyemprot".

"Jangan khawatir. Dokter punya etika medis. Ini memang pekerjaan kami, jadi nggak akan berpikiran macam-macam padamu."

Mendengar hal itu, aku sedikit tenang. Menjadi dokter adalah panggilan suci, mungkin aku saja yang terlalu sensitif.

Aku pun menahan rasa gatal yang menyiksa itu dan tetap menungging tinggi-tinggi untuk diperiksa.

Detik berikutnya, kedua telapak tangannya yang kasar menyentuh bokong kencangku.

Dia ternyata tidak memakai sarung tangan!

Biasanya dokter memakai sarung tangan putih saat memeriksa pasien, tapi tangan besar yang kasar dan hangat ini justru mengelusku. Seketika, aku merasa hampir tidak tahan lagi.

Tubuhku yang memang sudah gatal, kini terasa seperti gunung berapi yang siap meletus. Seluruh organ tubuhku rasanya seperti terbakar.

"Dokter, uh ... kenapa Anda nggak pakai sarung tangan?"

"Oh, ini agar bisa memeriksamu dengan lebih baik dan membantumu pulih."

Demi kesembuhan, aku terpaksa membiarkan dokter itu memeriksa bokongku. Aku hanya perlu bersabar sebentar lagi agar bisa terbebas dari penderitaan ini.

Memikirkan hal itu, aku mengatupkan gigi rapat-rapat, berusaha melawan rasa gatal yang menusuk.

Namun, teknik dokter ini benar-benar aneh.

Ini tidak terlihat seperti pemeriksaan medis.

Malahan terlihat seperti ... pelecehan?

Telapak tangannya sedikit menekan, menggosok kedua belah bokongku dengan gerakan melingkar yang lembut.

Tangan kasarnya yang menyapu kulit halusku, justru memberiku rasa nyaman yang unik.

"Uh ... emm ...." Aku tak sengaja mengerang lirih. Hasrat dalam tubuhku semakin menggebu.

Tak cukup sampai di situ, dokter itu meremas bokongku dengan kuat. Bokongku yang kenyal, berubah bentuk di bawah remasannya.

Bahkan, terdengar suara decak kagum dari mulut dokter itu.

"Kencang sekali, sangat lembut ... enak sekali dipegang."

Seketika, seluruh tulangku terasa lemas dan nikmat. Tanpa sadar, aku mengangkat pinggulku lebih tinggi.

Aliran hangat pun mengalir keluar tak tertahankan.

Mengapa ini bukannya menyembuhkanku, tapi malah membuatku makin tersiksa?

"Dokter, teknik Anda ... kenapa aneh sekali? Rasanya seperti sedang ... merabaku."

Dokter itu baru tersadar dan berkata padaku, "Ini adalah tahap awal pengobatan. Aku sedang memancing keluar hasrat di tubuhmu. Setelah semua hasratmu tercurahkan, baru kita bisa mengobatinya sampai ke akar."

Meski kata-katanya terdengar janggal, dia tetaplah seorang dokter, jadi aku terpaksa mempercayainya untuk sementara.

Kemudian, dokter itu menekuk satu jarinya dan mulai menyusuri belahan bokongku perlahan.

Rasanya seperti ada aliran listrik kuat yang menjalar dari tulang ekor, membuat seluruh tulang belakangku kesemutan nikmat.

Detik berikutnya, jari dokter itu sudah sampai di ....

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Gadis Pecandu di Rumah Sakit

Ch. 1 Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali meminta cerai untuk ke-99 kalinya. Namun, Laurence Andrews justru menurunkannya di jalan demi menjawab telepon sang mantan, Rosalie Harris. Laurence terus meremehkan Josie dan yakin istrinya tidak akan berani pergi. Dia tidak sadar bahwa pengabaiannya kali ini telah melewati batas. Di sisi lain, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie agar segera menyelesaikan perceraiannya dan pergi meninggalkan negara ini untuk selamanya.
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali beruntun di arena tak menghalangi Roderick untuk mengkhianatiku. Tunanganku itu justru asyik bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan perempuan itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick lenyap, digantikan pernyataan cinta untuk wanita lain di depanku. Dengan hati dingin, kuhubungi ayahku yang merupakan bos mafia. Aku meminta pertunangan ini dibatalkan demi mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
9.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dipaksa mengalah demi kakaknya yang sakit parah agar bisa menikahi James, sang tunangan. Karena menolak mentah-mentah rencana tersebut, orang tuanya tega mengikatnya di rumah sebelum pergi ke acara pernikahan. Malang, saat ditinggalkan sendirian dalam kondisi terikat, seorang penyusup masuk dan membunuhnya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali untuk membebaskannya, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk tanpa nyawa.
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang penjelajah tersesat di Hutan Gondoriyo dan mengalami teror mistis saat kendaraannya hilang secara gaib. Di sebuah gubuk sunyi, pasangan lansia misterius sempat memperingatkannya. Meski sempat kembali dengan selamat, rasa penasaran justru menyeretnya kembali ke sana, namun hutan itu seolah menguap. Misteri pun kian kelam saat ia menemukan kaitan erat antara kecelakaan bus di jurang dan hutan tersebut, hingga ia harus bertaruh nyawa demi kebenaran.
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian selalu menganggap wanita sebatas teman tidur dan bertekad menghindari pernikahan. Namun, keyakinan sang miliarder goyah setelah bertemu Adeeva Adelia Albert, sekretaris baru yang acuh dan tak berniat memikatnya. Sempat dipandang Adeeva sebagai kesialan terbesar dalam hidupnya, sosok Xavier kini justru menjadi anugerah terindah. Hubungan yang semula dipenuhi kebencian itu kini telah bertransformasi menjadi hari-hari romantis yang indah bagi mereka berdua.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED