Bab 2

DUA MINGGU SEBELUMNYA.

Amanda Renata wanita 26 tahun memiliki pernikahan bahagia dengan seorang pengusaha muda sukses Ardiansyah Notonegoro yang juga merupakan teman serta sahabatnya sejak kecil. Pernikahan Amanda dan Ardi sangat bahagia dan sempurna dengan seorang putri cantik. Amanda tidak pernah tahu jika bencana bisa datang dengan begitu tiba-tiba dan dalam sekejap merampas kedamaian di keluarga kecil mereka.

"Apa Sisi sudah tidur?" tanya Ardi begitu masuk ke dalam rumah. Ardi baru kembali dari perjalanan luar kota dan langsung menanyakan putrinya seperti biasa.

"Baru saja tidur, Mas."

Ardi langsung masuk ke dalam kamar mereka dan Amanda masih mengikuti suaminya yang terlihat agak aneh tidak seperti biasanya. Ardi adalah suami yang penyayang, biasanya dia akan langsung mencium Amanda dengan penuh gairah tiap kali pulang dari manapun.

Ardi berjalan sambil menguraikan dasi, melonggarkan kancing kemejanya dan langsung duduk di ujung ranjang. Tak berapa lama punggung Ardi mulai bergetar dan ternyata pria itu menangis.

"Ada apa Mas?"

Istri manapun pasti akan takut jika melihat suaminya yang baik-baik saja tiba-tiba terlihat seperti itu.

"Amanda sungguh maafkan aku, aku tidak ingin ikut mencelakai kalian." Ardi terus menggeleng dan menangis sampai menggigil.

Ardi adalah pria berbadan tinggi tegap dan melihat suaminya terlihat serapuh itu ternyata membuat Amanda semakin ketakutan. Ardi jadi terlihat seperti orang lain, orang lain yang tidak Amanda kenal dalam sekejap.

"Ada apa Mas? jangan membuatku takut." Amanda ikut duduk di samping suaminya.

"Maafkan aku Amanda ... " ucap Ardi berulang-ulang sambil menangkup pipi Amanda, "maafkan aku."

Pelan-pelan Ardi mulai bercerita. "Aku terlibat hutang dengan komplotan mafia, hutang yang sangat besar dan mustahil untuk bisa kita bayar."

Amanda syok hingga lupa cara menarik napas, karena dia tahu berhutang dengan mafia adalah urusan nyawa bukan lagi tentang jeruji besi penjara.

"Aku takut mereka ikut menyakiti kalian." Ardi masih menangkup pipi Amanda. "Aku tidak akan rela! Sungguh aku tidak akan rela ... "

Ardi terus bercerita mengenai jumlah hutangnya. "Aku harus bisa melunasinya akhir minggu ini."

"Itu mustahil Mas!"

Mereka sama-sama tahu jika tidak akan mungkin bisa membayar hutang sebanyak itu meskipun dengan menjual semua aset yang mereka miliki.

"Kita pergi saja Mas, pergi kemanapun agar mereka tidak menemukan kita."

"Mereka akan tetap menemukan kita." Ardi tahu sedang berurusan dengan orang-orang seperti apa. "Dominic Rodriguez bukan orang sembarangan!"

Cuma dengan mendengar namanya saja Amanda semakin merinding karena membayangkan kekejian geng mafia seperti dalam film-film Hollywood. Amanda masih belum percaya hal seperti itu bisa benar-benar menimpa mereka.

"Apa mereka tidak bisa memberi penangguhan?"

"Aku sudah coba melakukannya selama satu tahu ini tapi ternyata bunganya justru semakin besar dan tidak masuk akal!" Ardi meremas sambut di kepalanya dengan frustasi.

"Mas sudah berhutang selama satu tahun?" Amanda kembali terkejut mengetahui Ardi sudah menyimpan masalahnya sendiri selama itu. "Mereka memerasmu Mas, itu tindak kejahatan!"

"Mereka Mafia, Amanda." Ardi mengingatkan jika kejahatan memang ladang bisnis mereka.

Memang salah Ardi sendiri yang sampai melibatkan diri dengan komplotan mafia, padahal waktu itu beberapa rekanya sudah memperingatkan untuk tidak berurusan dengan seorang Dominic Rodriguez yang memang terkenal keji dan berbahaya.

"Sungguh aku tidak ingin membuatmu dan Sisi ikut celaka." Ardi menarik tubuh Amanda ke dalam pelukannya. Ardi telah kehilangan harapan hidup, bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi juga untuk keluarga, istri dan putrinya yang masih kecil. Kebahagiaan mereka benar-benar telah direnggut dalam sekejap.

Bab 3

Ardi membiarkan putri mereka menginap di rumah ibunya beberapa hari agar Sisi tidak mengetahui masalah orang tuanya. Amanda dan Ardi sedang diliputi situasi mencekam tapi tetap harus terlihat seperti orang tua yang sempurna di depan putri mereka.

"Aku bisa menyuruh supir untuk mengantar jemput Sisi ke sekolah jika kau masih kurang enak badan."

"Tidak, apa-apa Mas aku bisa." Biasanya tugas Amanda memang cuma mengangar jemput Sisi kesekolah dan berkumpul dengan teman-teman arisan sosialita.

Amanda kembali merapikan ikatan rambutnya dan memulaskan sedikit perona wajah agar tidak terlalu pucat. Amand sangat cantik, wanita yang benar-benar membuat Ardi jatuh cinta sejak mereka masih remaja. Ardi hanya ingin membuat Amanda bahagia, memberikan apapun yang dia impikan bukan untuk ikut menderita menanggung hutang.

Ardi mengecup pipi Amanda. "Aku pergi kekantor dulu, jangan terlalu cemas, aku akan mengatasinya."

Bahkan tiap kali melihat punggung Ardi berangkat bekerja Amanda juga selalu ketakutan bagaimana jika suaminya sampai tidak kembali lagi. Amanda sudah sering mendengar berita mengerikan tentang kekejian para komplotan mafia yang seolah bisa meleyapkan siapa saja dan kejahatannya tidak pernah tersentuh hukum.

Beberapa hari ini Amanda juga sudah banyak mencari tahu informasi di internet mengenai Dominic Rodriguez, tidak ada biodata spesifik semua hanya tentang berita kekejihannya. Pria yang disebut juga tega mengambil organ tubuh manusia untuk pelunasan hutang. Amanda hanya bisa terus berdoa untuk keselamatan suami dan keluarga kecilnya.

Amanda segera merapikan pakaiannya karena harus menjemput putrinya dari sekolah. Amanda tidak boleh membuat gadis kecil itu tahu jika ibunya sudah menangis selama beberapa hari. Saat sampai di sekolah putrinya, Amanda tidak keluar dari mobil dia cuma menunggu di dalam mobil karena semakin paranoid.  Keluarganya sedang terancam, tidak ada lagi ketenangan, tidak ada yang aman, ibarat telur di ujung tanduk, sesuatu yang mengerikan bisa tiba-tiba saja terjadi menimpa mereka.

Amanda buru-buru menghampiri Sisi begitu pintu gerbang sekolah di buka dan langsung membawa gadis kecil itu ke dalam mobi.

"Sisi mau pulang sama Bunda, Sisi bosan di rumah nenek, nenek gak mau ngajak jalan-jalan," rengek putrinya ketika baru masuk ke dalam mobil.

"Ya nanti Bunda ajak jalan-jalan, Sisi mau kita jalan ke mana?" tanya Amanda ketika membantu Sisi memasang sabuk pengaman.

"Aku mau minum boba, trus nonton sama Bunda."

"Bunda minta ijin ayah dulu kalau Sisi mau nonton."

Amanda segera mengirim pesan pada Ardi jika mereka akan pergi nonton dulu tidak langsung pulang. Amanda sedang menunggu balasan pesan dari Ardi saat tiba-tiba justru masuk sebuah pesan dari nomor tidak dikenal. Amanda segera membukanya dan seketika tangannya bergetar gugup.

[Apa kau mau membayar hutang suamimu?] bunyi pesan tersebut dan Amanda langsung menyimpan ponselnya ke dalam tas karena tidak berani melihatnya lagi.

Amanda sangat ketakutan, bagaimana mereka tiba-tiba bisa mengetahui nomor teleponnya dan Amanda jadi semakin paranoid. Insting seorang ibu akan selalu lebih peka dan waspada. Amanda segera melihat ke sekeliling kendaraan di sekitarnya yang rata-rata berkaca gelap. Amanda jadi merasa seperti sedang diikuti dan pikiran itu sangat mengerikan apa lagi dia sedang membawa anak-anak.

"Sepertinya lain kali saja kita nonton filmnya, tiba-tiba Bunda sakit perut," bohong Amanda sambil pura-pura meringis pada putrinya.

Amanda hanya ingin segera buru-buru pulang dan mengunci pintu rumah. Amanda benar-benar bisa gila jika sampai ada yang menyakiti putrinya. Memang tidak ada yang aman jika sudah berani berurusan dengan komplotan mafia, mereka juga tidak bisa kabur atau sembunyi di manapun untuk menghindar. Amanda mencengkram kemudi dengan kencang, berusaha untuk tetap fokus pada jalanan di depannya meski sedang kalut.

Begitu sampai di rumah Amanda sudah seperti orang yang kesetanan, dia segera mengunci pintu gerbang dan pintu rumahnya. Sebuah pesan kembali masuk dari nomor asing yang sama.

[Temui Dominic Rodriguez jika kau mau membayar hutang suamimu]

****

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED