Bab 2

Suami ku pun pulang dengan wajah kelihatan marah, aku pun bertanya kenapa kamu kok gelisah sekali Dan seperti marah. Dia menjawab aku ditipu rekan bisnis ku, dia membawa semua uang ku kabur.

Semua nya habis, aku hanya diam Dan berusaha menenangkan suami ku.

Aku tak habis pikir Dari mana nanti kami mencukupi kebutuhan kami, sedangkan sekarang sudah kekurangan.

Aku benar benar bingung, sedangkan suami ku hanya tidur tiduran Tanpa melakukan apapun.

Uang tabungan kami mulai menipis Dan Hari pun musim hujan, aku tidak bisa lagi Berjualan es krim di depan rumah Ku.

Pagi nya kami sarapan bersama yang Ada Tanya nasi putih Dan telur ceplok, suami Ku bertanya kenapa hanya Ada ini saja? Apa gak Ada uang lagi, aku menjawab uang tabungan kita sudah menipis, sedangkan pemasukan kita tidak ada, jadi kita makan seadanya saja.

Dia hanya diam dan memakan nya saja, di dalam hati aku berharap semoga dia segera mencari pekerjaaan.

Anak kami pun menangis Dan aku segera ke kamar nya Dan ternyata anak Ku citra demam, badan nya sangat panas.

Aku memanggil suami Ku, Ada apa kata nya? Anak kita demam, badan nya panas sekali, dia memeriksa dan kami langsung membawanya ke rumah sakit.

Setelah diperiksa dokter, ternyata anak kami Terkena demam berdarah dan Harus Dirawat. Saya mulai bingung uang Dari Mana untuk bayar rumah sakit, sedangkan tabungan kami tidak mungkin cukup. Suami Ku keluar dan Menelpon seseorang entah itu siapa aku tidak tahu, tapi yang aku dengar Dari percakapan mereka suami mengajak nya untuk bertemu Di suatu tempat.

Aku pun mendekatinya dan ternyata suami Ku pergi ke sebuah taman dan bertemu dengan wanita yang tiga tahun lalu, aku benar benar kaget. Ternyata suami Ku sampai sekarang masih berhubungan dengan wanita itu, aku mendengarkan pembicaraan mereka dan ternyata suami Ku meminta tolong kepada nya untuk membayar kan rumah sakit anak ku, wanita itu pun langsung memberi suami ku uang tanpa berpikir.

Aku pun langsung pergi ke rumah sakit, karena suami juga pergi, aku gak mau kalau sampai dia duluan yang sampai di rumah sakit.

Tak Lama kemudian suami ku pun sampai di rumah sakit dan langsung ke administrasi, doa melunasi semua biaya rumah sakit anak kami.

Aku bertanya dan pura pura tidak tau, Dari Mana kamu dapat kan uang untuk bayar biaya rumah sakit, dia menjawab aku dapat pinjaman dari teman ku.

Teman mu yang mana, kamu tidak kenal kata nya tapi aku hanya diam.

Yang Ku pikirkan sekarang hanya kesehatan anakku, masalah rumah tangga Ku aku kesamping kan dulu.

Lima Hari sudah berlalu, akhirnya anakKu boleh pulang dari rumah sakit.

Kami pun pulang tetapi sesampai nya di rumah suami Ku pun pergi lagi, aku bertanya. Mau ke Mana kamu lagi, apa kamu tidak Mau menemani anak kita sebentar?

Aku Ada urusan dulu,toh kamu kan ada. Jawab nya, aku curiga dia bertemu wanita itu lagi.masih hal yang sama esok pagi nya kami makan bersama dan yang ada sanya nasi dan satu botol kecap kami pun makan nasi dengan kecap itu, siang nya aku berfikir untuk buka usaha baru di depan rumah Ku, yaitu berjualan gorengan. dengan modal aku menjual cincin pernikahan kami, aku pun berbelanja ke pasar untuk membeli bahan bahan nya. Sesampai nya di rumah aku pun langsung membuat nya, alhamdulillah berkat doa dan usahaKu semua dagangan Ku habis terjual.

Aku bisa membeli bahan makan buat nanti malam,suami Ku pun pulang dengan membawa Dua bungkus nasi.

Aku bertanya dari mana kamu dapat uang? Dia menjawab,dari teman ku.

Kami makan nasi yang di bawa suami Ku tadi, sedangkan makanan yang aku masak tadi aku simpan di dalam kulkas, buat besok pagi, tinggal aku panas kan lagi.

sambil makan aku pun bercerita kalau aku bikin usaha gorengan di depan rumah, dia bertanya dari mana modal nya? Aku menjawab, aku menjual cincin pernikahan kita. Dia hanya diam saja,handphone suami ku berbunyi lagi, dia pun keluar dan mengangkat nya.

Mungkin wanita itu lagi,aku pun hanya diam saja. suami Ku pergi lagi katanya ingin mencari pekerjaan,begitu dengan Ku yang Melanjut kan usaha ku membuat gorengan, alhamdulilah anakku sudah pulih, dia sudah seperti biasa nya.

Aku sangat bahagia sekali melihat nya, walau pun hati ku sakit bila mengingat suami ku. Bertahun tahun aku menyimpan rasa sakit ini, ingin semua nya ku keluar kan tapi tidak bisa, Karena aku selalu mengingat pesan ayah tiri ku yang Harus menjaga rumah tangga ku.

Sekarang aku hanya bisa pasrah,yang penting anakKu bahagia Dan sehat selalu, biarlah aku menahan perasaan Ku sendiri. Tak terasa anakku sudah berusia empat tahun, tidak lama lagi akan sekolah tapi kami tidak memiliki tabungan sama sekali. Sedangkan aku tidak tahu apa pekerjaan suami ku, setiap aku bertanya dia selalu marah Dan membentak ku.

Sedangkan usaha gorengan ku terus berjalan lancar Dan di situ lah aku dapat menyisihkan sedikit demi sedikit untuk biaya anak ku sekolah nanti,sekarang aku tidak Mau tau tentang wanita itu yang terpenting sekarang anak ku, aku fokus untuk mencari uang untuk anak Dan mencukupi kebutuhan keluarga ku.

siang itu datang dua orang laki laki berbadan kekar ke rumah ku Dan menanya kan suami ku,kata nya kalau suami ku berhutang kepada bos mereka Dan kalau suami ku tidak membayar nya menjelang besok pagi maka rumah kami akan disita, aku kaget dan menanyakan berapa hutang suami ku,ternyata suami ku mempunyai hutang Lima ratus juta kepada bos mereka, aku benar benar tidak habis pikir buat apa suami ku meminjam uang sebanyak itu kepada bos mereka.

Dari Mana kami mendapat kan uang sebanyak itu dalam waktu semalam, sedangkan suami ku sampai sekarang belum pulang.

Aku sudah mencoba menghubunginya tapi tidak bisa, aku benar benar takut apa yang dibilang preman tadi.kalau sampai semua itu terjadi kami mau tinggal di mana, aku bingung harus berbuat apa.

Sementara itu suami ku masih belum pulang Dan belum bisa dihubungi, malam pun telah tiba namun suami ku juga belum pulang, aku segera sholat Dan meminta kepada tuhan,agar di mudah segala urusan suami ku, jaga dia dari hal buruk Dan diberikan petunjuk dalam menghadapi masalah rumah tangga ku.

Tak Lama kemudian aku mendengar suara ketukan pintu Dan aku segera membuka nya,Dan Ternyata itu suami.

Aku menceritakan tentang Dua orang preman tadi kepada nya, dia hanya berkata, kalau begitu segera beres beres kan barang barang mu Dan juga barang barang anak kita, aku kaget Dan aku marah. Buat apa kamu meminjam uang sebanyak itu, kamu apa kan?

Tolong jelas kan pada ku, aku butuh penjelasan.begitu banyak kenangan di rumah ini tidak mungkin aku meninggalkannya begitu saja, dia menjawab kalau kamu tidak Mau meninggalkan rumah ini ya sudah, biar aku yang pergi sendiri.

Apa, aku menangis tega kamu meninggalkan kami berdua, Mana hati mu?

Jawab dulu pertanyaan ku, buat apa uang itu? Baru nanti aku mau keluar dari rumah ini, dia menjawab aku gadaikan Sertifikat rumah ini ke rentenir, buat buka usaha tapi ternyata aku malah di tipu teman ku sendiri, semua uang nya di bawa kabur, aku sudah ditipu oleh yang kedua kali nya. Aku minta maaf Karena mengambil Sertifikat rumah ini tanpa memberitahu mu, maka dari itu sangat pusing sekali..

Aku harap kamu mau memaafkan ku, sudah lah jangan menangis, semua nya sudah terlanjur.kamu harus mengikhlaskan rumah ini, aku hanya bisa diam Dan menangis, rasa nya ingin ku teriak Dan memukul suami ku tapi aku tak bisa berbuat apa apa Akhirnya, kami pun pergi dari rumah itu malam ini juga, rasa benar benar berat meninggalkan rumah ini, kenangan bersama ibu Dan ayah tiri ku begitu banyak di rumah ini, belum lagi dengan kenangan sewaktu anak ku masih kecil.

Tapi mau giMana lagi ini harus terjadi kepada ku Dan harus aku lalui.

Aku harus ikhlas Dan sabar menerima semua ini,belum lagi dengan anak ku yang bertanya kepada aku Dan ayah nya.

Mau ke Mana kita but, ayah.

Aku hanya diam, suami ku Menjawab kita pergi kerumah saudara ayah dulu ya nak.

Kita menginap di Sana beberapa hari dulu, tapi kenapa tidak besok pagi saja kita pergi ayah? kalau kita berangkat besok pagi, macet sayang. Maka nya kita Berangkat sekarang, aku hanya diam sambil memeluk anak ku..

Anak ku pun tertidur lagi Dan sewaktu di perjalan mobil kami berhenti Dan suami mencek nya Dan ternyata ban mobil kami kempes,suami ku mencoba mencari tempel ban tapi ternyata suami ku bertemu dengan wanita itu, mereka Kira aku tidak tau siapa wanita itu, jelas jelas wanita itu teman dekat suami ku tapi aku hanya diam, wanita itu penolong kami Dan menelepon montir nya

Wanita itu bertanya, mau kemana kalian malam malam ini, suami ku menjawab kami tidak tahu, yang jelas rumah kami sudah diSita rentenir. wanita itu menawarkan bantuan, dia menyuruh kami untuk tinggal di Salah satu rumah nya, jelas aku menolak tapi suami ku memaksa.

Mau ke Mana kita lagi, hari sudah hampir malam tapi kita tidak tau Mau kemana, kasihan anak kita.

Aku berpikir Ada benar nya juga apa kata suami ku, kasihan anakku dia masih kecil, akhirnya aku mengesamping kan ego ku dulu Dan kami pun pergi bersama wanita itu..

Sesampai nya di sebuah rumah wanita itu, dia langsung menyuruh kami masuk dan mengantarkan aku ke Kamar buat menaruh anak ku ke tempat tidur.

Setelah aku menaruh anakku di tempat tidur aku pun keluar dan aku mendengar pembicaraan mereka, makasih kamu datang tepat waktu kata suami ku kepada nya, kalau tidak Ada kamu aku tidak tau Mau bawa ke mana mereka.

Wanita itu memegang tangan suami, sudahlah mungkin sudah waktu nya kita bertemu malam ini.

Aku pun keluar dan wanita itu segera melepas kan tangan suami ku,aku seolah olah tidak mendengar pembicaraan mereka, aku Mau lihat sejauh mana mereka mempermainkan ku.

Aku belum berkenalan dengan wanita itu dan aku menanyakan nama nya, Ternyata nama wanita itu ayu..

Wanita itu hanya tinggal sendiri, dia tidak punya siapa siapa lagi, dia hanya hidup sebatang kara..

Dia berkata ke pada ku,Kamu beruntung masih punya suami dan anak, walau pun sudah tidak punya orang tua. Sedangkan aku punya kekasih tapi sudah punya istri, kata nya.

Aku langsung kaget,dan seolah olah tidak tau siapa yang dia maksut.

Apa, kenapa kamu mau sama suami orang? kamu kan masih gadis Dan cantik tapi kenapa kamu mau?

Apa kamu tidak memikirkan perasaan istri nya? Kamu kan wanita seharus nya kamu mengerti perasaan wanita, kalau di sakiti.tapi dia menjawab aku tidak punya pihanan aku mencintai dia, begitu juga dengan dia, masih banyak laki laki lain yang belum punya istri tapi kenapa harus dia? Dia hanya diam..

Di sini aku benar benar sakit hati mendengar ucapan wanita itu, ingin rasa nya aku manampar wanita itu tapi aku berusaha menahan amarah ku, karna ku tau aku tak bisa berbuat apa apa..

Sekarang ini aku hanya bisa berdoa Dan meminta ke pada tuhan agar aku selalu di beri kesabaran dalam nenghadapi masalah rumah tangga ku,ayu wanita itu pun berpamitan pulang ke pada kami, dan dia memberikan sebuah amlop ke pada suami ku Dan berkata,ini buat kebutuhan kalian selama kalian belum Ada pemasukan,Dan ternyata isi amlop tersebut adalah uang yg lumayan besar, untuk kebutuhan kami sebulan..

Di sini aku merasa seperti orang bodoh yang tidak bisa berbuat apa apa, aku seperti seorang istri yang membiar kan suami Ku sendiri selingkuh. Tampa bisa berbuat apa apa Dan lebih tepat nya istri yang menukar suami nya dengan uang..

Di sini aku benar benar teluka,tapi sisi lain aku juga masih beruntung Karna aku Dan anak Ku tidak tidur di jalanan.

Anak Ku masih bisa tidur dengan nyenyak walau pun hati ku menangis, melihat suamiku bersama wanita itu. Asal kan anak Ku bisa bahagia, pagi pun telah tiba, aku pun bangun Dan segera ke dapur tapi apa yang ku lihat, wanita itu sudah Ada di dapur Dan menyiap kan sarapan untuk kami.

Dia berkata, hai kamu sudah bangun?

Bagaimana tidur mu,apakah nyenyak?

Iya, jawab ku..

tadi aku sengaja datang pagi pagi ke sini, Karna aku tau tidak Ada apa apa yang bisa di masak di dalam kulkas, Akhirnya tadi aku membelikan sarapan untuk kalian semua.

Aku hanya diam, suami ku pun bangun.

Begitu juga dengan anak ku, akhirnya kami pun sarapan bersama. Wanita itu membelikan sarapan sop daging buat anak ku, pada hal itu adalah makanan kesukaan anak ku. Aku heran kenapa bisa kebetulan,apa suami ku memberi tau wanita itu.anak ku makan nya benar benar lahap Karna itu adalah salah satu makanan kesukaan nya,anak ku bertanya.

Ibu siapa yang membuat sop ini, apa kah ibu?

wanita itu menjawab, iya sayang itu buatan ibu mu..

Memang nya kenapa sayang, rasa benar benar sangat enak bu, lebih enak Dari pada yang biasa nya..

Aku benar benar tidak tau apa maksut wanita itu berbicara seperti itu ke pada anak ku.,

Bab 3

Begitu juga dengan suami ku yang hanya diam saja, kami pun selesai makan dan wanita itu pun kebalakang, begitu juga dengan ku.

Aku langsung bertanya ke pada ayu, apa maksut mu berbohong kepada anak ku?

Dia tersenyum, tidak apa apa aku hanya ingin anak mu tau kalau Ada ibu yang sangat menyayangi dia, itu saja.

Aku tidak bermaksut apa apa, jadi jangan marah.dia benar benar sangat pandai mengambil hati anak ku, dia mengajak anak ku bermain dan membeli kan mainan baru untuk anak ku.

Aku mulai merasa tidak nyaman, aku berbicara kepada suami ku untuk segera kami pergi dari rumah dia, suami ku menjawab, Mau kemana kita?

Aku tidak punya pekerjaan begitu juga dengan uang.

Lalu sampai kapan kita disini?

Jawab ku, aku tidak tau.

Setidak nya menelang aku dapat pekerjaan dan pemasukan, habis itu baru kita pindah dari sini, bersabar lah dulu.

Aku bertanya kepada Raju suami ku, sebenarnya siapa wanita itu,setau ku kamu tidak punya teman yang nama nya ayu, dia teman sekolah ku dulu, waktu ku masih duduk di bangku smp.

Jadi kamu tidak mengenal nya, jawab suami ku Raju.

Di dalam hati ku sempat bertanya tanya apa mungkin wanita itu Cinta pertama suami ku?

Malam pun tiba wanita pun datang lagi ke rumah, dengan membawa makan malam, aku bertanya kepada nya.

Bukan kah kamu sudah memberi kami uang buat kebutuhan kami tapi kenapa kamu masih selalu membawa makanan ke sini? tidak apa apa tadi aku kebetulan lewat, jadi sekalian jawab wanita itu.

Tapi sayang nya suami ku dengan wanita itu tidak ikut makan malam,Karna Ada pekerjaan untuk suami ku katanya, tapi kenapa malam malam begini, apa tidak bisa besok jawab ku

Tidak jawab wanita itu, kami hanya pergi sebentar jawab nya.

Aku benar benar merasa seperti istri yang sangat bodoh, membiarkan suami ku pergi berdua saja dengan wanita lain di malam Hari.

Sudah hampir tengah malam suami ku

masih belum pulang aku benar benar sangat khawatir, ntah apa yang dia lakukan dengan wanita itu.Dan tak Lama kemudian akhirnya dia pun pulang, aku segera dan membuka pintu.

Dari Mana kamu sudah hampir tengah malam tapi kalian baru pulang,

Pekerjaan apa yang kamu lakukan bersama dia malam malam seperti ini.

Kata ku, sudah lah aku capek, aku mau Istirahat jawab nya.

Aku hanya bisa menangis di dalam hati, pagi pun telah datang dan aku terbangun.

Aku langsung ke dapur menyiap kan sarapan untuk suami dan anak ku, setelah semua nya sudah siap, aku pun ke kamar membangun kan suami dan anak ku untuk segera sarapan.

Kami pun keluar bersama ke makan tetapi aku kaget, wanita itu sudah duduk di meja makan, aku tau ini rumah nya.

Jadi dia bebas keluar masuk sesuka hati nya. tapi disatu Sisi aku benar benar tidak nyaman di kondisi seperti ini, Setelah selesai sarapan suami ku dan wanita itu pergi bersama lagi, katanya urusan pekerjaan. Aku hanya berdiam diri tak Mengeluarkan satu patah kata pun, rasa nya di dalam hati ku benar benar sesak.

Aku menangis, kenapa semua ini harus terjadi ke pada ku?

Rasa nya aku benar benar tidak kuat menahan nya, anak ku pun bertanya kenapa ibu menangis?

Apa ibu juga ingin pergi dengan ayah?

Ayah melarang ibu untuk ikut ya,

Dan kenapa ayah selalu pergi dengan tante ayu? Aku Ternyum, tidak sayang.

Ibu tidak menangis, Mata ibu terkena debu, maka nya keluar air dan kenapa ayah pergi dengan tante ayu, karna ayah bekerja dengan tante ayu.

Oh, aku Kira ibu menangis melihat ayah pergi dengan tante ayu.

Tidak sayang,oh iya bu sebenarnya tante ayu itu teman ibu atau ayah? Teman ayah sayang tapi sekarang juga teman ibu, jawab ku. Apa ibu tidak marah ayah selalu pergi dengan tante ayu, tidak sayang kan ayah pergi kerja dan uang nya kan juga untuk kita jawab ku.

Ibu ayo kita pergi jalan jalan keluar bu, aku bosan di rumah terus bu.ayo sayang tapi tunggu sebentar ya ibu ambil tas dulu, siap bu jawab putri ku.

Kami pun pergi ke taman dekat rumah, anak ku sangat senang sekali bermain ayunan, rasa nya tidak bisa ku bayang kan jika suami ku pergi Meninggal kan kami dan pergi bersama wanita itu.

Setelah bermain,kami pun pulang ke rumah dan sesampai nya di rumah, aku sudah melihat mobil wanita itu parkir di depan rumah.

Aku langsung segera masuk ke dalam rumah,dan apa yang aku lihat.

Suami ku minum kopi bersama dengan wanita itu,hati ku sangat hancur.

Dari Mana kalian Tanya suami ku,kami Dari taman,citra ingin main di luar.

Apa kalian sudah pulang dari tadi? Tanya ku, kami baru sampai dan baru Mau minum kopi, katanya.

Aku ke kamar dulu mau menidurkan citra, kata ku.di dalam hati ku bertanya tanya apa sebenarnya yang mereka lakukan,

Anak ku pun sudah tidur dan aku segera keluar dari kamar. Aku masih melihat mereka duduk bersama, aku pun Menghampiri mereka dan ikut duduk bersama mereka. Tapi apa mereka hanya diam diam saja, aku merasa aneh. Apa Mungkin Karna Ada aku, mereka hanya saling bertatap tatapan.

Aku benar benar tidak kuat melihat ini semua, akhirnya aku pun segera ke dapur sambil menangis..

Ingin rasa nya aku pergi dan membawa anak ku sejauh mungkin dari tempat ini,

Ternyata begini rasa nya sakit di hianati.

Tapi aku harus mencari bukti tentang hubungan mereka, aku harus membongkar semua kebohongan mereka selama ini, aku benar benar tidak sanggup lagi menahan sakit ini.

Setelah sekian tahun Lama nya, aku memendam semua ini.

Sudah cukup kesabaran ku slama ini.

Esok pagi nya wanita itu datang lagi kerumah, dan membawa makanan lagi.

Sudah lah jangan bawa makanan lagi kata ku,biar aku saja yang memasak.

Aku ingin suami dan anak ku memakan masakan ku, kalau makan makanan luar nanti mereka kebiasaan..

Ya sudah,nanti tidak akan ku beli kan lagi jawab nya.kami pun makan bersama,di meja makan wanita itu meminta suami ku untuk menemani nya keluar kota, karna Ada pekerjaan yang harus di selesai kan, suami ku pun tidak menolak nya dan tidak bertanya ke pada ku, di sini aku merasa seperti istri yang tidak di anggap.

Aku berfikir untuk pergi dan meninggal kan suami ku tapi di sisi lain aku berfikir tentang anak ku, bagaimana kalau anak ku bertanya dimana ayah nya. Aku benar benar bingung tidak tau harus berbuat apa,mereka pun pergi tampa memikirkan perasaan ku yang begitu hancur.

Dua hari sudah berlalu dan akhirnya mereka pulang, Sesampai nya suami ku di rumah aku langsung Bertanya apa pekerjaan mu sudah selesai? Sudah jawab nya, memang nya kenapa? Sebenarnya apa hubungan kamu dengan dia? Aku melihat kalian tidak seperti teman biasa, apa kalian memiliki hubungan spesial?

Apa maksut mu, jawab nya.

Firasat ku berkata lain,apa benar dengan firasat ku? Tolong jawab jujur..

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED