Sampul Novel Because That Night

Because That Night

8.0 / 10.0
Menyesali hidupnya, Ariel Anata nekat memberikan kesucian kepada Sean Rinadi di kelab malam dan berjanji saling melupakan. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali saat Sean muncul sebagai calon tunangan Vania, kakak kandung Ariel. Sean memanfaatkan situasi ini demi mengejar cinta Ariel. Di sisi lain, Ariel justru memakai pria itu sebagai alat balas dendam kepada keluarganya yang selalu pilih kasih dan membandingkan dirinya dengan sang kakak yang dianggap sempurna.
Ringkasan Because That Night
Menyesali hidupnya, Ariel Anata nekat memberikan kesucian kepada Sean Rinadi di kelab malam dan berjanji saling melupakan. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali saat Sean muncul sebagai calon tunangan Vania, kakak kandung Ariel. Sean memanfaatkan situasi ini demi mengejar cinta Ariel. Di sisi lain, Ariel justru memakai pria itu sebagai alat balas dendam kepada keluarganya yang selalu pilih kasih dan membandingkan dirinya dengan sang kakak yang dianggap sempurna.
Baca Selengkapnya

Because That Night Bab 1

Kelab malam di pusat kota begitu ramai saat malam minggu. Musik dari disk jockey terdengar begitu menggelegar dan diramaikan oleh tamu-tamu yang bergoyang. Sekelompok pria duduk di sofa menikmati minumannya sambil membahas wanita dan menikmati aksi wanita yang meliuk-liuk di lantai dansa.

"Wah, kamu beruntung ya dapat pacar seperti Suzy," ujar seorang pria pada temannya, "sudah cantik body-nya perfect pula."

"Ahaha, ya begitulah," ucap pria yang dimaksud dengan bangganya, "butuh perjuangan besar untuk menaklukkan hatinya," lanjutnya.

"Kalian lihat tidak, gadis yang dibawa oleh Suzy? Dia juga sangat cantik."

"Yang itu lebih susah lagi didekati," komen kekasih Suzy, "tapi iya sih, dia benar-benar cantik."

"Hai, semua!" Tiba-tiba seorang pria tampan bertubuh tinggi tegap mengenakan jas hitam menghampiri para pria itu.

"Hai, Sean!" seru seorang pria lainnya, "lama kau tidak kelihatan, sepertinya kau sangat sibuk sejak menjabat menjadi CEO di perusahaan keluargamu, ya?"

"Ya, lumayan," jawab pria bernama Sean itu, "kebetulan aku tidak terlalu sibuk akhir-akhir ini jadi bisa bersenang-senang saat week end."

"Ayo duduk!"

Sean duduk di antara para pria itu, ia memesan minuman dan memandang ke arah lantai dansa. Amat banyak wanita-wanita cantik nan seksi bergoyang di sana namun ada satu yang menarik perhatiannya. Seorang gadis cantik berambut hitam sebahu yang memiliki mata bulat nan tajam tampak bergoyang bersama teman-temannya. Tubuh indahnya yang proporsional meliuk-liuk begitu menggoda.

Tidak lama kemudian pelayan membawakan minuman untuk Sean. Sean pun menikmati minumannya sambil terus memandang ke arah gadis itu. Ia bagai terhipnotis akan kemolekan gadis itu hingga ia tak menyimak obrolan teman-temannya yang asik bercengkrama di sana. Tiba-tiba gadis itu dan teman-temannya berhenti bergoyang, mungkin mereka kelelahan dan mulai haus. Dan Sean tak menyangka para gadis-gadis itu menghampiri sofa mereka.

Seorang gadis cantik dengan tubuh montoknya duduk di pangkuan kekasihnya. "Aku haus," kata gadis itu dengan nada manja.

Pria yang merupakan kekasihnya langsung memberikannya minuman dan gadis itu meneguknya. Gadis-gadis lainnya mengambil minumannya masing-masing dan bergabung mengobrol dengan para pria itu. Sementara gadis bermata bulat nan tajam duduk di tepi sofa sambil memegang gelas minumannya, ia tampak merenung dan memikirkan sesuatu yang sepertinya agak berat. Sean pun berinisiatif mendekati gadis itu. Ia berpindah tempat dan duduk di sampingnya.

"Hai," sapa Sean singkat.

"Hai," balas gadis itu.

"Boleh aku tahu namamu?" tanya Sean.

"Ya," jawab gadis itu, "namaku Ariel," lanjutnya, "kau?"

"Kau bisa memanggiku Sean," jawab Sean. Gadis bernama Ariel itu mengangguk lalu meneguk minumannya.

"Kau sering main di kelab ini?"

"Tidak juga," kata Ariel, "kau?"

"Aku juga tidak sering sih." "Kau masih mengenakan jas ke sini, kau pasti orang sibuk," tebak Ariel. "Ya, memang kadang-kadang aku sibuk," kata Sean, "tapi aku juga butuh hiburan."

"Ya, tentu saja," ucap Ariel. Tiba-tiba terdengar suara tawa yang menggelegar dari teman-teman mereka dan itu membuat Ariel dan Sean merasa terganggu.

"Bagaimana kalau kita duduk di bar saja?" ajak Sean. Ariel hanya mengangguk setuju lalu mereka pindah dan duduk di bar.

"Aku sempat melihat kau tampak merenung dan menurutku kau lebih kalem dibanding teman-temanmu yang lain."

"Ya, aku memang tidak terlalu banyak bicara," kata Ariel.

"Apa ada sesuatu?"

Ariel terdiam sejenak. "Sebenarnya ... saat ini aku ingin mengotori diriku sekotor-kotornya," ucapnya.

Sean mengernyit tak paham. "Seperti apa?"

"Sex misalnya," jawab Ariel, "tapi aku tidak tahu harus melakukannya dengan siapa."

Sean menatap serius ke arah Ariel. "Apa kau belum pernah sama sekali melakukannya?"

Ariel menggeleng. "Belum. Kau?"

"Aku pernah melakukannya dengan beberapa wanita," jawab Sean jujur.

"Wow, berarti kau sudah berpengalaman," puji Ariel.

"Heheh, ya begitulah," ucap Sean.

"Bagaimana kalau kau membantuku?" pinta Ariel, wajahnya tampak begitu serius menatap Sean.

"Membantu dalam hal?"

"Membantuku mengotori diriku sekotor-kotornya," terang Ariel.

Sean mengernyit tajam. "Kau serius?" tanya Sean, "ayolah, kau belum pernah melakukannya sebelumnya, kan? Apa kau tidak sayang dengan keperawananmu?"

"Bagiku itu sudah tak penting lagi," kata Ariel, wajahnya tampak sendu, "aku membenci hidupku dan aku terlalu muak dengan aturan hidup ini."

Sean meneguk minumannya sekali hingga habis lalu ia menoleh memandang Ariel. "Baiklah, aku akan membantumu."

"Tapi ada satu syarat," ujar Ariel.

"Apa itu?"

"Aku ingin setelah malam ini, kita tidak akan bertemu lagi."

"Baiklah ...."

Ariel kini terduduk di sofa suatu kamar di hotel berbintang. Ia menatap ke arah jendela, memandang pemandangan kota dengan cahaya lampu yang berkelap-kelip dari atas. Beberapa kali ia mendesah, jantungnya berdegub kencang. Ada rasa gelisah karena ini pertama kalinya ia akan melakukan hubungan intim dengan seseorang yang bahkan baru ia kenal. Namun, ia sudah menetapkan dirinya bahwa ia akan melepaskan keperawanannya malam ini juga.

Sean yang berdiri di belakang Ariel memandang gadis itu, ia lantas melepaskan jasnya dan melemparnya di sofa dan sukses membuat Ariel tersentak. Ariel menoleh ke arah Sean, pria itu sedang melepaskan dasinya dan melemparnya ke sofa.

"Apa kau tidak mau berubah pikiran?" tanya Sean, jari-jarinya melepas kancing kemejanya satu persatu, "masih ada waktu untuk berubah pikiran."

Ariel menggeleng pelan. "Aku tetap pada pendirianku dan aku sudah siap kau setubuhi."

Tidak menunggu lama Sean langsung menyergap Ariel bak hewan liar saat menangkap mangsanya. Tubuhnya mengungkung gadis itu dan bibirnya melumat bibir Ariel dengan penuh nafsu. Sementara Ariel merasa kaget karena sikap Sean yang tak sabaran, tubuh ringkihnya tak bisa bergerak banyak dalam kungkungan tubuh Sean.

"Tu-tunggu!" ujar Ariel langsung ketika Sean melepaskan ciumannya untuk menghirup pasokan udara.

"Kenapa? Apa kau berubah pikiran?" balas Sean, napasnya terdengar agak memburu karena ia mulai bernafsu dan tak sabaran.

"Bu-bukan itu!" sergah Ariel, "bisakah kita melakukannya dengan lembut?" pintanya, "ini pertama kalinya bagiku ...."

Sean diam sejenak. "Baiklah." Sean lalu melonggarkan pelukannya, dan memajukan wajahnya ke wajah Ariel. Gadis itu memejamkan matanya saat bibir Sean menyentuh bibirnya yang seksi.

Dan mereka pun bercinta.

***

Sean langsung mengernyit ketika sinar matahari pagi yang hangat menyorot kelopak matanya yang masih tertutup. Tubuh polosnya yang sebagian tertutupi selimut tampak tengkurap di atas ranjang. Ia lantas membalikkan wajahnya ke arah lain, tangannya bergerak meraba-raba di sampingnya namun ia hanya menemukan bantal di sana.

Sean langsung membuka matanya dan mengangkat sedikit wajahnya. Gadis yang bercinta dengannya tak ada di sana namun ia menemukan secarik kertas terlipat yang tergeletak di atas meja nakas. Sean duduk di ranjang dan meraih kertas tersebut. Ia membuka lipatan kertas itu dan membaca isinya.

'Terima kasih untuk semalam, kuharap kita tak pernah bertemu lagi dan tolong jangan cari aku ....'

"Ck!" Sean mendecak, ia hampir lupa tentang kesepakatan mereka bahwa mereka tak akan lagi bertemu. Namun, entah mengapa Sean menginginkan gadis bernama Ariel itu padahal ia telah bercinta dengan beberapa wanita lain sebelumnya tapi baru kali ini ia terbawa oleh perasaannya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Because That Night

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Dalam kisah romansa modern ini, David dan Arina memulai perjalanan emosional yang menuntun mereka pada kebahagiaan sejati. Berlatar keindahan bunga musim semi yang bermekaran, keduanya belajar saling memahami dan mengisi kekosongan jiwa masing-masing. Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka tumbuh dengan begitu indah. Momen singkat di musim ini berhasil menyatukan dua hati dalam sebuah ikatan cinta yang tulus, kuat, dan sangat mendalam bagi mereka berdua.
Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Kehidupan baru Anisa Rahma dimulai setelah ia menikah dengan Seno Bagaskara, seorang pria kaya raya. Di kediaman megah keluarga suaminya, ia harus beradaptasi tinggal bersama para ipar. Namun, di balik kemewahan itu, bahaya mengintai. Anisa tidak menyadari bahwa adik laki-laki Seno serta suami dari iparnya memendam hasrat terlarang padanya. Kini, ia terjebak dalam ancaman nafsu mereka di rumah tersebut. Mampukah Anisa bertahan menghadapi situasi rumit ini?
Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an meminta cerai setelah tiga tahun pernikahan. Ia memohon kepada sang istri agar diizinkan memiliki anak lagi dengan mantan kekasihnya itu sebagai pendonor sel penyelamat. Di balik janji setianya untuk kembali setelah proses medis selesai, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang telah menanti kedatangan Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menebus adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari rela menjual kesuciannya pada Keyko Khayang Gumelar seharga 100 juta rupiah. Di tengah kemalangan itu, ia tanpa sengaja bertemu dengan duda tampan bernama Damian di supermarket. Kini, Daiva berada di persimpangan jalan ketika Keyko dan Damian sama-sama berjuang memenangkan hatinya. Siapa pria yang akan dipilih Daiva untuk menemani masa depannya dan melepaskannya dari bayang-bayang masa lalu?
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan hancur setelah dikhianati calon istrinya. Demi meluapkan kekecewaan, ia nekat memaksa Zahra menikah dengannya. Zahra tentu saja terkejut dan langsung menolak rencana gila itu. Tak tinggal diam, Rayhan menawarkan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra bersedia menggantikan posisi pengantin wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima tawaran tersebut dan sanggup hidup sebagai istri pengganti bagi pria sedingin Rayhan?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED