"Menarik, baru kali ini gue di tolak sama cewek Ujar Aldo lalu terseyum menyerigai ke arah gadis itu
Dia semakin penasaran dengan Ana yang bersifat acuh padanya dan sulit untuk di dekati. Karena selama ini dia sudah kebiasaan selalu di hampiri oleh para gadis cantik, yang mengejar-ngejarnya untuk mendapatkan hatinya
Setelah mendapat penolakan dari Ana,
Aldo pun langsung memutuskan untuk kembali ke garasi sekolah untuk mengambil mobilnya yang terparkir di sana demi segera pulang ke rumahnya.
Sementara itu, Sheri sahabatnya Ana, sudah pulang terlebih dahulu dari Ana karena sudah di jemput oleh supirnya di saat mereka baru keluar dari pintu gerbang tadinya. Sheri sempat menawari sahabatnya itu untuk di ajak pulang bersama dan mengantarkannya sampai ke rumah.
Namun oleh karena jalan rumah mereka yang arahnya berlawanan, jadi tadinya
Ana langsung menolak untuk ikut mobil sahabatnya itu.
*****t
Cklek...
Suara pintu rumah majikan Ana terbuka dari luar.
Sesampainya di dalam, Ana pun langsung melepaskan kedua sepatunya lalu menaruhkannya di rak sepatu.
Setelah itu dia pun langsung berjalan ke kamarnya untuk menaruhkan tas sekolahnya dan mengganti pakaiannya terlebih dahulu. Sehabis itu barulah dia beranjak ke arah dapur demi mengisi perutnya yang sudah keroncongan saat dari sekolahnya tadi.
Selesai makan dia pun langsung memutuskan untuk kembali ke kamarnya kembali demi mengistirahatkan tubuh lelahnya sejenak.
Tak disangka, saat dia melewati kamar majikannya itu, telinganya lagi-lagi mendengar suara desahan yang begitu erotis yang berasal dari dalam kamar majikannya itu. Yaitu Suara Bella yang tengah mengerang-ngerang kenikmatan saat miliknya di tiduri oleh suaminya yang memang dia kenal begitu hebat saat berada di atas ranjang itu.
Erangan, erangan kenikmatan tak henti-hentinya keluar dari mulut Bella. Ana bisa membayangkan bagaimana expresi
Bella saat ini yang tengah menikmati permainan yang di berikan oleh suami tampannya itu.
Majikannya itu terlalu larut dengan kegiatan mereka berdua, seakan-akan mereka masih berpikir kalau di rumah itu tidak ada orang lain selain mereka. Atau jangan-jangan mereka memang belum mengetahui kalau dia sudah pulang dari sekolahnya begitu anggapan Ana.
Ana baru teringat kalau tadinya dia memang sempat melihat Mobil Aris yang sudah terparkir di halaman rumahnya. Dia yakin sekali kalau majikannya itu memang sengaja pulang lebilh cepat dari kantornya, di karenakan kehadiran Istri seksinya itu di rumah.
Setelah dia menguping sebentar aktivitas kedua majikannya itu. Ana pun langsung memutuskan untuk segera kembali ke kamarnya. Telinganya benar-benar sudah tidak tahan saat mendengar desahan keduanya yang semakin lama semakin terdengar lebih erotis dari sebelumnya itu.
Dret..Dret...
Ponsel Ana bergetar. Tangannya langsung meraih ponsel yang ada di atas meja rias yang terletak di samping tempat tidurnya itu demi melihat siapakah yang mengirimkan pesan untuknya.
Erik: sayang apa kau di sana baik-baik saja?"
Ana: "Ya paman, Ana baik-baik saja."
Erik: "syukur lah kalau begitu, maafkan paman, untuk saat ini paman belum bisa mengunjungimu."
Ana:" Ya paman, tidak apa-apa.
Setelah mengirimkan pesan itu. Ana pun langsung menaruhkan ponselnya kembali, dan memutuskan untuk segera memejamkan kedua matanya.
****
Malamnya.
Tok..tok..
"Ana! Makan malamnya mana?" Tanya Bella. dari balik pintu kamar pembantunya itu.
Ana yang saat itu kebetulan sudah terbangun dari tidurnya itu pun langsung berjalan ke arah pintu kamarnya saat mendengar suara majikan perempuannya itu.
"Ah maafkan saya buk, saya ketiduran dari sejak pulang sekolah tadi, jadi saya belum menyiapkan makan malamnya, saya akan menyiapkannya sekarang" Ujar Ana memberitahu.
Setelah itu dia pun langsung beranjak ke dapur demi mengerjakan tugasnya itu.
Beberapa menit kemudian.
Setelah dia selesai menyiapkan makan malam majikannya itu di meja makan,
Ana pun langsung berjalan ke arah kamar majikannya itu untuk memberitahunya.
Setelah dia selesai menyiapkan makan malam majikannya itu di meja makan,
Ana pun langsung berjalan ke arah kamar majikannya itu untuk memberitahunya.
"Pak, buk, makan malamnya sudah siap"
Ujar Ana memberitahu dari luar pintu kamar majikannya itu. Karena saat dia ke sana kebetulan pintu kamar majikannya itu tengah terbuka. Jadi dia tidak harus mengetuk pintunya terlebih dahulu.
"Ya' Sahut Bella singkat.
Setelah itu keduanya pun langsung keluar dari kamarnya demi mengisi perut mereka yang memang sudah kelaparan.
Sesampainya di meja makan.
Mereka berdua pun langsung mengambil dan menyantap makan malamnya secara bersama-sama. Sementara itu, Ana juga masih berada di dapur demi merapikan perkakas dapur bekas dia memasak tadinya.
"Mas," Ujar Bella pelan.
"Hemm Sahut Aris singkat seraya terus memakan makan malamnya.
"Bella, besok bakal berangkat ke Singapura lagi mas, soalnya di sana ada pemotretan,"
Ujar Bella hati-hati.
Aris sempat menghentikan aktivitas makannya saat mendengar ucapan Istrinya itu.
"Bel, mas kan udah bilang sama kamu, sebaiknya kamu berhenti aja jadi model, mas kan masih mampu ngasih kamu makan!" Ujar Aris jengkel. Wajahnya sudah mengeluarkan semburat kecewa.
Dia begitu kecewa epada istrinya itu, pedahal Bella baru saja sehari berada di rumah, tapi karena alasan pekerjaan istrinya itu bermaksud akan meninggalkannya kembali.
Rindunya yang dulu-dulunya saja belum tuntas, tapi sekarang lihatlah! Istrinya itu sudah berencana akan meninggalkannya kembali demi pekerjaannya.
Dulu-dulunya Bella masih sempat menginap 3 hari bahkan sampai 1 minggu untuk menemaninya di rumah. Namun entah kenapa kali ini istrinya itu hanya menginap selama satu malam dan sudah memutuskan akan segera bepergian kembali.
"Tapi mas, sebelum kita nikah kan mas udah janji sama Bella, kalau mas gak akan keberatan dengan profresinya Bella sebagai model, jujur aja mas Bella gak bisa ninggalin pekerjaan Bella, karena ini adalah Impiannya Bella dari kecil agar menjadi seorang model papan atas seperti sekarang ini mas," Ujar Bela hati-hati seraya menggenggam tangan suaminya itu agar mau mengerti kondisinya.
Namun sungguh di luar dugaan Bella, Aris langsung memutuskan untuk meninggalkan meja makan walaupun perutnya masih terasa kelaparan, selera makannya tiba-tiba menghilang saat mendengar penuturan istrinya itu.
Jujur Aris akui, dulunya dia memang sudah salah jatuh cinta kepada istrinya itu, karena alasan istrinya tidak bisa menemani kesehariannya maupun menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri.
Tapi apa boleh buat, penyesalan selalu berada di ujung, Aris sudah terlanjur menikahi lstrinya itu, bahkan sudah selama 3 tahun ini mereka berstatus sebagai suami istri.
"Mas, mau kemana?" tanya Bella saat melihat suaminya itu sudah beranjak dari dapur.
"Aku udah ngantuk Bel, mau tidur" Jawab
Aris malas. Lalu meninggalkan istrinya sendirian di ruang makan.
Sementara itu, Bella hanya terdiam membisu di kursinya saat mendengar ucapan suaminya itu.
Setelah itu dia pun langsung memutuskan untuk segera ke kembali kamarnya, selera makannya tiba-tiba juga menghilang saat melihat wajah suaminya yang tampak muram karena percakapan mereka tersebut.
Setelah majikannya sudah keluar dari dapur.
Ana pun langsung melanjutkan pekerjaannya kembali untuk membereskan meja makan, bekas makan malam majikannya itu dan sesegera mungkin langsung mencucinya.
Sehabis dia menyelesaikan semua pekerjaannya, dia pun langsung keluar dari dapur untuk melanjutkan tidurnya kembali.
Setibanya di ruang tamu.
Tanpa sengaja matanya sempat menangkap sosok majikan prianya yang tengah berbaring di sofa ruang tamu rumahnya itu, seluruh tubuhnya juga sudah tertutupi oleh selimut. Pastilah majikannya itu sudah memutuskan untuk tidur di sana karena pertengkaran mereka di meja makan tadinya, begitu pikir Ana. Lalu melanjutkan langkahnya kembali.
Sementara itu, Bela yang saat itu tengah berada di dalam kamarnya pun sedang merasa frustasi. Saat mendapati suaminya itu lebih memilih untuk tidur di ruang tamu, jika di bandingkan harus tidur satu ranjang dengannya.
Bella memang mencintai suaminya, namun di lain sisi dia juga sangat mencintai profesinya sebagai model, karena itu adalah
Impiannya sejak dahulu.
Bella pun langsung berpikir keras, untuk mencari cara agar dirinya bisa berbaikan kembali dengan suaminya itu, dia benar-benar tidak tahan jika di diamkan oleh suaminya seperti ini.
Tak seberapa lama berpikir, terlintaslah sebuah ide yang di yakininya bisa memperbaiki hubungan mereka kembali seperti sedia kala.
Setelah dia selesai menaruhkan semua pakaiannya untuk bepergian besoknya di atas Ranjang tidurnya.
Bella pun kembali membuka lemarinya, guna untuk mencari sebuah Lingeri seksi yang akan menampilkan bentuk tubuhnya kepada suaminya itu.
Dua puluh menit kemudian.
Ana yang tadinya sudah mulai tertidur karena kelelahan itu, tiba-tiba telinganya langsung merasa terganggu kembali saat mendengar suara desahan kedua majikannya yang berasal dari ruang tamu yang tak jauh dari kamarnya itu.
Ana benar-benar tak habis pikir dengan kedua majikannya itu, tadinya Ana menyaksikan sendiri kalau mereka tengah tak berbaikan.
Ana benar-benar jengkel, dan sempat menyumpah serapahi keduanya, karena merasa geram dengan ulah liar mereka.
Sampai-sampai dia harus memutuskan untuk menelungkupkan bantalnya di atas kepala, agar telinganya tidak mendengar suara desahan mereka kembali.
Namun lagi-lagi Ana hanya bisa merutuki keduanya saat telinganya masih bisa mendengar dengan jelas suara desahan keduanya itu.
Pagi-pagi buta sekitar jam 05:00 Wib.
Ana sudah beranjak dari tempat tidurnya, sebab dia tak bisa tidur semalaman karena ulah kedua Majikannya itu.
"Tuhan lihatlah *ulah mereka!
mereka bisa tidur dengan begitu nyenyaknya, sementara aku tak bisa tidur semalaman gara-gara mereka*,"
Batin Ana menggerutu. Saat melihat keduanya masih tertidur pulas, saling berpelukan di ruang tamu rumahnya itu.
Setibanya di dapur.
"Hah aku lupa, kalau semua sayuran sudah habis" Gumam Ana saat melihat isi kulkas yang hanya meninggalkan beberapa butir telur.
Setelah itu dia pun bermaksud hanya akan memasakan nasi goreng untuk sarapan pagi majikannya itu.
"Selesai, tinggal menatanya di meja makan"
Gumamnya, lalu menata nasi goreng telor ceploknya tersebut.
"*Hoaammmm, Ah sebaiknya aku harus menyelesaikan semua tugasku, mataku benar-benar sudah merasa kantuk sekarang*."
Setelah itu Ana pun langsung meraih sapu, untuk membersihkan rumah majikannya itu, lagi pulakan ini hari libur, jadi dia bisa sepuasnya tidur.
"'Shitt, *apa-apa an ini? heii kalian sadarlah! di rumah bukan hanya ada kalian berdua,
di sini masih ada orang lain, kalian menodai mata anak polos sepertiku*!"
Ana kembali merutuki keduanya saat melihat keduanya sudah melakukan morning kiss di shofa ruang tamu tersebut.
"Ana!"
Bela langsung terkejut, saat menyadari di sana sudah tak hanya ada mereka berdua.
Wajahnya sudah merona merah, karena malu kepergok oleh pembantunya itu.
"lya buk' Sahut Ana pelan seraya memaksakan bibirnya untuk mencoba tersenyum ke arah majikannya itu.
Pedahal, di dalam hatinya dia habis-habisan menggerutu karena merasa jengkel dengan ulah keduanya itu, yang tak mengenal tempat dan juga waktu, selalu saja berbuat hal Mesum sesuka hati mereka di manapun mereka mau.
Seakan-akan di dunia ini hanya ada mereka berdua saja, sementara yang lainnya hanya mengontrak.
"Setelah kau selesai menyapu, kau langsung ke kamar lbuk ya! masukan semua pakaian ibuk yang ada di atas ranjang ke dalam koper, karena pagi-pagi sekali saya harus sudah berangkat ke
Bandara" Ujar Bela memberitahu.
"lya buk' Sahut Ana sopan.
Setelah mengatakan itu, Bela pun langsung bergegas masuk menuju kamarnya dengan hanya menutupi tubuh seksinya itu dengan selimut yang Ana lihat di gunakan oleh suaminya itu tadi malam.
Tak lama setelah itu, Aris pun juga terlihat sudah beranjak dari duduknya untuk menyusul istrinya itu hanya dengan memasang expresi tanpa dosa.
Seakan-akan tak terjadi apa-apa antara dia dan istrinya tadi.
Ana benar-benar tak habis pikir dengan pria itu, ingin rasanya dia melemparkan
Sapu yang ada di tangannya kepada pria itu karena kesal dengan ulahnya yang bermuka tembok dan tak tahu malu itu.
Namun dia hanya bisa menahan kejengkelannya, saat ingat akan statusnya yang hanya menumpang di rumah itu.
Karena rumah mereka adalah satu-satunya tempat untuk dia berlindung dari teriknya panas Matahari dan juga guyuran hujan.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, dia pun langsung bergegas ke kamar majikannya.
Tok..tok…
"Masuk!" Perintah Bella.
Ana pun langsung masuk ke dalam kamar majikannya setelah di persilahkan oleh perempuan itu, lalu melakukan tugasnya.
"Kamu masak sarapan apa Na tadi?"
"Nasi goreng buk, soalnya semua sayuran di dalam Kulkas udah pada habis, jadi Ana terpaksa hanya memasak Nasi goreng untuk sarapan ibu pagi ini,"' Ujar Ana memberitahu.
"Oh ya sudah gak apa-apa kok, kalau begitu nanti kamu ikut kita aja sekalian, setelah pulang dari Bandara nanti kamu bisa langsung mampir buat nyari keperluan dapur"
Ujar Bella menyarankan.
"lya buk."
Setelah mengatakan itu Bella pun langsung keluar dari kamarnya.
Tak lama setelah itu, Aris sudah menyelesaikan mandinya, dengan penampilan yang hanya membalut tubuhnya dengan Handuk Kecil berwarna putih yang hanya menutupi bagian-bagian tubuhnya yang tertentu.
"Ana sadarlah! ada apa denganmu, jangan sampai terpesona oleh penampilannya!"
Gumam Ana seraya menepuk-nepuk pipinya karena terpesona dengan penampilan sexi majikannya itu.
Sementara Aris hanya menatap ke arahnya dengan expresi datarnya sebentar, lalu kembali melanjutkan aktivitasnya untuk mengenakan pakaiannya.
***
Bandara.
"Ya udah Mas, Bella berangkat dulu ya?" ujar Bela saat melihat para krunya sudah menunggunya di luar Mobil, lalu bergegas ingin membuka pintu Mobilnya untuk keluar.
Belum sempat Bella keluar, suaminya seketika langsung menarik pinggangnya dan membawa tubuh seksinya itu ke hadapannya. Aris benar-benar tak tahan saat melihat penampilan seksi istrinya itu, lalu langsung memajukan wajahnya dan mencium bibir merah istrinya yang sudah ter oles dengan lipstik berwarna
Sampai-sampai langsung membuat lipstik istrinya menjadi luntur akibat aksi nakalnya
Merah terang tersebut saat itu
Sementara itu, Ana yang tengah duduk persis di kursi belakang mereka pun, langsung memelototkan matanya karena kaget, saat melihat aksi Aris yang benar-benar bermuka tembok dan tak punya malu itu, malah dengan santainya bercumbu di hadapannya, seolah-olah dia memang sengaja memperlihatkan aksi liarnya itu kepadanya. Walaupun dia tahu betul kalau saat ini di dalam mobil tak hanya ada mereka berdua.
Setelah itu Ana pun langsung membuang pandangannya ke arah lain karena kesal.
"Dasar cowok Mesum, otaknya ngeres melulu gak ada yang lain apa di otaknya selain bercinta, bercinta dan bercinta, nyesel gue jadi pembantunya dia,
Andaikan aja gue bisa punya majikan baru, dah angkat kaki gue dari rumahnya" Bisik hati kecil Ana, karena kesal dengan tingkah Aris yang menurutnya keterlaluan itu.
"Ya udah Mas, mas kebiasaan mesum di sembarangan tempat, Bela kan malu mas di lihatin sama orang lain," Ujar Bela dengan wajah semerah Tomat karena benar-benar merasa malu kepada pembantunya yang tengah duduk di kursi belakang mobilnya itu.
Aris hanya tersenyum nakal ke arah istrinya lalu ingin melanjutkan aksinya kembali.
Namun Bella keburu menahan wajah suaminya agar tidak melanjutkan kegiatan liarnya itu kembali. "Udah Mas, Bella mau berangkat dulu, udah di tungguin tu dari tadi sama rekan-rekannya Bella, nanti
Bella bisa-bisa ketinggalan pesawat lagi, gara-gara ulah
Mas' Ujar Bela seraya memperbaiki baju dan penampilannya yang terlihat berantakan karena ulah suaminya itu.
"Ya udah, cium aja lagi sebentar?" Rengek
Aris seraya memajukan bibirnya ke arah istrinya itu.
Tapi Bella langsung cepat-cepat menahan bibir suaminya dengan satu jari.
Lalu membuka pintu Mobilnya untuk menghampiri rekan-rekannya yang sudah terlihat menekuk kan wajahnya karena kesal terus menunggunya.
"Gila Bel, laki Iho mesum amat, sampe lipstik Iho aja luntur tu gegara di ***** ama dia!" Ujar rekan perempuannya yang langsung peka saat melihat lipstik Bella yang keluar dari area Bibirnya itu.
"Biasa, gegara bininya jarang pulang ke rumah, Jadi gatelnya udah makin nambah tingkat langit!" Ujar teman lelakinya menyindir.
Sementara Bella, hanya bisa terkekeh saat mendengar ucapan rekan-rekannya itu.
"Kamu!"
panggil Aris seraya menoleh kebelakang.
"Ke depan duduk di sebelahku!" Titah Aris pada pembantunya itu.
"Duduk di depan, siapa yang mau berdekatan dengan pria seperti anda' Bisik hati Ana.
Ana sengaja pura-pura tak mendengar ucapan majikannya itu, matanya tengah sibuk melihat keluar kaca Mobil demi memperhatikan Mobil orang-orang yang terus berdatangan, mulai memenuhi tempat parkir Halaman Bandara tersebut.
Karena Ana tak juga menggubris ucapannya. Aris pun langsung bertindak sendiri, lalu membopong tubuh Ana dan mendudukannya di Kursi depan, persis di sebelahannya.
"Bapak apa-apa an sih! boleh gak, gak langsung gendong orang gitu aja, saya kan punya kaki sendiri buat jalan, dan lagi pula kenapa saya harus duduk di depan bersebelahan sama bapak, saya kan bukan lstrinya bapak!"
Ana benar-benar tak habis pikir, mengapa bisa pria itu seenaknya bertindak tanpa persetujuannya.
"Ingat! aku di sini sebagai majikan! kalau kau duduk di belakang, seolah-olah aku yang begitu tampan dan Mapan ini, bak seorang supir Taxi!" Sahut Aris datar lalu melajukan Mobilnya meninggalkan halaman Bandara.
"Cih alesan!" Ujar Ana kesal karena kelakuan Majikannya yang begitu di luar akal pikirannya itu, seakan-akan urat malunya itu sudah terputus, dia benar benar kesal karena Aris memperlakukan dirinya seenak jidatnya.
Sementara itu, Aris hanya acuh mendengar gerutuan yang keluar dari mulut gadis itu.