Sampul Novel Bukan Bonekamu Lagi

Bukan Bonekamu Lagi

8.5 / 10.0
Setelah menyerahkan segalanya pada Adriel di malam penobatannya sebagai bos baru Keluarga Mahendra, Vivian mengira penantian cintanya berakhir bahagia. Namun, ia justru mendengar Adriel merendahkannya di depan anak buahnya dan mengaku hanya memanfaatkan Vivian sebelum menikahi wanita lain. Hancur oleh pengkhianatan kejam sang pewaris mafia, Vivian memutuskan untuk tidak lagi menjadi boneka penurut. Ia segera mengirim pesan rahasia kepada Bos Indra Wijaya, meminta dipindahkan sejauh mungkin dari Adriel sebelum promosi tiga hari ke depan.
Ringkasan Bukan Bonekamu Lagi
Setelah menyerahkan segalanya pada Adriel di malam penobatannya sebagai bos baru Keluarga Mahendra, Vivian mengira penantian cintanya berakhir bahagia. Namun, ia justru mendengar Adriel merendahkannya di depan anak buahnya dan mengaku hanya memanfaatkan Vivian sebelum menikahi wanita lain. Hancur oleh pengkhianatan kejam sang pewaris mafia, Vivian memutuskan untuk tidak lagi menjadi boneka penurut. Ia segera mengirim pesan rahasia kepada Bos Indra Wijaya, meminta dipindahkan sejauh mungkin dari Adriel sebelum promosi tiga hari ke depan.
Baca Selengkapnya

Bukan Bonekamu Lagi Bab 1

Malam ketika Adriel diangkat menjadi bos Keluarga Mahendra, aku memberinya keperawananku. Dia adalah pewaris yang sudah dijodohkan denganku bahkan sebelum aku bisa bicara.

Kami berciuman di depan jendela besar yang menjulang dari lantai sampai langit-langit, tubuh kami saling terjerat dalam panas lembap senja itu.

Sentuhannya yang kasar dan tergesa-gesa membuatku sakit, tapi aku tidak menjauh.

Bahkan rasa sakit itu terasa suci, seperti pengorbanan yang rela aku lakukan demi cinta.

Tenggelam dalam panasnya momen itu, dia berjanji akan memberiku sepasang sepatu kristal paling indah, supaya aku bisa berdansa waltz pembuka bersamanya di upacara penobatannya keesokan hari.

Tarian pertama selalu dipersembahkan untuk bos baru dan calon pengantinnya.

Aku menangis bahagia, yakin bahwa tahun-tahun penantian diam-diamku akhirnya akan berakhir seperti dongeng.

Tapi aku salah. Teramat salah.

Keesokan paginya, aku memaksa tubuhku yang masih nyeri untuk keluar membeli ekspresso kesukaannya. Saat aku kembali, aku mendengar para lelaki bercanda.

"Jadi kamu akhirnya tidur dengannya? Bagaimana rasanya bersama Vivian di malam pertamamu sebagai bos?"

Suara Adriel terdengar malas penuh ejekan. "Wajahnya seperti malaikat, tubuhnya seperti iblis. Di ranjang, dia benar-benar seperti ular kecil yang menggoda."

Ruangan itu langsung riuh oleh siulan-siulan genit. "Jadi, kamu benar-benar akan menikahinya, Bos Muda?"

"Serius kamu pikir begitu?" Adriel mencibir. "Vivian cuma pemanasan. Setelah aku cukup berlatih, aku akan menaklukkan si putri es Keluarga Santoso. Kalau nanti aku bosan, aku selalu bisa kembali padanya dan menikahinya."

Aku berdiri terpaku di ambang pintu, pandanganku mulai kabur, cangkir kopi di tanganku bergetar.

Sebelum dunia gelap di mataku, aku sempat mengirim pesan sandi untuk Bos Indra Wijaya.

[Om Indra, untuk promosi yang akan berlangsung tiga hari lagi, tolong pindahkan aku. Sejauh mungkin dari Adriel.]

Malam ketika Adriel diangkat menjadi bos Keluarga Mahendra, aku memberinya keperawananku. Dia adalah pewaris yang sudah dijodohkan denganku bahkan sebelum aku bisa bicara.

Kami berciuman di depan jendela besar yang menjulang dari lantai sampai langit-langit, tubuh kami saling terjerat dalam panas lembap senja itu.

Sentuhannya yang kasar dan tergesa-gesa membuatku sakit, tapi aku tidak menjauh.

Bahkan rasa sakit itu terasa suci, seperti pengorbanan yang rela aku lakukan demi cinta.

Tenggelam dalam panasnya momen itu, dia berjanji akan memberiku sepasang sepatu kristal paling indah, supaya aku bisa berdansa waltz pembuka bersamanya di upacara penobatannya keesokan hari.

Tarian pertama selalu dipersembahkan untuk bos baru dan calon pengantinnya.

Aku menangis bahagia, yakin bahwa tahun-tahun penantian diam-diamku akhirnya akan berakhir seperti dongeng.

Tapi aku salah. Teramat salah.

Keesokan paginya, aku memaksa tubuhku yang masih nyeri untuk keluar membeli ekspresso kesukaannya. Saat aku kembali, aku mendengar para lelaki bercanda.

"Jadi kamu akhirnya tidur dengannya? Bagaimana rasanya bersama Vivian di malam pertamamu sebagai bos?"

Suara Adriel terdengar malas penuh ejekan. "Wajahnya seperti malaikat, tubuhnya seperti iblis. Di ranjang, dia benar-benar seperti ular kecil yang menggoda."

Ruangan itu langsung riuh oleh siulan-siulan genit. "Jadi, kamu benar-benar akan menikahinya, Bos Muda?"

"Serius kamu pikir begitu?" Adriel mencibir. "Vivian cuma pemanasan. Setelah aku cukup berlatih, aku akan menaklukkan si putri es Keluarga Santoso. Kalau nanti aku bosan, aku selalu bisa kembali padanya dan menikahinya."

Aku berdiri terpaku di ambang pintu, pandanganku mulai kabur, cangkir kopi di tanganku bergetar.

Sebelum dunia gelap di mataku, aku sempat mengirim pesan sandi untuk Bos Indra Wijaya.

[Om Indra, untuk promosi yang akan berlangsung tiga hari lagi, tolong pindahkan aku. Sejauh mungkin dari Adriel.]

Kata-kata Adriel terasa seperti hembusan udara kutub di tengah musim kemarau, membekukan darah di nadiku. Aku tak bisa berhenti gemetar.

Tanpa suara, aku mundur ke kamar tidur. Di luar jendela besar, cahaya neon kota mulai berkelap-kelip. Aku bersandar pada kaca dingin itu, air mata mengalir pelan di pipiku.

Kenangan semalam berputar kembali di kepalaku.

Sentuhan tangan Adriel di tubuhku, panas dan penuh hasrat untuk memiliki. Bibirnya menyentuh telingaku, suaranya serak berbisik, "Vivian, kamu milikku. Kamu akan selalu jadi satu-satunya."

Aku hampir meleleh di pelukannya. Aku pikir, sepuluh tahun pengabdian akhirnya terbayar.

Betapa konyolnya aku.

Baru sekarang aku mengerti, bagi pria seperti Adriel, intimasi, cinta, dan kekuasaan adalah tiga hal yang sama sekali berbeda. Ia bisa mengambil apa pun dari tubuhku, sementara di kepalanya ia merencanakan cara menaklukkan sang putri Keluarga Santoso. Semua bisikan manis itu hanya trik murahan, pelicin untuk sesi latihannya.

Ponselku bergetar. Pesan terenkripsi dari Tio, wakil Adriel.

[Bos bilang, urus dirimu sendiri. Paket ada di depan pintu.]

Aku menatap layar itu, pikiranku kosong.

Perlahan, aku membuka pintu kamar. Di ujung lorong, ada sebuah tas kecil berwarna hitam.

Isinya pil kontrasepsi darurat. Dan beberapa tumpuk uang seratus ribu.

Prosedur standar untuk membayar seorang pelacur.

Tanganku gemetar saat mengangkat tas itu. Semalam, dia memelukku dan berjanji akan mengurus semuanya. "Vivian, kamu cuma perlu menjaga diri. Biarkan pria yang urus sisanya."

Sekarang, mengurus sisanya ternyata cuma berarti satu pesan dingin dari wakilnya.

Dia bahkan tak sanggup menemuiku langsung.

Aku melangkah ke kamar mandi dan merobek kotak itu. Sebutir pil putih kecil tergeletak di telapak tanganku. Perhatian yang dulu kupikir tulus, ternyata hanya rutinitas.

Aku melempar pil itu bersama uang ke dalam toilet.

Lalu menekan tombol flush.

Semuanya lenyap ke pusaran air. Bersama sisa terakhir ilusi yang pernah aku miliki.

Kembali ke ruang tamu, aku terjatuh di atas karpet sutra yang dulu kucari sebulan penuh hanya demi dia. Sama seperti semua yang pernah kulakukan untuknya.

Aku baru berusia delapan belas tahun saat ayah menyerahkan urusan keuangan Keluarga Mahendra ke tanganku.

"Vivian," katanya. "Ingat, nilai kita ada pada kemampuan membuat setiap uang dari keluarga ini bekerja untuk kita."

Aku ingat.

Aku membangun kerajaan finansial yang membuka jalan Adriel menuju kekuasaan. Setiap transaksi melewati tanganku. Setiap angka terukir di kepalaku.

Aku yang mengubah Adriel dari prajurit biasa menjadi bos dengan kekayaan ratusan miliar rupiah.

Dan apa balasannya? Ia memanfaatkanku, di meja keuangannya dan di ranjangnya.

Layar ponselku menyala. Informasi penerbangan.

Tiga hari lagi. Tujuannya adalah Altenburgia.

Aku memberi diriku waktu 72 jam.

72 jam untuk mengucapkan selamat tinggal pada kota ini dan memutus semua ikatan dengan Adriel Mahendra.

Kota yang tak pernah tidur itu akhirnya tenang. Tapi bagiku, malam terasa tak berujung. Aku menatap jauh ke arah lampu-lampu yang padam satu per satu, seperti kehangatan di hatiku... perlahan memudar hingga tak bersisa.

Mulai saat ini, aku tak lagi menjawab pada siapa pun.

Kecuali pada diriku sendiri.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Bukan Bonekamu Lagi

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Dalam kisah romansa modern ini, David dan Arina memulai perjalanan emosional yang menuntun mereka pada kebahagiaan sejati. Berlatar keindahan bunga musim semi yang bermekaran, keduanya belajar saling memahami dan mengisi kekosongan jiwa masing-masing. Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka tumbuh dengan begitu indah. Momen singkat di musim ini berhasil menyatukan dua hati dalam sebuah ikatan cinta yang tulus, kuat, dan sangat mendalam bagi mereka berdua.
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima tega menguji ketulusanku lewat obsesi kejam mereka pada Sandra. Puncaknya, demi menyelamatkan perempuan itu dalam sebuah kecelakaan, mereka membiarkan tanganku hancur hingga karier musikku hancur total. Reaksi diamku saat liontin peninggalan ibu dihancurkan Sandra membuat mereka heran. Namun di rumah sakit ini, cintaku telah mati. Aku sadar ini hanyalah sangkar penyiksaan. Kini, aku bersiap untuk pergi dan membalas semua kepedihan ini.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika mengurus ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali bersama mentornya, Charli. Di sana, ia terpikat oleh Andini Wijaya, pemilik sekolah yang mandiri. Namun, hubungan mereka diuji saat mantan kekasih Andini, Junot, tiba-tiba kembali. Masalah kian rumit karena Lily, adik Andini, bertekad merebut Randika demi mendapat pengakuan dari ayah mereka, Sigit Wijaya. Di tengah bayang-bayang masa lalu dan ambisi keluarga Wijaya, akankah cinta Randika dan Andini tetap bertahan?
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita kontroversial yang kerap dicap perusak hubungan, bertekad mengubah hidupnya. Demi belajar dari desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menerjang musim dingin utara yang ekstrem. Sialnya, Amber dirampok hingga tersesat di tengah hutan beku. Harapan hidupnya kini bergantung pada Tuan Dingin, duda misterius pembenci wanita yang dirumorkan sebagai kanibal. Bisakah Amber menaklukkan hati pria tersebut, atau ia justru akan menjadi korban dari kebenciannya?
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Pernikahan Mira Aditya dan Rafiq Jaya yang didasari perjodohan orang tua berujung duka. Mira harus menelan pil pahit setelah tahu suaminya telah menikahi cinta lamanya, Elena Faris, secara sembunyi-sembunyi. Tersisih dan terabaikan di rumahnya sendiri, Mira merasakan kepedihan yang luar biasa. Di tengah keputusasaan yang terus menyiksa batinnya, kini ia harus menentukan sikap: tetap bertahan dalam hubungan toxic ini atau melangkah pergi demi meraih kebahagiaannya sendiri.
Sampul Novel P. S. I LOVE YOU
8.5
Cyra Alesha, mahasiswi berumur dua puluh tahun, harus membanting tulang sebagai pekerja paruh waktu di kota besar. Nasib buruk menimpanya saat ia terlibat kesalahpahaman dengan Felix Domil. CEO muda yang kejam itu tanpa ragu merendahkan harga diri Cyra dan menyiksanya dalam penderitaan. Meski terus tersakiti oleh perlakuan sang pewaris tunggal, Cyra malah terpikat oleh pesona pria itu. Akankah ia tetap bertahan atau memilih memberontak untuk lepas?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED