Bab 2

Sebuah tamparan mendarat di wajah Eudora sampai membuatnya pingsan. Pria itu pun menjadi tidak jadi melakukan "anu" dengan Eudora itu dan memanggil seseorang.

"Bones! Kemarilah!" teriak pria itu.

Dia mengambil anak buah yang menjadi tangan kanannya. Jika ada sesuatu yang penting untuk dikerjakan saat pria itu sedang ada urusan lain, maka Bones lah yang akan bertanggung jawab untuk menanganinya.

"Ada apa, Tuan?" tanya Bones yang sudah tiba di kamar itu.

"Kamu urus dia! Aku mau keluar!" suruh pria itu lalu beranjak dari kamar itu.

"Baik, Tuan!" jawab Bones dengan patuh.

Bones pun menghampiri Eudora yang pingsan dengan luka di dahi dan pipi yang sedikit lebam karena tamparan keras dari tuannya tadi. Bahkan baju Eudora yang dirobek oleh tuannya membuat lekuk tubuh Eudora sedikit terlihat.

"Astaga, Tuan! Bagaimana bisa aku mengurusnya kalau seperti ini?" gumam Bones yang frustrasi.

Meskipun Bones adalah seorang pria namun dia tidak bukanlah pria yang suka mempermainkan wanita. Jadi, Bones tidak bisa membantu Eudora untuk menggantikan pakaiannya dan meminta pelayan wanita untuk mengurusinya.

Setelah Eudora selesai diobati dan digantikan bajunya, Bones pun menghampiri tuannya yang berada di ruang baca. Nampak sang tuan yang tengah duduk di kursi singgasananya.

"Lapor, Tuan! Saya sudah menangani Nona!" ujar Bones.

"Bagaimana dengan mereka? Apakah mereka melakukan sesuatu?" tanya pria itu sambil terus mempertahankan pekerjaannya.

"Mereka tidak melakukan apapun, Tuan! Sepertinya mereka belum menyadarinya," jawab Bones.

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruang baca pria itu. Ternyata dia adalah salah satu dari beberapa Pembantu yang ada di rumahnya.

"Ada apa?" tanya pria itu dengan dingin.

"Itu, Tuan, Nona Syailendra datang dan ingin bertemu dengan Tuan," jawab pembantu itu.

Syailendra adalah wanita yang dekat dengan pria itu selama beberapa bulan terakhir karena dia pernah menyelamatkan pria itu dari pot bunga yang hampir menjatuhi kepalanya.

Semenjak itu Syailendra sering datang mengunjungi pria itu dan mengajaknya keluar. Sebenarnya Syailendra menyukai pria itu namun sayangnya pria itu tidak menyukainya sama sekali.

"Baiklah, suruh dia menunggu di ruang tamu," ujar pria itu.

"Baik, Tuan!" jawab pembantu itu dengan patuh lalu menghampiri Syailendra.

"Bones, kau jaga wanita itu! Jangan sampai dia kabur!" suruh pria itu lalu keluar dari ruang baca.

"Baik, Tuan!" jawab Bones dengan patuh.

Bones pun keluar dari ruang baca menuju ke kamar Eudora untuk mengawasinya. Namun jika dipikirkan kembali dengan keadaan Eudora saat ini ia tak mungkin bisa keluar.

"Tangan dan kakinya diborgol dan Tuan khawatir jika dia kabur? Apakah sebenarnya wanita itu bukan manusia?!" pikiran Bones malah ke mana-mana.

Sementara itu, Eudora mulai tersadar dan matanya terbuka secara perlahan. Eudora seperti bermimpi jika dirinya ditangkap oleh orang misterius dan disiksa oleh orang yang kejam.

"Astaga!" Eudora langsung bangkit dan duduk.

Ia merasakan sakit di dahinya dan juga di wajahnya. Setelah melihat keadaan dirinya yang terikat borgol dan rasa sakit yang ia rasakan rupanya itu bukan hanya sekedar mimpi.

"Jadi, aku benar-benar diculik?" gumam Eudora yang sedih.

Eudora ingat jika pakaiannya dirobek dengan paksa oleh pria itu. Namun sekarang pakaiannya sudah ganti dan bahkan dahinya juga diperban.

"Siapa yang mengobati lukaku dan mengganti pakaianku?! Apakah aku benar-benar dinodai olehnya?!" Eudora langsung panik setengah mati.

Tetapi Eudora tidak merasakan apapun di daerah miliknya. Jadi Eudora rasa ia tidak jadi disentuh oleh pria itu. Jadi setidaknya Eudora masih aman untuk saat ini.

Eudora merasa lapar karena sejak semalam dia belum makan apapun lagi. Tetapi dengan keadaannya yang seperti ini dan perlakuan pria itu terhadap dirinya, Eudora rasa jika dia tidak akan diberi apapun untuk makan.

Eudora pun meringkuk dan menenggelamkan wajahnya di pangkuannya. Ia tidak menyangka jika kehidupannya akan berakhir di tempat seperti ini.

"Jika aku tahu kalau ini adalah saat-saat terakhirku, aku pasti akan menghabiskan waktuku dengan Kakak! Hanya Kakak orang yang sayang dan peduli padaku di dunia ini! Maafkan aku yang tidak bisa membalas budimu, Kak! Semoga kelak kita bisa bertemu di tempat yang lebih baik," cerocos Eudora yang meratapi nasibnya.

Saat Eudora mendongakkan kepalanya, kebetulan pintu kamar itu dibuka oleh seseorang. Dia adalah pembantu yang membawakan makanan untuk Eudora.

"Nona, makanlah dulu, setelah selesai letakkan saja piring kotornya di sini! Nanti aku akan mengambilnya." Pembantu itu meletakkan makanannya di atas meja di samping tempat tidur Eudora.

Setelah meletakkan makanan dan minumannya pembantu itu langsung keluar dari kamar Eudora tanpa mengatakan sepatah katapun lagi.

Eudora memperhatikan makanan yang dihidangkan untuk dirinya yang mana makanan itu nampak seperti makanan yang lezat. Hal ini benar-benar membuat Eudora tidak mengerti.

"Jika aku ini diculik dan diperlakukan tidak baik harusnya makanan yang aku terima tidak selezat ini. Tetapi kenapa justru makanannya seperti ini?" gumam Eudora yang bingung.

Namun, Eudora sangat lapar dan ingin makan jadi ia menghilangkan pemikirannya dan langsung menyantap hidangan itu. Masa bodoh dengan apa yang akan terjadi nanti asalkan perutnya bisa kenyang.

Memang agak sulit makan dengan tangan yang diborgol seperti itu. Tetapi jiwa untuk bertahan hidup sedang meningkat sehingga Eudora terus makan saja.

***

"Kak Legolas! Kamu dari mana saja?!" tanya Syailendra yang begitu senang melihat kehadiran pria itu.

Nama pria itu adalah Legolas, seorang pengusaha muda yang sukses. Usianya kini menginjak 28 tahun dan dia sudah menjadi monster bisnis di beberapa negara.

Masa lalunya cukup kelam karena orang tuanya dihabisi tepat di depan matanya oleh orang yang berdarah dingin. Karena persaingan bisnis mereka sampai menghabisi nyawa orang tua Legolas.

Karena Legolas melihat kejadian itu, dia dikurung dan disekap oleh orang yang menghabisi kedua orang tuanya. Legolas mengingat dengan jelas wajah pria itu yang menimbulkan rasa dendam mendalam.

Untungnya orang tua Legolas sudah mengantisipasi segalanya dan menyiapkan seseorang untuk menyelamatkan Legolas dan membawanya ke luar negri untuk dilatih bertahan hidup.

Sehinggalah Legolas menjadi sekarang ini. Dengan bekal pelatihan yang ia terima sejak kecil oleh orang kepercayaan ayahnya, Legolas dengan cepat tumbuh dan berkembang.

Bahkan Legolas sudah siap untuk membalaskan dendam kematian orang tuanya. Ia juga sengaja mengganti namanya untuk mengelabuhi targetnya.

"Kenapa pagi-pagi datang ke sini?" tanya Legolas dengan dingin.

Meski mereka memiliki hubungan yang lumayan baik, namun Legolas tidak mau berdekatan dengan Syailendra karena Legolas tidak suka padanya.

"Aku ingin mengajak Kak Legolas keluar! Aku dengar hari ini ada festival payung di kota! Kak Legolas mau menemani aku, kan?" bujuk Syailendra dengan wajah sok melasnya.

Bab 3

Akhirnya Eudora selesai menghabiskan makanannya dan mengembalikan piring kotor itu ke meja. Rasanya lega karena ia bisa mendapatkan makanan yang rasanya lezat.

"Perutku akhirnya terisi juga! Tetapi, tunggu sebentar! Astaga! Ponseku! Aargh! Dia pasti juga mengambil ponselku! Bagaimana bisa aku menghubungi keluargaku jika seperti ini?!" gumam Eudora yang baru sadar jika ia tidak melihat ponselnya.

Sekarang Eudora tidak bisa melakukan apapun selain berdiam diri di dalam kamar. Namun Eudora tidak mau jika menjadi tahanan sementara ia tidak tahu kesalahan apa yang telah diperbuatnya.

"Aku harus mencari cara agar bisa keluar dari sini! Tetapi, bagaimana bisa aku keluar dari borgol ini?!" keluh Eudora. Ia tak bisa lepas jika tak mendapatkan kunci borgolnya.

Eudora mengedarkan pandangan matanya ke seluruh penjuru ruangan itu. Begitu beruntungnya dia saat ia menemukan sebuah benda yang kecil namun begitu bermanfaat.

Rupanya itu adalah jepit rambut milik Eudora yang semalam ia kenakan. Eudora rasa Legolas begitu ceroboh sehingga membiarkan benda kecil itu berada di dekat Eudora.

"Apakah ini artinya Tuhan mengizinkan aku untuk lolos?" gumam Eudora.

Dari pada Eudora hanya mematung dan menjadi peliharaan di sana, Eudora memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Ia mengambil jepit rambut yang sedikit mencap di ranjang.

Setelah mengambilnya, Eudora mencoba untuk membuka borgol yang melingkar di tangan kirinya secara perlahan. Dengan usaha keras dan kesabaran akhirnya satu borgol berhasil ia lepaskan.

"Hebat! Aku akan segera keluar dari sini!" ujar Eudora percaya diri.

Eudora melanjutkan aksinya untuk melepaskan ketiga borgol yang tersisa. Sayangnya aksi itu ternyata dilihat oleh Bones yang berjaga di luar kamar. Tentu saja Bones tidak akan membiarkan Eudora kabur.

Bones juga sengaja untuk membiarkan Eudora melakukan ini untuk memberikan peringatan padanya. Seberapa besar usaha Eudora untuk kabur pada akhirnya ia tetap akan gagal.

Setelah bersusah payah akhirnya keempat borgol itu berhasil Eudora tanggalkan. Terdapat bekas kemerahan di tempat yang dilingkari oleh borgol itu karena usaha Eudora untuk melepaskan dirinya sebelumnya.

"Aku harus berhati-hati! Dia pasti tidak akan membiarkan aku kabur dengan mudah!" gumam Eudora lalu beranjak dari tempat tidurnya dengan mengendap-endap.

Perlahan namun pasti, Eudora kini telah melangkah hingga tiba di pintu kamar. Eudora menengok ke luar kamar, ke kanan dan ke kiri dan tak menemukan siapapun.

Eudora pikir hari baiknya telah tiba dan ia berpikir jika ia bisa keluar dari rumah yang seperti penjara itu. Ia tak mau melewatkan kesempatan ini untuk kabur.

Namun sayangnya saat Eudora hendak keluar tiba-tiba saja Bones berdiri tepat di depan pintu dan menghadangnya. Bones tersenyum lebar pada Eudora.

"K-kamu?! Bagaimana kamu bisa ke sini?!" tanya Eudora yang terkejut.

"Apakah anda ingin melarikan diri, Nona?" tanya Bones yang mengabaikan pertanyaan Eudora.

Eudora mencoba memikirkan alasan yang masuk akal supaya Bones tidak curiga. Untung saja Eudora langsung mendapatkan Ilham di benaknya.

"Eumm, aku ingin ke toilet! Aku benar-benar tidak bisa menahannya," jawab Eudora yang langsung menghimpit kedua tangannya di kakinya untuk berpura-pura kebelet.

"Oh, begitu, rupanya! Tetapi kamar mandi ada di dalam kamar, bukannya di luar kamar! Mari, saya antar!" Bones langsung menunjukkan jalan pada Eudora dan terus mengawasinya.

Setibanya di kamar mandi Eudora langsung masuk ke dalam dan menutup pintunya. Eudora yang tadinya berpikir bisa lolos ternyata hanya angan-angan saja.

"Padahal sedikit lagi! Bagaimana aku bisa ketahuan?" gumam Eudora lalu mengacak-acak rambutnya.

"Nona, ada satu hal yang ingin aku beritahukan padaku!" ujar Bones dari luar kamar mandi.

Eudora bisa mendengar dengan jelas suara Bones karena ia belum menyalakan kran air. Eudora juga penasaran dengan apa yang hendak Bones sampaikan padanya.

"Sebenarnya saya tahu dari awal jika Nona ingin kabur! Saya membiarkannya karena saya ingin membuat Nona untuk menyerah dari percobaan kabur!" ujar Bones.

Eudora tidak paham dengan maksud Bones karena perkataannya membingungkan dan sudah dipahami. Namun ia tak berani mengajukan pertanyaan pada Bones karena takut.

"Maksud saya, sekeras apapun usaha Nona untuk kabur, itu tidak ada gunanya! Jika Tuan menginginkan sesuatu untuk tinggal, maka dia harus tetap tinggal meskipun nyawanya sudah tak ada di raga orang itu asalkan raganya menetap itu sudah cukup! Kalau begitu saya akan menjaga Nona di luar kamar saja!" pamit Bones setelah memberikan penjelasan.

Eudora rasa Legolas ini adalah orang yang mengerikan. Eudora sudah paham dengan apa yang diucapkan oleh Bones.

Tidak masalah apakah orang itu hidup atau mati jika Legolas menginginkannya maka meskipun sudah menjadi mayat tetap akan ia tahan.

Bulu kuduk Eudora merinding, kakinya lemas sehingga membuatnya terduduk dan ketakutan. Baru kali ini dia menemukan manusia sekejam ini.

Dan masalahnya sekarang adalah dia menjadi tawanan atau lebih tepatnya menjadi peliharaan Legolas.

"Bagaimana bisa? Bagaimana bisa semuanya seperti ini? Bahkan jika aku mati jasadku pasti tidak akan bisa keluar dari sini!" Eudora ketakutan setengah mati.

***

Ini bukan pertama kalinya Syailendra mengajaknya pergi. Bahkan setiap Syailendra menemuinya ia pasti akan selalu mengajak Legolas pergi ke suatu tempat.

Legolas tidak suka pergi ke tempat ramai kecuali tempat itu berhubungan dengan pekerjaannya. Rasanya hal itu sangat membosankan.

Jadi Legolas selalu menghabiskan weekend dengan di rumah saja atau mengunjungimu Pi orang kepercayaan ayahnya yang sudah ia anggap seperti paman sendiri.

"Pergilah dengan temanmu. Aku masih memiliki urusan lain," tolak Legolas tanpa basa-basi.

Syailendra langsung murung karena tolakan Legolas. Selalunya Legolas akan seperti ini saat Syailendra mengajaknya keluar. Namun kali ini Syailendra tidak akan menyerah.

Dia ingin membuat seluruh dunia tahu jika ia adalah wanita terdekat dengan Legolas. Meski tampang dan kelakuan Syailendra terlihat polos namun sebenarnya dia tidak sebaik itu.

Air mata buaya saja sudah tidak mempan untuk membujuk Legolas jadi Syailendra sudah memikirkan cara lain sebelumnya. Ia ingin mengkombinasikan air mata buaya dengan dirinya sebagai senjata.

"Kalau seperti ini lebih baik aku mati saja saat tertimpa pot itu dari pada harus hidup namun Kak Legolas juga mengabaikan aku! Lebih baik aku pergi mati saja!" Syailendra berpura-pura menangis.

Hal itu tentunya membuat Legolas teringat akan kejadian masa lampau. Jika saja kewaspadaannya saat itu tidak lengah, ia pasti tidak perlu berhutang budi pada Syailendra sehingga tidak perlu repot-repot bertingkah seperti ini.

"Sudahlah jangan menangis lagi! Aku temani kamu pergi," jawab Legolas yang terpaksa menuruti permintaan Syailendra.

Ekspresi Syailendra langsung berubah 180° dari sebelumnya. Sekarang ia begitu bersemangat dan langsung meraih tangan Legolas untuk menggandengnya dengan begitu erat.

"Yeay! Terima kasih, Kak Legolas! Aku sangat senang sekali! Kalau begitu lebih baik sekarang kita..."

PLAK!

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED