Sementara itu di sebuah perusahaan baru saja selesai meeting dengan kliennya.Dia adalah Arga Dewantara CEO sekaligus penerus satu-satunya dari PT.Kencana Abadi.
Arga adalah Pria dingin dan keras dalam bekerja,Dia tidak pandang bulu dalam berbisnis.Wataknya yang keras dan berkharisma di tambah memiliki wajah yang sangat tampan membuat banyak wanita menggilainya.Bahkan tak jarang mereka rela melemparkan tubuh nya untuk Pria kaya seperti Arga.
"Saya sudah menghubungi gadis itu Pak!"ucap Ray asisten sekaligus sahabat dekat Arga.
"Temui dirinya!
"Baik Pak,kalau begitu saya permisi!"jawab Ray dan segera keluar dari Ruangan CEO tersebut.
****************
Nessa tengah menunggu seseorang di sebuah cafe,sebelumnya mereka sudah berjanji untuk bertemu di sana.
"Mana sih ini orang?"gerutu Nessa,hari ini benar-benar membuat moodnya berantakan.
"Permisi Nona,maaf saya sedikit terlambat
"Ah iya,silahkan duduk!"balas Nessa.
Ray duduk di hadapan Nessa,Dia merasa terhipnotis dengan wajah cantik gadis yang ada di depannya saat ini.Hal itu membuat Nessa mengernyitkan dahinya karena sedari tadi Ray hanya menatapnya.
"Maaf,apa bisa kita selesaikan sekarang?"tanya Nessa membuat Ray tersadar.
"Ekhhm!!",Ray berdehem sebentar untuk menghilangkan kecanggungan nya.
"Baik,silahkan di cek biaya yang harus anda tanggung untuk kerusakannya!"ucap Ray menyodorkan map berwarna biru di hadapan Nessa.
Nessa mengambil map tersebut dan membukanya,seketika matanya melebar dengan nominal angka yang tertera di kertas putih tersebut.
"Ini orang meras Gue apa gimana?"batin Nessa.
"Maaf sebelumnya,ini salah tulis apa gimana ya?"tanya Nessa.
"Tidak Nona,itu sudah benar sesuai dengan biaya yang harus Nona bayar!"jawab Ray.
"Geplak!"Nessa memukul meja yang membuat Ray terkejut, beruntung saat ini suasana cafe cukup sepi.
"Ini namanya pemerasan,saya nggak akan bayar sebanyak itu!"ucap Nessa keberatan.
"Gila nih cewek,main geplak aja nih meja!"batin Ray namun berusaha bersikap tenang untuk menjaga wibawanya.
"Memang seperti itu nominal nya Nona,mobil yang Nona tabrak adalah keluaran terbaru dan barangnya limited edition!"jawab Ray.
"Tapi nggak sampai segitu juga,orang mobilnya cuma penyok dikit doang!"balas Nessa masih tidak terima.
"Jadi bagaimana Nona?
"Saya nggak akan bayar,ini namanya pemerasan!"jawab Nessa menolak.
"Kalau Nona tidak mau tanggung jawab,saya akan bawa masalah ini ke kantor polisi!
"Biar saya yang bicara sama Boss Anda!"kesal Nessa karena Ia tidak mau berurusan dengan polisi.
"Maaf Nona,Dia tidak bisa menerima telepon dari sembarangan orang!"jawab Ray yang membuat Nessa semakin kesal.
"Sekaya apa sih Boss anda itu?apa kekayaannya melebihi Mark Zuckerberg !
"Yang jelas Dia bukan orang sembarangan Nona!"jelas Ray.
"Pokoknya saya nggak akan ganti rugi sebanyak itu,saya ini masih mahasiswa mana punya uang sebanyak itu!lagian mobilnya tidak separah itu masih bisa di pakai kan?"kesal Nessa.
"Cerewet sekali gadis ini!"batin Ray menggaruk kepalanya yang tiba-tiba saja gatal.
Akhirnya mau tak mau Ray menghubungi Arga,melihat hal itu Nessa merampas ponsel Ray begitu saja.
"Hallo?apa anda Boss nya?
"Siapa kau?tanya Arga.
"Seharusnya Anda sudah tahu siapa saya,dengar ya Tuan saya tidak akan mengganti rugi sebanyak itu!apa Anda sadar dengan apa yang anda lakukan?mobil Anda hanya penyok sedikit saja!
"Saya ini hanya mahasiswa,mana mungkin saya memiliki uang sebanyak itu!
"Ini namanya pemerasan,dan bilang sama asisten anda bawa kembali lampiran ganti rugi itu karena saya tidak akan membayarnya!"ucap Nessa panjang lebar dan memutuskan panggilnya begitu saja
"Alamat kena amuk nih Gue!"batin Ray.
Nessa meletakkan ponsel Ray secara kasar diatas meja kemudian pergi begitu saja yang membuat Ray semakin melongo di buatnya.
Sementara itu Arga yang baru saja mendapat cercaan dari seorang yang tidak ia kenal membuat nya kesal sekaligus marah.Dia tidak tahu seperti apa wajah gadis yang menabrak mobilnya pagi tadi.Semua aturan dalam hidup Arga sudah di ketahui oleh orang-orang di sekeliling nya.Jadi tanpa di minta pun mereka sudah mengerti dan menjalankan tugasnya sendiri.Karena semua aturan dalam hidup seorang Arga sangatlah keras,hatinya juga keras tak mudah di sentuh oleh siapapun.Apa yang sudah menjadi aturannya harus di patuhi kalau tidak mereka harus siap dengan konsekuensi yang akan mereka terima.
Ray sampai di perusahaan dengan wajah yang sudah tidak secerah tadi,Dia yakin Boss nya itu pasti akan memarahinya habis-habisan.
"Maaf Pak,saya ti--
"Apa kerja Kau hanya main-main Ray!mengurus satu orang saja kau tidak becus!"sarkas Arga sebelum Ray menyelesaikan ucapan nya.
"Cari tahu siapa gadis itu!"perintah Arga tanpa menatap asistennya itu sedikitpun.
"Baik Pak!
"2 menit dari sekarang!"perintah Arga dingin yang membuat bulu kuduk Ray meremang.
Ray segera mencari tahu siapa Nessa saat itu juga,Dia tidak ingin membuat Atasannya itu menunggu yang berakhir membuat gajinya di potong.
"Ini Pak!"ucap Ray yang tidak butuh waktu lama mencari siapa Nessa.
Arga mengambil tab tersebut dan mulai membaca biodata gadis yang berani membentak nya tadi.
"Kau yakin ini fotonya?"tanya Arga menatap Ray.
"Yakin Pak!
"Dasar bocah,berani sekali Dia membentak ku!"gumam Arga pelan.
"Apa yang harus saya lakukan selanjutnya Pak?"tanya Ray.
"Apa mobilnya sudah selesai di perbaiki?"tanya Arga.
"Sudah Pak!
"Keluar lah,melawan bocah kecil itu saja kau tidak bisa!cibir Arga.
"Saya akan memaksa Dia untuk membayarnya Pak!"ucap Ray.
"Sudahlah,biar saya yang mengurusnya!"jawab Arga yang membuat Ray mengernyitkan dahinya.
"Apa?kenapa kau menatapku seperti itu???
"Ah tidak,kalau begitu saya permisi! Pak",ucap Ray.
"Humm!"jawab Arga tanpa menatap Ray.
Ray keluar dari ruang CEO tersebut,dirinya masih bingung kenapa Atasannya itu mau mengurus masalah ini sendiri.Biasanya Dia akan anti sekali berurusan dengan wanita.Bukan karena apa-apa Arga mau menemui Nessa,karena Dia ingin melihat sejauh mana nyali gadis tersebut saat bertemu dengannya nanti.Seumur-umur baru kali ini Arga di bentak oleh seseorang apalagi yang membentaknya adalah bocah 20 tahun.
****************
Nessa baru saja sampai rumah jam 4 sore,tubuhnya benar-benar sangat lelah hari ini.
"Kenapa tuh muka lecek amat!"tanya mamanya.
"Hari ini apes banget Ma!"jawab Nessa menyandarkan tubuhnya di sofa.
"Apes kenapa?karena telat lagi terus di hukum sama dosennya?"cibir Melda yang seolah hapal dengan kelakuan putrinya.
"Tau ah Aku capek mau tidur!"jawab Nessa berdiri dan berlalu masuk ke kamarnya.
"Jangan sampai melewatkan makan malam nya Ness!"teriak Melda namun tidak di jawab oleh Nessa.
Saat sampai di kamar Nessa menghempaskan tubuhnya di ranjang,hari ini benar-benar hari yang melelahkan untuk nya.Kalau saja Papa dan mamanya tahu soal Dia menabrak mobil orang dan orangnya minta ganti rugi sampai 100 juta, pasti uang bulanannya akan di potong dan tidak boleh membawa mobil lagi.Nessa tidak ingin hal itu terjadi karena bagaimanapun juga Dia harus bisa bernegosiasi dengan pemilik mobil tersebut.
****************
Arga pulang dari kantor pukul 6 sore,perawakannya yang dingin membuat para pekerja di rumah mewah tersebut begitu menghormatinya.
"Arga besok Papa ingin mengenalkan kamu dengan sahabat Papa!
"Siapa Pa?"tanya Arga.
"Dia sahabat Papa dari SMP,karena kesibukan masing-masing membuat kita jarang bertemu!"jawab Surya.
Selesai makan malam Arga menuju ruang kerjanya,ada beberapa pekerjaan yang belum sempat ia periksa saat di kantor tadi.
****************
Sementara itu di kediaman orang tua Nessa,gadis itu tengah mengerjakan tugas tambahan yang di berikan oleh dosennya.
"Dasar Dosen killer,ngasih tugas nggak kira-kira!"gerutu Nessa.
Walaupun Nessa kurang disiplin waktu namun dirinya adalah anak yang cerdas dan pintar.Terbukti nilai IPK nya di setiap semester selalu saja bagus.Itu lah kadang yang membuat orang tuanya bangga namun terkadang juga suka membuat mamanya darah tinggi dengan kelakuan nya.
Pukul 02.00 dini hari Nessa baru selesai dengan tugasnya,alhasil membuatnya tidur larut malam dan pasti akan terlambat lagi nantinya.Namun beruntung besok Dia tidak ada kelas pagi,Dia hanya ada kelas jam 1 siang yaitu dengan Pak Andi si Dosen killer.
Pagi menyapa,sinar mentari mulai masuk ke celah kamar Nessa,namun tidak membuat gadis itu terbangun sedikitpun.Melda yang tahu anak gadisnya masih molor segera menaiki tangga menuju kamar Nessa.
Pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah,melihat kamar anak gadisnya seperti kapal pecah.Buku berserakan di lantai dan juga di meja.Bahkan sisa bungkus cemilan juga berserakan di lantai tidak di masukkan ke dalam tong sampah.
"Ya ampun punya anak gadis nggak ada cinta kebersihan sama sekali!"gerutu Melda.
"Betah banget tidur dengan keadaan kamar seperti kandang ayam begini!
"Nessa,bangun!"ucap Melda menarik selimut yang membungkus tubuh putri nya.
"Apa sih Ma Aku masih ngantuk!"balasnya dengan mata terpejam.
"Ini kamar kamu berantakan banget,buruan beresin!"pekik Melda.
"Nanti aja Ma,masih ngantuk banget ini!
"Emang semalam kamu tidur jam berapa ha?"tanya Melda berkacak pinggang.
"Jam 2!"gumam Nessa karena saking mengantuk nya.
"Benar-benar nih anak,pasti kemarin kena hukum lagi tu!"gerutu Melda berlalu dari kamar putrinya karena di bangunkan pun percuma.
"Nessa belum bangun Ma?"tanya Irawan suaminya.
"Belum Pa,masih molor habis begadang semalaman ngerjain tugas!"jawab Melda.
"Pusing Papa liat kelakuan Nessa!"ucap Irawan.
"Mama juga pusing Pa,tiap hari teriak-teriak bangunin Dia,tapi anehnya nilai IPK nya tetap aja bagus nggak ada yang jelek satupun!"jawab Melda heran.
"Untung saja otaknya pinter,setidaknya ada yang di banggain lah dari Dia!"ucap Irawan.
Dimas baru saja keluar dari kamarnya,Dimas Putra Irawan adalah adik laki-laki nya Nessa Putri Irawan.Saat ini cowok tampan itu tengah duduk di bangku kelas 3 SMA.Umur mereka hanya berjarak 2 tahun.
"Pagi Ma,Pa?"sapanya saat sampai di meja makan untuk sarapan.
"Pagi!"jawab mereka bersamaan.
"Kak Nessa mana apa masih seperti biasanya?"tanya Ray mulai menikmati sarapannya.
"Itu kamu tahu Dek!"jawab Melda yang membuat Dimas terkekeh melihat wajah kesal mamanya.
Melda memang kesal dengan kelakuan putrinya namun di dalam hatinya Dia sangat menyayangi Nessa.Dia selalu ingin yang terbaik untuk kedua anaknya.
"Jangan lupa beri tahu Nessa mengenai pembicaraan kita semalam ya Ma!"ucap Irawan setelah selesai sarapan.
"Apa Papa yakin hal ini akan berhasil?"tanya Melda ragu.
"Hanya itu satu-satunya cara agar bisa membuat nya berubah Ma!"jawab Irawan.
"Semoga saja Pa,karena Mama ingin yang terbaik buat Nessa!"ucap Melda.
Dimas hanya menyimak obrolan ke-dua orang tuanya,Dia tidak berminat ikut campur dengan apa yang di bicarakan mereka.
Pukul 11 beranjak siang Nessa baru bangun dari tidurnya.Dia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.Tidurnya cukup puas karena tidak ada kelas pagi yang membuatnya terburu-buru.
Selesai mandi dan berpakaian Nessa segera turun ke bawah,perutnya terasa lapar namun Dia sudah ada janji dengan Sonya untuk lunch di cafe yang tidak jauh dari kampus mereka.
"Sudah bangun Nona?"cibir Melda saat melihat Nessa menuruni tangga.
"Sudah mamaku sayang!"awab Nessa mencium pipi Melda.
"Mau berangkat sekarang?"tanya Melda.
"Iya Ma,udah ada janji sama Sonya di cafe dekat kampus!"jawab Nessa.
"Kamar kamu udah nggak kayak kandang ayam lagi kan?
"Hehehehe nanti Aku beresin ya Ma,sekarang Aku buru-buru!"jawab Nessa yang membuat Melda menggelengkan kepalanya heran.
"Nanti pulangnya jam berapa?"tanya Melda menyusul Nessa ke depan rumah.
"Paling sore udah sampai rumah!"jawab Nessa.
"Nanti jam 7 malam Papa mau ngajak kita dinner,ingat jangan telat pulang nya!"ingat Melda membuat langkah Nessa terhenti dan berbalik menatap mamanya.
"Tumben?
"Udah ikut aja,ingat jangan pulang telat!"ucap Melda sekali lagi.
"Iya mamaku sayang,cintaku,love you ku!"jawab Nessa gemas karena mamanya terdengar cerewet sekali.
Melda hanya menggelengkan kepala mendengar jawaban putrinya.
"Aku pergi dulu ya Ma!
"Hati-hati bawa mobilnya!"jawab Melda yang di acungi jempol oleh Nessa.
Mama dan papanya belum tahu soal insiden Nessa yang menabrak pengendara lain.Dia takut memberi tahu mereka karena pasti nantinya Dia tidak dibolehkan lagi membawa mobil.
Sekitar 20 menit Nessa sudah sampai di parkiran cafe tempat ia janjian dengan Sonya sahabatnya.Nessa masuk ke dalam cafe tersebut dan ternyata Sonya sudah sampai lebih dulu dari nya.
"Ngaret banget lo!"kesal Sonya karena mereka janjian jam 12 tapi Nessa malah terlambat 15 menit yamg membuat Sonya menunggunya dari tadi.
"Hehe sorry,tadi nyokap Gue bawel soalnya!"jawab Nessa.
"Molor terus sih kerjaan lo!"cibir Sonya.
"Mau gimana lagi,lo belum pesan?"tanya Nessa.
"Belum,perut Gue sampai kembung kebanyakan minum gara-gara nungguin lo!"kesal Sonya.
"Maaf kanjeng ratu,ya udah sebagai gantinya lo pesan apa aja Gue yang bayar!"ucap Nessa.
"Asyik,gitu dong!"girang Sonya.
"Anjir,giliran gratis aja lo girang kayak monyet dapat pisang!"canda Nessa.
"Asem lo ngatain Gue monyet,kalau Gue monyet berarti lo induk monyet nya!"balas Sonya tak mau kalah.
"Hahahaha berarti sama-sama monyet dong!"balas Nessa tertawa.Mereka tertawa bersama membuat pengunjung yang lain melihat ke arah mereka.Namun mereka tidak peduli sama sekali.
Selesai makan siang,mereka segera menuju kampus karena sebentar lagi kelas akan di mulai.Nessa memesan kopi terlebih dahulu karena khawatir dirinya akan mengantuk saat kelas berlangsung,ketika perutnya kenyang maka dirinya akan mudah sekali mengantuk.
Nessa membawa kopi di tangan nya,sesekali bercanda dengan Sonya dengan cerita tidak berfaedah mereka.Saat asyik bercanda Sonya tidak sengaja mendorong Nessa hingga kopi yang berada di tangannya terjatuh dan mengenai celana serta sepatu seseorang di depannya.
"Ahh!!!",erang Pria tersebut saat celananya terkena tumpahan kopi panas yang di bawa Nessa.Hal itu membuat Nessa seketika panik begitu juga dengan Sonya.
"Ya ampun maaf,Gue nggak sengaja!"ucap Nessa berusaha membersihkan tumpahan kopi di celana Pria tersebut.
"Stop!"ucapnya kesal membuat pergerakan tangan Nessa berhenti.
Nessa mendongakkan kepalanya melihat orang yang ia tumpahkan kopi.Seketika tatapan mereka bertemu,Pria tersebut menatap tajam Nessa yang membuat gadis itu menelan ludahnya kasar.Begitu juga dengan Sonya Dia bisa melihat wajah marah Pria tersebut.
"Maaf Om,saya nggak sengaja!"ucap Nessa memberanikan diri.
"Apa kau tidak punya mata?