Sampul Novel Dua Pria, Satu Permaisuri

Dua Pria, Satu Permaisuri

8.8 / 10.0
Meskipun kehilangan penglihatannya sejak kecil, Wulan berhasil menguasai keahlian memijat hingga menjadi terapis tersohor berkat didikan ibu asuhnya. Namun, dunianya yang tenang terguncang saat seorang pelanggan penting datang berkunjung. Pria tersebut menuntut perlakuan berbeda dari biasanya. Tanpa ragu, ia menarik pakaian Wulan dan menuangkan minyak pijat langsung ke dada sang terapis, memintanya untuk memberikan pijatan dengan cara yang sangat tidak biasa dan intim tersebut.
Ringkasan Dua Pria, Satu Permaisuri
Meskipun kehilangan penglihatannya sejak kecil, Wulan berhasil menguasai keahlian memijat hingga menjadi terapis tersohor berkat didikan ibu asuhnya. Namun, dunianya yang tenang terguncang saat seorang pelanggan penting datang berkunjung. Pria tersebut menuntut perlakuan berbeda dari biasanya. Tanpa ragu, ia menarik pakaian Wulan dan menuangkan minyak pijat langsung ke dada sang terapis, memintanya untuk memberikan pijatan dengan cara yang sangat tidak biasa dan intim tersebut.
Baca Selengkapnya

Dua Pria, Satu Permaisuri Bab 1

Aku sudah tidak bisa melihat sejak masih kecil. Tapi ibu asuhku mengajariku menjadi seorang terapis pijat paling tersohor.

Hari itu, ada seorang pelanggan penting yang datang ke tempatku.

"Aku bukan orang sembarangan, tentu saja aku mau mencoba sesuatu yang beda dari yang lain."

Detik berikutnya, dia langsung menarik bajuku, dan menuangkan minyak pijat di dadaku.

"Wulan sayang, pijat aku begini saja ...."

Aku sudah tidak bisa melihat sejak masih kecil. Tapi ibu asuhku mengajariku menjadi seorang terapis pijat paling tersohor.

Hari itu, ada seorang pelanggan penting yang datang ke tempatku.

"Aku bukan orang sembarangan, tentu saja aku mau mencoba sesuatu yang beda dari yang lain."

Detik berikutnya, dia langsung menarik bajuku, dan menuangkan minyak pijat di dadaku.

"Wulan sayang, pijat aku begini saja ...."

....

Aku adalah terapis pijat termuda di Panti Pijat Intani.

Karena buta sejak kecil, ibuku membuangku saat usiaku masih lima tahun. Kemudian, Ibu Hera menemukanku di antara para gelandangan dan pengemis.

Dia iba melihatku, dan memberiku nama Wulan Harris. Dia juga mewariskan teknik pijatnya yang unik padaku.

Di dalam ruangan yang dipenuhi kabut uap, aku berlutut di samping dipan dan membuka botol di keranjang.

Minyak pijat yang bening membasahi jari hingga lengan bawahku.

Hanya ada lampu kecil di ruangan ini. Cahaya kuning redup dari lampu tersebut menyinari kulitku, membuatnya tampak lembut seperti madu.

Aku menuangkan minyak pijat ke telapak tanganku, lalu menggosoknya hingga hangat. Setelah itu baru menempelkan kedua tanganku ke tubuh pelanggan.

"Hm, posisinya pas ...."

"Turun sedikit lagi ...."

Tubuh pelangganku telanjang bulat, hanya bagian paling privat saja yang ditutupi dengan kain tipis.

Jari-jariku bergerak di atas lapisan lemaknya, lalu perlahan memijat ke bawah.

"Wulan, tangan kecilmu lembut sekali. Tanganmu sangat jago dalam menyenangkan orang."

Dia tampak sangat menikmati pijatanku, wajahnya memerah sambil terengah-engah.

Sebagai seseorang yang sudah berpengalaman, aku hanya memijat area penting dalam gerakan melingkar dan tidak sampai melewati batas.

Tapi pelangganku tetap menghela napas puas karena kenyamanan yang dia rasakan.

Sesi pijat pun selesai.

Tanganku sangat pegal sampai nyaris tidak punya tenaga untuk mengangkatnya. Tapi untung saja pelangganku sangat puas, bahkan memberiku banyak uang sebagai tip.

Setelah dia pergi, aku pun membereskan peralatanku. Tapi kemudian terdengar suara jeritan dari lantai atas.

Ibu Hera berlari turun dengan wajah panik.

Teman-temanku juga ikut bergerombol, mereka menutup mulut dengan saputangan sambil berbisik-bisik.

"Ada apa di lantai atas? Kenapa Bu Hera panik begitu?"

"Itu, katanya ada pelanggan penting di atas. Orangnya sangat pilih-pilih, bahkan Bu Hera nggak sanggup mengatasinya."

"Hm, aku jadi penasaran siapa sebenarnya pelanggan penting itu ...."

Aku mengerjapkan mata beberapa kali sambil mendengarkan pembicaraan mereka dengan bingung.

Ibu Hera adalah terapis paling ahli di antara kami semua. Kalau dia saja tidak bisa memuaskan pelanggan itu, sebaiknya pelanggan itu pindah ke panti pijat lain saja.

Entah apakah Ibu Hera akan kena semprot pelanggan itu atau tidak ....

Saat aku masih sibuk dengan pikiranku sendiri, Ibu Hera tiba-tiba bergegas menghampiriku, "Wulan, aku benar-benar nggak tahu harus bagaimana lagi. Cuma kamu yang bisa menenangkan pelanggan merepotkan itu. Tolong gantikan aku, cepat naik ke atas dan menemuinya ...."

Aku sebenarnya sudah lelah, tapi tentu tidak akan menolak permintaan Ibu Hera. Apalagi, setelah semua kebaikannya yang sudah membantuku selama ini.

Aku mengangguk pelan, tapi tangan Ibu Hera yang memegang pundakku terasa makin berat.

"Wulan ... hati-hati."

Aku membalasnya dengan sebuah senyuman, lalu berjalan mengikuti Kak Saras naik ke atas.

Pelanggan penting itu ada di kamar paling besar dan prestisius di lantai atas.

Pintu kamarnya tidak tertutup sepenuhnya, ada sedikit celah.

Kak Saras menghentikanku sejenak, lalu mendekat dan mengintip ke dalam melalui celah tersebut.

"Wulan, pelanggan merepotkan ini ternyata punya tubuh yang bagus."

"Otot-ototnya kekar sekali! Nggak terbayang rasanya kalau bisa menyentuhnya ...."

"Hei, bahkan selimut dari kita hampir nggak bisa menutupi kehebatannya."

Aku tentu saja tahu apa yang dimaksud dengan "kehebatan" itu, dan wajahku otomatis memerah.

"Kak Saras, jangan asal bicara. Sebaiknya kita masuk saja."

Kak Saras tertawa pelan, lalu membukakan pintu untukku.

Tapi takdir memang sulit diprediksi. Begitu aku baru saja melangkah masuk, kakiku malah tersandung kusen pintu.

Tamat sudah!

Aku menjerit dalam hati, tapi tiba-tiba tubuhku terjatuh dalam pelukan tubuh yang kekar.

Semuanya terasa gelap, otot perut pria itu terasa seperti batu giok yang halus. Napasku sekarang jadi tersengal-sengal.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Dua Pria, Satu Permaisuri

Ch. 1 Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Aku Tak Punya Siapapun Lagi
9.3
Divonis hanya memiliki sisa tiga hari akibat gagal hati akut, seorang istri harus menghadapi kenyataan pahit saat suaminya, David, memberikan kuota uji klinis terakhir kepada Emma, sang adik angkat. Alih-alih melawan, ia memilih menghentikan pengobatan, menyetujui perceraian, serta merelakan anak dan bisnis perhiasannya diambil alih oleh Emma. Di saat seluruh keluarganya memuji keputusan tersebut tanpa rasa curiga, ia menanti reaksi mereka saat ajal akhirnya menjemputnya.
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil tanpa sengaja menemukan patung beruang di jalan dan membawanya pulang untuk dirawat dengan tulus. Ia tidak pernah menduga bahwa benda mati tersebut sebenarnya adalah inkarnasi dari sosok dewa muda yang sangat kuat. Wujud beruang itu terus bertahan menemani Melinda hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang cantik. Namun, sebuah konflik menegangkan mendadak muncul dan menguji ikatan unik mereka. Akankah kisah cinta antara manusia dan dewa ini berujung pada kebahagiaan?
Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
8.4
Delapan tahun membina rumah tangga, Jessica harus menelan pil pahit di hari ulang tahun pernikahannya. Alih-alih merayakan momen spesial, dia tidak sengaja mendengar pengakuan kejam suaminya, Rio Aditya. Rio ternyata berselingkuh dengan Nadia dan berniat menceraikannya. Di saat yang sama, Jessica didiagnosis mengidap kanker ovarium stadium akhir. Tanpa rasa cinta yang tersisa dan waktu yang kian menipis, Jessica memutuskan untuk merelakan semuanya, bersiap pergi selamanya demi kedamaiannya sendiri.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, seorang gadis rela menjadi pengantin pengganti. Sayangnya, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan kasar. Meski mendapat perlakuan buruk, ia tidak tinggal diam dan terus berjuang keras menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka di Bakisah.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Nasib malang menimpa seorang gadis setelah dikhianati dan dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Begitu beranjak dewasa, ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit tanpa ada celah untuk menghindar. Takdir menyeretnya menjadi istri seorang bandar narkoba yang sangat kejam. Kini, seluruh kehidupannya sepenuhnya terjebak di tengah lingkaran hitam dunia kriminal yang penuh intrik mematikan serta ancaman bahaya yang terus mengintai setiap saat.
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
9.3
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi demi menolong Zoey, membuat nenek Cherish syok hingga meninggal dunia tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey. Merasa dikhianati, Cherish tegas mengakhiri hubungan mereka. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dan bersedia memberikan apa saja, bahkan nyawanya, demi mendapatkan kembali cinta Cherish yang telah pergi.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED