Suara gaduh memenuhi ruangan studio salah satu stasiun tv yang terkenal di Jakarta. Terlihat dua wanita sedang bertengkar dan aksi mereka melebihi dari pertengkaran semata.
Arinda menarik rambut wanita yang tidak lain adalah artis yang sedang naik daun saat ini. Pasalnya sepele hanya karena Arinda dari bagian kostum memberikannya kostum yang tidak sesuai dengan warna yang di inginkan wanita itu menghina Arinda dengan segala caci maki. Padahal Arinda sudah mengatakan jika dia tidak di beri tahu oleh tim jika artis tersebut hanya ingin memakai kostum berwarna merah muda.
Artis itu mengatakan jika Arinda hanya sampah dan juga tolol, dia masih diam. Lalu kemudian si artis meminta di belikan makanan dia hanya diam dan menurut, tapi ketika si artis memintanya membuatkan sirup dingin dan kemudian menghinanya lagi dan bahkan menumpahkan air sirup itu tubuh Arinda dia tidak bisa diam lagi.
Emosinya keluar dan Arinda menjambak rambut wanita itu. Mencakar wajahnya dan membuat wanita itu babak belur, ketika perkelahian di hentikan oleh petugas keamanan Arinda di panggil oleh atasannya dan dia tahu dia pasti akan di pecat.
Meski dia tidak rela melepaskan pekerjaannya saat ini dia bisa apa ? Dia hanyalah bawahan dan si artis pasti lebih berharga untuk stasiun televisi itu.
Arinda dengan berat hati keluar dari tempatnya bekerja. Tadinya si artis mengatakan jika dia akan di laporkan ke polisi tapi Arinda yang selalu tau gosip terpercaya di sana mengetahui skandal wanita itu dengan salah satu bos mereka dan dia mengatakan memiliki bukti rekamannya.
"Silahkan laporin gue ! Tapi saat itu juga gue bakal sebarin video terlarang lo sama si bos. Lo paham kan !?" Ancam Arinda dan dia tersenyum puas ketika si artis sombong itu mati kutu karena mengira dia benar-benar memiliki video skandal sang artis.
***
Arinda sedang memasak nasi goreng untuk makan malam dirinya dan teman-teman satu kos yang dekat dengannya.
Gendis, Ela dan Reina adalah tiga wanita yang dekat dengannya. Dia tidak memiliki teman dekat lain selain mereka bertiga.
Arinda tidak mudah bergaul dan saat dia ke Jakarta dan mencari tempat tinggal dengan uang yang pas-pas saja dia bertemu dengan Reina yang sedang berada di halte dan menanyakan tujuannya.
Reina lalu memberitahukan informasi tempat tinggal yang sampai saat ini Arinda tempati.
Selain mereka bertiga Arinda tidak memiliki siapa pun di Jakarta. Sudah bekerja satu tahun pun di stasiun tv tidak membuat Arinda banyak memiliki teman. Hidupnya hanya berputar dengan pergi kerja kembali ke kos dan memasak.
Masak adalah hobinya, dia suka memasak dan terkenal sangat hemat. Tidak pernah sekalipun Arinda mengeluarkan uangnya untuk membeli makanan di cafe warung makan atau sebagainya.
Ketika dia makan di cafe atau restoran pasti ada orang yang memang mentraktirnya. Begitulah Arinda, dia memikirkan harga satu porsi makanan itu bisa dia pakai untuk makan satu harian.
Tapi meski begitu Arinda sangat baik dan perduli kepada tiga teman kos yang dia kenal itu. Bahkan Arinda sudah menganggap mereka sebagai sahabatnya.
Awalnya Arinda memang tidak ingin terlalu dekat dengan keduanya karena dia ke Jakarta berpikir hanya ingin mencari uang dan menabung banyak uang untuk dia bawa pulang ke kampungnya. Membeli lahan untuk bertani dan juga sapi yang banyak, tapi angannya itu tidak semudah dia membayangkan dan alasan Arinda tidak ingin terlalu dekat dulunya adalah karena Ela Nindy dan Reina berpendidikan tinggi alias mereka Sarjana sementara dia hanyalah lulusan SMA dan umurnya yang paling muda diantara mereka.
Namun lambat laun Arinda tahu jika mereka bertiga sangat baik kepadanya dan yang paling penting mereka tulus saat dekat dengan Arinda.
Sebagai wanita yang berasal dari kampung banyak kecemasan dalam diri Arinda ketika dia dekat dengan orang baru, tapi sepertinya dia menemukan artinya kehangatan bersama tiga wanita itu.
Logat batak-nya yang masih sangat khas dulunya juga perlahan hilang karena terbiasa berkomunikasi dengan tiga sahabatnya itu.
Dari Aku-Kau kini menjadi lo-gue, Arinda masih suka tertawa sendiri ketika mengingat dimana dia berbicara bahasa batak namun tidak ada satupun dari tiga wanita itu yang mengerti.
Nasi goreng buatannya pun selesai dan dia menghidangkan di piring masing-masing.
"Jadi lo di pecat ?" tanya Nindy atau yang biasa Arinda panggil Gen.
Arinda mengangguk sambil memasukkan satu sendok nasi ke mulutnya.
"Jadi, beneran lo punya vidio skandal artis itu ?" tanya Ela lagi.
"Enggak !" jawab Arinda dengan santai dan senyuman konyolnya. Reina langsung tertawa dan kemudian Nindy juga Ela tertawa.
"Susstttt udah malam nanti yang lain pada komplain. Enak gak nasi gorengnya ?" tanya Arinda. Dia selalu menanyakan rasa masakannya kepada ketiga wanita itu.
"Enak banget malah," jawab Reina dan yang lain juga setuju.
"Kenapa gak jualan makanan aja lo buat anak-anak kos sini sama sekitar ruko kita aja. Lumayan juga kan buat bertahan hidup selama lo belum dapat kerja," kata Nindy dan Arinda perlahan memberikan senyuman lebarnya.
"MAKASIH YA GEN."
"Astaga suara lo Butet !" ujar Reina dan Ela bersamaan.
Suara Arinda memang tidak bisa dikontrol, suara besar dan jika tertawa dia tidak bisa menahannya.
Bersambung...
Koment dong say... Vote jangan lupa yes...
Semua wanita cantik dan sempurna...
Karena merekalah hidup para Pria menjadi Sempurna...
***
Bangun pagi sarapan membaca berita sejenak lalu mengecek email tentang pekerjaannya kemudian berolahraga di ruang gym yang ada di apartment mewah yang ia miliki adalah rutinitas pagi dari seorang Pria bernama Eadric Derson.
Semua orang memanggilnya Ed dan hobinya adalah menggoda wanita lalu mencampakkannya begitu saja.
Ed tidak memiliki trauma apapun kepada wanita atau pandangannya yang buruk tentang wanita tidak ada sama sekali. Dia bahkan memuji semua wanita yang ada di Bumi ini, menurutnya semua wanita sangat spesial karena mampu memberikannya kenikmatan yang sering orang sebut surga Dunia.
Pemiliki aset stasiun televisi dan juga media-media terkenal itu memiliki darah Derson dalam dirinya tidak heran jika nama besar keluarganya juga menjadikan dia seorang pebisnis yang juga di segani di Asia bahkan hingga ke Amerika dan Eropa.
Selesai berolahraga asisten pribadinya akan datang dan memberitahukan semua jadwalnya hari ini hingga besok, dan hari ini dia ada rapat di salah satu tower stasiun televisi miliknya untuk memilih nama-nama artis dan penyanyi yang akan di kontrak dalam acara tahunan mereka.
Wajah blasteran yang sangat memukau itu kini sudah siap dengan setelan jas mahalnya. Ed tersenyum di depan cermin dan berjalan santai menuju mobil yang sudah di siapkan untuknya.
"Nanti malam apa kau ikut aku Ali ?" tanya Ed kepada asisten pribadinya yang memiliki darah India.
"Tidak Pak saya ada janji dengan pacar saya," jawab Ali sopan dan Ed tertawa.
"Aku sudah berganti teman kencan empat atau mungkin lima kali tapi kau masih bertahan dengan satu wanita. Ckck, kau hebat Ali." Ed menepuk pundak Ali yang hanya bisa tersenyum kepadanya.
Ed pun tiba di perusahaannya, ketika mobilnya sampai security yang sudah tahu plat nomor Ed langsung bergegas membukakan pintu mobil.
Ed pun turun dan tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada security itu lalu langkah kakinya memasuki bangunan megah itu. Semua orang menunduk hormat seraya memberikan salam ketika mengetahui pemilik stasiun tv itu datang.
Kharisma Ed sungguh membuat mata kaum hawa begitu mendambanya. Senyum ramah Ed yang biasa saja bahkan bisa membuat mereka salah tingkah.
Ed sudah masuk kedalam ruang rapat dan semua orang yang menunggunya berdiri begitu dia terlihat.
"Terima kasih sudah bisa hadir di rapat ini, silahkan di mulai rapatnya." Ed tersenyum dan menunjuk manager utama dari perusahaan itu untuk memimpin rapat mereka.
Rapat itu berjalan lancar dengan semua kebijakan dan kerjasama karyawan Ed yang baik dan acara tahunan perusahaan mereka sudah selesai tinggal menunggu pengerjaannya saja.
Ed pun keluar dari ruang rapat dia harus menemui beberapa kolega bisnisnya karena dia berniat akan membangun stasiun tv baru di Amerika dan juga dia akan menemui pihak arsitek yang akan mendesain club yang ingin dia bangun.
Ya, sebuah club malam di Jakarta. Ide gila itu muncul tiba-tiba karena setiap malam atau sore hari Ed selalu pergi ke club dan tiba-tiba terpikir olehnya untuk membuat club sendiri.
Kolega bisnis dan anak buahnya pasti akan sering datang ke sana pikirnya.
Belum dia sampai di lobby kantor salah satu pegawai di sana yang bernama Samantha memanggilnya. Ed dan Samantha berpelukan bagai teman yang sudah lama kenal, karena memang Samantha adalah temannya saat berkuliah.
"Sudah lama tidak melihat mu," kata Ed dan Samantha dengan manja menggandeng lengan Ed sambil mereka berjalan menuju mobil Ed yang sudah standby di depan pintu lobby.
"Aku ingin membicarakan beberapa hal dengan mu, kapan kau ada waktu ?" tanya Samantha dan Ed tahu apa yang ingin Samantha katakan.
"Nanti malam aku akan ada di tempat biasa, kau bisa kesana."
"Baiklah ! Jangan sampai terpesona oleh ku oke," ujar Samantha dan mereka berdua tertawa bersama.
Banyak pasang mata yang iri melihat kedekatan Ed dan juga Samantha, mereka sudah sering menggosipkan keduanya memiliki hubungan karena seringnya Ed dan Samantha hadir di acara secara bersamaan dan memilih untuk satu meja.
Namun berita Ed sering bermain wanita juga sudah di ketahui orang banyak sehingga mereka sendiri yang bingung dengan status Samantha sebenarnya.
***
Mobil sedan BMW seri delapan dengan warna putih yang menjadi mobil kerja Ed sudah sampai di sebuah restoran.
Ali dan Ed turun dari sana dan supir mereka langsung kembali ke apartment karena setelah ini Ed akan pergi ke club dengan mobil kesayangannya.
Mobil itu akan diantar oleh orang suruhannya ke restoran yang saat ini menjadi tempat meeting antara Ed dan pihak desain club yang akan dia bangun.
Jika tidak kerja Ed tidak akan memakai supir, agar dia lebih merasa lepas dan bebas melakukan apapun maunya.
Semisal jika dia ingin bercinta di dalam mobil dengan wanita yang dia kencani tentu dia tidak akan bisa melakukannya.
Kembali ke Ed dan Ali yang saat ini berjalan bersama sambil Ali memberitahukan beberapa informasi penting.
Ketika pelayan menyambut Ed senyuman ramah Ed membuat si pelayan wanita merona dan Ed menggelengkan kepalanya. Dia gemar bermain wanita namun juga punya standar yang sangat sangat tinggi wanita seperti apa yang bisa dia kencani bukan sembarangan. Perlu di ingat jika Ed adalah pria yang sangat pemilih.
Ed duduk lalu berjabat tangan dengan salah satu teman yang dia minta mengurus desain yang dia inginkan. Namannya Raka, dia pemilik perusahaan arsitektur ternama di Indonesia.
Tapi tentu bukan Raka yang membuatkan desain melainkan anak buahnya. Raka datang ke sana karena ingin bertemu langsung dengan Ed.
"Jadi bagaimana Ed, kau tetap ingin memakai batu hias dan marmer dari Yunani ?" Baru saja Ed duduk Raka sudah bertanya perihal yang memang belum dia putuskan.
Ed berdecak dan tak lama dia melihat satu wanita yang wajahnya baru kali ini dia lihat. "You have a new girl freind ?" tanya Ed dengan logat british yang dia miliki dan ganti Raka yang berdecak.
"Jangan lari dari topik pembicaraan Ed. Jika kau tidak cepat maka aku akan pergi. Biar pegawai ku yang berbicara dengan mu."
"Fine ! Aku ingin sebagian marmer dari Yunani itu dan sebagian dari Poso, untuk desain tidak ada masalah semua sesuai dengan yang ku mau. Hanya satu permintaan," kata Ed membuat Raka serius mendengarkannya. Dia tahu Ed adalah super perfeksionis sehingga dia tidak mau ada kesalahan nantinya atau Ed tidak puas dengan hasil dari karyawannya.
"Bisa temani aku malam ini di club biasa ?" ujar Ed dengan senyuman tidak bersalahnya. Sementara Raka mati-matian menahan umpatan untuk Ed, tidak bisakah pria itu melihat jika Raka sedang bersama karyawannya.
Tiba-tiba Ali membisikkan sesuatu kepada Ed.
"Baiklah aku harus pergi, kabari Ali saja jika ada hal lainnya. Aku akan ke kantor mu jika ada waktu untuk melihat desain kamar yang aku mau," ujar Ed lalu segera pergi dari sana.
Saat ingin naik ke mobil Ed tidak sengaja melihat wanita berparas manis dan kulit eksotis yang sedang bersenandung sambil mengayuh sepeda.
Ed sengaja diam beberapa saat berharap wanita itu meliriknya dan terpesona akan ketampanan yang ia miliki namun yang ia dapati adalah wanita itu menoleh ke arahnya namun ternyata membuang sisa permen karet.
Ali menahan tawa sementara Ed tidak percaya dengan apa yang terjadi.
Apa wanita itu buta ?
Bersambung...
Aku tunggu komentar dan vote nya ya...
Jangan lupa follow ig @wp.nadramahya untuk tahu info seputar cerita. Bye... Bye...